Kamis, 08 Desember 2011

Menurut para kaum Evolusionis mereka berpendapat, pada sekitar 10.000 tahun yang lalu, umat manusia masih sangat primitif. Benarkah? Pendapat Evolusionis diatas, sepertinya hanya sebuah rekaan sejarah. Hal ini dikarenakan, telah ditemukannya benda-benda arkeologis, yang menunjukkan sebelum masa 10.000 tahun yang lalu, umat manusia sudah memiliki peradaban yang maju, Berikut ini beberapa contoh benda arkeologis tersebut :
Gambar Seruling berumur 40.000 tahun.

Salah satu bukti bahwa manusia telah memiliki kebudayaan selama ribuan tahun, adalah ditemukannya seruling berumur 40.000 tahun ini. Riset ilmiah menunjukkan bahwa seruling seperti ini, berbasis skala 7-not Barat modern, digunakan puluhan ribu tahun silam

Gambar jarum yang berumur 26 ribu tahun.

Jarum berumur 26 ribu tahun: temuan menarik ini menunjukkan bahwa manusia Neanderthal berpengetahuan menjahit baju sejak puluhan ribu tahun yang lalu (D. Johanson, B. Edgar, From Lucy to Language, h. 99)

Jadi Bagaimana arkeolog, menghitung usia benda-benda tersebut?

Para ilmuwan saat ini, telah mengembangkan metode baru untuk menentukan usia benda-benda purbakala tanpa menyebabkan kerusakan.

Menurut Dr. Marvin Rowe, kepala tim peneliti, teknik ini dapat dipakai untuk menentukan umur benda purbakala yang selama ini tersimpan di museum dan terlarang diteliti karena khawatir rusak.

Dr. Rowe menjelaskan metode baru tersebut berupa bentuk lebih lanjut dari radiocarbon dating (penanggalan radiokarbon) yang selama ini digunakan arkeolog untuk memperkirakan umur sebuah benda dengan mengukur kadar radioaktif karbon yang terjadi secara alamiah karbon.

Pada metode yang lama, sedikit sampel objek diambil, misalnya kain atau bagian tulang yang kemudian dibakar untuk mengetahui jejak karbon. Metode baru yang disebut non-destructive carbon dating, sama sekali tidak melibatkan sampel.

Pada metode baru, ilmuwan menempatkan artefak di ruang khusus berplasma di mana sebuah gas bermuatan listrik digunakan dan layar besar menampilkan di layar televisi. Secara perlahan gas mengoksidasi permukaan objek untuk menghasilkan karbon dioksida dengan analisis C-14 tanpa merusak permukaan objek .

Rowe dan rekan-rekannya menggunakan teknik ini untuk menganalisis usia sekitar 20 zat-zat organik yang berbeda. Hasilnya ternyata cocok dengan metode konvensional. Seperti Metode yang lama, metode baru ini mampu menghitung umur objek sampai 50.000 tahun.

Penemuan benda purbakala yang berumur ribuan tahun ini, semakin memberi keyakinan pada kita, bahwa umat manusia, pernah mengalami masa kemajuan kebudayaan puluhan ribu tahun yang silam

Untuk kemudian Kebudayaan itu hancur, dilanda bencana yang maha dahsyat, yang berakibat Peradaban Umat Manusia, harus kembali ke “titik nol”. mungkinkah kiamat pernah terjadi pada zaman dahulu,,??
Buat yang muslim mungkin sering baca tafsir Al-Quran dan dalam beberapa ayat terkadang ditemukan penjelasan yang menyangkut percakapan antara penduduk syurga dan neraka, dalam meng-analisa peristiwa-peristiwa, yang dikisahkan di dalam Al Qur’an, terkadang kita dipengaruhi oleh dinamika perkembangan teknologi. Analisis dari seorang executive muda, yang memahami teknologi 3G, mungkin akan sangat berbeda dengan analisa eyang-nya, yang hanya mengerti kentongan, sebagai alat komunikasi.



Hal tersebut, dapat dilihat ketika kita meng-analisa, peristiwa yang diceritakan di dalam QS. Al A’raaf (7) ayat 44 :

“Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, ‘Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, ‘Laknat Allah bagi orang-orang yang dzalim.’.”

Dalam ayat tersebut dikisahkan adanya percakapan antara penduduk surga dan neraka dengan diawasi malaikat.

Dahulu… para muffasir (penafsir Al Qur’an) menafsirkan penduduk surga datang ke tepi neraka dan saling sahut-sahutan berbicara dengan penghuni neraka. Memang pada masa itu, begitulah cara berkomunikasi. Kita  mesti datang langsung menemui yang bersangkutan.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, untuk berkomunikasi, seseorang tidak harus bertemu muka dengan lawan bicaranya. Dengan bantuan telephone, seseorang yang berada di OSLO, bisa dengan mudah berbicara dengan temannya, yang ada di SOLO. Bahkan biarpun berjarak mencapai ribuan kilometer, dengan bantuan teknologi 3G, raut muka teman kita, bisa terlihat dengan jelas.

Bagaimana kita membayangkan, peristiwa percakapan penduduk surga dan neraka ?

Jika teknologi komunikasi buatan manusia saja, sudah sedemikian canggihnya, apalagi kalau yang kita membayangkan teknologi surga, tentu kecanggihan-nya jauh di atasnya.

Boleh jadi…. percakapan yang terjadi antara penduduk surga dan neraka itu, merupakan suatu tele-conference dengan menggunakan teknologi telekomunikasi (tekom), yang maha canggih. Penduduk surga tetap berada di surga, begitu juga dengan penduduk neraka, mereka tetap di neraka.

Mereka berbicara, seolah-olah seperti saling berhadap-hadapan dan tanpa dibatasi layar kaca, dimana penduduk surga, tiada merasakan kepanasan, sebagaimana yang dirasakan penduduk neraka. Mereka bisa saling menyapa dari dua dimensi ruang yang berbeda.

Dari kisah percakapan ini, telah memberikan informasi kepada kita, bahwa kelak di hari akhir, manusia akan berkomunikasi dalam satu bahasa, dan tentunya berbeda dengan di dunia, yang terdapat ribuan bahasa, dalam berkomunikasi.

Dan kalau kita pikir-pikir, tekom sekarang yang begitu canggihnya, ternyata dalam Al Qur’an sudah dipaparkan sejak ribuan tahun lampau. Subhanallah….

Mungkin saja nantinya kemajuan tekom akan menemukan hal-hal baru lagi yang dikembangkan dari inspirasi Al Qur’an ini. Bisa jadi pula penemunya salah satu pembaca tulisan ini….

WaLlahu a’lamu bisshawab

Rabu, 07 Desember 2011

Peristiwa terjadi 6 Desember 2011 di kota Afganistan, berapa bom meledak dekat mesjid dan menewaskan 34 orang dan ratusan lainnya luka luka..seorang wanita berdiri histeris di tengah tengah mayat korban bom.

bom mesjid

Kucing Kucing gaya, ya emang karena ini foto kucing pesolek dengan banyak gaya, kucing hewan kesayangan wanita, tingkah keseharian kucing kadang bikin ulah menjengkelkan tapi terkadang lucu, ini sepotong gambar gambar kucing dengan lagak dan gayanya yang kadang bisa bikin tersenyum.

Yang ini foto kucing entertaitment pamer gaya

Foto Kucing Independen alias gak suka diganggu.

Yang ini foto kucing perayu dan suka bercanda.

Kucing mantan penari balok..he..he.

Kucing Alim yang selalu inget Tuhan.

Kucing periang sok cari perhatian, gak penting harus gaya dijalan umum.

Kucing rumahan dengan aturan dan banyak etika.

Foto kucing lagi sholat, karena biasa tinggal di lingkungan agamis.

Yang ini pasti sudah pada tahu, "Shaun The Sheep" alias kucing yang males keluar rumah, kaku dan dingin.

Selasa, 06 Desember 2011

Katak atau kodok lazimnya berwarna gelap seperti hitam abu abu bahkan ada kodok berwarna hijau dan berwarna agak coklat. tapi tau tidak ada lagi jenis kodok atau katak katak lain yang berwarna warni misalnya ada kodok/katak berwarna merah, ungu, kuning hitam, biru dan perpaduan corak warna yang menyolok. dibalik warna kodok / katak yang berwarna menyala ternyata menandakan klo kodok/katak tersebut memiliki racun yang mematikan fungsi syaraf dari hewan lain yang memangsa kodok / katak katak ini. ini baru namanya "KODOK NYENTRIK Ini Gambar kodok yang berwarna warni itu:






Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971