Kamis, 21 Mei 2015

Mungkin masih anget berita beras plastik,  ada banyak pendapat soal beras plastik atau beras aspal ( asli bentuk beras tapi palsu dengan bahan baku asal pembentukanya) beras yang ini yang itu, dari sana dari sini, seperti ini seperti itu, untuk ini untuk itu. Coba tengok pendapat pakar yang dikutip dari beberapa sumber media pemberitaan.

Menurut Pakar Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan beras sintetis dalam dunia penelitian pangan dikenal sebagai beras yang berbahan baku singkong, tepung sagu, janggung, umbi-umbian, dan beberapa sumber karbohidrat lain. Di IPB beras tersebut dikenal dengan sebutan beras analog. Beras diciptakan sebagai diversifikasi pangan bahan pangan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi terhadap beras padi dan tepung terigu. Hal itu diungkapkan Guru Besar Ilmu Pangan fakultas Teknologi Pertanian IPB, Fransiska Rungkat Zakaria.


Beras analog adalah salah satu bentuk pangan alternatif yang dikembangkan untuk mengatasi ketersediaan pangan, baik itu dalam hal penggunaan sumber pangan. Jika dibandingkan dengan beras padi, sumber karbohidrat maupun gizi yang terkandung di dalam beras analog tidak jauh berbeda. Karbohidrat katanya, merupakan salah satu komponen makro pada produk pangan yang mengandung unsur C, H, dan O. "Bahan baku dari beras analog ini, seperti singkong, ubi jalar, sagu, dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya,memiliki kandungan indeks glikemik (potensi peningkatan gula darah/glukosa dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan) yang umumnya lebih rendah dibandingkan beras padi," katanya.

Dengan mengkonsumsi beras analog,kata Fransiska, kadar gula para penderita diabetes melitus diharapkan lebih stabil dan terjaga karena pada umumnya beras analog terbuat dari bahan baku yang rendah kadar indeks glikemiknya.

Fransiska menambahkan, permasalahan harga jual masih menjadi kendala saat ini."Padahal beras analog diharapkan menjadi salah satu diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan angka impor beras dalam negeri," ujar Fransiska yang juga anggota Komisi I Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)

Nah Saat inipun sudah ada mesin pembuat beras analog. Mesin ini diperuntukkan mencetak / membuat butiran beras dari bahan-bahan lain. Sehingga bisa menjadi bahan pangan alternatif masa depan Bahan-bahan beras analog antara lain : sagu, singkong, umbi-umbian. Mesin beras analog ini diproduksi oleh pabrik mesin Agrowindo http://mesinpertanian.com.

Yang jadi masalah sebenernya dalam hukum adalah pemalsuan produk. Itu yang harus diperhatikan. Yang kedua adalah dampaknya kepada konsumen. Siapa yang untung soal beras yang tidak sepernuhnya di kontrol Dolog ( BULOG )?, siapa yang menguasai beras di negeri ini? Siapa yang mengawasi pabrik pabrik penggilingan beras? Apakah tidak ada pengusaha yang nakal?

Ambil contoh, jika beras analog bisa dibuat ( karena ada mesin pembuat beras analog ), maka beras murah yang hancurpun bisa diolah kembali dengan proses tertentu menjadi beras utuh yang bisa disulap jadi beras super, mungkinkah? Jika murni hanya beras hancur diolah kembali menjadi beras utuh tanpa bahan kimia ya, tidak masalah tapi klo sudah dicampur bahan kimia lain, masalahnya sudah beda. Harga jual tinggi setara beras murni tapi resikonya siapa yang tau.

Jadi untuk membedakannya, ambil beras apapun lalu rendan dalam air, jangan langsung dibilas, trus coba tengok air rendamannya jika warnanya putih susu, apakah ini wajar warna beras? Silahkan pakar yang paham menjawabnya. Begitu juga coba dengan beras merk lainnya hingga beras yang paling murah sekalipun termasuk beras raskin.

