Jumat, 10 Maret 2017


Selasa, 14 Februari 2017

Pernahkah kita membaca atau menonton sejarah keberadaan atau asal usul penduduk asli amerika.
Jika dulu ada film western cowboys pasti musuhnya orang indian. Rasanya lucu kalasu dipiki penduduk asli kok malahan dijadikan musuh. Jadi siapa pendatang? siapa penduduk pribumi?, mana musuh mana yang bukan musuh. Jika belum tahu sejarah suku indian amerika silahkan baca diblog saya yang ini Begitulah jika warga pribumi tidak lagi jadi tuan dinegerinya sendiri, jadilah seperti suku indian amerika.


Belajarlah dari warga pribumi yang hampir musnah dibanyak negara lain, akankah indonesia menjadi seperti mereka. Pribumi yang hidup dari alamnya sendiri, yang menggunakan kekayaan alamnya seperlunya, yang  serakah justru bangsa pendatang. Lihat keberadaan suku indians amerika, suku asli aborigin Australia, dan tetangga negeri ini dan negeri lain.


Lihat papua hingga saat ini, gimana nasib alam dan kehidupan mereka. Juga lihat pulau pulau lain yang diekplor habis habisan seeperti batubara, minyak, perkebunan dan lain lain. Jika ada hukum alternatif, rasanya hukum adat  benar benar berpihak  dan menghargai alam dan bumi ini walau tidak tertulis.


Cukuplah penjajah yang sudah hampir memusnahkan peradaban warga pribumi, belanda dan penjajah lainnya di bumi ini. Masih kurangkah pengalaman masa lampau bangsa ini, betapa bumi ini sudah dirusak demi kemakmuran bangsa pendatang.

Dinegeri ini ada banyak suku, seperti suku dayak kalimantan, suku anak dalam, suku badui, suku asmat papua dan suku suku lain yang tidak pernah tersentuh dan di berdayakan dan perhatikan. Mereka tidak pernah merusak alam, mereka tidak memainkan hukum tertulis, hukum bagi mereka adalah hukum ada, tidak menggunakan hukum alternatif. Tapi mereka selalu taat dengan hukum mereka sendiri.

Ini hanya opini dan pendapat pribadi. Sebagai renungan buat generasi muda negeri ini.  Pelihara dan lestarikan keberagaman suku, adat istiadat, dan kekayaan alam negeri ini dari tangan tangan setan perusak alam dan bumi ini.Ingat dan berkacalah kita pada suku indian amerika ( Native Indians American ) bagaimana nasibnya kini.


Senin, 19 Desember 2016

Sungai 5 warna?  Bener, air dan isi sungai ini memancarkan 5 warna.  Namanya Sungai Cano
Cristales ( The Cano Cristales ). Cano Cristales adalah sungai di Kolombia terletak di Sierra de la Macarena provinsi Meta. Cano Cristales, mata air kecil yang terletak di tengah Taman Nasional Macarena, 150 km selatan dari Bogota, ibu kota negara. Sungai ini terletak di daerah terpencil, terisolasi, tidak mudah diakses dan hanya bisa dicapai dengan jalan kaki atau berkuda saja, sungai ini memiliki lebar 20 meter dan panjang 100 meter.


Selama kurun waktu singkat antara musim basah dan kering, permukaan air turun cukup bagi matahari untuk menghangatkan lumut dan ganggang di bagian bawah sungai. Sebuah spesies unik tanaman yang melapisi lantai sungai disebut Macarenia clavigera berubah merah brilian. Hal ini diimbangi dengan bercak-bercak pasir kuning dan hijau, air biru, dan seribu nuansa di antara.
Hal ini hanya terjadi untuk jangka waktu singkat di antara musim selama beberapa minggu dari bulan September sampai November.




Taman Nasional Sierra de la Macarena diresmikan pada 1971 untuk melindungi warisan biologi dan geologi penting di daerah tersebut. Dan pernah ditutup selama bertahun-tahun karena diduduki pemberontak Pasukan Militer Revolusioner Kolombia.



Di akhir musim hujan, aliran air berkurang. Saat inilah sungai tersebut berubah menjadi berwarna. Dari akhir Juli, saat ketinggian air turun, Macarena clavigera -- tanaman air endemik di Macarena Sierra -- memiliki habitat sempurna untuk hidup di sungai. Dengan bergantung di batu-batu besar, tanaman itu memberi warna fuchsia, bercampur dengan amber, dan aliran air mineral di atas pasir kuning, di antara bayangan hijau pepohonan, dan langit biru.



Cano Cristales telah disebut sungai lima warna ( The River of Five Colors ), atau "El rio mas bonito del Mundo" atau sungai terindah di dunia. Cocok buat mereka yang suka mengisi liburan dengan travelling.

Credit Image : Olivier Grunewald


Kamis, 01 Desember 2016

Aksi Damai 212

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


( zuyyina lilladziina kafaruu alhayaatu alddunyaa wayaskharuuna mina alladziina aamanuu waalladziina ittaqaw fawqahum yawma alqiyaamati waallaahu yarzuqu man yasyaau bighayri hisaabin )

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di Hari Kiamat. Dan Allah memberi rizki kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas.”  (QS: Al-Baqarah: 212)

Semoga Aksi damai 212 ( 2-12-2016 ) berjalan damai, dan hati hati dengan pihak pihak, kelompok kelompok yang diluar aksi damai yang ingin mengambil kesempatan dan tidak bertanggung jawab, yang menginginkan ketidak stabilan keamanan dan politik di Indonesia.  Jangan terpancing isu yang menyesatkan. Percayakan kepada TNI Dan POLRI yang mengatur keamanan. Damai Indonesiaku. (RR.)



Jumat, 04 November 2016

Agama Islam masuk ke Indonesia dengan kedamaian dan tidak memaksakan keyakinannya kepada orang lain. Demo 4 November 2016 atau 411-Damai yang terjadi  hari ini adalah menunjukan bahwa agama Islam itu memang damai. Islam itu bisa bersatu jika agamanya jadi lecehan. Ingat Indonesia negara hukum. Soal Keyakinan atau agama ada aturannya juga ada ancamannya.



Pasal 156a KUHP ( Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ) berbunyi:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a.   Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

b.   Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Selain itu, diatur juga tentang beberapa tindak pidana yang juga sehubungan dengan agama, yaitu:

Dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 156a huruf b KUHP);
 

Dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu (Pasal 1 Penpres 1/1965). Perbuatan ini bisa dihukum pidana penjara selama 5 tahun.

Oleh karena itu, hati-hatilah dalam membicarakan sesuatu yang diluar agama seseorang. Salah bicara, sengaja, bercanda, malah bisa dipidana!

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini