Rabu, 09 November 2011

2005 YU55 adalah Sebuah asteroid raksasa dengan garis tengah sepanjang 400 meter dipastikan melintasi Bumi dengan jarak yang lebih dekat dari jarak Bumi dan Bulan.


asteroid 2005 YU55

Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) memastikan asteroid dengan nama 2005 YU55 itu tidak membahayakan Bumi dan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Berita terkait

Jarak terdekat asteroid terdekat yaitu 325.000 km akan terjadi pada Selasa (8/11) sekitar pukul 23.23 GMT atau sekitar pukul 6.00 WIB, Rabu (9/11).


gambar jarak terdekat asteorid dengan bumi

Jarak ini adalah jarak terdekat lintasan sebuah asteroid dengan Bumi selama 200 tahun terakhir.

"Ini adalah lintasan dengan jarak terdekat yang sudah kami ketahui sebelumnya," kata ilmuwan Laboratorium Propulsi NASA, Lance Benner.

Asteroid ini juga merupakan batu angkasa terbesar yang melintasi Bumi sejak 1976. Asteroid besar lainnya akan melintas pada 2028 mendatang.
Tidak hantam Bumi

    "Asteroid 2005 YU55 tidak akan menghantam Bumi, setidaknya dalam rentang waktu yang sudah diperkirakan komputer kami yaitu sekitar beberapa ratus tahun lagi."

Lance Benner

Asteroid sebesar sebuah kapal induk ini berwarna gelap dan berputar pada porosnya sekali setiap 20 jam saat melintas di angkasa luar.

Meski lintasannya asteroid ini adalah yang terdekat namun dipastikan benda angkasa ini tidak akan jatuh menghantam Bumi.

"Asteroid 2005 YU55 tidak akan menghantam Bumi, setidaknya dalam rentang waktu yang sudah diperkirakan komputer kami yaitu sekitar beberapa ratus tahun lagi," tambah Benner.

Meski demikian, melintasnya asteroid 2005 YU55 ini memberi kesempatan bagi para ilmuwan untuk meneliti lebih detil sebuah asteroid. Bahkan, kata NASA, para astronom amatir bisa melihat asteroid ini dengan teleskop berukuran 15cm.

Sementara para ilmuwan profesional akan meneliti asteroid dengan bantuan Observatorium Goldstone di Kalifornia dan Observatorium Arecibo di Puerto Rico.

Bumi beberapa kali dikunjungi 2005 YU55, yang juga dikenal dengan nama asteroid Apophis. Asterioid ini diramalkan sangat mungkin menghantam Bumi saat melintas kembali pada 2029 atau 2036.

Pada 13 April 2029, diperkirakan Apophis akan melintas dengan jarak hanya 29.500km dari Bumi.

Semua yang bergerak dilangit dan bumi itu karena kuasa Allah SWT, semua berputar pada porosnya masing
masing dan jadikan semua pelajaran untuk supaya kita lebiih mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa.
Inilah Indonesia negara yang berazaskan "BHINEKA TUNGGAL IKA" walau berbeda beda kita tetap satu..ini juga cerminan klo negara ini negara yang penuh toleransi agamanya paling tinngi di dunia, negara ini yang selalu dikaitkan oleh orang orang dan negara tertentu yang membentuk opini klo indonesia negara yang kurang menjunjung tinggi toleransi beragama. negara yang di posisikan oleh negara lain di luar sana klo negara ini negara teroris yang amat kejam, seandainya orang lain tinggal di negara ini cukup lama baru mereka tahu klo negara ini adalah negara paling menjunjung azas toleransi beragama yang tinggi.



Karena banyaknya aliran agama islam di negara ini terkadang orang diluar islam tidak bisa membedakan yang mana orang orang yang berbuat ulah. mereka selalu memvonis klo itu ulah semua umat islam..dan terkadang dibuat kesan klo islam itu serem tukang bunuh pemeluk agama lain.

Harusnya kembali kita menengok sejarah perkembangan agama islam di negara ini, datangnya agam islam di negara in i dengan damai tanpa ada pertumpahan darah. yang mestinya di ingat buat kita, jangan campur adukan agama dan politik disaat kita berpikir karena semua akan samar yang akhirnya melahirkan praduga praduga yang salah.

Kita ambil contoh klo negara ini negara yang rukun.

Pada tahun 1953 beberapa ulama mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta sebagai ibukota dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka adalah KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama, yang melontarkan ide pembangunan masjid itu bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal.

Pada tanggal 7 Desember 1954 didirikan yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka (kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Museum Nasional), menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal. Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SAW. Presiden pertama RI Soekarno menyambut baik ide tersebut dan mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).

Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal

Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya, yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit. Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Sayembara Desain Masjid Istiqlal

Setahun sebelumnya, Ir. Soekarno menyanggupi untuk membantu pembangunan masjid, bahkan memimpin sendiri penjurian sayembara desain maket masjid. Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof. Ir. Rooseno, Ir. H. Djuanda, Prof. Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.

Pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram. Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat:

   1. F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”
   2. R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar”
   3. Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam”
   4. Mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5”
   5. Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”

Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan arsitektur beserta makna yang terkandung didalamnya berdasarkan gagasan para peserta maka akhirnya pada 5 Juli 1955 atas perintah Presiden Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang sebagai model dari Masjid Istiqlal.

Arsitek Masjid Istiqlal Beragama Kristen
Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912, anak dari pasangan suami istri Jonas Silaban Nariaboru. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.

Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia.

Awal Pembangunan Masjid Istiqlal

Pada sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang dimana-mana. Kemudian tahun 1960, di tempat yang sama, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat biasa, pegawai negeri, swasta, alim ulama dan ABRI bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu.

Setahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1961, masih dalam bulan yang sama perayaan kemerdekaan RI, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang dimaksudkan sebagai simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Padanan katanya dalam bahasa Arab berarti merdeka dan disepakati diberi nama Istiqlal sehingga jadilah, Masjid Istiqlal namanya.

Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik.

Proses Panjang Pembangunan Masjid Istiqlal

Seiring dengan iklim politik dalam negeri yang cukup memanas, proyek ambisius itu tersendat-sendat pembangunannya, karena berbarengan dengan pembangunan monumen lain seperti Gelora Senayan, Monumen Nasional, dan berbagai proyek mercu suar lainnya. Hingga pertengahan tahun ‘60-an proyek Masjid Istiqlal terganggu penyelesaiannya. Puncaknya ketika meletus peristiwa G 30 S/PKI tahun ‘65-’66, pembangunan Masjid Istiqlal bahkan terhenti sama sekali.

Barulah ketika Himpunan Seniman Budayawan Islam memperingati miladnya yang ke-20, sejumlah tokoh, ulama dan pejabat negara tergugah untuk melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal. Dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan upaya penggalangan dana mewujudkan fisik masjid digencarkan kembali. Presiden Soekarno, yang pamornya di mata masyarakat mulai luntur, kedudukannya dalam kepengurusan diganti oleh KH. Idham Chalied yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal yang baru. Lewat kepengurusan yang baru, masjid dengan arsitektur bergaya modern itu selesai juga pembangunannya.

Semula pembangunan masjid direncanakn akan memakan waktu selama 45 tahun namun dalam pelaksanaannya ternyata jauh lebih cepat. Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama.

Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978. Kurun waktu pembangunannya telah melewati dua periode masa kepemimpinan yaitu Orde Lama dan Orde Baru. Pendanaan pembangunan masjid ini pada masa Orde Lama direalisasikan melalui proyek Mandataris sementara pada masa Orde Baru menjadi bagian dari Proyek RePelita (Rencana Pembagunan Lima Tahun). Kini masjid Istiqlal berdiri megah di Ibukota Jakarta dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.