Artinya beras mahal apakah jaminan klo beras tersebut asli, bukan beras oplosan? atau apakah beras raskin pasti asli beras murni bukan beras rekayasa? Jika ada yang gak bener berarti selama ini ada permainan dan penipuan dari oknum pemain beras. Yang itu harusnya jadi poin yang dikejar bukan cuma beras plastik atau sintetis saja yang diperdebatkan. Tapi permainan oknum tertentu yang menyulap beras. Kurang lebih begitu pandangan dari admin Blog Aspal Putih ini, kurang lebih silahkan ditambahkan jika sobat atau pihak yang lebih paham soal ini. Pikirkan Rakyat banyak yang jadi korban tanpa disadari. Beras Aspal ( Asli Palsu ) Siapa Yang Untung, Tukang Sulap Beraskah? Tugas siapa ini mengusutnya?








Sabtu, 09 Mei 2015

Star Trek adalah film seri televisi fiksi ilmiah yang sempet tayang di televisi Indonesia dan jadi film kesukaan anak kecil hingga orang dewasa pada zaman dulu. Film Star Trek adalah film televisi dari Amerika Serikat yang pertama ditayangkan pada tahun 1966. Karena seri ini telah menghasilkan berbagai seri lanjutan dalam seri Star Trek, maka sekarang juga dinamai Star Trek: The Original Series. Seri ini diciptakan oleh Gene Roddenberry dan menceritakan petualangan awak pesawat antariksa USS Enterprise (NCC-1701) pada abad ke-23. Karakter-karakter utamanya adalah:

  1.     James T. Kirk (William Shatner), captain
  2.     Mr. Spock (Leonard Nimoy), science officer
  3.     Leonard McCoy (DeForest Kelley), ship's doctor
  4.     Montgomery Scott (James Doohan), chief engineer
  5.     Uhura (Nichelle Nichols), communications officer
  6.     Sulu (George Takei), helmsman
  7.     Pavel Chekov (Walter Koenig), navigator
  8.     Number One (Majel Barrett)
film kesukaan diwaktu kecil dulu

Star Trek ketika pertama ditayangkan di Amerika menjadi sangat kontroversial karena memiliki dua tokoh yang tidak dimainkan oleh orang kulit putih. George Takei adalah keturunan Jepang dan Nichelle Nichols adalah seorang wanita Afrika-Amerika. Sikap Roddenberry yang menempatkan wanita dan ras non-putih setara dengan yang lain masih dianggap sebagai sesuatu yang baru dan berani saat itu.


Episode pertama mengudara pada hari Rabu, 8 September 1966. Pada awalnya tidak begitu berhasil menarik penonton, seri ini selalu dalam status "hampir dibatalkan" dan pada akhir tahun keduanya sudah nyaris dihentikan. Tetapi ada satu inti fans setia yang kemudian mengirimkan surat setiap hari ke studio televisi supaya serial ini diperpanjang. Akhirnya studio menyerah dan memperpanjangnya untuk satu tahun lagi. Karena rating yang terus merosot, tahun ketiga ini kemudian menjadi yang terakhir, dengan episode penutup ditayangkan tanggal 3 Juni 1969.



Setelah dibatalkan, NBC sebagai stasiun televisi yang membiayai produksi ingin menutup kerugian karena ongkos produksi yang mahal. Mereka menjual seri ini secara sindikasi ke stasiun-stasiun televisi lokal. Di sinilah Star Trek mengalami masa kejayaan dan mendapat begitu banyak fans baru sehingga sampai sekarang begitu banyak seri TV, film, novel, permainan video dan lain-lain telah dibuat berdasarkan dunia yang diciptakan Roddenberry.

Opening credit seri ini telah dikenal dengan monolog yang dibacakan Shatner:

"Space, the final frontier. These are the voyages of the Starship Enterprise. Her five year mission: to explore strange new worlds. To seek out new life and new civilizations. To boldly go where no man has gone before".

(terjamahan bahasa Indonesia: "Ruang angkasa, perbatasan terakhir. Inilah perjalanan pesawat antariksa Enterprise. Misi lima tahunnya: menjelajah dunia-dunia baru dan asing. Untuk mencari jenis kehidupan dan kebudayaan baru. Untuk pergi ke mana orang belum pernah pergi sebelumnya.")

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Star_Trek:_The_Original_Series

Tokoh Star Trek paling terkenal adalah kapten spock dan kapten Kirt

1. Captain Spock (Leonard Nimoy)beristrikan Susan Bay Nimoy, juga dipanggil Mr. Spock, dari film seri televisi Star Trek adalah salah satu tokoh fiksi yang paling terkenal dari dunia televisi tahun 1960-an. Mr. Spock adalah seorang alien, setengah manusia dan setengah Vulcan. Ia pernah memegang jabatan First Officer dari pesawat Enterprise NCC-1701 dengan Kapten James T. Kirk. Salah satu tema dalam perkembangan karakter Spock adalah pergumulannya untuk menjadi Vulcan sejati, yang memendam segala bentuk emosi dan berpikir logis. Tokoh ini diperankan oleh aktor Leonard Nimoy. ( Cybermales )


Kapten Spock Yang Paling Admin Cybermales Favoritin.

Spock adalah putra dari seorang Vulcan bernama Sarek dan seorang manusia bernama Amanda Grayson. Karena perpaduan ini, ia memiliki fisik yang lebih kuat daripada manusia biasa. Setelah pensiun dari karier aktif ia menjadi diplomat untuk menjalin hubungan dengan bangsa Romulan.

2. James Tiberius Kirk adalah seorang tokoh dalam serial Star Trek kapten kapal luar angkasa yang paling terkenal dan berjasa di dalam sejarah Starfleet. Selama tiga dekade pada abad ke-23, dia memimpin sebuah kapal berkelas Constitution-class yaitu USS Enterprise dan USS Enterprise-A, melayani sebagai seorang penjelajah, tentara, pengelana waktu, dan diplomat.


Kapten Kirk

William Alan Shatner (lahir 22 Maret 1931; umur 84 tahun) adalah seorang aktor Kanada yang terkenal sebagai kapten James T. Kirk dalam film seri televisi Star Trek dari 1966 sampai 1969. Ia juga telah menulis berbagai buku mengenai pengalamannya memainkan Kirk. Setelah itu ia memainkan seorang polisi dalam film seri T.J. Hooker, dari 1982 sampai 1986. Sekarang ia berperan sebagai pengacara Denny Crane dalam Boston Legal; untuk peran ini ia memenangkan sebuah Emmy dan sebuah Golden Globe Award.

Shatner dilahirkan di Montreal, Quebec, Kanada, dari keluarga Joseph Shatner dan Anna Garmaise. Ia meraih gelar sarjana dari McGill University, dan kemudian bermain dalam berbagai drama Shakespeare dalam Stratford Festival of Canada di Stratford, Ontario. Ia kemudian mulai muncul dalam film lewat The Butler's Night Off pada tahun 1951, dan mendapat peran penting dalam film The Brothers Karamazov tahun 1958.

Pada tahun 1966, ia memainkan kapten James Kirk untuk pertama kali dalam pilot Star Trek kedua yang berjudul "Where No Man Has Gone Before". Seri ini kemudian dibuat selama 3 tahun sampai 1969. Pada 1973, Shatner kembali memainkan Kirk dalam film seri kartun Star Trek: The Animated Series. Setelah gagalnya film seri Star Trek: Phase II, ceritanya diubah menjadi film yang berjudul Star Trek: The Motion Picture. Shatner membintangi film ini dan 5 film berikutnya. Selain itu ia juga muncul sebentar dalam film ketujuh Star Trek Generations, di mana kapten Kirk tewas.


Jumat, 08 Mei 2015

Cerita ini cerita lucu, untuk  melepaskan ketegangan pikiran, perasaan je mu, jenuh atau apapun nama istilahnya. Lakon Petruk Dadi Ratu cukup terkenal dalam cerita pewayangan. Berikut ceritanya. Petruk mengenang, bagaimana ia sampai menjadi raja. Alkisah, tuannya, Abimanyu menderita sakit. Abimanyu adalah perantara, yang nantinya akan mewariskan dampar (tahta) Palasara, pendiri Astina, kepada Parikesit, anaknya. Bersamaan dengan sakitnya, pergilah ketiga wahyu yang dimilikinya, yakni wahyu Maningrat, yang menyebarkan benih keratuan, wahyu Cakraningrat, yang menjaga keberadaannya sebagai ratu, dan wahyu Widayat, yang melestarikan hidupnya sebagai ratu.

petruk dadi ratu

Ketiga wahyu itu kemudian hinggap pada diri Petruk. Ia pun akhirnya dapat menjadi raja di negara yang dinamainya Lojitengara. Ia menggelari dirinya Prabu Wel-Geduwel Beh!. Untuk kukuh menjadi raja, ternyata ia membutuhkan damper kerajaan Astina, warisan Palasara. Petruk memerintahkan kepada kedua patihnya, Bayutinaya—titisan Anoman—dan Wisandhanu—titisan Wisanggeni, anak Arjuna--, untuk mencuri tahta Palasara itu.

Kedua utusan itu berhasil membawa pulang tahta tersebut. Prabu Wel-geduwel Beh mencoba duduk di atasnya. Begitu duduk, ia pun terjungkal. Ia coba lagi berulangkali. Sang Prabu akhirnya menyerah dan memperoleh bisikan melalui penasihat kerajaan bahwa supaya tidak terjungkal, ia harus memperoleh boneka yang bisa dililing (dilihat dan ditimang).

Petruk kembali menyuruh kedua utusannya, Bayutinaya dan Wisandhanu untuk mencari boneka yang dimaksud. Tanpa memperoleh rintangan yang berarti, kedua utusannya berhasil membawa boneka itu yang tak lain adalah Abimanyu yang sedang sakit. Ketika dipangku Prabu Wel-Geduwel Beh, Abimanyu sembuh.
Dan Abimanyu berkata, "Kamu takkan bisa menduduki tahta itu, jika kamu tidak memangku aku".

"Pada saat itulah saya mengalami, bahwa saya ini hanyalah kawula. Dan saya sadar, saya akan tetap tinggal sebagai kawula, tak mungkinlah saya bisa duduk sebagai raja. Tugas saya hanyalah memangku raja, agar ia dapat menduduki tahtanya. Tuanku Abimanyu dapat duduk di tahta raja karena saya memangkunya. Jadi raja itu takkan bisa menjadi raja, kalau tidak dipangku kawula, rakyat jelata seperti saya ini", kata Petruk sambil memandang tanah datar di hadapannya.

Dulu Petruk tidak tahu, mengapa ketiga wahyu itu pergi meninggalkan tuannya dan hinggap padanya. Sekarang ia paham, wahyu sebenarnya hanya pergi untuk sementara. Ia pergi hanya untuk nitik, menengok siapakah yang memangku orang yang kedunungan (dihinggapi) wahyu. Wahyu itu tidak asal hinggap. Dia akan hinggap pada orang yang layak dihinggapi, dan orang yang layak itu haruslah orang yang dipangku Petruk, sang rakyat dan sang kawula ini. Maka setelah tahu, bahwa Petruklah yang memangku Abimanyu, wahyu itupun berhenti menitik dan ketiganya kembali kapada Abimanyu.

Di hadapan tanah datar itu, pikiran Petruk melayang lagi. Ia sedih mengingat gugurnya Abimanyu dalam Perang Bharata Yudha. Petruklah yang menggendong jenazah Abimanyu. Petruk pula yang membakar mayat Abimanyu menuju alam Mokshaya. "Saya ini hanyalah rakyat. Betapa pun hinanya diri saya, hanya saya yang bisa mengantarkan Sang Raja menuju alam kesempurnaannya. Sampai ke Moksha pun, raja itu bergantung pada kawula. Hanya rakyatlah yang dapat menyempurnakan hidup raja, bahkan ketiak ia berhadapan dengan akhiratnya", ujar Petruk.

"Memang, kawula, sang rakyat ini ada sepanjang zaman. Sementara raja itu tidaklah abadi. Ia bertahta hanya dalam masa tertentu. Ketika masa itu lewat, ia harus turun atau binasa. Sementara rakyat terus ada. Buktinya, saya ini ada di sepanjang zaman. Menjadi punakawan, hamba yang menemani penguasa dari masa ke masa, sampai hari ini. Kawula iku ana tanpa wates, ratu kuwi anane mung winates ( rakyat itu ada tanpa batas, sedangkan raja itu ada secara terbatas)", kata Petruk.

Petruk makin menyadari, siapa diri rakyat itu sebenarnya. Hanyalah rakyat yang dapat membantu penguasa untuk menuliskan sejarahnya. "Maka seharusnya penguasa itu menghargai kawula. Penguasa itu harus berkorban demi kawula, tidak malah ngrayah uripe kawula (menjarah hidup rakyat). Kwasa iku kudu ana lelabuhane (kuasa itu harus mau berkorban). Kuasa itu bahkan hanyalah sarana buat lelabuhan, kendati ia masih berkuasa, ia tidak akan di-petung (dianggap) oleh rakyat. Raja itu bukan raja lagi , kalau sudah ditinggal kawula. Siapa yang dapat memangkunya, agar ia bisa menduduki tahta, kalau bukan rakyat? Raja yang tidak dipangku rakyat adalah raja yang koncatan (ditinggalkan) wahyu," kata Petruk.

