Kamis, 29 Oktober 2015

Batu akik tinggal tergantung penghobinya, yang sekedar ikut ikutan akan tumbang karena bosen. Yang suka karena hobby akan tetep bertahan sampe akik akik. Soal bentuk, jenis, warna, karakter, antik bahkan unik tergantung mata memandang. Yang suka karena warna batu akik, akan beda memandangnya dengan yang suka jenisnya, begitu juga yang suka karakter bahkan langka dan unik sebuah batu akik akan beda dan memiliki sudut pandang tersendiri, terlepas dari urusan klenik dan berbau mistik.

Namanya hobby yang tetep saja hobby, yang namanya hobby yang sifatnya berbau seni pasti gak akan luntur. Batu akik yang paling banyak dicari biasanya langka, unik, dan punya fungsi sendiri bagi sebagian orang. Yang bikin langka sebuah batu akik karena sulit dapetinnya, klo cuma sulit dapetinya saja tapi ada yang sejenis itu juga belum masuk kategori langka. Yang bener bener langka sebuah benda itu pastinya cuma ada satu di dunia.

Admin juga termasuk hobby barang unik, termasuk batu akik. Itu juga unik menurut sudut pandang admin sendiri, karena nilai estetika semata gak ada embel embel klenik ataupun mistik. Yang jelaas apa yang ada dilangit dan bumi ada yang membuatnya dan ada pemiliknya, DIA-lah Allah Yang Maha Kuasa. Keindahan ciptaan-NYA itulah yang harus disyukuri dan dinikmati.

Kembali ke batu akik unik, ini ada salah satu batu akik milik admin yang paling antik menurut admin. Batu akik ini termasuk ukurannya agak besar, sekilas kelihatannya biasa agak bolong tengah, warna kuning. Bagian yang menurut admin unik dari batu akik ini adalah.

Jika dilihat dari atas kebawah pada bagian atasnya akan kelihatan guratan dan bentuk gambar orang sholat. Jika posisi batu akik dibalik masih dilihat dari atas ( puncak batu ) akan kelihatan gambar lafaz lam alif. Jika batu akik diputar miring ( masih dilihat dari puncak batu ) akan terlihat seperti pemandangan gunung.

Nah jika batu dibalik dasar batu keatas, dan puncak batu kebawah akan terlihat gambar wayang semar. Jika batu dibalik ( diputer ) akan terlihat seperti gambar bunga ( obor )atau gunung wayang atau mungkin juga mirip keris. Jika disenter dari arah bawah batu akik dan dibolak balik akan tampak lebih indah lagi. Uniknya bagi admin adalah satu batu akik bisa membentuk banyak gambar yang berbeda beda. Untuk jelasnya lihat gambar saja dibawah ini.









Videonya :



Semua keindahan hanya milik Allah Semata. Admin hanya memberi satu contoh saja dari satu batu akik kecil, yang memiliki keindahan sedemikian rupa, mungkin saja batu akik yang ini terbilang langka didunia, dan mungkin masih banyak lagi didunia ini jauh lebih indah.

Selasa, 27 Oktober 2015

DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) dalam hubungannya dengan Georgia Institute of Technology telah mengembangkan chassis helikopter robot, secara signifikan dapat memperpanjang kondisi yang cocok untuk lepas landas dan pendaratan helikopter.



Sistem adaptif terdiri dari empat bantalan bergerak dengan sistem independen memperbaiki tinggi.
Selama penerbangan, sasis otomatis melipat dibawah mesin. Pada setiap landing gear memiliki sensor kontak dengan permukaan, sementara komputer menganalisis data dari semua empat sensor secara real time, menentukan sudut terbaik dari masing-masing kaki untuk pendaratan.


Ketika mendarat di medan kasar, kaki robot helicopter ini mampu mengubah posisi sehingga helikopter terus berada pada posisi horizontal alias tidak miring. Fitur ini memungkinkan helikopter dapat mendarat di lereng atau di daerah pendaraan yang tidak rata.


