Selasa, 08 November 2011

Ini lagi contoh kekejaman manusia pada anak anak, lihat yang terjadi pada syafira gadis kecil yang di dalam kakinya berisi banyak benda benda aneh seperti paku dan emang bener paku, Keberadaan benda aneh dalam tubuh Syafira (3 tahun ) sebenarnya sudah diketahui sejak sekitar enam bulan silam. Kala itu, keluarga Syafira masih tinggal di Soppeng, Sulawesi Selatan. Namun, karena tidak ada biaya, sang ibu menunda pengobatan Syafira sambil menunggu bantuan Jamkesda.

syafira bocah berpaku

 



Pada betis anak ini syafira (safirah) ada 1 cm, 2 cm, hingga 5 cm logam jenis Paku di kaki sebelah kiri 19 dan  kanan 7,”  Saya berharap, anak saya lekas sembuh. Saya tidak akan melepaskan pantauan terhadap anak saya sedetik pun," kata Ibu Syarifa,

Informasi lainnya, paku-paku tersebut diduga sengaja dimasukkan. Pasalnya, pihak rumah sakit memastikan paku-paku tersebut adalah paku asli dan tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya dalam tubuh Syafira.

Kecurigaan kian jelas setelah tim medis menemukan bekas luka yang sudah tertutup daging pada bagian betis sebelah kanan Syafira. Bekas luka itu sudah membentuk saluran menyerupai pipa. Dari saluran bekas luka inilah, dokter menduga paku-paku tersebut dimasukkan dengan sengaja.

"Secara medis, tidak mungkin paku itu tumbuh dalam tubuh manusia. Proses masuknya justru sementara kita lacak karena kita juga menemukan adanya paku yang baru dimasukkan. Dugaan ini muncul setelah tim menemukan bekas luka pada betis Syafira.

Persoalan apakah ini tindak kriminal atau magis, kami tidak tahu," ujar ahli bedah RSUD Andi Makkasau, dr Kamaruddin Said.

Pihak Rumah Sakit Umum Andi Makassar, Parepare, kembali menemukan paku di bagian kaki kiri Syafira meski sebelumnya telah menjalani operasi.

"Setelah difoto ulang, selain di bagian punggung, ternyata kami menemukan logam lainnya di bagian kaki kiri Syafira. Padahal, beberapa hari lalu, 26 paku sudah diangkat," kata ahli bedah RSU Andi Makassar, Parepare, dr Kamaruddin Said, Kamis (3/11/2011), sekitar pukul 13.45 Wita.

Kamaruddin mengatakan, rencana operasi yang sejatinya dilakukan hari ini dibatalkan. Alasannya menunggu kondisi Syafira lebih baik lagi. "Kami tunda dulu hingga beberapa hari setelah Lebaran," katanya.

Sebelumnya, Kamaruddin memastikan jika logam yang diangkat dari tubuh Syafira adalah logam murni dan bukan sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya. Hal itu dibuktikan Kamaruddin dengan cara membenturkan dua logam, hasilnya mengeluarkan suara layaknya benda keras yang dibenturkan.

Kini Syafira, yang selama ini menempati ruang ICU, sementara dipindahkan ke Ruang Asoka di RSU Andi Makassar, Parepare. 

PENYAKIT ANEH DAN LANGKA
Adanya benda aneh ini menjadi fenomena baru di ilmu medis dan langka terjadi diluar logika medis, secara ilmiah penyakit ini tidak bisa ditemukan oleh ilmu medis apa penyebabnya sehingga ada benda asing masuk ditubuh Safirah.

Jika memang sengaja di masukkan maka otomatis Safirah pasti menagis, mengalami pembengkakan, menimbulkan tetanus karena besi yang masuk di tubuh Safirah besi berkarat tetapi tidak merasakan kesakitan bahkan tetap bermain seperti anak seusianya.

“Kami melihat secara analisa mengenai diri syafira, bahwa kalau memang sengaja di masukkan benda besi berupa paku, logam dan jarum pasti anak ini merasakan kesakitan dan bisa bengkak ditubuhnya yang mengakibatkan menjadi tetanus, tetapi ternyata faktanya dilihat tidak demikian, anak ini kondisinya sehat dan tetap bermain tanpa merasakan kesakitan, kalaupun memang tumbuh sendiri besi itu dalam tubuh Safirah, ? tetapi bagaimana caranya benda itu justru tidak menyatuh dengan kulit, nah ! ini kan aneh bagi kami, karena diluar dari ilmu medis,” kata direktur RSU Andi Makkasau Kota Parepare, dr Jamal Sahid kemarin.

Lanjut, karena penyakit ini langkah dan tidak bisa diukur secara ilmiah, maka perlu ada ahli tenaga medis untuk melakukan riset mengenai penyakit ini dari mana asal-usulnya dan apa sebab-akibatnya sehingga ada benda asing yang tidak bisa menyatuh dengan kulit bisa ada didalam tubuh manusia seperti dialami Safirah bocah 3 tahun ini.

“Jadi kami tidak bisa menyimpulkan benda asing yang masuk didalam tubuh Safirah apakah sengaja atu tidak, karena ini diluar jangkuan medis, ataukah memang ini penyakit , inilah kekuasan Allah yang tidak bisa dijangkau akal manusia,”tuturnya.

Sementara mengenai biaya operasi Syafirah ini, kata dr Jamal, semuanya ditanggung oleh pemerintah kota Pare pare melalui dana kesehatan gratis,”jadi mengenai biaya operasi, obat dan perawatan bagi Syafirah ini ditanggung seluruhnya oleh pemerintah setempat,”janji, Jamal singkat.

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini