Tuesday, May 24, 2016

Banyak gambar gambar permukaan planet mars yang bertebaran di publikasikan oleh NASA. Dan diantara gambar gambar pendaratan NASA di daratan Mars, beserta gambar gambar tentang kehidupan di planet Mars.  Semua Adalah Gambar HOAX, tidak benar atau juga bukab editan photoshop tapi gambar beneran suatu tempat dibumi yang mirip sekali seperti daratan planet Mars.


Pulau tempat diambilnya gambar gambar yang mirip planet Mars adalah gambar yang diambil dari daratan sebuah pulau di Canada, yaitu pulau Devon ( Devon Island). Pulau Devon ( Devon Island ) adalah pulau tak berpenghuni terbesar yang ada di Bumi, terletak di Teluk Baffin, Region ikiqtaaluk, Nunavut, Kanada. Pulau ini adalah salah satu anggota yang lebih besar dari Kepulauan Arktik Kanada, terbesar kedua dari Kepulauan Ratu Elizabeth, pulau keenam terbesar di Kanada, dan pulau terbesar ke-27 di dunia. Pulau ini memiliki luas 55,247 km2 (21,331 sq mi) dari gneiss Prakambrium dan batulanau Paleozoik dan serpih.

Titik tertinggi adalah Devon Ice Cap pada 1,920 m (6,300 ft) yang merupakan bagian dari
Arktik Cordillera. Pulau Devon berisi beberapa pegunungan kecil, seperti Pegunungan Treuter,
Jajaran Haddington dan Pegunungan Cunningham.



Sejak tahun 2001 pulau Devon  telah menjadi rumah musim panas untuk sekelompok orang yang bekerja pada sebuah proyek penelitian internasional yang disebut Haughton Mars Project (HMP) yang mempelajari bagaimana penjelajah manusia dapat hidup dan bekerja pada benda-benda planet lainnya, khususnya di Mars.

"Medan tandus Devon Island, temperatur dingin, isolasi, dan menawarkan keterpencilan ilmuwan NASA dan personil sejumlah peluang penelitian yang unik," membaca halaman informasi proyek di website NASA. "Faktor-faktor lain, seperti Arctic siang dan malam siklus dan logistik terbatas dan kemampuan komunikasi, menawarkan analog pas untuk tantangan yang awak kapal kemungkinan akan menghadapi pada penerbangan ruang durasi lama."



Dioperasikan oleh Mars Society dan terutama didanai oleh NASA, penelitian ini didasarkan keluar dari Mars Station Flashline Arctic Research (FMARS), terletak di punggung bukit yang menghadap dampak kawah Haughton, kawah berdiameter 23 km terbentuk sekitar 39 juta tahun yang lalu ketika sebuah 2 km diameter proyektil menghantam bumi. Insiden itu begitu keras bahwa batuan jauh di bawah 1,7 km dibawa ke permukaan.

Mars Station Flashline Arctic Research (FMARS)

Karena tidak ada air yang mengalir karena suhu beku, pelapukan minimal. Dengan demikian, Haughton mempertahankan banyak fitur geologi yang kawah tempat lain kehilangan erosi. The Haughton daerah dampak kawah dikatakan memiliki salah satu daerah yang paling Mars seperti di bumi.

Ini gambar HOAX yang yang menyatakan ada kehidupan di planet mars, gambar memang bener tapi bukan dari planet mars tapi dari pulau devon di bumi bukan di planet mars.

Devon Pulau ini tidak sepenuhnya tanpa kehidupan. Daerah Truelove dataran rendah, di pantai timur laut dari Devon Island, relatif hangat dan basah dan memiliki beberapa vegetasi dan, yang mengejutkan, beberapa satwa liar juga. Bahkan, suhu panas tinggi 8 ° C dan mereka 50 hari salju tanah bebas terjadi di daerah ini. Dataran rendah yang kurang dikeringkan mendukung pertumbuhan beberapa lumut di mana Musk-lembu merumput sepanjang tahun. Tanah dingin dan basah dihuni oleh invertebrata seperti cacing, protozoa, nyamuk dan larva lalat. Pulau ini juga memiliki populasi burung beberapa.

Jadi pulau devon hanyalah pulau yang mirip planet Mars, dan dijadikan tempat Research bagi para ilmuwan untuk menguji coba  sebuah keadaan seperti bulan., mars dan planet lain. Dan untuk menguji coba peralatan dan sebagainya untuk kemudian hari jika manusia bener bener bisa mendarat di bulan atau planet Mars. ( RR.)



Wednesday, May 4, 2016

Peran yang unik dari sebuah sepeda motor militer disaat perang dunia telah mempertahankan peran di militer selama lebih dari seratus tahun. Sepeda motor dalam militer pertama kali menyebar dalam skala besar dalam Perang Dunia I. Unit infantri zaman perang dunia dahulu banyak megerahkan sepeda motor, karena dianggap cara yang ideal untuk cepat menyebarkan kru senapan mesin ke posisi.  Begitu juga unit medis yang digunakan untuk mengevakuasi yang terluka. Motor militer juga mengembalikan pasokan medis dan amunisi ke garis depan. Motor militer juga digunakan untuk pengintaian dan melakukan perimeter patroli keamanan.

Sepeda motor terbukti paling berharga adalah untuk menyampaikan pesan. Karena komunikasi elektronik pada saat itu adalah tidak aman dan rawan yang rusak, menggunakan "pengendara pengiriman" adalah cara yang paling efektif untuk menyampaikan perintah, laporan, dan peta antara unit.

Berikut gambar dibawah ini adalah motor motor militer yang digunakan disaat perang dunia dulu, ada beragam type dan merk, mulai Harley Davidson, Motor Norton, Motor BSA, Motor BMW, Motor Triumph, Zundapp dan masih banyak lagi, yang pasti motor motor militer ini terbilang antik disaat sekarang.















 Motor medis zaman perang dunia.

 Petugas Pos Zaman Dulu.

 Yang ini punya pasukan Nazi Jerman.









 Yang ini gambar jadul, dan coba bandingkan dengan gambar yang dibawah ini:

Bener..yang ini gambar Captain America lagi nunggangin motor Bro..tapi bukan zaman perang dunia, cuma ada di film.  Buat sobat yang masih suka nonton film perang zaman dulu, bisa lihat dipostingan saya sebelumnya dibawah ini:


Atau bisa nonton langsung videonya di youtube.com atau lihat videonya dibawah ini :



  Semoga terhibur....

Thursday, April 21, 2016

Hujan meteor akan menghiasi langit pada kamis malam tanggal 21 April 2016. Hujan meteor terjadi saat Bumi melewati area pecahan debu komet ketika mengelilingi Matahari. Ketika kontak dengan atmosfer Bumi, seprihan-serpihan atau debris debu komet tersebut akan terbakar dan tampak sebagai meteor.

Induk dari hujan meteor Lyrid adalah komet C/1861 G1 Thatcher (atau biasa disebut komet Thatcher saja). Sedangkan nama Lyrid sendiri berasal dari konstelasi Lyra, tempat meteor ini seolah-olah muncul. Satu syarat untuk bisa melihat hujan meteor adalah tidak mendung dan tidak hujan. Selain itu, langit gelap dibutuhkan untuk pengamatan maksimal.

Tapi dengan adanya Bulan Purnama yang merupakan Micro Moon di malam yang sama, cahaya Bulan yang begitu terang akan meredupkan meteor-meteor kecil pada saat hujan meteor Lyrid. Dari yang seharusnya mencapai intensitas 20-50 meteor per jam, dengan adanya Bulan Purnama maka bisa turun hingga 5-10 meteor per jam saja, atau 1 meteor per 6-10 menit.

Jika cuaca cerah, tidak ada hujan dan tidak ada awan yang menghalangi, maka akan terlihat banyak "bintang jatuh" di langit.

Fenomena ini disebut sebagai fase puncak hujan meteor Lyrid. Di mana meteor-meteor yang seolah datang dari rasi bintang Lyra jatuh ke bumi.

"Hujan meteor Lyrid berlangsung pada 16-25 April. Puncaknya, ketika bumi lewat di tengah-tengah jejak komet, ialah pada 21-22 April. Hujan meteor terjadi dari tengah malam sampai subuh," kata astronom Evan Irawan Akbar di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 19 April 2016.

Dalam satu jam, diperkirakan terdapat 30-40 meteor yang menghujani bumi. Meteor-meteor ini akan nampak seperti bintang jatuh karena terbakar saat melewati atmosfer bumi. "Meteornya kecil-kecil, sebesar batu kerikil. Nah, sewaktu jatuh dia terbakar dan bergerak cepat banget, sehingga terlihat bergaris," katanya.

Evan memastikan, hujan meteor ini tidak berbahaya karena ketika sampai ke permukaan bumi wujudnya telah berupa menjadi serpihan kecil. Meteor yang terbesar juga hanya sebesar bola golf, atau yang disebut fireball. “Kalau meteor biasa berukuran kerikil terlihat cuma beberapa detik, fireball ini terlihat lebih lama," kata dosen astronomi ITB tersebut.

