Jumat, 01 Juli 2011

Dunia Eropa / Barat dari dulu sampai dengan sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.

penemu angka nol

Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat

Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.

al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.Semoga menambah wawasan kita semua

Kamis, 30 Juni 2011

 nabi isa

Nabi Isa adalah Nabi Pengembara, sebagaimana diceritakan di dalam beberapa hadits, antara lain :

Dalam Kitab Hadits Kanzul Ummal diriwayatkan oleh Abu Hurairah :
 “Allah telah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s. : “Wahai Isa, berpindah-pindahlah engkau dari satu tempat ke tempat lain, supaya jangan ada yg mengenali engkau lalu menyiksamu”.

Diriwayatkan oleh Jabar : Nabi Isa a.s. senantiasa mengembara dari satu negeri ke negeri lain. Dan disuatu tempat bila malam tiba, beliau memakan beberapa tumbuhan hutan, serta meminum air bersih”.

    Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar r.a. : “ Yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yg gharib (miskin)”. Ditanyakan kepada beliau (saw) apakah gharib itu? Apakah orang-orang seperti Nabi Isa a.s. yang melarikan diri dari negerinya dengan membawa Iman?

Gelar Al Masih sendiri artinya adalah : Dia yg melakukan pengembaraan di negeri-negeri dan bagian-bagian dunia (Murthada Az Zabidi, Tajul ‘Uruus Jilid II). Dia yg banyak melakukan perjalanan di muka bumi dalam rangka penghambaan kepada Allah dan tidak berdomisili di satu tempat saja (Muhammad bin Ahmad al Qurthubi).

Mengenai negeri mana saja yang beliau kunjungi, dan kapan terjadinya peristiwa pengembaraan itu, ada beberapa pendapat diantaranya :

(1). Beliau selain berdakwah di Palestina, beliau juga mengembara di sekitar daerah Syam, Mesir, menyelusuri pantai dan lain-lain.

(2). Beliau akan mengembara di permukaan bumi, di saat beliau datang ke dunia ini, untuk yang kedua kalinya. Pendapat ini, didukung oleh mereka yang percaya bahwa Nabi Isa, sesungguhnya masih hidup, beliau saat ini dalam kondisi tertidur di suatu tempat.

(3). Beliau mengembara sampai ke tanah India, kemudian ke tibet, bahkan sampai ke Persia. Hal ini terjadi ketika beliau, berusia sekitar 13 tahun – 29 tahun, yang dalam istilah ahli sejarah, sebagai masa ”The lost years of Jesus Christus”.

Dalam bukunya “The Unknown Life Of Jesus Christ” yang terbit tahun 1894, wartawan Rusia Nicolas Notovich menjelaskan bahwa selama masa hilang itu Jesus (Nabi Isa) tinggal di India dan kemudian di Tibet. Fakta ini diketahui dari naskah-naskah kuno yang dia temukan tahun 1882 di biara Himis, 25 mil dari Leh, ibu kota Ladakh di Tibet. Dikatakan bahwa naskah-naskah kuno itu berasal dari India dalam bahasa Sanskerta, lalu diterjemah kan kedalam bahasa Pali dan selanjutnya ke bahasa Tibet.

Dalam bukunya “In Kashmir And Tibet”, Svami Abhedananda membenarkan temuan Notovich ketika dia mengunjungi Tibet tahun 1922. Dia datang langsung ke Leh di Tibet dan mendapat penjelasan dari para Lama  yang memperlihatkan naskah-naskah kuno dalam bahasa Tibet tentang keberadaan Jesus (Nabi Isa) di India dan Tibet dimasa lalu.

(4). Beliau mengembara ke Taxila (Pakistan), kemudian ke Kashmir (India). Kisah pengembaraan ini dimulai, ketika beliau selamat, dari upaya pembunuhan (penyaliban).

Pendapat ini, diyakini oleh sebagian orang yang percaya, bahwa Nabi Isa sesungguhnya telah wafat dan tidak mungkin lagi kembali ke dunia ini.

Mengenai bagaimana Nabi Isa wafat, ada berbagai versi. Salah satunya adalah, sebelum wafat Nabi Isa bersama ibunya mengungsi keluar dari Palestina, beliau tidak naik ke langit melainkan pergi keluar negerinya sendiri karena diselamatkan Allah. Belaiu dan ibunya ke satu tempat yang tinggi (QS. Al-Mukminum (23) : 50).

Pernyataan Al Quran bahwa Nabi Isa diungsikan ke tempat yang tinggi, ada pendapat yang menyatakan daerah tersebut adalah Kashmir di India. Sebab dikatakan lebih lanjut bahwa “tempat tinggi” itu aman, indah dan memiliki banyak mata air. Ini cocok sekali dengan suasana alam Kashmir yang bergunung-gunung dengan pemandangan damai nan indah dan mata air melimpah.

Dalam buku “Acts Of Thomas” diceritakan tentang perjalanan Jesus beserta Thomas di Pakistan (yang pada waktu itu bernama Taxila) dan berkunjung ke istana Raja Gandapura (=Gundafor).

