Jumat, 10 Oktober 2014

Melukis dengan kaca pembesar? mungkin kedengerannya aneh, logikanya melukis harus menggunakan media kanvas, dan berbagai cat serta alat lukis lainnya seperti kuas lukis dan sebagainya. Waktu kecil mungkin kita pernah menggunakan kaca pembesar yang dihadapkan kearah sinar matahari untuk membakar kertas atau keisengan lainnya. Di Filipina tepatnya provinsi pegunungan Cordillera ada seorang pelukis yang menggunakan kaca pembesar untuk membuat sebuah lukisan. Dialah Jordan Mang Osan, menggunakan permukaan papan kayu sebagai pengganti kanvas untuk menuangkan karya seninya. Berikut antara lain lukisan unik karya Jordan Mang Osan si Pelukis dengan kaca pembesar.

hasil karya seni dengan kaca pembesar

seniman unik jordan mang osan

pelukis dari filipina yang menggunakan kaca pembesar

gambar lukisan dengan kaca pembesar karya Jordan Mang Osan

Pelukis dengan kaca pembesar

Jordan Mang Osan mulai melukis pada usia 19 tahun. Lukisan Jordan banyak terinspirasi dari tradisi dan budaya yang kaya di sekitar tempat tinggalnya. Menjadikan potret kehidupan warga sekitar dan alam pegunungan sebagai obyek lukisannya. Pada tahun 1996, ia mulai membantu membangun desa Tam Awan dan Chanum Soegyopranoto foundation sebagai salah satu pendiri untuk menciptakan desa seniman di tengah-tengah kota Baguio Bersama-sama, mereka berharap dapat menghidupkan budaya dan memperlihatkan cara hidup di dataran tinggi. Semoga bisa jadi bahan inspirasi.


Senin, 06 Oktober 2014

Siapa tidak kenal Lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut", secuil kata kata tapi merangkum banyak makna dan sejarah.  Bangsa ini berdiri dan sudah terkenal sejak zaman dahulu. Catatan sejarah tentang wilayah kerajaan Sriwijaya dan pengaruh kerajaan majapahit di asia. Gajah Mada yang boleh dibilang kakek Nusantara yang tidak kalah hebat dengan Columbus, atau kerajaan maritim lainnya, bahkan pelaut bugis mungkin lebih hebat ketimbang kisah thor heyerdahl yang hari tepat 100 tahun kisah perjalanannya. Ambil kisah lain yang pasti masih melekat di banyak sanubari tentang kisah perahu Phinisi Nusantara dari Tanah Beru dan para pelaut dari Bira, Kabupaten Bulukumba, yang mengemudikannya, kini sudah bukan cerita asing lagi. Namun tak banyak yang mengetahui kehebatan para pelaut dari ujung selatan Sulawesi ini dibangun dari tradisi panjang. Budaya itu didasarkan pada mitos tentang penciptaan perahu pertama oleh nenek moyang mereka.
gambar kapal phinisi nusantara

Dalam mitologi masyarakat Tanah Beru, nenek moyang mereka menciptakan sebuah perahu yang lebih besar untuk mengarungi lautan, membawa barang-barang dagangan dan menangkap ikan. Saat perahu pertama dibuat, dilayarkanlah perahu di tengah laut. Tapi sebuah musibah terjadi di tengah jalan. Ombak dan badai menghantam perahu dan menghancurkannya. Bagian badan perahu terdampar di Dusun Ara, layarnya mendarat di Tanjung Bira dan isinya mendarat di Tanah Lemo.

Peristiwa itu seolah menjadi pesan simbolis bagi masyarakat Desa Ara. Mereka harus mengalahkan lautan dengan kerjasama. Sejak kejadian itu, orang Ara hanya mengkhususkan diri sebagai pembuat perahu. Orang bira yang memperoleh sisa layar perahu mengkhususkan diri belajar perbintangan dan tanda-tanda alam. Sedangkan orang Lemo-lemo adalah pengusaha yang memodali dan menggunakan perahu tersebut. Tradisi pembagian tugas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu akhirnya berujung pada pembuatan sebuah perahu kayu tradisional yang disebut Phinisi.

Kini keyakinan mistis terhadap mitologi kuno itu masih kental dalam setiap proses pembuatan Phinisi. Diawali dengan sebuah ritual kecil, perahu Phinisi dibuat setelah melalui upacara pemotongan lunas. Upacara itu dipimpin seorang pawang perahu yang disebut Panrita Lopi. Berbagai sesaji menjadi syarat yang tak boleh ditinggalkan dalam upacara ini seperti semua jajanan harus berasa manis dan seekor ayam jago putih yang masih sehat. Jajanan menimbulkan keinginan dari pemilik agar perahunya kelak mendatangkan keuntungan yang tinggi. Sedikit darah dari ayam jago putih ditempelkan ke lunas perahu. Ritual itu sebagai simbol harapan agar tak ada darah tertumpah di atas perahu yang akan dibuat. Kemudian, kepala tukang memotong kedua ujung lunas dan menyerahkan kepada pemimpin pembuatan perahu. Potongan ujung lunas depan di buang ke laut sebagai tanda agar perahu bisa menyatu dengan ombak di lautan. Sedang potongan lunas belakang di buang ke darat untuk mengingatkan agar sejauh perahu melaut maka dia harus kembali lagi dengan selamat ke daratan. Pada bagian akhir, Panrita Lopi mengumandangkan doa-doa ke hadapan Sang Pencipta.

Bagian-bagian dari kapal phinisi :

1. Anjong, segitiga di depan sebagai penyeimbang.
2. Sombala alias layar utama, berukuran besar mencapai 200 m.
3. Tanpasere layar kecil berbentuk segitiga ada di setiap tiang utama.
4. Cocoro pantara atau layar pembantu ada di depan.
5. Cocoro tangnga alias layar pembantu ada di tengah.
6. Tarengke layar pembantu di belakang.

Berkaitan dengan cerita kapal phinisi ini, pernah ada kekhawatiran dari orang-orang di Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahwa rancang bangun kapal phinisi akan didaftarkan hak patennya oleh negara asing. Mengingat sentra-sentra pembuatan perahu atau kapal phinisi yang terbesar di dunia justru terletak diluar Indonesia. Contohnya sentra-sentra itu malah berada di beberapa negara seperti Jepang, Australia, Malaysia dan Brunei. Sebelumnya, Bulukumba sudah terlebih dahulu terkenal sebagai penghasil kapal phinisi dengan kualitas terbaik. Indonesia dewasa ini memang sedang penuh dengan hiruk pikuk kepentingan dari banyak pihak. 

Hal-hal yang seharusnya diperhatikan malah jadi diabaikan. Hal-hal yang pernah membuat negeri ini bangga, sekarang sudah dilupakan. Padahal sebagian besar wilayah kita adalah lautan. Tapi justru di lautan kita makin tertinggal. Seperti nasib Phinisi Nusantara yang kini terlunta-lunta meskipun pernah mencetak prestasi yang luar biasa. jadi masih ingatkah atau mungkin sudah banyak orang Indonesia yang tidak ingat lagi lagu “Nenek moyangku orang pelaut”. hilang kebanggaan terhadap kehebatan leluhur nusantara, hidup corat marit lantaran mudah dihasut oleh tangan dan mulut busuk para penjajah dan penjelajah politik.
Thor Heyerdahl adalah seorang petualang dan etnolog berkebangsaan Norwegia yang kini menjadi seorang yang terkenal didunia dan perjalanan ilmiahnya yang hari ini tepat 100 tahun kisah perjalanan penjelajahan samuderanya dengan perahu tradisional Kon tiki. Ia melakukan pelayaran untuk ekspedisi ilmiah melintasi samudera menggunakan rakit yang dikenal dengan nama Kon-Tiki pada tahun 1947. Thor Heyerdahl kemudian menuliskan kisah perjalanannya dalam sebuah buku dan buku tersebut berhasil menjadi buku dengan penjualan terbaik skala internasional.

thor heyerdahl

kapal kon tiki yang digunakan thor heyerdahl

Thor Heyerdahl lahir pada tahun 1914 dan dibesarkan di Norwegia. Heyerdahl mengenyam pendidikan di Oslo University, di mana ia mempelajari tentang zoologi. Pada tahun 1936, Heyerdahl pergi berlayar dan tinggal di kepulauan Pasifik Fatu Hiva. Namanya terkenal di dunia karena perjalanannya menggunakan rakit Kon-Tiki dari Peru ke Pollinesia, Perancis pada tahun 1947.

si penjelajah samudera abad 21

Mengenal Thor Heyerdahl Si Penjelajah Samudera Abad 21. Pada tahun 1953, Heyerdahl memimpin ekspedisi arkeologi ke Kepulauan Galapagos. Dua tahun kemudian, ia melakukan perjalanan ke Pulau Paskah. Dalam tahun-tahun berikutnya, Heyerdahl meneliti tentang piramida di Peru dan Kepulauan Canary. Heyerdahl meninggal pada tahun 2002.Thor Heyerdahl meninggal di Colla Micheri, Italia, 18 April 2002 pada umur 87 tahun). Hari ini kisah perjalanan Thor Heyerdahl diberi penghargaan olehgoogle.co.id, dengan logo peringatan ke 100 tahun Thor heyerdahl.

Sabtu, 04 Oktober 2014


Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban mengajarkan kepada kita semua umat muslim tentang arti penting sebuah keyakinan dan pengorbanan. Menilik kisah kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah dari Allah SWT agar menyembelih putra tercintanya yaitu, Ismail AS. Ketulusan Ibrahim untuk menyembelih putranya atas perintah Allah SWT, merupakan bentuk pengorbanan yang sangat mendalam. Pengorbanan demi suatu keyakinan yang kuat akan nilai kebaikan, dan pasti akan mendapat pertolongan Allah dalam perjalanannya, meskipun harus melepas sesuatu yang paling ia cintai, yaitu anak tercintanya Ismail. Hikmah dari keikhlasan tersebut ternyata tidak sia-sia, dengan keridhaan Allah SWT mengganti Ismail dengan domba untuk disembelih sebagai hewan kurban. Ibrahim telah mendapatkan kebaikan yang sempurna  atas pengorbanannya.

Peristiwa ini diabadikan setiap tahun bagi pemeluk agama Islam, karena kemuliaan bapak para nabi, yaitu Nabi Ibrahim A.S. Dengan memahami dan turut mengambil makna dari sebuah Keikhlasan dan ketaatan manusia ( Ibrahim ) kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu umat Islam yang mampu secara materi berkewajiban untuk menyembelih hewan kurban setiap datangnya Idul Adha. Begitu pentingnya kurban ini, baik sebagai bentuk simbolik maupun materialnya, Rasulullah pernah bersabda yang artinya, “Barang siapa yang telah mampu berkurban namun tidak melakukkannya, hendaklah ia tidak mendekati tempat-tempat ibadah“. (H.R. Ahmad)

Makna Idul Adha bisa diartikan seperti ini, kata Idul Adha terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Arab. Kata pertama Idul berasal dari kata ‘âda-ya’ûdu-awdatan wa ‘îdan yang memiliki arti "kembali". Sedangkan Adha berasal dari kata Adha-Yudhî-udhiyatan yang berarti "berkorban". Dengan demikian, Idul Adha adalah suatu perayaan yang dilakukan oleh umat sebagai tekad untuk kembali kepada semangat pengorbanan.

Pemahaman yang sederhana tapi penuh dengan makna filosofis yang mendalam dalam kehidupan kita. Dari segi waktu pelaksanaannya, yaitu pada hari pelemparan jumrah aqabah yang dilakukan oleh jama’ah haji, menunjukan bahwa salah satu bentuk pengorbanan dalam melakukan perlawanan tanpa akhir terhadap musuh-musuh manusia, yaitu syaitan dengan segala bentuk sifat turunannya. Begitu juga dengan perayaan Idul Adha merupakan suatu kesadaran sejati untuk melakukan perlawanan terhadap segala sifat syaitan dalam kehidupan ini.

Sedangkan ketika kita tilik dari kata “kurban” yang lebih dikenal di kalangan muslim Indonesia, sesungguhnya juga berasal dari bahasa Arab “Qurbân” yang asalnya “Qaruba-yaqrabu-qurbun wa qurbân” yang artinya kedekatan yang sangat. Kata “qurbân” adalah bentuk tafdîl yang menunjukkan penguatan terhadap sifat yang dikandung dari kata tersebut. Dengan demikian, korban adalah wujud kedekatan yang sangat tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan simbol penyembelihan hewan, seorang hamba diharapkan semakin dekat (qarîb) dengan Rabb-nya. Penyerahan pengorbanan dan tersimbahnya darah dari hewan adalah simbol penyerahan hidup seorang hamba kepada Rabbul ‘âlamîn sekaligus pembuktian dari ikrarnya.

