Jumat, 25 Maret 2011

Jum’at, merupakan hari yang datang setelah hari kamis dan terkenal dengan keangkeran dan kesakralannya terutama di Indonesia (apalagi jikalau diberi embel-embel kliwon, dijamin bulu kuduk pasti berdiri). Ada banyak anggapan di mata masyarakat tentang malam jum’at, dan faktanya hal ini dipahami dan dicamkan dalam sanubari masyarakat kita secara umum dan turun temurun.

Menurut sumber yang belum bisa di percaya, apabila malam jum’at telah tiba seluruh jenis setan yang diwakili oleh jenis hantu (pocong, kuntil anak, gendoruwo, dll) pada keluar dari sarangnya, jenisnyapun bermacam-macam, tergantung dari daerah dan  jenis apa yang saat itu menjadi idola di masyarakat

Lalu, sebagian lagi ada yang berijtihad dengan landasan berfikir yang belum bisa diakui kebenarannya berpendapat bahwa “kalau malam jum’at jangan melakukan aktivitas yang berbau fisik, seperti menyapu, pijat, keluar rumah sendirian, manjat pohon dan lain-lain”, alasannya cukup sederhana takut celaka dan kwalat.

Sayang sekali, jika hari kemenangan (sekaligus hari raya) bagi setiap umat Islam ini dijadikan sebagai ajang phobia (ketakutan) yang berlebihan. Bertolak belakang 361 derajat dengan realita diatas, Beberapa hadits-hadits Nabi Muhammad SAW banyak menyebutkan tentang keutamaan ibadah yang dilakukan pada hari tersebut, jadi sangat disayangkan sekali apabila ketakutan tadi tidak ditujukan kepada selain Allah SWT, Dzat yang Maha Menciptakan dan Tempat Bergantung segala makhluk.

Kesimpulannya….

Waspadalah terhadap hari  jum’at, kalau…. anda melewatkan ibadah-ibadah yang di sunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, diantara beberapa hadis yang terkait dengan ibadah yang dilakukan pada hari Jum’at adalah:

1. Dianjurkan bagi setiap muslim untuk memperbanyak membaca shalawat, Rasulullah SAW bersabda; “Seutama-utama hari adalah hari jum’at, padanya diciptakan dan dimatikan Adam as, ditiup sangkakala dan dibinasakannya manusia, oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu karena shalawatmu akan sampai kepadaku”.

Para sahabat bertanya, “bagaimana bisa sampai sedangkan jasadmu telah dimakan tanah?” beliau bersabda, “ Allah SWT mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi. “ (Riwayat abu Dawud, dishahihkan oleh syaikh Nashiruddin Al-Albani hal. 196 hadits. 925)

2.Perbanyak Doa terutama pada waktu yang telah ditentukan, Rasulullah SAW bersabda, “pada hari jum’at ada dua belas waktu. Tidak ditemukan seorang muslim yang sedang memohon kepada Allah SWT kecuali Dia pasti akan memberinya. Maka carilah waktu itu, yaitu akhir waktu setelah ashar.’ (Riwayat Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud hal. 196)

3. Membaca surah-surah pilihan dalam Al Qur’an, Abu Hurairah mengatakan “ Rasulullah SAW membaca surah Alif Laam miim tanziil as-sajadah dan Hal ata’alal insan pada shalat subuh pada hari jum’at. “(muttafaqun alaih), kemudia dalam riwayat lain dinyatakan bahwa “Rasulullah membaca surah al Jum’at dan Al Munafiqun pada hari jum’at”  (Riwayat Muslim).

Sewajarnya jika kita melaksanakan seluruh ibadah tersebut dengan niat yang ikhlas dan penuh ketundukan dalam mengharap Ridho Allah, sayang sekali kiranya jika shalawat Nabi hanya dijadikan ajang dalam adu vokal dan merdunya suara, terlebih jika tanpa memperdulikan kehidupan warga sekitar dan beruntunglah bagi muslim yang menyempatkan dirinya untuk  duduk bersimpuh, berdoa dan mengirimkan shalawat kepada Nabi dengan pemahaman dan pengahayatan yang seutuhnya dalam rangka mengharap syafa’at dari beliau tanpa harus di upload dengan speaker mesjid atau mushola berlebihan yang akhirnya jauh dari makna.

Semoga jangan  terhanyut diantara keyakinan akan keimanan agama dengan kepercayaan akan suatu tradisi dan mitos mistik yang menjeruskan ke arah syirik.

0 comments:

Posting Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini

Entri Populer