Tapi Ki Petruk, mengapa banyak penguasa yang tak memperhatikan kawula,menginjak-injak dan menghina kawula, toh tetap dapat duduk di tahtanya?

"Dalam pewayangan pun ada penguasa yang tak dipangku rakyat seperti saya. Dia adalah Dasamuka yang lalim. Dia adalah Duryudana yang serakah. Seperti halnya hanya ada satu tahta Palasara, demikian pula hanya ada satu tahta rakyat. Duryudana berkuasa, tapi tak pernah berhasil menduduki tahta Palasara. Banyak penguasa berkuasa, tapi mereka sebenarnya tidak bertahta di dampar yang sebenarnya, yakni dampar rakyat ini", jawab Petruk.

Tiba-tiba Petruk mendengar, tanah datar di hadapannya itu bersenandung. Makin lama semakin keras bahkan menjadi senandung Panitisastra: dulu tanah itu adalah hutan lebat yang bersinga. Singa bilang, kalau hutan tak kujaga tentu ia akan dibabat habis oleh manusia. Dan hutan bilang, kalau singa tak kunaungi dan pergi dariku, pasti ia akan ditangkap oleh manusia. Akhirnya singa dan hutan sama-sama binasa. Singa yang tak berhutan dibunuh manusia, hutan yang tak bersinga dibabat manusia….

"Raja dan rakyat harus wengku-winengku (saling memangku), rangkul-merangkul, seperti singa dan hutan, seperti Abimanyu dan Petruk", kata Ki petruk menyenandung tembang Panitisastra.

( Luqman, M.Pd)

Sumber : http://caritawayang.blogspot.com/2013/02/petruk-dadi-ratu.html

Jika ada sobat yang lebih paham jalan ceritanya, silahkan dikoreksi. Tambahan untuk yang ingin tahu lirik lagu mp3 Petruk Dadi Ratu ini ada dibawah :

Lirik lagu: Petruk Dadi Ratu

Petruk dadi ratu
nyangga pincuk udut crutu
ratu suralaya
patuhe narada

yen lungguh
sikil jigang munggah meja
cengengas cengenges
tambur kon nabuh dewa

jreng jreng jreng jreng...
petruk dadi ratu
nyangga pincuk udut crutu
dewa dewa bingung
petruk ngaji mumpung

dipolne dipolne
nggone dadi jalwa tukung
mbendino mangan
nganti wetenge mlembung

jreng jreng jreng jreng...

petruk dadi ratu
nyangga pincuk udut crutu
dadi ra karuan
ilange tatanan

ukume kuasa
wekasan si bagong teka
si petruk digeret
bali dadi menungso

jreng jreng jreng jreng...

============================

Ingin denger lagunya silahkan klik link dibawah ini :
https://soundcloud.com/cybemales/petruk-dadi-ratu-musmulyad-cybermales

Rabu, 06 Mei 2015

Wanita cantik sebagai pilot tempur memang patut diberi acungan jempol, Dialah Niloofar Rahmani 23 warga afganistan, Niloofar Rahmani menjadi wanita pertama penerbang Angkatan Udara dalam sejarah Afghanistan dan pilot wanita pertama di militer Afghanistan sejak jatuhnya Taliban pada tahun 2001. Kapten Rahmani mengatakan bahwa sejak ia masih kecil ia bermimpi menjadi pilot dan menghabiskan hampir satu tahun belajar bahasa Inggris agar dapat menghadiri sekolah penerbangan.

Dia terdaftar dalam Program Pelatihan Angkatan Udara Afghanistan Petugas pada tahun 2010 dan pada Juli 2012 lulus sebagai Letnan Kedua. Dia terbang penerbangan pertama solo di Cessna 182 dan memutuskan dia ingin menerbangkan pesawat lebih besar sehingga dia menghadiri sekolah penerbangan canggih dan segera terbang pesawat kargo militer C-208. Sementara perempuan secara tradisional dilarang mengangkut tentara yang tewas atau terluka Kapten Rahmani menentang perintah ketika ia menemukan tentara yang terluka ketika ia mendarat selama misi.

pilot tempur wanita afganistan

pilot tempur wanita

Dia membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit dan melaporkan tindakannya ke atasannya yang memilih untuk tidak menjatuhkan sanksi pada dirinya. Ketika prestasinya yang dipublikasikan keluarga Kapten Rahmani menerima ancaman dari kedua anggota keluarga dan Taliban, yang tidak setuju dengan karir penerbang militer pilihannya.

Sabtu, 02 Mei 2015

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yang selalu diperingati tiap tahun di Indonesia tidak lepas dari nama besar Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara merupakan salah seorang tokoh Indonesia yang berjasa memajukan dunia pendidikan di Indonesia hingga kini. Beliau ( Alm Ki Hadjar Dewantara ) adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

pahlawan pendidikan nasional ki hajar dewantara

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.
Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
  • Nama asli : Raden Mas Soewardi Soeryaningrat ( Suwardi Suryaningrat : EYD )
  • Ganti nama : Ki Hajar Dewantara (pada usia 40 tahun)
  • Tempat, Tanggal Lahir  : Yogyakarta, Kamis, 2 Mei 1889
  • Nama Istri : Nyi Sutartinah
Saat usianya genap 40 tahun ia berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Sejak saat itu Ki Hajar Dewantara tak lagi menggunakan gelar kebangsawanan Raden Mas di depan namanya, hal ini bertujuan agar ia bisa bebas dekat dengan kehidupan rakyat tanpa dibatasi oleh ningrat dan darah biru kehidupan keraton.

Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun karena sakit ia tidak sampai tamat. Ia kemudian menjadi wartawan di beberapa surat kabar diantaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara pada surat kabar tersebut sangat komunikatif dan tajam sehingga mampu membangkitkan semangat patriotik dan antikolonial bagi rakyat Indonesia saat itu.

Di usia yang masih terbilang muda disamping kesibukannya sebagai seorang wartawan Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Ia aktif melakukan propaganda pada organisasi Boedi Oetomo tahun 1908 untuk mensosialisasikan serta menggugah betapa pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat Indonesia. Pada 25 Desember 1912 bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Karya-karya Ki Hajar Dewantara yang menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia diantara adalah kalimat-kalimat filosofis seperti:

"Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani"

Artinya "Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan" menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini".

Ki Hajar Dewantara pernah menulis kritikan terhadap perayaan seratus tahun bebasnya Negeri Belanda dari penjajahan Perancis dibulan November 1913 dimana biaya perayaan tersebut ditarik dari uang rakyat Indonesia dan dirayakan ditengah-tengah penderitaan rakyat yang masih dijajah. Akibat kritikan tersebut ia dibuang ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg tanpa melalui proses pengadilan. Namun dua orang sahabatnya yaitu Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo membelanya melalui tulisan sehingga hukuman tersebut diganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

Sekembalinya dari Belanda pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah perguruan bercorak nasional yang bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa. Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional hingga Indonesia merdeka.

Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia dalam kabinet pertama Republik Indonesia. Ia juga mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1957.
Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa, tepatnya pada tanggal 28 April 1959 Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta.

Kini, nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi pada tanggal 2 mei 2015 inipun google.com menghargainya dengan menampilkan foto Ki Hajar Dewantara
pada halaman google pencarian.

Untuk mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara.

Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Semoga dunia pendidikan di negeri ini dibenahi lebih baik bukan memaksakan kurikulum yang terasa merampas hak hak anak didik yang seharusnya belum saatnya harus tertekan dengan pendidikan gaya baru seperti sekarang, Ahlak dan budi pekerti akan lebih utama ketimbang pemaksaan logika, Belajar menghargai dan menghormati hak orang lain dari pendidikan dasar akan banyak pengaruhnya ketimbang penguasaan segala materi pendidikan dengan cara pemaksaan.

Semoga jasa jasa para guru dan pendidikan yang mendarma baktikan dirinya kepada anak didiknya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan, walau ada beberapa oknum yang terkadang terkesan bekerja setengah hati pada anak didiknya, Semoga kalian semua para pahlawan pendidikan yang berjuang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan ihklas akan selalu dicatat sebagai amal ibadah yang akan terus mengalir hingga kalian telah tiada. ( RR/AP )

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani




Follow by Email

Site Info