Semoga dengan berkurban manusia dapat melenyapkan sifat hewan yang terkadang ada pada manusia, jangan sampai manusia memiliki sifat yang malah melebihan sifat hewan. Berikut Kutipan Surat Al-An'an ayat 161-165.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

161. قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".

162. قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,

163. لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

164. قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ وَلا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلا عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".

165. وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Selamat hari raya Idul adha 1435h tahun 2014, semoga amal ibadahya diterima oleh Allah SWT, dan bagi saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah haji ketanah suci, semoga menjadi haji yang mabrur. Dan dapat menjadi contoh dan memberi contoh ketauladanan bagi saudaranya sesama muslim yang belum sempat bahkan belum memiliki kelebihan rezeki untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci. (Admin Cybermales.)


Rabu, 01 Oktober 2014

Pada hari ini kita memperingati hari kesaktian Pancasila 1 oktober, untuk mengenang pahlawan yang gugur oleh keganasan PKI ( Partai Komunis Indonesia ) yang sering kita ingat dalam sejarah kelam negeri ini berupa pemberontakan G30S PKI, yang terjadi pada tanggal 30 september 1965. Mungkin saat itu kita belum lahir, mungkin juga banyak saudara kita yang sudah lahir pada saat itu terjadi.

hari kesaktian pancasila 1 oktober
PKI (Partai Komunis Indonesia) adalah salah satu partai politik terbesar dan paling penting pada awal Indonesia, dan sebelum kehancuran pada tahun 1965, adalah partai komunis terbesar ketiga di dunia. Cikal bakal PKI (Partai Komunis Indonesia) tidak lepas dengan nama Henricus Sneevliet alias Maring, Belanda pendiri komunisme Indonesia (dan komunisme Cina juga). Dia dieksekusi oleh Nazi pada tahun 1942.

Partai ini didirikan di Surabaya oleh komunis Belanda Henricus Sneevliet alias Maring pada tahun 1914,sebagai ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging). Maring kemudian pergi dan mendirikan Partai Komunis China pada tahun 1921. ISDV awalnya terdiri dari 85 anggota, anggota partai sosialis Belanda SDAP (Sociaal Democratische-Arbeiders Partij) dan SDP (Sociaal Democratische Partij) yang berada di Indonesia.

Henricus Sneevliet aka Maring
Pada Oktober 1915, ISDV mulai mempublikasikan pertama di Belanda, Het Vrije Woord, diedit oleh Adolf Baars. Pada titik ini ISDV mayoritas orang kulit putih 100 anggota, hanya tiga orang Indonesia.

Pada tahun 1917, ISDV mencoba memprovokasi pemberontakan di antara tentara Belanda dan pelaut di Surabaya. Beberapa prajurit membentuk Surabaya Soviet, mencontoh pemberontakan Bolshevik di Rusia tahun itu. Pemerintah kolonial Belanda dengan cepat berupaya menekan, mendeportasi para pemimpin pemberontakan Belanda  (termasuk Maring) dari Indonesia.

Pada pemberontakan soviet Surabaya habis keanggotaan orang kulit putih ISDV, bergerak partai menjadi partai mayoritas di Indonesia. Pada tahun 1919, hanya ada 25 orang kulit putih dari total 400 anggota. Pada tahun 1920 ISDV berubah nama menjadi bagi Partai Komunis di Hindia (PKH). PKH adalah partai komunis tertua di Asia, diwakili pada tahun 1920 Kongres Komunis Internasional di Moskow oleh Maring.
Ketua pertama PKH adalah seorang tramworker Jawa, Semaun.

Pada tahun 1924, PKH berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Keanggotaan PKI tumbuh pesat berkat strategi Semaun. melalui infiltrasi organisasi Muslim Sarekat Islam, akhirnya menyebabkan setengah dari keanggotaannya keluar, dan membentuk Sarekat Islam merah, yang akhirnya bergabung dengan PKI.