Proyek ini dalam masa pengembangan dan sedang diuji pada helikopter tak berawak. Menurut situs DARPA, dibandingkan dengan jenis baru helikopter konvensional chassis, setidaknya lima kali mengurangi risiko cedera serius pada helikopter selama pendaratan keras. Selain itu juga helikopter yang dilengkapi dengan seperti chassis robot, akan dapat duduk di permukaan yang tidak rata
dengan kemiringan 20 derajat (untuk batas helikopter konvensional adalah 10 derajat). Mekanisme kaki robot pada helicopter ini bekerja secara independen.

Sumber : Disini

Rabu, 14 Oktober 2015

Muharram merupakan bulan yang sangat berpengaruh pada sejarah kehidupan umat Islam. Suatu bulan yang menjadi pembuka tahun dalam kalender Islam, Hijriyah. Suatu bulan yang penuh barokah dan rahmah, karena bermula dari bulan inilah –menurut dunia Islam- berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah dalam al Qur’an (Al Taubah: 36).

Bulan Muharram Dalam Sejarah
Tradisi penanggalan Hijriyah dirintis pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab RA. Pada waktu itu muncul wacana diperlukannya penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan kenegaraan dan kemasyarakatan. Kemudian, muncullah berbagai usulan dari para Sahabat. Pada akhirnya disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi SAW dari Makkah menuju Madinah dijadikan patokan dalam perhitungan awal tahun kelender Islam.

peristiwa penting di bulan muharram

Dalam sejarahnya, Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M) pernah menerima surat dari Gubernurnya di Bashra Abu Musa Al Asy’ari yang menyebutkan pada awal suratnya berbunyi: “……menjawab surat Tuan yang tidak tertanggal…..”. Perkataan pendek yang tampaknya tidak begitu penting telah menarik perhatian Khalifah Umar, yaitu perlunya umat Islam mempunyai penanggalan yang pasti. Hingga akhirnya diadakan musyawarah khusus untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam.

Dalam musyawarah yang dihadiri oleh para tokoh-tokoh terkemuka dari kalangan sahabat itu, muncul beberapa usulan untuk menentukan kapan dimulainya tahun baru Islam. Di antara usulan tersebut terdapat pendapat yang mengatakan penanggalan Islam dihitung dari peristiwa penyerangan Abrahah terhadap Ka’bah, yang dikenal dengan sebutan “Amul Fiil” (tahun Gajah) dan itu sudah sering dipakai. Ada yang menyarankan penanggalan Islam dihitung dari turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW, di mana waktu itu beliau secara resmi dilantik oleh Allah SWT sebagai Nabi dan Rasul untuk seluruh umat. Ada juga yang mengusulkan penanggalan Islam dihitung dari wafatnya Rasululah saw, dengan alasan pada waktu itu diturunkan wahyu terakhir yang menegaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna. Dan ada pula yang berpendapat bahwa penanggalan Islam dihitung dari hijrahnya Rasullah saw dari Mekah ke Madinah, dengan alasan karena peristiwa itu merupakan pintu masuk kehidupan baru bagi Rasulullah SAW dan umatnya dari dunia kemusyrikan menuju dunia tauhid (Islam).

Setelah lama musyawarah bersama dengan berbagai pendapat dan argumentasi masing-masing, akhirnya disepakati bahwa usulan terakhir itu yang diterima (penanggalan Islam dihitung dari hijrahnya Rasullah saw dari Mekah ke Madinah), yang kemudian diumumkan oleh khalifah bahwa tahun baru Islam dimulai dari Hijrah Rasulullah Ssw dari Makkah ke Madinah.

Menariknya, meskipun awal bulan Muharram merupakan awal tahun bagi tahun Hijriyah, ternyata Muharram bukan awal permulaan hijrah Nabi SAW. Soalnya hijrah beliau jatuh pada permulaan bulan R. Awwal tahun ke-13 kenabian (14 Sept 622 M), bukan pada awal Muharram. Sedangkan antara permulaan hijrah Nabi Saw dan permulaan kalender Islam (Muharram) sesungguhnya terdapat jarak sekitar antara 62-64 hari, dan antara keduanya terdapat bulan Shafar.