Selasa, 08 November 2011

Mahluk asing dan misterius ini ditemukan di Thailand, rupanya dan bentuk fisik yang agak aneh menjadi
menarik perhatian warga sekitar.,bumi emang sudah tua apapun keanehan terkadang diluar nalar.
sekedar gambaan dan renungan betapa kita mesti bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan Kepada kita.
Coba bayangin seandainya manusia atau anda saya atau siapa saja melahirkan anak seperti mahluk ini..??
jadi sayangilah anak kita walau gimanapun fisiknya, kekurangan bukan pertanda kebencian tuhan kepada kita bisa jadi karena ujian untuk kita agar menjadi manusia yang sabar.










Buat rekan yang sdh berkunjung berkunjung dan rutin berkunjung Cybermales ucapakan terima kasih banyak..komentarnya jangan lupa Asal tidak berbau SARA..atau silahkan copy artikel dari sini sumber link hidupnya jangan lupa, thx untuk semua.

Dibangun pada tahun 1959 dan selesai pada tahun 1960. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter (433 kaki) yang dibangun di areal seluas 80 hektar.

monas


Tugu ini diarsiteki oleh R.M. Soedarsono dan Friedrich Silaban (arsitek Mesjid Istiqlal), dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
Monas mengalami lima kali pergantian nama, yang pertama yaitu Lapangan Gambir karena dulu merupakan daerah Pasar Gambir. Lalu ganti nama lagi menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas.

pendiri monas

arsitek monas


Lidah api atau obor diatas tugu monas ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaan.Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 38 kg.Dan  28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.Teuku Markam pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia bahkan se- Asia Tenggara. Teuku Markam turunan Uleebalang.

orang aceh yang berjasa dalam perndirian monas



Lahir tahun 1925 menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran.Bahkan ia ikut mendamaikan bentrokan antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Dan masih banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas di catat dalam sejarah Indonesia. Begitu hebatnya Bung Karno sebagai penggagas dan juga sang arsitek yang membuatnya.

Senin, 07 November 2011

Manusia zaman sekarang gak beda dengan manusia zaman dahulu, selalu penasaran dengan sesuatu atau kejadian yang unik dan langka. judul postingan kali ini sengaja dibuat "Nonton Bareng Proses Hukuman Mati "  kenapa..?? karena menurut saya pada saat eksekusi mati seseorang yang divonis hukuman mati oleh pemerintah atau penguasa pada zaman dahulu sengaja dilakukan dikeramaian masyarakat, efeknya propaganda teraphy shock memberi efek jera pada pelaku kejahatan atau orang yang dianggep bersalah dan menentang penguasa. Makanya proses eksekusi mati dilakukan di depan publik agar masyarakat berpikir lagi klo mau berbuat salah dan membangkang..itu menurut prinsip prinsip orang dan negara tertentu..lihat deh ilustrasi gambarnya :


hukuman mati zaman dahulu



Tapi zaman sekarang gak beda, aksi brutal bunuh membunuh dan meanganiaya sepertinya biasa, entah karena hukumnya yang salah, aparat hukum yang salah atau emang salah. masyarakat bisa mengahkimi orang yang dituduh bersalah secara beramai ramai walau belum diputuskan salah oleh pengadilan, yang parah justru yang emang ketahuan bersalah malang proses hukuman lunak, terdakwa bisa nyantai walau keruan salah..

Jadi nurut saya ada bagusnya juga proses hukuman mati seperti di zaman dahulu, eksekusi mati di tempatumum agar orang yang bener bener salah dan orang yang mau berbuat kesalahan berpikir lagi..setuju tidak koruptor dihukum mati..?? karena itu juga penjahat kemanusiaan korbannya lebih  banyak ketimbang "BOM" walau bedanya rada halus seperti siluman, toh penjahat kemanusiaan juga duhukum mati..samakan aja hukum mati koruptor.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971