Pada tahun 1926, PKI meluncurkan skala penuh pemberontakan di Banten dan Sumatera Barat, menyatakan Soviet Republik Indonesia. Pemberontakan itu dengan cepat dihancurkan oleh penguasa Belanda, yang menangkap 13.000 orang. Akibatnya seluruh kepemimpinan PKI, diasingkan ke Boven Digoel kamp konsentrasi di West New Guinea ( Papua Nugini ).

Antara tahun 1926-1945, komunis Indonesia bergerak di bawah tanah, dengan sebagian besar kepemimpinannya di pengasingan, dengan Musso, sebagai ketua yang tinggal di Moskow di bawah perlindungan Stalin.

Pada tahun 1945, setelah proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, PKI muncul kembali untuk berpartisipasi dalam perang  kemerdekaan melawan upaya rekolonisasi Belanda. PKI dikontrol banyak kelompok bersenjata, kelompok-kelompok ini sering bentrok dengan nasionalis dan kelompok-kelompok bersenjata Islam, khususnya selama keputusan oleh Presiden Soekarno untuk menggunakan negosiasi dengan Belanda.

Pada tahun 1948, ketua PKI Musso kembali ke Indonesia setelah dua puluh tahun pengasingan di Uni Soviet. Menanggapi Perjanjian Renville yang sangat disadventageous ditandatangani oleh pemerintah Sukarno tahun itu, PKI bergabung Pesindo  dan kiri PSI dalam membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR). FDR menguasai kota Jawa Timur Madiun pada September 1948, mendeklarasikan Soviet Republik Indonesia dengan Musso sebagai presiden dan Amir Sjarifuddin sebagai perdana menteri. Di daerah di bawah kendali mereka (PKI) ribuan nasionalis dan ulama Islam dibunuh, karena dianggap musuh ideologis mereka.

Namun tidak ada pemberontakan massa dalam mendukung PKI terjadi, sehingga tentara Indonesia dari Divisi Siliwangi di bawah Jenderal Gatot Subroto cepat hancur pemberontakan komunis, membunuh ribuan anggota PKI dan menangkap 36,000. Pemimpin PKI Musso ditembak mati, sementara Amir Sjarifuddin ditangkap dan kemudian dieksekusi.

toko komunis indonesia
D.N Aidit
Namun PKI tidak dilarang dan partai kembali menempatkan dirinya pada tahun 1950 di bawah pimpinan Dipa Nusantara mudanya Aidit (D.N Aidit), seorang Melayu Belitung. Aidit mengubah strategi PKI menjadi, partai anti Barat nasionalis sesuai dengan kebijakan Presiden Sukarno. Perubahan kebijakan menyebabkan keanggotaan PKI melambung secara eksponensial, dari 5.000 anggota pada tahun 1950 menjadi 165.000
anggota pada tahun 1954 dan 1,5 juta pada tahun 1959.

Pada pemilu 1955, PKI memenangkan tempat keempat, memenangkan 16% suara. Dengan Kemajuan komunis timbul kekhawatiran pihak Muslim Masyumi, yang berkolaborasi dengan kepala militer regional oportunis, CIA, MI-6, dan bahkan pemberontak Islam DI-TII radikal dalam meluncurkan pemberontakan PRRI Permesta tahun 1958, bagaimanapun cepat dihancurkan oleh tentara Indonesia dibantu oleh relawan PKI.

Pada tahun 1959, Presiden Soekarno membubarkan demokrasi parlementer dan memasang diktator pribadi. Pada tahun 1960, Sukarno menyatakan pemerintahannya akan didukung oleh tiga unsur masyarakat Indonesia: Nasionalis, Komunis, dan religionis  (Nasionalis, Agamais, Komunis, NASAKOM), maka memperkuat tempat PKI dalam sistem kediktatoran Soekarno.

sukarno dan mao zedong

Di bawah NASAKOM, PKI mendukung konfrontasi sukses melawan Belanda untuk menguasai Papua Barat. PKI memainkan banyak dalam mendapatkan Presiden Sukarno dalam menyatakan konfrontasi terhadap Malaysia,  kebijakan yang disarankan oleh China dan Uni Soviet untuk membantu pemberontakan Partai Komunis Malaya. unit relawan PKI bersenjata aktif berpartisipasi dalam pertempuran hutan melawan pasukan Inggris dan Persemakmuran di Sabah dan Sarawak. Secara internasional, PKI mendorong Sukarno untuk menarik diri dari PBB dan selaras Indonesia dengan China.

