Jumat, 03 Februari 2012

Seandainya seseorang yang terbangun ketika mendengar alarm jam berbunyi ketika masih berada di pertengahan mimpi mengalami sedikit keheranan. Kegembiraan dan kesedihan yang ia rasakan, makanan yang ia cicipi atau bau yang ia cium dalam mimpi terasa masih sangat nyata dan ia tidak mampu untuk menghilangkan efek mimpi tersebut.

mimpi dan kenyataan

Para filosof dalam sejarah telah mencari kebenaran dalam alam dari mimpi dan hubungannya antara dunia mimpi dan kehidupan dunia ini. Seorang filosof Jerman berpendapat tentang masalah ini :

"Apakah kita saat ini terbangun atau sedang bermimpi? Tak diragukan lagi ini merupakan pertanyaan yang sangat bermakna. Kenyatannya kita mengalami situasi mimpi dimana kita telah menanyakan pertanyaan ini, dijawab dalam kesimpulan bahwa kita telah terbangun dan nanti ditemukan ... (Hans Reichenbach, Rise of Scientific Philosophy, p. 179)

Descartes membuat pernyataan tentang hal ini :

Aku bermimpi melakukan ini dan itu, pergi ke sana dan ke mari, tetapi ketika aku terbangun aku menyadari bahwa aku tidak melakukan apapun, bahwa aku tidak kemana-mana, tapi hanya tertidur saja ditempat tidurku. Siapa yang bisa menjamin bahwa sekarang aku sedang tidak bermimpi? atau bahkan seluruh hidupku bukanlah sebuah mimpi? Hasilnya dari semua ini, kenyataan dari kehidupan yang aku jalani adalah sesuatu yang bisa diperdebatkan. (Macit Gokberg, History of Philosophy, p.263)

Kenyataannya, dunia mimpi dan kehidupan dunia ini memiliki sebuah poin penting yang sama. Untuk mengerti poin  ini, kita bisa memberi sebuah contoh : Mari kita asumsikan  kita telah bermimpi mengenai diri kita dan ketika ditanya "Di mana kamu melihat?" jawabanmu adalah " Aku melihatnya di otakku", Bagaimanapun  jelaslah bahwa ketika kamu memberi jawaban ini dalam mimpi, tidak ada otak yang asli di sekitar. Badan atau otak dalam mimpimu sepenuhnya terdiri dari gambar imajinasi. Kesadaran yang melihat gambar dalam mimpi, adalah sesuatu yang "melampaui" otak.

Jawaban yang seharusnya Anda berikan dalam mimpi, adalah jawaban nyata yang seharusnya dijawab pada pertanyaan. "Di mana kamu melihat?" pada kehidupan di dunia ini. Seperti yang diketahui bukanlah "mata yang melihat, dan semua gambar dibentuk dalam otak. Satu-satunya tugas dari mata dan jutaan sel-sel syaraf terhubung pada mata adalah untuk mengkomunikasikan sebuah pesan kepada otak agar perintah untuk melihat selesai. Bila kita memanggil kembali informasi yang telah kita pelajari di sekolah ; sebuah cahaya datang dari suatu objek melewati lensa pada bagian depan dari mata dan gambar terefleksikan pada area di bagian belakang, gambar yang jatuh pada lapisan yang disebut retina dipindahkan ke dalam arus elektrik dan ditransfer ke lapisan luar visual di otak, dan otak mengubah sinyal-sinyal ini menjadi  bentuk 3 dimensi, yang memiliki makna.

Informasi ini  jelas  bahwa bukan mata yang melihat tapi tidak ada keraguan, adalah sangat salah jika mengklaim  bagian yang membuat air, protein dan molekul lemak, yang melihat. Dari sini, adalah sangat jelas bahwa bagian daging yang kita sebut otak tidak memiliki suatu karakteristik yang mampu membentuk kesadaran, pendeknya yang disebut "saya" untuk melihat dan menginterpretasi gambar disekitarnya. Bagaimanapun juga, ada seseorang yang melihat cahaya, dunia yang berwarna, mendengarkan suara dari burung dan simfoni, dan wewangian mawar di otaknya. Jadi kepunyaan siapakah dari kesadaran yang dialami semua rasa tanpa memerlukan mata, telinga, atau hidung ini?

Kesadaran di dalam pertanyaan tidak diragukan jiwa yang diciptakan ALLAH. Jiwa tidak membutuhkan mata untuk melihat gambar atau telinga untuk mendengar. Lebih jauh ia tidak memerlukan otak untuk berpikir.

Setiap orang yang memahami masalah ini dengan jelas dan fakta ilmiah yang ia hadapi hanyalah kopian dari tiga dimensi, penuh warna, berbayang dan cahaya alam semesta dalam beberapa kubik sentimeter, tempat yang gelap di otaknya, akan menyadari bahwa ia hanya bisa melihat kopian dari berbagai macam yang terlihat tak peduli apapun yang ia lakukan, dan sebagai hasilnya, dia akan berpikir tentangnya dan menghargai kekuatan abadi dari Tuhan kita yang Mahakuasa, menjadi terikat padaNya dengan sebuah cinta yang dalam dan rasa hormat, kembali padaNya dan mencari tempat perlindungan padaNya.

KESADARAN MENJADI TAJAM KETIKA SAATNYA KEMATIAN

Untuk memahami tentang informasi di atas,  kita bisa berkata bahwa kita tidak pernah bisa melihat versi nyata yang kita klaim "kita melihat" . Kita hanya bisa melihat sebuah gambar dari dunia material ini. Kehidupan di dunia ini hanya terdiri dari gambar-gambar yang disadari oleh jiwa manusia dan mereka diciptakan untuk dirasakan oleh manusia dan untuk membuat perbuatan-perbuatan agar dihitung ketika masa penghakiman nanti. Manusia akan sangat mengerti ini ketika pada waktu kematian. gambar akan dunia ini yang terlihat oleh manusia di dalam pikirannya akan berubah dengan kematian dan sementara gambar ketika waktu kematian, hari penghakiman dan hari akhir akan diamati. Sebagaimana yang ALLAH nyatakan, dengan kematian seseorang akan terbangun seperti layaknya baru bangun dari tidurnya dan bergerak pada kebenarannya dan kehidupan kekal sebagaimana berpindah dari mimpinya ke dunia nyata. ALLAH mengungkapkan fakta ini pada satu ayat :

"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam." (Surah Qaf :22)

Dalam sebuah hadist nabi kita (semoga ALLAH memberkahi dan menganugerahinya kedamaian) menggambarkan perhatian pada fakta hebat ini dengan berkata "orang-orang sedang tertidur dan mereka terbangun dengan kematian". (Imam Gazali, Islam Classics 2, Bedir Publishing, 18 p. 36152) 

Kamis, 02 Februari 2012

yang hebat dari indonesia
 

1. Borobudur 
Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.
Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.
Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.


2. Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa
Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. 'Mereka mengaku keturunan Jawa,' kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.

Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata 'Jung' digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.

Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.

3. Keris: kecanggihan teknologi penempaan logam
Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.

Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.

Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).

Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.

Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.

Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.


4. Benteng Keraton Buton: Arsitektur bangunan untuk pertahanan
Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur.

Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.

Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.

5. Si Gale gale: Teknologi Robot tradisional Nusantara
Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.

Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.

Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.

Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten : Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air
Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.

Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.

Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.

Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.

Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu.

Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.


7. Karinding: Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara
Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama.

Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul).

Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.

Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini adalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.

 
8. Rumah Gadang: Arsitektur Rumah Aman Gempa
Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi.

Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.

Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan.

Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.

Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi.

Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut

Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.


9. Tempe: Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan
Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan.

Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.

Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata 'tempe'.

Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.


10. Pranata Mangsa: Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita
Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran.

Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Menurut Daldjoeni di bukunya 'Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa', Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju.

Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.

Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini.

Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.

Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun.

Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.

Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya.

Itu semua bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju.

Senin, 30 Januari 2012

RFID ( Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.


Sejarah Singkat  RFID
Pada tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafrakma (diaphragm) yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.

Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris di tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini.

Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa "...riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh."

Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo di tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan di tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.

Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor di tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).

Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos di tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.

Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton di tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

Nah "E-KTP" yang sekarang lagi hot tidak terlepas nantinya menerapkan RFID trus siapa yang bertanggung jawab terhadap server data RFID dari e-KTP rakyat indonesia.?? dimana kebebasan seseorang dan sistem siapa yang sekarang kita ikuti..??  hari ini e-ktp besok besok rakyat harus dan wajib pasang RFID di tubuhnya apa deh jadinya..!!

http://id.wikipedia.org/wiki/RFID

Kamis, 26 Januari 2012

Saponin adalah kelas senyawa kimia, salah satu dari metabolit sekunder banyak ditemukan dalam sumber-sumber alami, dengan saponin yang ditemukan dalam kelimpahan spesies tertentu dalam berbagai tanaman. Lebih khusus, mereka dikelompokkan amphipathic glikosida, dalam hal fenomenologi, dengan sabun berbusa-seperti yang mereka hasilkan ketika terguncang dalam larutan berair, dan, dalam hal struktur, oleh komposisi mereka satu atau lebih gugus hidrofilik glikosida triterpen dikombinasikan dengan lipofilik derivatif Sebuah contoh siap dan terapi relevan adalah digoksin agen kardio-aktif, dari foxglove umum.

Struktural variasi dan biosintesis

Para aglycone (glikosida bebas sebagian) dari saponin yang disebut sapogenins. Jumlah rantai sakarida melekat pada inti sapogenin / aglycone dapat bervariasi - sehingga menimbulkan dimensi lain dari nomenklatur (monodesmosidic, bidesmosidic.

Seperti yang bisa panjang rantai masing-masing. Sebuah kompilasi agak tanggal memiliki kisaran panjang rantai sakarida yang 1-11, dengan angka 2-5 yang paling sering, dan dengan rantai sakarida baik linier dan bercabang yang diwakili  Diet monosakarida seperti D-glukosa dan D. -galaktosa adalah salah satu komponen yang paling umum dari rantai melekat.

Para aglycone lipofilik bisa salah satu dari berbagai macam struktur polisiklik organik yang berasal dari penambahan seri sepuluh-karbon (C10) unit terpene untuk menyusun kerangka C30 triterpen,  sering dengan perubahan berikutnya untuk menghasilkan C27 kerangka steroid  subset dari saponin steroid yang telah disebut saraponins;.  turunan Aglycone juga dapat menggabungkan nitrogen, sehingga beberapa bahan kimia saponin juga hadir dan karakteristik farmakologi produk alami alkaloid.

saponins


Gambar di atas menyajikan struktur alkaloid solanin phytotoxin, sebuah, monodesmosidic bercabang-sakarida saponin steroid. (Struktur steroid lipofilik adalah rangkaian terhubung enam dan lima cincin beranggota di kanan struktur, sementara yang kaya oksigen tiga cincin gula di sebelah kiri dan di bawah. Perhatikan atom nitrogen dimasukkan ke dalam kerangka steroid di kanan. )

Sumber dari saponin

Saponin secara historis telah dipahami sebagai tanaman yang diturunkan, tetapi mereka juga telah diisolasi dari organisme laut . Saponin memang ditemukan dalam banyak tanaman, dan memperoleh nama mereka dari pabrik soapwort ( Genus saponaria, Keluarga Caryophyllaceae), akar historis yang digunakan sebagai sabun . Saponin juga ditemukan dalam keluarga Sapindaceae botani, dengan genus yang mendefinisikan Sapindus (soapberry atau soapnut), dan dalam keluarga Aceraceae terkait erat ( maple) dan Hippocastanaceae (chestnut kuda; ref diperlukan).

Hal ini juga ditemukan sangat di Gynostemma pentaphyllum (Genus Gynostemma, Keluarga Cucurbitaceae) dalam bentuk yang disebut gypenosides, dan ginseng (Panax Genus, Keluarga Araliaceae) dalam bentuk yang disebut ginsenosides.

Dalam keluarga-keluarga, kelas ini senyawa kimia yang ditemukan di berbagai bagian tanaman: daun, batang, akar, umbi, bunga dan buah [kutipan diperlukan] Komersial formulasi dari tanaman saponin - misalnya, dari kulit sabun (atau. soapbark) pohon, Quillaja saponaria, dan dari sumber-sumber lain yang tersedia melalui proses manufaktur dikontrol, yang membuat mereka dari digunakan sebagai reagen kimia dan biomedis. Peran dalam ekologi tanaman dan dampak pada hewan mencari makan

Pada tumbuhan, saponin dapat berfungsi sebagai anti-feedants,  dan untuk melindungi tanaman terhadap mikroba dan jamur [kutipan diperlukan] saponin Beberapa tanaman (misalnya dari oat dan bayam) dapat meningkatkan penyerapan gizi dan membantu pencernaan hewan. . Namun, saponin sering pahit secukupnya, dan sehingga dapat mengurangi palatabilitas tanaman (misalnya, dalam pakan ternak), atau bahkan mengilhami mereka dengan mengancam kehidupan hewan toksisitas.

Data yang membuat jelas bahwa beberapa saponin yang beracun bagi organisme berdarah dingin dan serangga pada konsentrasi tertentu. Ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan peran produk-produk alami dalam organisme tuan rumah mereka, yang telah digambarkan sebagai "kurang dipahami" sampai saat ini.

Saponin dalam etnobotani

Kebanyakan saponin, yang mudah larut dalam air, yang beracun bagi ikan . Oleh karena itu, dalam etnobotani, saponin terutama dikenal untuk penggunaannya oleh masyarakat adat dalam memperoleh sumber makanan akuatik.

Sejak zaman prasejarah, budaya di seluruh dunia telah menggunakan tanaman piscicidal, sebagian besar mereka mengandung saponin, untuk memancing

Meskipun dilarang oleh hukum, racun ikan tumbuhan masih banyak digunakan oleh suku-suku asli di Guyana. Di sub-benua India, suku-suku Gond dikenal untuk penggunaan ekstrak tanaman dalam penangkapan  racun ikan.

Banyak suku-suku asli California Amerika secara tradisional digunakan soaproot, (genus Chlorogalum), yang berisi saponin, sebagai racun ikan. Mereka akan menghancurleburkan akar, pencampuran dalam air untuk membuat busa, dan kemudian menambahkan busa ke sungai.

Hal ini akan membunuh atau melumpuhkan ikan, yang dapat diperoleh dengan mudah dari permukaan air. Di antara suku-suku menggunakan teknik ini adalah Lassik, yang Luiseño, para Yuki, Yokut, para Chilula, yang Wailaki, Miwok tersebut, Kato itu, Mattole itu, Nomlaki dan Nishinam tersebut.

Salah satu penelitian penggunaan saponin kelas produk alami melibatkan kompleksasi mereka dengan kolesterol untuk membentuk pori-pori di bilayers membran sel, misalnya, dalam sel darah merah (eritrosit) membran, di mana kompleksasi menyebabkan lisis sel darah merah (hemolisis) pada injeksi intravena.

Selain itu, sifat amphipathic kelas memberi mereka aktivitas sebagai surfaktan yang dapat digunakan untuk meningkatkan penetrasi makromolekul seperti protein melalui membran sel.  Saponin juga telah digunakan sebagai adjuvan dalam vaksin.

Saponin dari tanaman Gypsophila paniculata (Nafas Bayi) telah terbukti sangat signifikan menambah sitotoksisitas immunotoxins dan racun ditargetkan lain ditujukan terhadap sel kanker manusia. Kelompok penelitian Profesor Hendrik Fuchs (Universitas Charite, Berlin, Jerman) dan Dr David Flavell (Southampton General Hospital, Inggris) bekerja sama menuju pengembangan saponin Gypsophila untuk digunakan dalam kombinasi dengan immunotoxins atau racun lainnya yang ditargetkan untuk pasien dengan leukemia , limfoma dan kanker lainnya.
[Sunting] Kedokteran menggunakan

Ada yang luar biasa, promosi komersial didorong [kutipan diperlukan] dari saponin sebagai suplemen diet dan nutriceuticals. Ada bukti dari kehadiran saponin dalam persiapan obat tradisional, [ di mana administrasi lisan mungkin diharapkan mengarah kepada hidrolisis glikosida dari terpenoid (dan obviation dari setiap toksisitas terkait dengan molekul utuh). Tapi seperti yang sering terjadi dengan luas klaim terapi komersial untuk produk alami:

    * Klaim untuk manfaat organisme / manusia sering didasarkan pada sangat awal studi biologi biokimia atau sel
    * Menyebutkan umumnya dihilangkan dari kemungkinan sensitivitas kimia individu, atau toksisitas umum agen khusus,  dan toksisitas tinggi kasus yang dipilih.

Sementara pernyataan semacam itu memerlukan tinjauan konstan (dan meskipun web segudang mengklaim sebaliknya), tampak bahwa ada sangat terbatas AS, Uni Eropa, dll lembaga-disetujui peran untuk saponin dalam terapi manusia. Dalam penggunaan mereka sebagai adjuvant dalam produksi vaksin, toksisitas terkait dengan kompleksasi sterol tetap menjadi isu utama untuk menarik perhatian. 

Bahkan dalam kasus digoksin, manfaat terapeutik dari cardiotoxin adalah hasil administrasi hati-hati dosis yang tepat. Perawatan yang sangat besar harus dilakukan dalam mengevaluasi atau bertindak atas klaim spesifik dari manfaat terapeutik dari memakan produk alami saponin-jenis dan lainnya.

Tumbuhan lain penghasil saponins adalah bunga mahkota dewa, dan dalam beberapa penelitian dengan komposisi yang pas dari ekstrak tumbuhan mahkota dewa dapat menghambat dan menangkal flu burung, kemudian dari banyak penelitian dipastikan vaksin flu burung dibuat dari tumbuhan dengan kandungan saponins inilah.


Rabu, 25 Januari 2012

Rekening Listrik membengkak mungkin disebabkan banyaknya alat elektronik yang menggunakan listrik 24 jam nonstop, semisal TV dan lemari Es ( Kulkas ) atau juga AC,  tapi sekarang alat elektronik sudah dirancang meminimalisir penggunaan daya yang besar, tapi masih ada sebagian yang belum, untuk tips sederhana dan mungkin berguna pada penghematan pemakaian energi yang 24 jam nonstop nyala trus seperti lemari arau kulkas tidak salah mencoba tips untuk mengirit listrik pada kulkas :

cara-ngirit-listrik-kulkas


1. Tempatkan  kulkas di tempat sejuk, jangan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung atau sumber-sumber panas lainnya karena tidak baik untuk mesin.

2. Atur jarak antara kulkas dan dinding di sekitarnya. Minimal 10-15 cm dengan dinding dan sekitar 30 cm dengan langit-langit. Jika diletakkan di ruang sempit, mesin akan menjadi cepat panas dan beban kerjanya menjadi lebih berat. Harus ada cukup ventilasi.

3. Sebisa mungkin untuk tidak terlalu sering membuka dan menutup kulkas. Lampu yang menyala saat pintu dibuka akan menghabiskan energi. Jangan terlalu lama membuka pintu kulkas.

4. Pastikan pintu tertutup dengan baik. Kulkas terus bekerja mendinginkan makanan sesuai temperatur yang sudah ditentukan, tapi udara dinginnya terbuang percuma. Kalau kulkas berada dalam posisi miring, ada kemungkinan pintunya tidak akan tertutup dengan sempurna.

5. Stel dan aturlah temperatur sesuai dengan kebutuhan. Semakin rendah temperatur (semakin dingin), semakin banyak energi yang diperlukan kulkas untuk proses pendinginan. Sebaiknya Anda menyetel tombol temperatur satu level di atas garis tengah saja.

6. Matikan fungsi-fungsi tambahan kulkas jika tidak membutuhkannya. Makin banyak fungsi yang diaktifkan, makin besar energi yang dikonsumsi dan biaya yang dikeluarkan. Tak perlu membeli kulkas terlalu canggih apabila tidak yakin akan memanfaatkan fungsi-fungsi tersebut.

7. Jangan  menyimpan makanan panas atau hangat dalam lemari es. Tunggulah hingga makanan itu dingin. Makanan atau minuman panas turut memengaruhi suhu dalam kulkas dan menyebabkan kerja mesin bertambah berat.

8. Cek  sekat karet yang menempel di pintu. Biasanya sekat ini akan mengendur seiring berjalannya waktu. Udara luar bisa mudah masuk dan mengacaukan suhu di dalam. Mesin kulkas akan bekerja lebih keras mendinginkan isi kulkas sesuai dengan temperatur yang sudah ditentukan. Lakukanlah perbaikan apabila ada lubang lain yang memungkinkan udara luar masuk.

9. Matikan kulkas jika Anda dan keluarga hendak bepergian ke luar kota selama beberapa waktu. Buka sedikit pintu kulkas agar bagian dalam tidak lembab dan bau.

10 Selalu Bersihkan bagian-bagian kulkas secara teratur agar kerja mesin jadi ringan. Debu dapat menyumbat saluran pembuangan dan udara sehingga mengakibatkan mesin harus bekerja lebih keras. Biaya yang keluar pun lebih banyak.

Semoga bermanfaat.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971