Selain hujan meteor Lyrid, pada April ini juga akan terjadi hujan meteor Eta Aquarids, yang dipicu oleh kejatuhan batu angkasa dari puing komet Halley. Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung pada 19 April 2016 sampai 26 Mei 2016, dengan fase puncak pada 5-6 Mei.

"Ukuran meteor saat hujan meteor Lyrid lebih besar dibandingkan Eta Aquarids, tapi jumlah meteor saat hujan Eta Aquarids lebih banyak dibandungkan Lyrid. Pada tahun ini, hujan meteor Lyrid ialah hujan meteor yang kedua, karena yang pertama yakni hujan meteor Quadrantids sudah terjadi pada 3-4 Januari," paparnya.

Hujan meteor, kata Evan, selalu ditunggu-tunggu oleh pencinta astronomi dan kalangan astronom amatir. Keindahan pertunjukan "bintang jatuh" itu dapat dilihat dengan mata telanjang. "Justru kalau pakai teleskop akan lebih sulit, karena meteor yang jatuh tersebar dan bergerak cepat. Lebih enak pakai kamera DSLR dengan lensa fisheye," katanya.

Pengamatan hujan meteor juga lebih nyaman apabila dilakukan dari lokasi yang minim akan polusi cahaya dan memiliki medan pandang yang luas. Daerah-daerah seperti di pantai, pedesaan, pegunungan, atau perbuktitan merupakan tempat yang cukup kondusif untuk melihat hujan meteor. Jadi bersiaplah untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Komet Thatcher adalah sumber dari meteor Lyrid. Setiap tahun, di bagian akhir April, planet Bumi melintasi jalur orbit dari komet Thatcher (C / 1861 G1), yang tidak ada foto, karena yang kira-kira 415- orbit tahun mengelilingi matahari. Komet Thatcher terakhir mengunjungi tata surya bagian dalam pada tahun 1861, sebelum proses fotografi menjadi luas. Komet ini diperkirakan tidak akan kembali hingga tahun 2276.

Potongan-potongan ditumpahkan oleh sampah komet ini orbitnya dan membombardir atmosfer atas bumi di 177.000 kilometer (110.000 mil) per jam. The penguapan garis puing-puing malam hari dengan media-cepat Lyrid meteor.

Seperti semua hujan meteor, Lyrids tidak sama sekali diprediksi. Pada kasus yang jarang, mereka dapat membombardir langit dengan sampai hampir 100 meteor per jam. Tidak ada badai meteor Lyrid diharapkan tahun ini. subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. ( RR).

Dikutip dari beberapa sumber.

Monday, March 21, 2016

Bell 412 adalah sebuah helikopter serbaguna yang diproduksi oleh Bell Helicopter Textron. Bell Helicopter Textron adalah perusahaan pembuat helikopter yang berpusat di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. Bell adalah bagian dari Textron, dan memproduksi helikopter militer di Amerika Serikat, dan produk pesawat terbang rotor komersiil di Kanada.


Bell 412 Ep ( Credit image : www.wikiwand.com )


Helikopter Bell 412 adalah pengembangan dari model Bell 212, perbedaan utamanya terletak pada 4 bilah rotor utama komposit.  Bell 412 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia dinamakan NBell 412.

 Nbell 412 Ep milik TNI AD. ( Credit image : www. indomiliter.com )

Bell 412 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dinamakan NBell 412. PT DI merupakan satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia. Selain mendapat lisensi untuk membuat helikopter Bell-412, juga mendapat lisensi untuk helikopter NBO-105 dan Super Puma NAS-332 dari Eurocopter (lisensi NBO-105 habis tahun 2009 lalu).

Varian :
  • Bell 412
  • Bell 412EP
  • Bell 412HP
  • Bell 412SP
  • Military 412
  • Bell CH-146 Griffon
  • Bell Griffin HT1
  • Bell Griffin HAR2
  • Agusta-Bell AB 412
  • Agusta-Bell AB 412EP
  • Agusta-Bell AB 412 Grifone
  • Agusta-Bell AB 412 CRESO
  • NBell 412
Spesifikasi Helicopter bell 412 ep :