Kira-kira 40 km selatan Srinagar terdapat dataran rendah nan luas yang disebut Yuz-marg, konon disini beberapa suku Israel bermukim. Mereka hidup sebagai gembala/peternak yang sampai saat ini menjadi mata pencaharian penduduk di daerah itu (Mengenai keberadaan Bani Israil di negeri timur, bisa dilihat pada : Komunitas Muslim, dari Bani Israil).

Kira-kira 170 km barat kota Srinagar ada kota kecil bernama Mari. Di kota kecil ini terdapat makam tua yang disebut “Mai Mari Da Asthan”, yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir bunda Maria (Maryam binti Imran).

Di bagian wilayah tua pusat kota Srinagar yaitu Distrik Khanyar terdapat prasasti yang menceritakan kedatangan Nabi Isa (Jesus) di Kashmir. Menurut Prof. Fida Hassnain, pakar arkeologi dan sejarah Kashmir, peristiwa itu terjadi pada sekitar tahun 3154 Era Laukika atau tahun 78M (Sumber : Sepuluh Suku Israil yang Hilang).

Nabi Isa yang merupakan keturunan Nabi Harun, mengembara ke negeri-negeri timur, di sana beliau berdakwah, menemui ”domba-domba” Bani Israil yang hilang. Dan di negeri timur ini juga, pada akhirnya beliau diwafatkan Allah secara wajar.
al-quran

Kitab suci Al Qur’an adalah kitab suci yang akan terjaga kemurniannya. Allah SWT telah berjanji bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an dan Dia juga yang menjaganya. Ini ada di dalam QS.Al Hijr (15) ayat 9,

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”

Sejarah Mushaf Al Qur’an

Pada masa Rasulullah SAW, ketika ada ayat Al Qur’an yang turun, untuk memudahkan dalam menghafal, Rasulullah SAW meminta juru tulisnya untuk mencatat dan menunjukkan posisi ayat tersebut dalam surat-surat Al Qur’an. Para juru tulis Rasulullah SAW di antaranya Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Ubai bin Ka’ab.

Ketika zaman Khalifah Abubakar, terjadi peperangan di Yamamah tahun 12 H. Pada perang tersebut ada 70 qari dan sekaligus hafidz (penghafal Al Qur’an) sahabat Rasulullah SAW yang gugur. Atas usulan dari Umar bin Khattab, tulisan-tulisan Al Qur’an yang tercecer di sana-sini dikumpulkan jadi satu. Tulisan-tulisan tersebut tercerai berai karena ditulis di pelepah kurma, daun lontar, batu, dan sebagainya. Di lingkungan sahabat, belajar Al Qur’an dengan mengandalkan kekuatan hafalan mereka.

Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman, dibentuklah panitia penulisan Al Qur’an untuk dibukukan jadi mushaf. Melalui kerja keras, berdasarkan hafalan dari para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup dan kumpulan tulisan-tulisan yang ada, akhirnya tugas berat tersebut dapat diselesaikan.

Ada 5 mushaf induk sebagai panduan dan disebarkan ke Makkah, Syria, Basrah, Kufah, dan 1 lagi tetap berada di Madinah. Dari mushaf inilah disalin dan disebarluaskan ke seluruh dunia.

Pada tahun 1436 M ditemukan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Dari penemuan ini akirnya ditemukan mesin cetak dengan huruf Arab pada tahun 1486 M.

Pada tahun 1684 M dalam upaya untuk mempelajari Islam dan bahasa Arab, Al Qur’an mulai dicetak di Hamburg. Kegiatan serupa juga dilakukan di Bavaria, Rusia, dan Qazan. Seterusnya pada tahun 1834 M telah ada cetakan khusus Al Qur’an di kota Luziq.

Pada tahun 1890 M di Kairo, dicetak mushaf Al-Milkhallalaty yang mematuhi rasm ‘utsmany dan diberi tanda waqf. Hal serupa dilakukan oleh para ulama Al Azhar pada tahun 1923 M. Setelah cetakan pertama tersebut, dilakukan lagi pemeriksaan dengan lebih teliti pada mushaf. Kegiatan ini dipimpin langsung Syeikhul Azhar untuk cetakan yang kedua.

Kerajaan Saudi pun tidak mau ketinggalan. Dengan biaya yang cukup tinggi dimulailah proyek Mushaf Makkah Al-Mukkaramah dengan membeli mesin cetak dari Amerika Serikat. Setelah proses penulisan dan koreksi selama 5 tahun, yang melibatkan ahli khat ternama, para ulama, serta masyikhah Al Azhar.

Pada tahun 1947 M dimulai percetakan Al Qur’an ukuran besar dan selesai tahun 1949 M. Setelah itu, baru dicetak untuk berbagai ukuran. Di tahun 1984 M di atas tanah 250.000 m2 dibangun percetakan Al Qur’an terbesar di dunia, yang berada di Madinah Al Munawwarah.


Mukjizat Al Qur’an

Selain terjaga keasliannya, Al Qur’an setidaknya memiliki 8 Keistimewaan, yaitu :

    1. Keajaiban pada susunan ayat dan huruf-hurufnya, sebagaimana terdapat pada link berikut :
    - (MUKJIZAT) BILANGAN NUMERIK AL QUR’AN
    - Keajaiban Angka 11 dalam Al Qur’an
    - Angka 19 dan Mukjizat Al Qur’an
    - Keajaiban 30 BILANGAN BULAT, dalam AL QUR’AN

    2. Keajaiban pada kisah-kisahnya, sebagaimana terdapat pada link berikut :
    - Mukjizat Al Qur’an dan Misteri Penguasa Mesir
    - KISAH HAMAN dan MUKJIZAT AL QUR’AN
    - uniknya BESI
    - Menghitung Umur Semesta

    3. Bisa dihapal
    4. Mengajarkan Ahlaq serta Kebaikan
    5. Tidak kontradiktif antar ayat
    6. Tidak bertentangan dengan Sains
    7. Memiliki bahasa yang indah
    8. Bisa dipraktekkan di setiap waktu

Ke-8 Kecanggihan ini, berkumpul di dalam satu kitab (Al Qur’an), yang rasanya mustahil bisa ditiru oleh kitab-kitab lainnya.

Benarlah, bahwa Allah SWT yang menurunkan Al Qur’an dan sekaligus menjaganya. Bacaan Al Qur’an juga tidak mungkin diganti, karena ada begitu banyak orang yang hafal Al Qur’an di seluruh dunia.

Jadi, janji Allah SWT pasti akan selalu dilaksanakan. Sangatlah rugi bagi kita umat Islam, yang tidak mau mencintai dan mempelajari dengan sungguh-sungguh, apa isi dari Al Qur’an.
Dipastikan Hampir setiap muslim telah hafal huruf-huruf Arab (huruf hijaiyah), tetapi mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui urutan abjad yang benar. Kalau selama ini kita mengenal abjad Arab dari alif sampai ya’. Urutan huruf tersebut adalah abjad Arab yang disusun dan dikelompokkan menurut kemiripan bentuknya. Sedangkan urutan abjad Arab yang sebenarnya adalah dari alif sampai ghain.

numerik al-quran

Adapun urutan huruf Arab sekaligus nilai numeriknya adalah sebagai berikut:

1. ALIF = 1
2. BA = 2
3. JIM = 3
4. DAL = 4
5. HA = 5 (untuk kata Arab Huwa)
6. WAU = 6
7. ZA = 7
8. HA = 8 (untuk kata Arab Hayyun)
9. THA = 9
10. YA’ = 10
11. KAF = 20
12. LAM = 30
13. MIM = 40
14. NUN = 50
15. SIN = 60
16. ‘AIN = 70
17. FA’ = 80
18. SHAD = 90
19. QAF = 100
20. RA’ = 200
21. SYIN = 300
22. TA’ = 400
23. TSA’ = 500 (untuk kata Arab Tsa-laa-stah)
24. KHA’ = 600
25. DZAL = 700
26. DHAD = 800
27. DHLA = 900 (untuk kata Arab Dhluhur)
28. GHAIN = 1.000

Nilai Numerik merupakan simbol atau karakter yang digunakan untuk mewakili sebuah bilangan. Dalam sistem Romawi kita telah mengenal angka 1 yang disimbolkan dengan huruf I. Dan juga simbol-simbol Romawi untuk angka-angka lainnya, seperti huruf V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, dan M = 1.000.

Melalui perhitungan dengan nilai numerik, dapat menjadi alat bagi kita untuk menemukan kemukzijatan di dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Nilai Derajat

Salah satu ayat dalam Al Qur’an, yaitu QS Al Mu’miin (40) ayat 15 yang menyatakan bahwa Allah SWT adalah pemilik derajat tertinggi. “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang memiliki ‘Arasy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat).”

Pemilik derajat tertinggi dalam ayat tersebut merupakan terjemahan dari kata Rafii-u al-darajaat. Kata Rafii-u menyatakan ketinggian.

Apabila kita hitung total nilai numerik dari kata Rafii-u (yang terdiri dari huruf-huruf Ra, Fa’, Ya, dan ‘Ain) akan kita dapatkan total nilai numerik sebesar 360. Dalam matematika 360 merupakan derajat yang tertinggi. Nilai numerik dari masing-masing huruf dalam kata Rafii-u.

Ra (Ra’) = 200, Fa’ = 80, Ya = 10, ‘Ain = 70. Total = 200 + 80 + 10 + 70 = 360.

Nomor Atom Fe

Jika kita buka buku-buku kimia, maka kita akan menemukan nomor atom unsur Fe (besi) adalah 26. Di dalam Al Qur’an kata besi menggunakan istilah HADIID, perhatikan QS. Al Hadiid ayat 25,

“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”

Sekarang marilah kita hitung nilai numerik dari kata HADIID (besi)!

Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 8 + 4 + 10 + 4 = 26.

Jelaslah bahwa Al Qur’an sumber ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Sungguh merugilah kita sebagai umat Islam yang memiliki Al Qur’an kalau tidak mau mempelajari Al Qur’an dan menyingkap informasi penting di dalamnya.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971