Kekhawatiran tentang kesehatan menurun Soekarno menyebabkan PKI menjadi khawatir dengan yang menjadi pesaing ideologi mereka, yaiyu kaum nasionalis (diwakili oleh tentara) dan agamawan.Oleh karena itu, pada tahun 1964, PKI mendirikan Biro Chusus (BC) untuk menyusup dan akhirnya menguasai angkatan bersenjata Indonesia. Pada tahun 1965, PKI memiliki kontrol penuh dari angkatan udara dan angkatan laut termasuk kepolisian. Meskipun PKI membuat terobosan yang kuat dalam infiltrasi pada tentara, pimpinan puncak tetap sangat anti komunis dengan mewujudkan Tri Ubaya Cakti, pernyataan menentang keselarasan Soekarno dengan Cina dan konfrontasi melawan Malaysia.

Oleh karena itu, untuk menetralisir ancaman ini, PKI menyebarkan propaganda yang kuat menuduh jenderal atas menjadi agen CIA, yang akan merencanakan untuk menggulingkan Sukarno, sambil menekan untuk "kekuatan bersenjata kelima" yang terdiri dari petani dan buruh dipersenjatai oleh China, yang membuat pki hampir mempunyai kekuatan senjata sendiri.

Pada tanggal 30 September 1965, unit tentara pro-komunis yang berbasis di Halim berupa angkatan udara di Jakarta Timur, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung bin Sjamsuri, menculik dan membunuh enam jenderal dan satu letnan dengan biadab, Para komplotan kunci Untung (Komandan resimen penjaga presiden), Sjam (kepala PKI BC), Pono (anggota PKI BC), Brigjen Supardjo (simpatisan komunis di tentara), Letnan Kolonel Latief (komandan batalyon garnisun Jakarta ), dan AF Mayor Sujono (kepala keamanan dari Halim AF Base).

Para korban yang diculik dan gugur adalah Letnan Jenderal Achmad Yani, Mayor Jenderal Suwondo Parman, Brigjen Mas Tirto Harjono, Brigjen Suprapto, Brigjen Sutojo Siswomihardjo, Brigjen Donald Izacus Pandjaitan, dan Letnan Dua Pierre Andreas Tendean.

Para penculik gagal menangkap Jenderal Abdul Harris Nasution yang lolos ke rumah tetangga. Namun, anaknya Ade Irma Suryani Nasution terluka parah sementara penjaga tetangganya, Ajun Inspektur Polisi Karel Satsuit Tubun tewas saat memeriksa apa yang terjadi saat penculikan. Para perencana kudeta PKI merebut stasiun radio RRI dan gedung telekomunikasi, mengumumkan diri mereka sebagai Gerakan 30 September  yang telah menangkap beberapa jenderal yang mereka anggap didukung CIA yang berencana untuk menggulingkan Sukarno dan menyatakan pemerintah Dewan Revolusi menggantikan kabinet Sukarno. Selain itu, mereka menyatakan bahwa presiden Sukarno di bawah perlindungan mereka. Koran PKI Harian Rakjat segera menyatakan dukungan untuk pembantaian, memanggil para jenderal mati "agen CIA".

Keterlibatan PKI dalam plot pembunuhan ini tidak bisa dipungkiri sebagai anggota atas Politbiro PKI CC (Central Komite): Aidit, Njoto, dan Sudisman semua melibatkan perencanaan upaya kudeta termasuk pasokan anggota pemuda komunis (Pemuda Rakyat) untuk membantu menempati stasiun RRI. Aidit sendiri di lapangan udara Halim dan aktif berkomunikasi dengan komplotan kudeta. lapangan udara Halim dipilih sebagai dasar untuk komplotan kudeta sejak kepala angkatan udara, Marshall Omar Dhani, benar-benar di bawah kendali komunis.

Namun, kudeta itu digagalkan oleh dua orang: Soekarno dan Soeharto. Sukarno telah diberitahu tentang rencana penculikan oleh ketua PKI Aidit pada Agustus 1965, Ia telah menyetujui rencana karena ia yakin bahwa jenderal tersebut benar-benar merencanakan untuk menggulingkan dia. Namun, pada malam pembunuhan, Sukarno memutuskan untuk tidak tidur di Istana Merdeka, di mana tentara Untung seharusnya menjemputnya nanti malam untuk "mengamankan" dia di pangkalan udara Halim. Ia justru tinggal di rumah istri ketiga Haryati dalam Grogol, di mana keesokan harinya ia mendengar pengumuman radio di mana
dia mendengar rencana pembentukan pemerintahan revolusioner baru tanpa termasuk dirinya sendiri.

