Selasa, 28 Juni 2011

walisongo

Bermula silsilah wali songo ditemukan oleh sayid Ali bin Ja’far Assegaf pada seorang keturunan bangsawan Palembang. Dalam silsilah tersebut tercatat tuan Fakih Jalaluddin yang dimakamkan di Talang Sura pada tanggal 20 Jumadil Awal 1161 hijriyah, tinggal di istana kerajaan Sultan Muhammad Mansur mengajar ilmu ushuluddin dan alquran.

Dalam silsilah tersebut tercatat nasab seorang Alawiyin bernama sayid Jamaluddin Husein bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi 'Ammul Faqih bin Muhammad Shohib Mirbath, yang mempunyai tujuh anak laki. Di samping itu tercatat pula nasab keturunan raja-raja Palembang yang bergelar pangeran dan raden, nasab Muhammad Ainul Yaqin yang bergelar Sunan Giri.

Sebagaimana telah diketahui bahwa keturunan Alawiyin yang berada di Indonesia berasal dari Hadramaut.

Imam Alwi bin Muhammad Shahib Mirbath dijuluki Ammu al-Faqih, dikaruniai 4 orang anak lelaki, masing-masing bernama Abdul Malik, Abdullah, Abdurahman dan Ahmad. Dari Abdul Malik Azmatkhan inilah, yang keturunannya dikenal dengan "AZMATKHAN", menurunkan leluhur wali songo di Indonesia.

Abdul Malik bin Alwi lahir di kota Qasam pada 26 Jumadil Akhir 574 hijriyah. Ia meninggalkan Hadramaut pergi ke India bersama para sayid Alawiyin. Di India ia bermukim di Nashrabad. Ia mempunyai beberapa orang anak lelaki, diantaranya sayid Abdullah Amir Khan. Sayid Abdullah Amir Khan mempunyai anak bernama Amir al-Mu’azhom Syah Maulana Ahmad Jalaluddin.

Beliau dikarunia anak bernama Jamaluddin Husein yang datang ke pulau Jawa dari Champa (Kamboja)., Jamaluddin Husein hijrah ke Jawa bersama ketiga saudaranya yaitu syarif Qamaruddin, syarif Majduddin dan syarif Tsana’uddin pada akhir abad ke 7 hijriyah.

Di Kemboja Jamaluddin Husein menikahi anak seorang raja di negeri itu dan mempunyai anak yang diantaranya bernama Ali Nurul Alam (Maulana Israel) dan Ibrahim al-Ghazi (Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi).

Menurut sayid Ahmad bin Abdullah Aseggaf dalam kitabnya Khidmah al-Asyirah, Ali Nurul Alam (Maulana Israel)dikarunia anak bernama Abdullah Umdatuddin. Dari Abdullah inilah dikarunia anak bernama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sedangkan Ibrahim al-Ghazi (Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi)bersama ayahnya meninggalkan negerinya ke tanah Aceh. Di Aceh beliau menggantikan ayahnya dalam kegiatan menyebarkan agama Islam di kalangan penduduk. Sedangkan ayahnya Jamaluddin Husein meneruskan perjalanan ke tanah Jawa. Mereka mendarat di pesisir pantai Semarang, kemudian melalui jalan darat tiba di Pajajaran. Saat itu adalah akhir masa raja-raja Pajajaran yang kekuasaannya berpindah ke tangan Majapahit.

Dari Pajajaran Jamaluddin Husein melanjutkan perjalanannya ke Jawa Timur dan tiba di Surabaya. Ketika itu Surabaya masih merupakan sebuah desa kecil, tidak banyak penduduknya, dikelilingi oleh hutan dan sungai. Pada masa itu desa tersebut dikenal dengan nama Ampel.

Di desa itulah sayid Jamaluddin Husein menetap. Setelah satu setengah tahun di Ampel, bersama para pengikutnya beliau melakukan perjalanan ke Sulawesi dan setibanya di tanah Bugis, beliau wafat di kota Wajo.

Ibrahim al-Ghazi (Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi)yang berada di Aceh sering melakukan perjalanan ke negeri Champa (Kamboja) dan menikah di sana. Beliau dikarunia empat orang anak yaitu Fadhal Ali Murtadha (Raja Pandita/Raden Santri), Maulana Ishaq, Maulana Rahmatullah (Sunan Ampel)dan Syarifah Zainab.

Fadhal Ali Murtadha kemudian menikah dengan Syarifah Sarah (Putri dari Maulana Malik Ibrahim bin Barakat Zainul Alam dari Istri pertamanya yang bernama Syarifah Fathimah binti Sayyid Ali Nurul Alam) dan dikaruniai 3 orang anak, yaitu: Utsman Haji (Sunan Ngudung), Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Sunan Geseng.
Dan Sunan Ngudung memiliki 2 anak yaitu Sayyid Ja'far Shadiq yang bergelar Sunan Kudus. dan Syarifah Dewi Sujinah yang menikah dengan Sunan Muria.

Maulana Ishaq kemudian menyebarkan agama Islam di tanah Malaka, Penang dan Riau. Sayid Maulana Ishaq kemudian pindah ke Blambangan (Sekarang daerah Banyuwangi). Beliau dinikahkan oleh salah seorang puteri raja Blambangan. Dari perkawinannya Maulana Ishaq mempunyai seorang anak bernama Sayid Ainul Yakin (Sunan Giri/Raden Paku). Kemudian Maulana Ishaq meninggalkan bumi Blambangan, dan menuju ke Pasai, di Pasai, ia menikah dengan Syarifah pasai dan dikaruniai 2 anak, yaitu Syarifah Sarah (yang kemudian menikah dengan Sunan Kalijaga), dan Sayyid Abdul Qadir.

Sunan Ampel menikah dengan dua isteri, Isteri pertama bernama Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, memiliki 5 anak yaitu: 1. Maulana Mahdum Ibrahim alias Raden Mahdum Ibrahim alias Sunan Bonang, 2.Syarifuddin alias Raden Qasim alias Sunan Derajat, 3.Siti Syari’ah alias Nyai Ageng Maloka alias Nyai Ageng Manyuran, 4.Siti Muthmainnah, 5. Siti Hafsah.

Sedangkan Isteri kedua dari Sunan Ampel bernama Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, dikaruniai 6 orang anak, yaitu:1. Dewi Murtasiyah (Istri Sunan Giri, 2. Dewi Murtasimah alias Asyiqah (Istri Raden Fattah), 3.Raden Husamuddin (Sunan Lamongan, 4. Raden Zainal Abidin (Sunan Demak, 5. Pangeran Tumapel, 6. Raden Faqih (Sunan Ampel 2.

Adapun Syarifah Zainab binti Ibrahim Zainuddin Akbar (adik dari Sunan Ampel) menikah dengan Sayyid Ahmad bin Syekh Subakir yang bergelar Raden Sahur (Tumenggung Wilatikta)dan dikaruniai 2 anak yaitu Raden Syahid (Sunan Kalijaga) dan Syarifah Fathimah.

Keturunan Wali Songo sampai sekarang masih ada, mereka menggunakan FAM KESAYYIDAN, Yaitu "AZMATKHAN".

Seorang peneliti Sejarah Wali Songo, yang juga merupakan keturunan Sunan Kudus, yaitu As-Sayyid Al-Habib Bahruddin Azmatkhan mengumpulkan data-data keturunan Wali Songo sampai sekarang, catatannya berisi: Nasab Wali Songo, Nasab Para Raja Islam Nusantara, Nasab Para 'Alawiyyin Al-Hasani dan al-Husaini. Sekarang catatan itu diwariskan kepada cucunya yang bernama Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini (Sekarang beliau adalah Mursyid Thariqah Wali Songo).

Daftar Pustaka:
1. Catatan dari sayid Ali bin Ja’far Assegaf
2. Nasab Wali Songo oleh Al-Habib Bahruddin Azmatkhan
3. Nasab Para Raja Islam Nusantara, oleh Al-Habib Bahruddin Azmatkhan
4. Nasab Para 'Alawiyyin Al-Hasani dan al-Husaini, oleh Al-Habib Bahruddin Azmatkhan
5. Khidmah al-Asyirah, oleh: sayid Ahmad bin Abdullah Aseggaf
6. Syamsud Zhahirah oleh Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur

Senin, 27 Juni 2011

Maka apabila ada seseorang yang bisa kembali kepada Tuhannya dan masuk dalam wilayahNya, mustahil tidak ada yang bisa, karena orang itu langsung berhadapan dengan Alloh Yang Maha Bisa dan penulis pun akui bahwa tidak ada seseorang bisa melewati kecepatan cahaya, karena mustahil !, tapi disini yang hanya bisa melewati kecepatan cahaya yaitu "Rohani Manusia" bukan partikel hipotetik yang disebut Tachyon itu.

Jadi ada kecepatan yang melebihi kecepatan 10 x dari cahaya, 100 x dari cahaya, 1 juta x melebihi kecepatan cahaya. Maka logikanya apabila ada kendaraan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, pasti kendaraan itu akan terbakar habis, karena logika kecepatan dan masanya dari benda itu sangat tidak seimbang sehingga menimbulkan gesekan yang sangat panas dengan mediumnya dan pasti menimbulkan terbakarnya kendaraan tersebut.

Jadi orang yang menuju kepada Allah "jasad dan hati" orang itu akan terbakar semua ketika menggunakan kekuatan nol (istighroq) lupa dengan jasad karena ada kecepatan rohani yang melampaui batas kecepatan jasmani. Maka kendaraan rohani itulah yang melebihi kecepatan cahaya, tapi sayang kita tidak mampu untuk melewati itu. Wahidiyah membongkar ilmu pengetahuan dunia dengan kalimat sholawatnya yang sangat dasyat dan tak pernah terpikirkan di benak kita. Dengan kalimat :

"ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW-WANAFASIM-BI'ADADI MA'LUUMAATILLAAHI WAFUYUUDLOOTIHI, WA AMDAADIH"

Artinya :

"Yaa Alloh, yaa Tuhan Maha Esa, yaa Tuhan Maha Satu, yaa Tuhan Maha Menemukan, yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpakanlah sholawat, salam, barokah atas junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan atas Keluarga Baginda Nabi Muhammad pada setiap berkedipnya mata dan naik turunnya nafas, sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian serta kelestarian pemeliharaan-Nya."

Teori Kecepatan Rekasi vs Teori Relativitas

nuklir

Sekarang kenapa Albert Einsten kuat dalam pemikirannya ? pandai dalam bertafakkur? dan begitu hebat didalam penemuan fenomenalnya yang mengguncangkan dunia dan tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting sama sekali. Tak seorang pun --tentu saja tidak-- membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki.

Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak terhitung besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.

Akan tetapi ketika E = mc2k dan k=0 (konstanta) maka apa yang akan terjadi ? bisa dipastikan energi sebesar apapun jikalau dikalikan dengan 0 maka hasilnya adalah 0 dan tidak akan ada energi yang tercipta. Maka kekuatan 0 inilah yang menjadi dasar pijakan adanya teori kecepatan reaksi yang bisa memotong dan melumpuhkan dari kedasyatan dari ledakan nuklir. Hebat bukan ! jika di ilustrasikan nampak gambar sebagai berikut :

bom atom

Gambar : Ilustrasi Teori Kecepatan Reaksi


Teori ini pernah dilakukan oleh beliau Rosululloh Saw dalam perjalanan isro mi'roj dengan menggunakan kendaraan buroq yang dapat melebihi kecepatan cahaya., dengan perbandingan apabila ditempuh dengan kecepatan cahaya kurang lebih memakan waktu 2 tahun perjalanan itupun hanya sampai pada langit pertama saja, akan tetapi alangkah luar biasanya dengan kendaraan buroq itu hanya ditempuh dalam satu malam saja. Mustahil ! akal pasti menolak dengan adanya peristiwa yang sangat luar biasa itu, akan tetapi apabila diterima dengan hati yang bersih, tiada keragukan sedikitpun.

Makanya ilmu itu ada yang dapat dengan pendekatan ilmiah dan ada juga pendekatan secara rohaniah. Contoh yang umum adalah isro mi'roj sebab pendekatan ilmiah sulit dijangkau tetapi dari segi pendekatan rohani mampu dicerna. Berarti ini adalah kekuatan yang Maha Suci, mampukah yang Maha Suci diukur kekuatanNya ? karena absolute yang paling mutlak adalah Alloh yang maha segalanya. Dan ini tidak mampu dicerna oleh akal, makanya yang mampu untuk mencerna yang Maha Suci hanya hati yang iman penuh, lemah dan pasrah KepadaNya.

Mungkin muncul didalam benak pembaca bagaimana Rosululloh Saw menaiki buroq dengan jasadnya. Kenapa jasad Rosululloh tidak terbakar ? ada 2 alasan sudut pandang yang dapat dilihat dari segi ilmiah dan agama yang paling mendasar mengenai kenapa jasad Seorang yang paling dicinta itu tidak terbakar ?

Alasan pertama :

Karena kecepatan Rosululloh Saw dapat melebihi daripada reaksi yang harus ditimbulkan. reaksi panas dengan kecepatan Rosululloh Saw ini cepat Rosululloh Saw, jadi sebelum tersentuh sudah lolos, berarti kendaraan yang dipakai Rosululloh Saw melebihi kecepatan reaksi yang ditimbulkan karena reaksi panas ini masih ada tenggang waktu untuk bereaksi. Sedangkan kendaraan yang dikendarai Rosululloh Saw melebihi kecepatan reaksi. Reaksi panas, reaksi dingin, reaksi hampa udara ini dipotong dengan kecepatan reaksi yang dikeluarkan oleh kendaraan yang dikendarai Rosululloh Saw, jadi sebelum reaksi-reaksi tersebut membunuh, beliau sudah lolos dengan kendaraannya dengan melebihi reaksi-reaksi yang ditimbulkan.

Alasan ke dua :

Karena hampa udara, panas, dingin, matahari dan alam jagad semua, itu adalah Nurnya. Tidak ada yang mustahil bagi beliau untuk melakukannya.

Didalam Hadist Qudsi dikatakan :

"Jika tidak karena engkau (Muhammad), jika tidak karena engkau, sungguh Aku tidak akan menciptakan cakrawala"

Maka disinilah kita sama-sama tahu bahwa ada kecepatan yang memotong kecepatan reaksi ditimbulkan. Sebagai contoh kecepatan reaksi terdapat pada saat rokok menempel dikulit, sebelum panas rokok itu bereaksi dikulit ada jarak tenggan waktu sepersekian detik barulah bereaksi panas tersebut. Dengan adanya tenggang waktu tersebut itulah teori kecepatan reaksi memanfaatkan memotong kecepatan reaksi yang akan ditimbulkan. Dan teori ini sebenarnya sudah ada didalam Al-Quran yang dikatakan di surat Al-Anbiyaa' ayat 69

"kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim".

Dan diwaktu jasad Nabi Ibrahim dibakar, kecepatan api yang begitu hebat langsung dicounter dengan memotong kecepatan reaksi yang menghantarkan panas tersebut. Jadi nabi Ibrahim lolos dari reaksi yang ditimbulkan oleh panas tersebut.