Ciri-ciri umum :
  • Kru: 1-2 pilots
  • Kapasitas: up to 13 passengers, maximum external load of 4,500 lb (2,040 kg)
  • Panjang: 41 ft 9 in (12.7 m)
  • Diameter baling-baling:: 46 ft (14 m)
  • Tinggi: 15 ft (4.6 m)
  • Luas piringan: 1,662 ft² (154.4 m²)
  • Berat kosong: 6,789 lb (3,079 kg)
  • Berat maksimum saat lepas landas: 11,900 lb (5,397 kg)
  • Mesin: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6T-3BE Twin-Pac turboshafts, 900 shp (671 kW)  masing-masing
Kinerja :
  •     Laju maksimum: 140 knots (161 mph, 259 km/h)
  •     Laju jelajah: 122 knots (140 mph, 226 km/h)
  •     Jangkauan: 402 nmi (463 mi, 745 km)
  •     Langit-langit batas: 20,000 ft (6,096 m)
  •     Laju tanjak: 1,350 ft/min (6.86 m/s)
  •     Power/massa: 0.2663 hp/lb (437 W/kg)
Ref :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bell_412

Monday, March 7, 2016

Segala puji hanya untuk Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya. Amin.

Matahari dan bulan adalah makhluk (ciptaan) Allah SWT, sampai detik ini kedua makhluk tersebut taat/tunduk/sujud dengan perintah Allah untuk bergerak pada porosnya dan berkeliling pada garis edarnya.



Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dalam pandangan. Peredaran dan silih bergantinya yang sangat yeratur merupakan ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini. Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada matahari dan bulan menunjukkan akan keagungan dan kebesaran serta kesempurnaan Penciptanya.

Gerhana matahari yang akan dan telah terjadi dijadikan Allah SWT sebagai perimgatan agar hamba-hamba-Nya takut kepada-Nya. Maka tatkala terjadi gerhana hendaklah umat manusia segera ingat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan segera menyadari bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala sedang mengingatkan kelalaian mereka dengan ancaman adzab-Nya.

Tuntutan Islam ketika terjadi gerhana. Baginda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan, yaitu ada tujuh hal (sebagaimana dalam hadits-hadits tentang gerhana):
1. Shalat gerhana
2. Berdoa
3. Beristighfar
4. Bertakbir
5. Berdzikir
6. Bershadaqah
7. Memerdekakan budak

(Lihat HR. Al-Bukhari no. 1040, 1044, 1059, 2519; Muslim no. 901, 912, 914)

Semua ini dilakukan sejak awal terjadinya gerhana, hingga berakhirnya yang ditandai dengan kembalinya cahaya matahari atau bulan seperti sedia kala. Di antara doa yang beliau perintahkan adalah berlindung dari adzab kubur. Karena gerhana mengakibatkan suasana gelap meskipun pada siang hari, dan dalam suasana tersebut hati manusia pasti dihinggapi rasa takut. Suasana yang demikian mengingatkan kita akan suasana di alam kubur kelak. (Lihat Fathul Bari hadits no.2519).

Karena gerhana merupakan peringatan akan adzab, maka sangat tepat dianjurkan pada kesempatan tersebut untuk memerdekakan budak, sebab amal tersebut bisa memerdekakan seseorang dari api neraka. (Lihat Fathul Bari hadits no. 2519).

Berikut QS. Al-An’am : 96-99:

96. فَالِقُ الإصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

97. وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

98. وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.

99. وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Dalam surat dan ayat lain Allah berfirman,

وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Al Fushilat 41:37)

Banyak masyarakat awam yang tidak paham bagaimana menghadapi fenomena alami ini. Banyak di antara mereka yang mengaitkan kejadian alam ini dengan mitos-mitos dan keyakinan khurofat yang menyelisihi aqidah yang benar. Di antaranya, ada yang meyakini bahwa di saat terjadinya gerhana, ada sesosok raksasa besar yang sedang berupaya menelan matahari sehingga wanita yang hamil disuruh bersembunyi di bawah tempat tidur dan masyarakat menumbuk lesung dan alu untuk mengusir raksasa.

Sebagian masyarakat seringkali mengaitkan peristiwa gerhana dengan kejadian-kejadian tertentu, seperti adanya kematian atau kelahiran, dan kepercayaan ini dipercaya secara turun temurun sehingga menjadi keyakinan umum masyarakat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membantah keyakinan orang Arab tadi. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Memang pada saat terjadinya gerhana matahari, bertepatan dengan meninggalnya anak Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang bernama Ibrahim. Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, beliau berkata,

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ، فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ »

”Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’ (HR. Bukhari no. 1043)

Shalat gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk shalat. Jadi, jika gerhana muncul setelah Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tetap boleh dilaksanakan. Dalilnya adalah:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

”Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” (HR. Bukhari no. 1047). Dalam hadits ini tidak dibatasi waktunya. Kapan saja melihat gerhana termasuk waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tersebut tetap dilaksanakan.