Dalam kitab tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah pada akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pada awal bulan R. Awal. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang.

Adapun penetapan Bulan Muharram sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah para sahabat nabi SAW pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra saat mencanangkan penanggalan Islam. Pada saat itu ada yang mengusulkan R. Awal sebagai awal tahun dan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram, dengan pertimbangan bahwa pada bulan itu telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah ke Madinah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah (ikrar penduduk Madinah yang datang ke Mekah untuk masuk Islam). Di mana saat ada 75 orang Madinah yang ikut baiat untuk siap membela dan melindungi Rasulullah SAW, jika beliau datang ke Madinah di kemudian hari. Dengan adanya bai’at ini, Rasulullah SAW pun melakukan persiapan untuk hijrah, dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar, meski ancaman maut dari orang-orang Quraisy senantiasa mengintai beliau.

Betapa besar dan berat perjuangan Rasul SAW waktu itu hingga setiap datang tanggal 1 Muharram, ingatan kita terlukis kembali pada puncak perjuangan beliau SAW 14 abad silam. Suatu perjuangan untuk membebaskan kaum muslimin dari kezaliman dan tindakan sewenang-wenang yang menimpa mereka dikarenakan tindakan orang-orang kafir tersebut semakin hari semakin meningkat pada taraf yang sangat membahayakan masa depan Islam dan kaum muslim. Dengan izin Allah SWT, Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang setia, akhirnya meninggalkan tanah kelahirannya yang tercinta Makkah Al-Mukarramah untuk pindah ke negeri yang baru yaitu Yastrib (Madinah).

Perpindahan beliau dari Makkah ke Yastrib inilah yang disebut “hijrah”, dan oleh Khalifah Umar bin Khattab dijadikan momentum dan starting point, pangkal tolok perjalanan sejarah Islam, dengan ucapannya: “Hijrah itu memisahkan antara yang hak dengan yang batil, karena itu jadikanlah catatan sejarah”.


Peristiwa hijrah Rasul Allah Muhammad saw dan para sahabatnya, bisa kita ambil sebagai suatu pelajaran berharga dalam kehidupan kita. Betapapun berat menegakkan agama Allah SWT, tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan di dalamnya.

Dalam sejarahnya, malam itu (menjelang hijrah) Rasulullah SAW akan keluar dari rumah. Sementara di luar rumah, orang-orang yang ingin membunuhnya sudah menunggu. Dengan izin Allah SWT (waja’alna min baini aidihim saddan wa min kholfihim saddan fa’aghsyainahum, fahum la yubshirun), baginda Nabi SAW bisa melewati para musuh yang telah mengepung rumahnya tadi dengan selamat.

Meskipun berhasil melewati mereka, beliau tetap harus bersembunyi dahulu di sebuah goa (tsur) karena musuh masih tetap mengejar. Namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanannya. Meskipun demikian pengejaran tetap dilakukan, tetapi Allah menyelamatkan beliau dan juga Abu Bakar yang menemaninya hingga sampai di Madinah dengan selamat. “Allah senantiasa akan menolong hambaNya selama ia mau menolong agamaNya”.

Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir yang tandus dan gersang, telah beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. Namun beliau yakin bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan “inna ma’al ‘usri yusron…”.

Begitu tiba di Madinah, dimulailah fase kehidupan baru dalam sejarah perjuangan Islam. Perjuangan demi perjuangan beliau lewatkan bersama para sahabat. Menyampaikan wahyu Allah, mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak menginginkan akan hadirnya agama baru (Islam). Tidak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyambung nyawa demi tegaknya agama Allah SWT, hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita?

Jika dicermati dan direnungi dengan seksama apa yang terjadi dalam sejarah hijrah tersebut, pemilihan hijrah sebagai titik perhitungan kalender Islam sangatlah tepat. Di mana penetapan tersebut didasarkan pada esensi dari peristiwa hijrah itu sendiri, yaitu suatu gerakan umat secara kolektif dari dunia kegelapan kufur menuju kondisi yang lebih baik (Islam).

Daya revolusi dengan hijrah sebagai inspirasinya, tidak mungkin terjadi jika umat tidak menyediakan ruang koreksi bagi diri sendiri. Kita bisa sepakat bahwa pertambahan usia manusia berbeda dengan usia mobil yang kian bertambah. Manusia tua tidak sama dengan mobil tua. Jika mesin secara perlahan mengalami kerusakan mekanis, aus, berkarat, dan sebagainya, maka semua itu beda dengan manusia. Hakikat usia manusia terletak pada kesempatan untuk membentuk sikap dewasa dari masa ke masa.

Jika asumsi tersebut bisa diterima secara kolektif, usia peradaban manusia yang kian menua harusnya menuju pada kematangan atau kedewasaan. Namun, tampaknya yang terjadi tidak selalu demikian. Manusia kini memang banyak mengaku dirinya modern, namun sering alpa jika mereka adalah bagian dari alam semesta yang fana.

Peristiwa-Peristiwa Penting Yang terjadi Di Bulan Muharram:

A. Tanggal 1 Muharram – Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.

B. Tanggal 10 Muharram  dinamakan juga hari “Asyura” pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan umat Islam yang gigih dan tabah dari menegakkan keadilah dan kebenaran.

Peristiwa penting lainnya yang terjadi pada tanggal 10 Muharram antara lain :

    1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah
    2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
    3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan
    4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud
    5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa
    6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara
    7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah
    8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya
    9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam
    10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun
    11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah
    12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar
    13. Hari pertama Allah menciptakan alam
    14. Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat
    15. Hari pertama Allah menurnkan hujan
    16. Allah menjadikan ‘Arasy
    17. Allah menjadikan Luh Mahfuz
    18. Allah menjadikan alam
    19. Allah menjadikan Malaikat Jibril
    20. Nabi Isa diangkat ke langit.

Dikutip dari berbagai sumber.

Selasa, 13 Oktober 2015

Tanggal 14 oktober 2015 umat islam memasuki tahun baru Hijriyah 1437H menurut kalender Islam, Di indonesia bulan muharram sering disebut bulan suro ( jawa ). Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram" (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram  sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.



Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, “Saya lebih berhak mengikuti  Musa as. dari mereka.”  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga,  puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para shabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim).

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan  menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu  salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan  pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

Legenda mitos seputar bulan Muharam Atau bulan Suro

Di samping keutamaan bulan Muharram yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi banyak juga  legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura.

Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari 'Asyura Nabi Adam diciptakan, Nabi Nuh as di selamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim dilahirkan dan Allah Swt menerima taubatnya. Pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa  yang mandi pada hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan hari 'Asyura.

Hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000).


Senin, 12 Oktober 2015

El Nino, El Nina dan kabut asap, gejala alam El Nino, itu kata kata yang tiap hari lagi marak didengar ditelinga saat ini. Apa sih yang dimaksud El Nino? El Nino adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan oleh naiknya suhu permukaan laut Samudera Pasifik sekitar khatulistiwa bagian tengah dan timur. Naiknya suhu di Samudera Pasifik ini mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan yang ada di atasnya. Pada saat normal hujan banyak turun di Australia dan Indonesia, namun akibat El Nino ini hujan banyak turun di Samudera Pasifik sedangkan di Australia dan Indonesia menjadi kering.



Apa sih yang dimaksud La Nina?

La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana.

Faktor Penyebab El Nino dan La Nina

Pada saat normal angin passat bertiup dari tekanan tinggi Sub Tropis (dari arah timur) menuju tekanan rendah ekuator (barat). Sehingga air hangat Samudera Pasifik berkumpul di pantai Utara Australia dan pantai Indonesia. Hal inilah yang mengakibatkan hujan di Australia dan Indonesia. Namun pada dua tahun sampai tujuh tahun sekali Angin Passat tersebut berubah arah. Yang semula dari arah timur ke barat berubah menjadi arah barat ke arah timur. Hal inilah mengakibatkan El Nino yaitu di Samudera Pasifik dan Indonesia berkurang curah hujan dari biasanya. Kemudian untuk La Nina terjadi karena angin passat bertiup dengan kencang dan terus menerus melewati Samudera Pasifik menuju Australia. Angin Passat ini akan mendorong lebih banyak air hangat di Samudera Pasifik menuju Australia Utara sehingga hujan hanyak turun di Samudera Pasifik Barat, Australia Utara dan Indonesia.

Apa sebenarnya El Nino?

El Nino adalah anomali iklim di Pasifik Selatan. Fenomena ini terjadi antara pesisir barat Amerika Latin dan Asia Tenggara, namun efeknya bisa dirasakan ke seluruh penjuru dunia dan seringkali berujung pada bencana alam. Sementara El Nino menyebabkan curah hujan tinggi di Amerika Latin, belahan bumi lainnya terancam kekeringan

Sementara El Nino menyebabkan curah hujan tinggi di Amerika Latin, belahan bumi lainnya terancam kekeringan

Umumnya permukaan air laut yang hangat mengalir ke arah barat dari Amerika Latin, sementara arus air dingin mengarah dari kedalaman laut menuju pesisir Amerika Latin. Pada tahun-tahun El Nino, arus itu mereda dan terkadang arahnya kebalikan. Permukaan air laut di pesisir Australia dan Indonesia jatuh beberapa derajat, sedangkan suhu air di Amerika Latin naik. Fenomena El Nino terakhir terjadi tahun 2009 dan 2010. Periode El Nino biasanya bertahan selama setahun.

Apa saja dampak yang disebabkan El Nino pada lingkungan?

Terumbu karang, plankton dan ganggang mati di perairan yang lebih hangat lepas pantai Amerika Latin. Ikan-ikan pergi mencari perairan baru karena kekurangan pangan. Ini tentu berdampak pada industri perikanan Amerika Latin.

Air yang menghangat juga mengakibatkan wilayah-wilayah bertekanan rendah di pesisir barat Amerika Latin. Ini menyebabkan hujan lebat, longsor, banjir dan badai. Di Pasifik Barat - di Indonesia dan bagian utara Australia - justru sebaliknya: kekeringan, gagal panen dan kebakaran hutan.

Sepanjang El Nino, angin muson yang biasanya membawa hujan yang dinanti-nanti, entah datang terlambat atau tidak datang sama sekali.

Nah di negara tropis seperti Indonesia dampak El Nino adalah kemarau panjang, suhu udara terasa panas dan kekeringan Dan yang parah saat ini adalah darurat kabut asap. Kabut asap sih sebenarnya karena pembakaran hutan, laham gambut dan rawa. Yang menjadi kendala adalah pemadaman kebakaran hutan karena tiupan angin dan suhu panas yang berubah rubah. Pemadaman kebakaran hutan dengan air rasanya akan sangat sulit karena suhu terlalu panas, Mungkin akan lebih baik menggunakan bahan kimia khusus untuk memadamkan api.

Apa  sih penyebab El Nino?

Kalangan ilmuwan belum tahu persis. Namun ada indikasi bahwa El Nino bukan perbuatan manusia dan sudah terjadi secara alamiah selama berabad-abad. Meski begitu, efek gas rumah kaca dapat memperparah fenomena El Nino, sehingga terjadi lebih sering atau lebih intens. Tapi yang pasti setiap kejadian dan peristiwa sudah ada yang mengaturnya, Dia-lah Tuhan pemilik alam semesta, yang menguasai langit, bumi beserta isinya. kita manusia harus bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tiap musibah, petaka dan bencana, tetap bersyukur dan berbaik sangka Kepada Nya.

Dikutif dari berbagai sumber dan ditulis ulang admin blog ini.
Credit image : almanac.com


Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini

Entri Populer