Selasa, 23 Juni 2015

Tiap orang pasti pernah punya sahabat, dan tiap orang pasti pernah disakiti sahabat, begitu juga jika kita hidup dalam masyarakat, pasti saja ada orang yang selalu jahat tapi pernah juga berbuat baik pada diri kita. Ada sebuah kisah yang bisa dijadikan renungan kita, mungkin kita berada dalam bulan penuh berkah dan ampunan.

jadilah pribadi pemaaf
Ada dua orang sahabat sedang melakukan perjalanan melintasi padang pasir. Yang namanya padang pasir pasti panas terik, di saat cuaca panasnya kebanyakan kita mudah terbakar emosinya. dalam perjalanan tersebut keduanya terlibat dalam perdebatan sengit,  hingga akhirnya emosi tidak terkontrol dan sahabat yang satu menampar muka sahabat yang lain.  Tau sendiri gimana rasanya, sahabat yang ditampar merasa terluka hatinya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia menulis di atas pasir :

“HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPARKU”


Lalu mereka tetap melanjutkan perjalanan berdua. Dan ketika dalam perjalanan berikutnya mereka kehabisan bekal minuman tapi akhirnya mereka menemukan oase,  mereka berdua lalu mandi di danau tersebut. Tapi pada saat mandi didanau orang yang ditampar tadi terjebak dalam lumpur hisap dan mulai tenggelam. Sahabatnya satunyapun berusaha sekuatnya untuk menolong.  Akhirnya selamat orang yang ditampar tadi diselamatkan oleh kawannya yang pernah menamparnya sebelumnya. Setelah diselamatkan ia pernah ditampar tadi menulis di  sebuah kata, tapi kali ini diatas sebuah batu :

“HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKANKU”


Temannyapun heran lalu berkata, "waktu pertama ditampar kamu menulis di pasir, tapi sekarang kok kamu menulis di atas batu, apa maksudnya ?”

Ia pun menjawab:

Jika seseorang melukai hati kita, sebaiknya kita menulis kejadian itu di atas pasir agar angin pengampunan dapat menghapusnya. Namun, bila seseorang berbuat baik kepada kita, hendaknya kita mengukir peristiwa itu di batu sehingga angin takkan pernah dapat menghapusnya.

Dari kisah ini kita dapat mengambil sebuah hikmah:


Jadilah diri pribadi kita menjadi orang yang mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang kepada kita, walau terkadang menyakitkan hati, coba kita ingat Allah SWT  :

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)


Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…(QS.Al Isra’ : 7)

Dikutip dari buku : Hikmah dari Seberang oleh Drs. Abu Abdillah Al-Husainy

-------------------------------------------- **AP ** ---------------------------------------------------

Memerlukan waktu satu menit untuk bisa menemukan seseorang yang spesial.
Satu jam untuk bisa menghargainya
Satu hari untuk bisa menyukai dan mengasihi.
Dan dibutuhkan waktu seumur hidup untuk bisa melupakannya.

Minggu, 21 Juni 2015

Sejarah arah kiblat sholat umat Islam. Pada permulaan Islam orang melakukan salat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem (Palestina). Baru setalah turun wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan arah kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, dia menghentikan sementara salatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

mesjid dua kiblat

Masjid Al-Qiblatain yang ada di madinah berbeda dengan masjid lain yang ada di dunia karena dua kiblat yang ada di masjid tersebut. Karena masjid ini memiliki dua kiblat, maka juga ada dua tempat imam salat yang arah kiblatnya saling berlawanan.

Masjid Qiblatain di jalan Khalid bin Al Walid ini, tepatnya barat laut Kota Madinah adalah salah satu dari tiga masjid kuno dalam sejarah Islam, diantara Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Dinamakan masjid Qiblatain, tidak lain karena di masjid inilah umat muslim ditentukan arah kiblat salatnya agar menghadap Kabah di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut. Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya pada tahun 893 H atau 1543 M. Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.

Dikutip dari beberapa sumber.
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Qiblatain
Anda ingin didoakan malaikat kepada Allah SWT?  Coba simak beberapa kutipan beberapa riwayat dan hadist dibawah ini.  Malaikat adalah ciptaan Allah dan termasuk dalam rukun iman. Malaikat termasuk makhluk Allah SWT yang tidak dapat kita lihat, akan tetapi wajib kita yakini. Makhluk yang di ciptakan Allah SWT dari cahaya, tidak pernah berdosa dan selalu melaksanakan perintah Allah SWT. Selain itu tahukah anda bahwa malaikat juga mendoakan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Siapa saja manusia yang didoakan malaikat? inilah golongan manusia yang didoakan oleh malaikat:



1. Orang yang Tidur dalam Keadaan Bersuci
Jika ingin tidur dalam keadaan bersuci, sebelum tidur anda dapat mensucikan diri dengan berwudhu, lalu setelah itu lebih baik lagi jika shalat kemudian saat akan memejamkan mata, anda membaca doa tidur dan syahadat. Dari Abdullah bin Umar ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang tidur dalam keadaan bersuci, maka malaikat akan bersamanya didalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: Ya Allah, ampunilah hambamu, si Fulan, karena tidur dalam keadaan suci.” (HR. ibnu hibban)

2. Orang yang Duduk Menunggu Waktu Shalat
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu waktu shalat selama ia dalam keadaan suci, melainkan para malaikat akan mendoakannya:Ya Allah sayangilah ia” (HR. Muslim).

3. Orang-Orang yang Berada di Shaf Terdepan di Dalam Shalat Berjamaah
Dari al-Barra bin Azib ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat untuk (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.” (HR. Abu Dawud)

4. Orang-Orang yang Menyambung Shaf Pada Saat Shalat Berjamaah
Hal ini sering disepelekan oleh jamaah yang shalat berjamaah. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat untuk orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim)

5. Para Malaikat Mengucapkan “Amiin” ketika Seorang Imam Selesai Membaca al-Fatihah
Yang satu ini mudah sekali dilakukan, cukup mengucap “amiin” setelah imam selesai membaca surah al-Fatihah. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Jika seorang imam membaca: ‘ghairil maghdhubi alaihim waladh-dhallin maka ucapkanlah oleh kalian: amiin, karena barang siapa ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, niscaya akan di ampuni dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

6. Orang yang Duduk di Tempat Shalatnya Setelah Melakukan Shalat
Pernahkah anda mendengar istilah “lamcing” shalat langsung plencing(keluar)? Istilah tersebut mungkin pernah kita lakukan jika terburu-buru beranjak dari tempat shalat kita. Untuk itu tak ada salahnya setelah shalat anda duduk seraya berdzikir, berdoa kepada Allah SWT untuk beberapa waktu saja. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Para malaikat akan selalu bershalawat untuk salah satu diantara kalian, selama ia berada di tempat ia melakukan shalat selagi belum batal wudhunya (para malaikat) berdoa “Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.” (HR. Ahmad)

7. Orang yang Melakukan Shalat Shubuh dan Asar secara Berjamaah
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh, lalu par amalaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas pada malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal. Allah bertanya kepada mereka, ‘bagaimana kalian meninggalkan hamba ku? Mereka menjawab “kami datang saat mereka tengah shalat dan kami tinggalkan mereka saat mereka tengah shalat. Maka, ampunilah mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

8. Orang yang Mendoakan Saudaranya Tanpa Sepengetahuan Orang yang di Doakan
Dari Ummud Darda ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang terkabul. Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat tersebut mengucapkan amiin dan engkau pun mendapatkan apa yang dia katakan.” (HR. Muslim)

9. Orang-Orang yang Berinfak dengan ihklas
Dari abu hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Tidak satupun hari dimana seseorang hamba memasuki pagi harinya, kecuali kedua malaikat yang turun. Salah satu diantara keduanya berdoa, ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan lainnya berdoa, ya allah hancurkanlah harta orang yang pelit. (HR. Bukhari Muslim)

10. Orang yang sedang Makan Sahur di bulan ramadhan
Terbiasa atau tidak, sunnah Rasul yang satu ini mendatangkan berkah tersendiri bagi yang menjalankannya. Dari Abdullah bin Umar ra. bersabda: Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk orang-orang yang makan sahur” (HR. Ibnu Hibban dan Ath-Thabarani)

11.
Orang yang sedang Menjenguk Orang Sakit
Dari ali bin abi tahlib ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya, kecuali allah utus 70.000 malaikat yang beshalawat untuknya di bagian waktu siang kapan saja dia menjenguknya hingga sore, dan di waktu malam kapan saja dia menjenguknya hingga sore dan di waktu malam kapan saja dia menjenguknya hingga shubuh.“(HR. Ahmad)

12. Seseorang yang sedang Mengajarkan Kebaikan Kepada Orang Lain
Dari Abu Umamah al-Bahily ra. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, semut yang didalam lubangnya, dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. (HR. Tirmidzi)

Wallahu a’lamu bish shawwab.

Kamis, 18 Juni 2015



Esok adalah harapan sekarang adalah pengalaman kemarin adalah kenangan…yang tak luput dari kekhilafan, Ramadhan kali ini semoga punya arti enting dan dianggap penting dikala kita masih dikasih umur untuk menjalankan perintahnya, manfaatkan waktu sebaik baiknya untuk menanamkan amal kebaikan dan memenuhi kewajiban Nya, agar mendapat Ridho Nya dikehidupan Selanjutanya.

Saya Ryan Riyanto admin Blog http://aspal-putih.blogspot.com mengucapakan "Mohon Maaf  Lahir dan Bathin. Jika ada materi artikel dalam postingan blog ini berakibat tidak baik dan mempunyai pengaruh yang dianggap kurang layak. Kepada Allah SWT saya mohon ampun.

Semoga Bulan Ramadhan 2015 kali ini lebih baik dari bulan Ramadhan tahun lalu.. Marhaban Ya Ramadhan 1436H Tahun 2015. Selamat menjalankan ibadah puasa dibulan suci yang penuh berkah ini. Amin.




Selasa, 16 Juni 2015

Yang sering ditunggu tunggu dan jadi perhatian umat muslim Indonesia setiap menghadapi awal Ramadhan adalah keputusan pemerintah tentang tanggal pasti awal puasa ramadon. Menjelang detik-detik menuju bulan suci Ramadhan tahun 2015 ini tepatnya bulan juni, telah dilakukan adanya sebuah Hasil Sidang Isbat. Seperti yang telah anda ketahui, pada umumnya penentuan awal Ramadhan 2015 di negara Indonesia ini selalu mengikuti sebuah keputusan yang didiapat dari adanya siding isbat. Sidang isbat ini dihadiri oleh Pemerintahan RI dengan melalui Menteri Agama beserta perwakilan dai setiap ormas Islam yang ada di Indonesia yaitu Nadhlatul Ulama atau yang biasa disingkat dengan NU serta ormas Islam Muhammadiyah.

penetapan awal ramadhan 2015

Sidang isbat ini juga telah dihadiri oleh para ulama maupun ahli astronomi dan berbagai pihak lainnya yang juga memmiliki keterkaitan dengan siding isbat ini. Sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan sendiri rencananya akan digelar tepat pada Selasa tanggal 16 Juni 2015 yang berlkasi di gedung Kementrian Agama Jakarta Indonesia. Hal yang demikian ini tentunya telah disampaikan oleh Menteri Agama Islam RI yaitu Lukman Hakim Saifuddin.

Proses sidang isbat dimulai dengan pemantauan hilal di titik – tiitik tertentu yang sudah tersebar di berbagai wilayah maupun daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu saja, hasil dari keputusan sidang isbat juga akan menentukan apakah rukyatul hilal sudah dapat dilihat atau belum, jika sudah dilihat maka awal puasa Ramadhan akan jatuh pada tanggal 17 Juni 2015. Akan tetapi jika hilal tidak dapat terlihat, maka awal Ramadhan akan jatuh pada tanggal 18 Juni 2015. Dengan demikian bulan syaban akan genap menjadi 1 bulan atau tepat 30 hari.

Penetapan jatuhnya hari bulan puasa ini telah disampaikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat jumpa pers sehabis memimpin Sidang Itsbat Awal Ramadhan di Auditorium H.M. Rasjidi Kantor Kemenag Jl. Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (16/06). Bersama Kemenag dalam konferensi pers ini, ketua umum MUI KH. Din Syamsudin, Ketua MUI KH Makruf Amin, dan Dirjen Bimas Islam Machasin.

Menurut Menag, tak satupun para saksi yang telah ditugaskan untuk melakukan rukyatul hilal di 36 titik di seluruh Indonesia yang berhasil melihat hilal. Maka tanggal 1 bulan suci ramadhan ditetapkan pada hari kamis 18 juni.

“Dalam sidang itsbat, kita mendengar laporan dari sejumlah pelaku rukyat yang ditugasi Kemenag. Tidak kurang 36 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan tidak ada satupun  pelaku rukyat yang melihat hilal,” terang Menag.

Karenanya, atas dasar itulah seluruh peserta sidang itsbat menyepakati bahwa karena saat ini hilal tidak bisa dilihat, maka bulan Sya;ban distikmalkan (disempurnakan) menjadi 30 hari. Dengan demikian, maka 1 Ramadlan baru akan jatuh pada hari Kamis 18 juni 2015.

Follow by Email

Site Info

Visitor

Random Post