Lalu bagaimana dengan ilmu wahidiyah ? adakah ilmu yang dasyat melebihi itu ? jawabannya ada !, kekuatan itu yang bersumber di istighroq dengan melalui pintu nol dengan metode yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, itulah kekuatan absolut tak terbatas. Maka apabila teori ini dikembangkan tidak mustahil bisa teori dasyat penjinak nuklir ini terwujud. Mudah-mudahan setelah ini muncul profesor-profesor wahidiyah yang bisa membongkar rahasia dasyat ini. Amin
Adakah kekuatan manusia yang bisa melampaui kecepatan cahaya ? dan apa benar apabila ada seseorang itu akan kembali ke masa lampau setelah melampaui kecepatan cahaya ? lalu dengan kekuatan dasyat yang bagaimana sehingga manusia dengan keterbatasannya dapat melampaui kecepatan cahaya ? dan apa yang akan terjadi jikalau ada kecepatan bisa melebihi cahaya ?


Pada konferensi internasional tentang relativitas umum dan gravitasi 2003, telah ditemukan adanya suatu kecepatan lebih cepat dari cahaya dalam ruang vakum yaitu kecepatan superluminal yang terdapat disegala macam partikel hipotetik yang disebut Tachyon sehingga massa (diam)-nya imajiner namun energi dan momentumnya riil. Memang, berdasarkan relativitas khusus, jika kita mempercepat sebuah partikel hingga mencapai kecepatan cahaya, maka massa relativistiknya akan menjadi tak terhingga dan hal itu tidaklah mungkin terjadi.?

salah satu sifat aneh tachyon mulai bisa diterima oleh para fisikawan masa kini, yakni bahwa dalam sebuah lubang hitam, materi yang tersedot masuk ke dalamnya tidak akan lenyap, namun mengalami keadaan tercampur antara masa lalu dan masa depannya, dengan fluks informasi kuantum dijamin utuh.

Maka kali ini kita akan mencoba membongkar pertanyaan diatas dengan kekuatan nol yang bersumber dari sifat kehambaan, karena kekuatan ini tidak bisa diukur dengan dengan kekuatan dan kecepatan apapun karena kekuatan ini mutlak tidak terbatas. Mengapa tidak terbatas ? karena pada saat manusia menyadari dengan sifat kemanusiaanya sebagai makhluk yang tidak ada, maka pada saat itulah alloh akan bertajjali. Karena siapa yang mengenal dan menyadari dirinya pasti akan mengenal siapa dibalik itu semua.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya." (HR. Imam Bukhari)

Maka orang yang mempunyai kekuatan nol, saat itulah otomatis kekuatan itu menghantarkan kembali kepada Alloh, dan ketika kembali kepada Alloh orang itu otomatis akan menguasai zaman, waktupun saat itu ada digenggamannya, dan untuk kembali kemasa lampau pun sangat mudah, akan tetapi pada hakekatnya kembali kemasa lampau itu ialah kembalinya hati, merenungkan dan mengkoreksi diri tentang kesalahannya dimasa lampu dan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang untuk memperbaiki kesalahannya.

Pada saat itu pula dia ingat tentang nenek moyangnya, ingat tentang cikal bakal terjadinya dunia, dan akhirnya pikirannya akan meluas karena orang yang menuju kepada Alloh tidak ada kecepatan lain selain kecepatan nol kembali pada posisi hamba tidak merasa memiliki kekuatan apa-apa.

Jadi kecepatan dunia bukan kecepatan cahaya, atau kecepatan superluminal tetapi kecepatan dunia itu adalah kecepatan seseorang untuk menemui TuhanNya, karena Dia Maha Jauh, Maha Tinggi, Maha Tidak Terjangkau dengan kekuatan sebesar dan sehebat apapun.

Nah, sekarang di dalam teori, kecepatan cahaya itu sama dengan 3.108km/s. maka apabila ada kecepatan yang melebihi dari itu : 3.10100 km/s, 3.101000 km/s, bahkan kecepatan 3.1010000000000000 km/s pun masih kalah dengan kecepatan orang yang berhadapan dengan Alloh istighroq (nol) selama 1 detik .(pahami masalah ini !)

karena 3.108km/s,3.10100 km/s, 3.101000 km/s, bahkan 3.1010000000000000 km/s pun ini masih ada jarak dan tenggang waktu, tapi orang yang berhadapan dengan Tuhan nya tidak butuh dengan jarak dan tenggang waktu tersebut, sebab kecepatan itu hanya satu titik sudah sampai, kita menuju kepada sang pencipta yang maha segalanya jauh tak terbatas waktu dan jarak. Jangankan jarak dengan Sang Pencipta, jarak antara langit 7 ini masih belum ada yang yang bisa mengukur.

Maka apabila orang itu berhadapan dengan Tuhannya, jagat dan seisinya ini akan mengecil. Kalau kita mau kembali kemasa pasti mampu, bahkan masa depanpun dapat dengan mudah kita lihat, jadi relativitas dilihat dari ilmu Wahidiyah sangat bisa, bahkan lebih hebat daripada relativitas yang ada sekarang. Karena bisa disini maksudnya karena Alloh sendiri yang menghendaki, karena Alloh sendiri yang Maha Bisa, sebab hakekatnya manusia tidak ada satupun yang bisa, yang bisa hanya Alloh yang Maha Bisa. Tidak mungkin manusia yang lemah dengan segala keterbatasannya bisa mengalahkan Tuhan yang memiliki kekuatan absolute tidak terbatas itu.

Dalam sejarah anak manusia Nabi Isa as mampu membangkitkan orang yang sudah mati, Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api yang membakarnya, Nabi Dawud mampu meluluhkan besi hanya dengan kedua tangannya, bahkan iblispun mampu bagaikan angin melalui jagad barat ke jagad timur hanya sesaat, Dajjalpun juga mampu menghentikan matahari. Siapakah semuanya itu ? dari mana ia berasal ? dan akhirnya kemana ?. Hanya hati yang jernih yang mampu merenung dan merasakan. Jadi siapakah hakikinya dibalik itu semua? Karena manusia hanya makhluk yang lemah tiada apa apa, tiada daya tanpa curahan rahmat dari-Nya.
Astronom Amerika Serikat (AS) memastikan, Asteroid 2011 MD akan mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi pada Senin pukul 01.14 dini hari (Selasa 28 Juni pukul 00.14 WIB). Asteroid ini nantinya berada 12.070 km di atas Antartika.

asteroid

Asteroid ini diperkirakan memiliki lebar 8,5-30 meter. Asteroid ini diketahui mendekati Bumi pada Rabu lalu melalui teleskop di New Mexico yang secara rutin mencari ‘rumah’ asteroid yang berada dekat Bumi. Untungnya, asteroid ini tak berpotensi membahayakan Bumi.

“Asteroid ini tak akan menghantam Bumi, namun ilmuwan akan menggunakan peristiwa ini untuk mempelajari benda angkasa itu menggunakan radar observasi,” papar astronom yang terkait program Asteroid Watch NASA.

Bahkan jika asteroid ini berhasil masuk atmosfer Bumi, asteroid tak akan sampai ke daratan, lanjutnya. “Asteroid ini berukuran panjang 10 meter. Asteroid yang memiliki ukuran kurang dari 25 meter akan hancur di atmosfer Bumi,” lanjut para ilmuwan lagi.
The Penny Black merupakan Perangko yang diterbitkan pertama kali di dunia pada th. 1840,
atas gagasan Sir Rowland Hill dari Inggris untuk memudahkan lalu-lintas pengiriman pos pada masa itu.
ciri khas prangko itu, yaitu permukaan kertas berwarna hitam dan mempunyai nominal one penny. Prangko ini diterbitkan Sir Rowland Hill, seorang pekerja Dinas Perpajakan Inggris pada 6 Mei 1840 di Inggris.

penny black

"Sebelum ada prangko, biaya pengiriman surat ditanggung si penerima.Cara ini kemudian dihentikan karena ada kejadian seorang yang dikirimi surat menolak menerima. Untuk menghindari kewajiban membayar, dibuatlah prangko," sampai dengan sekarang dan semakin termakan zaman dan berkurangnya penggunaan prangko pada pengiriman surat surat saat ini.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971