Hukum Shalat Gerhana

Para ulama membedakan antara hukum shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

1. Gerhana Matahari

Para ulama umumnya sepakat mengatakan bahwa shalat gerhana matahari hukumnya sunnah muakkadah, kecuali mazbah Al-Hanafiyah yang mengatakan hukumnya wajib.

a. Sunnah Muakkadah

Jumhur ulama yaitu Mazhab Al-Malikiyah, As-Syafi'iyah dan Al-Malikiyah berketetapan bahwa hukum shalat gerhana matahari adalah sunnah muakkad.

b. Wajib

Sedangkan Mazhab Al-Hanafiyah berpendapat bahwa shalat gerhana matahari hukumnya wajib.

2. Gerhana Bulan

Sedangkan dalam hukum shalat gerhana bulan, pendapat para ulama terpecah menjadi tiga macam, antara yang mengatakan hukunya hasanah, mandubah dan sunnah muakkadah.

a. Hasanah

Mazhab Al-Hanafiyah memandang bahwa shalat gerhana bulan hukumnya hasanah.

b. Mandubah

Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah mandubah.

c. Sunnah Muakkadah

Mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah.
D. Pelaksanaan Shalat Gerhana

1. Berjamaah

Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.

2. Tanpa Adzan dan Iqamat

Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah". Dalilnya adalah hadits berikut :

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ r نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

3. Sirr dan Jahr

Namun shalat ini boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

4. Mandi

Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah

5. Khutbah

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum khutbah pada shalat gerhana.

1. Disyariatkan Khutbah

Menurut pendapat As-Syafi'iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

Dalilnya adalah hadits Aisyah ra berikut ini :

أَنَّ النَّبِيَّ r لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Dari Aisyah ra berkata,"Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam khutbah itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk bertaubat dari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa dan istighfar (minta ampun).

2. Tidak Disyariatkan Khutbah

Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa'zh) kepada para jamaah yang hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar.

Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana ada khutbah, sebab pembicaraan Nabi SAW setelah shalat dianggap oleh mereka sekedar memberikan penjelasan tentang hal itu.

Dasar pendapat mereka adalah sabda Nabi SAW :

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits ini Nabi SAW tidak memerintahkan untuk disampaikannya khutbah secara khusus. Perintah beliau hanya untuk shalat saja tanpa menyebut khutbah.

6. Banyak Berdoa, Dzikir, Takbir dan Sedekah

Disunnahkan apabila datang gerhana untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir dan sedekah, selain shalat gerhana itu sendiri.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Teknis Shalat Gerhana
Ada pun bagaimana bentuk teknis dari shalat gerhana, para ulama menerangkan berdasarkan nash-nash syar'i sebagai berikut :

1. Dua Rakaat

Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku' dan 2 sujud.

Dalil yang melandasi hal tersebut adalah :

Dari Abdullah bin Amru berkata,"Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat "As-shalatu jamiah". Nabi melakukan 2 ruku' dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku' untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,"Belum pernah aku sujud dan ruku' yang lebih panjang dari ini.(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Bacaan Al-Quran

Shalat gerhana termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan tentang betapa lama dan panjang shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu :

ابْنُ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَال : كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى الرَّسُول r وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku' cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku' lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku' yang pertama. (HR. Bukhari dan Muslim)

Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al-Baqarah dalam panjangnya.

Sedangkan berdiri yang kedua masih pada rakaat pertama dibaca surat dengan kadar sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran.

Sedangkan pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dibaca surat yang panjangnya sekitar 250-an ayat, seperti An-Nisa. Dan pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca ayat yang panjangnya sekitar 150-an ayat seperti Al-Maidah.

3. Memperlama Ruku' dan Sujud

Disunnahkan untuk memanjangkan ruku' dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT, baik pada 2 ruku' dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku' dan sujud pada rakaat kedua.

Yang dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80, 70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah.

Panjang ruku' dan sujud pertama pada rakaat pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku' dan sujud kedua dari rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk rukuk dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan rukuk terakhir sekadar 50 ayat.

Dalilnya adalah hadits shahih yang keshahihannya telah disepakati oleh para ulama hadits.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ r فَصَلَّى الرَّسُول r وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل

Dari Ibnu Abbas ra berkata,"Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku' sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu ruku' lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku' panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.(R Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari beberapa sumber :

http://www.fiqihkehidupan.com
https://muslim.or.id/515-seputar-gerhana-matahari.html

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Visitor

Random Post