Sukarno memerintahkan ajudan Brigjen Sabur untuk membuat siaran pers bahwa ia, Presiden Indonesia, sehat dan masih terus mengendalikan kekuasaan. Sukarno membuat pertaruhan berani dengan mengemudi dengan beberapa lusin pengawal bersenjata berat pribadinya untuk menuju pangkalan udara halim, di mana ia memerintahkan perwira tentara pro-komunis mengkoordinasikan seluruh operasi 30 September, Brigjen Supardjo, untuk segera menghentikan semua operasi dan menarik semua tentara mereka dari stasiun radio dan telekomunikasi dan kembali ke Halim. Dihadapkan dengan perintah langsung oleh Sukarno, Brig-Gen Supardjo ketakutan dan memenuhi, tanpa berkonsultasi Aidit.

Mendengar perintah Sukarno, Admiral RE Martadinata angkatan laut dan Komisaris Sutjipto Judodihardjo polisi mengeluarkan pernyataan mengutuk pembunuhan para jenderal. Aidit dan Sjam pada awalnya mencoba mengancam Sukarno dan tentara, tetapi tidak berhasil. Akibatnya, kepemimpinan PKI memutuskan untuk terbang ke keselamatan daerah yang relatif pro-komunis Surakarta - Jawa Tengah,
dengan menggunakan sebuah pesawat angkatan udara yang diberikan oleh Oemar Dhani.

Setelah itu, Soekarno mencoba untuk mengatur kembali kepemimpinan militer, dengan menginstruksikan semua kepala tentara yang tersisa untuk menemuinya di Halim. Tapi Sukarno diperintahkan Suharto untuk meninggalkan Halim karena tentara akan menyerang pangkalan udara untuk menghancurkan para penculik G30S.

Terkejut pada pembangkangan Suharto ini, Presiden Sukarno kemudian pergi dari Halim ke keamanan Istana Bogor, sementara anak-anaknya diterbangkan ke Bandung dengan helikopter untuk mendapatkan perlindungan Divisi Siliwangi.

PKI telah gagal untuk memperhitungkan seorang jenderal Suharto, komandan KOSTRAD yang pasukannya sudah tersedia di Jakarta. Suharto tahu plot pembunuhan sehari sebelumnya dari teman pro-komunis Kolonel Latief, yang percaya Suharto, yang dikenal Soekarno loyalis, setidaknya akan tetap netral. Suharto sebenernya tidak bertindak pada malam pembunuhan, karena dia tidak yakin apakah plot ini didukung
oleh Sukarno atau tidak.

Pada tanggal 1 Oktober, mendengar pengucilan presiden dari pernyataan radio pemberontak, Suharto menyadari bahwa Sukarno tidak balik komplotan kudeta. Dia segera mengerahkan tentara KOSTRAD nya, ditambah dengan pasukan KODAM JAYA, diperintahkan oleh sobat Soeharto jenderal Umar Wirahadikusumah dan komando RPKAD (di bawah Kolonel Sarwo Edhie Wibowo) untuk merebut kembali stasiun radio RRI, menyatakan pembunuhan dan kudeta sebagai pemberontakan berusaha dimaksudkan untuk menggulingkan Presiden Sukarno. Pada tanggal 2 Oktober, Suharto memimpin bersama  KOSTRAD-KODAM JAYA-RPKAD melakukan serangan terhadap komplotan pemberontak di Halim
Bingung dan tidak terorganisir, tentara pro-komunis, termasuk Untung,melarikan diri.

Setelah tiba di Jawa Tengah, Aidit berusaha untuk membentuk "pemerintahan revolusioner" di kota-kota Semarang, Boyolali, Solo, dan Yogyakarta, di mana tentara pro-komunis dari Divisi Diponegoro telah menguasai. Namun, setelah mendengar bahwa pemberontakan di Jakarta telah runtuh, para prajurit mulai meninggalkan Aidit dan menghilang dari pandangan. Tidak hanya itu, jajaran PKI mulai retak, dengan banyak anggota memutuskan untuk menjauhkan diri dari upaya kudeta. Aidit dipaksa untuk meninggalkan kota-kota dan bersembunyi di pedesaan Solo.

Untuk mengganti komandan tentara yang gugur (Achmad Yani), Presiden Soekarno menunjuk Suharto.
Minggu pertama setelah usaha kudeta, dari Istana Bogor, Sukarno berusaha untuk menjadikan pembunuhan para jenderal sebagai "riak di laut" (een rimpeltje di de oceaan) untuk mengambil perhatian dari kenyataan bahwa ia sendiri telah disetujui operasi. Ia menyalahkan pembunuhan pada "unsur-unsur sesat" PKI, tanpa menyalahkan PKI secara keseluruhan, untuk menjaga basis NASAKOM kediktatoran nya.

Namun, tentara kehilangan pimpinan puncak akibat pembunuhan oleh PKI, tentara tidak bisa menerima ini. Mereka ingin menghancurkan PKI ke akar-akarnya. Bekerja sama dengan unsur-unsur agama dan mahasiswa, tentara melancarkan kekerasan anti-komunis besar, diwarnai dengan nada anti-Cina, di seluruh negeri, mulai dengan membakar kantor pusat PKI di Jl Kramat Raya 81 pada 8 Oktober 1965 oleh
Pemuda Ansor NU. Di bawah kepemimpinan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, pasukan RPKAD menyapu jawa tengah dan Jawa Timur,Bali untuk "melenyapkan komunis". Ribuan pemuda mengindahkan panggilan "jihad" oleh NU dan Muhammadiyah, berikutnya pertumpahan darah di mana sekitar 500.000 - 1 juta anggota nyata atau diduga PKI dibunuh. Satu juta orang ditangkap dan dipenjarakan, banyak koloni pidana jauh di pulau-pulau terpencil.

Aidit ditangkap dan dibunuh oleh tentara RPKAD di bawah Mayor Yasir Hadisubroto pada 22 November 1965, anggota Politbiro PKI seperti Njoto, Njono, Sudisman, Sakirman, dan Lukman ditangkap pada tahun 1967 dan semua kemudian dieksekusi. Dari komplotan kudeta, Letnan Kolonel Untung ditangkap awal tahun 1965 diikuti dengan cepat oleh Mayor Sujono. Sjam, Letnan Kolonel Latief, dan Brigjen Supardjo berhasil menghindari penangkapan sampai 1967 Semuanya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi.

Pada tahun 1968, sisa-sisa PKI di bawah pemimpin mudanya Surachman dan Oloan Hutapea meluncurkan pemberontakan bersenjata skala kecil di Blitar, Jawa Timur. Namun, tentara dengan cepat hancur pemberontakan ini di Operasi Trisula, membunuh kedua Surachman dan Hutapea, saat menangkap banyak pemimpin PKI seperti Pono (salah satu komplotan G30S), Rewang, Tjugito, dan Ruslan Widjajasastra.

Antara 1967-1972, PKI unit bersenjata di Kalimantan Barat sebelumnya terlibat dalam Konfrontasi Malaysia di sepanjang perbatasan Sarawak yang terlibat dalam pemberontakan anti-militer (PGRS-Paraku pemberontakan) yang didukung oleh penduduk pedesaan relatif  besar etnis Tionghoa di provinsi itu. Pada 1972, bagaimanapun, tentara telah menghancurkan pemberontakan ini, membunuh pemimpin  PKI
Pontianak Sjarif Achmad Sofyan bin Barabah.

Semua mengingatkan kita betapa PKI itu ideologis komunis yang sangat berbahaya, kita menjadikan peristiwa pemberontakan G30S PKI sebagai pembelajaran, betapa nilai nilai Pancasila itu adalah penting. Yang terpenting adalah kita jangan terjebak dengan komunis gaya baru, Setan itu musuh yang nyata, walaupun ganti rupa dan wajah setan itu tetep nyata dengan kerakusannya dan cara caranya..Hati ..hati..
Mereka yang mengeruk kekayaan bumi ini, menguasai kehidupan dinegeri ini, menghisap keringat dengan aling aling kerja. Agama adalah benteng terdepan.





Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini