Senin, 27 Juni 2011

Maka apabila ada seseorang yang bisa kembali kepada Tuhannya dan masuk dalam wilayahNya, mustahil tidak ada yang bisa, karena orang itu langsung berhadapan dengan Alloh Yang Maha Bisa dan penulis pun akui bahwa tidak ada seseorang bisa melewati kecepatan cahaya, karena mustahil !, tapi disini yang hanya bisa melewati kecepatan cahaya yaitu "Rohani Manusia" bukan partikel hipotetik yang disebut Tachyon itu.

Jadi ada kecepatan yang melebihi kecepatan 10 x dari cahaya, 100 x dari cahaya, 1 juta x melebihi kecepatan cahaya. Maka logikanya apabila ada kendaraan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, pasti kendaraan itu akan terbakar habis, karena logika kecepatan dan masanya dari benda itu sangat tidak seimbang sehingga menimbulkan gesekan yang sangat panas dengan mediumnya dan pasti menimbulkan terbakarnya kendaraan tersebut.

Jadi orang yang menuju kepada Allah "jasad dan hati" orang itu akan terbakar semua ketika menggunakan kekuatan nol (istighroq) lupa dengan jasad karena ada kecepatan rohani yang melampaui batas kecepatan jasmani. Maka kendaraan rohani itulah yang melebihi kecepatan cahaya, tapi sayang kita tidak mampu untuk melewati itu. Wahidiyah membongkar ilmu pengetahuan dunia dengan kalimat sholawatnya yang sangat dasyat dan tak pernah terpikirkan di benak kita. Dengan kalimat :

"ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW-WANAFASIM-BI'ADADI MA'LUUMAATILLAAHI WAFUYUUDLOOTIHI, WA AMDAADIH"

Artinya :

"Yaa Alloh, yaa Tuhan Maha Esa, yaa Tuhan Maha Satu, yaa Tuhan Maha Menemukan, yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpakanlah sholawat, salam, barokah atas junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan atas Keluarga Baginda Nabi Muhammad pada setiap berkedipnya mata dan naik turunnya nafas, sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian serta kelestarian pemeliharaan-Nya."

Teori Kecepatan Rekasi vs Teori Relativitas

nuklir

Sekarang kenapa Albert Einsten kuat dalam pemikirannya ? pandai dalam bertafakkur? dan begitu hebat didalam penemuan fenomenalnya yang mengguncangkan dunia dan tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting sama sekali. Tak seorang pun --tentu saja tidak-- membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki.

Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak terhitung besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.

Akan tetapi ketika E = mc2k dan k=0 (konstanta) maka apa yang akan terjadi ? bisa dipastikan energi sebesar apapun jikalau dikalikan dengan 0 maka hasilnya adalah 0 dan tidak akan ada energi yang tercipta. Maka kekuatan 0 inilah yang menjadi dasar pijakan adanya teori kecepatan reaksi yang bisa memotong dan melumpuhkan dari kedasyatan dari ledakan nuklir. Hebat bukan ! jika di ilustrasikan nampak gambar sebagai berikut :

bom atom

Gambar : Ilustrasi Teori Kecepatan Reaksi


Teori ini pernah dilakukan oleh beliau Rosululloh Saw dalam perjalanan isro mi'roj dengan menggunakan kendaraan buroq yang dapat melebihi kecepatan cahaya., dengan perbandingan apabila ditempuh dengan kecepatan cahaya kurang lebih memakan waktu 2 tahun perjalanan itupun hanya sampai pada langit pertama saja, akan tetapi alangkah luar biasanya dengan kendaraan buroq itu hanya ditempuh dalam satu malam saja. Mustahil ! akal pasti menolak dengan adanya peristiwa yang sangat luar biasa itu, akan tetapi apabila diterima dengan hati yang bersih, tiada keragukan sedikitpun.

Makanya ilmu itu ada yang dapat dengan pendekatan ilmiah dan ada juga pendekatan secara rohaniah. Contoh yang umum adalah isro mi'roj sebab pendekatan ilmiah sulit dijangkau tetapi dari segi pendekatan rohani mampu dicerna. Berarti ini adalah kekuatan yang Maha Suci, mampukah yang Maha Suci diukur kekuatanNya ? karena absolute yang paling mutlak adalah Alloh yang maha segalanya. Dan ini tidak mampu dicerna oleh akal, makanya yang mampu untuk mencerna yang Maha Suci hanya hati yang iman penuh, lemah dan pasrah KepadaNya.

Mungkin muncul didalam benak pembaca bagaimana Rosululloh Saw menaiki buroq dengan jasadnya. Kenapa jasad Rosululloh tidak terbakar ? ada 2 alasan sudut pandang yang dapat dilihat dari segi ilmiah dan agama yang paling mendasar mengenai kenapa jasad Seorang yang paling dicinta itu tidak terbakar ?

Alasan pertama :

Karena kecepatan Rosululloh Saw dapat melebihi daripada reaksi yang harus ditimbulkan. reaksi panas dengan kecepatan Rosululloh Saw ini cepat Rosululloh Saw, jadi sebelum tersentuh sudah lolos, berarti kendaraan yang dipakai Rosululloh Saw melebihi kecepatan reaksi yang ditimbulkan karena reaksi panas ini masih ada tenggang waktu untuk bereaksi. Sedangkan kendaraan yang dikendarai Rosululloh Saw melebihi kecepatan reaksi. Reaksi panas, reaksi dingin, reaksi hampa udara ini dipotong dengan kecepatan reaksi yang dikeluarkan oleh kendaraan yang dikendarai Rosululloh Saw, jadi sebelum reaksi-reaksi tersebut membunuh, beliau sudah lolos dengan kendaraannya dengan melebihi reaksi-reaksi yang ditimbulkan.

Alasan ke dua :

Karena hampa udara, panas, dingin, matahari dan alam jagad semua, itu adalah Nurnya. Tidak ada yang mustahil bagi beliau untuk melakukannya.

Didalam Hadist Qudsi dikatakan :

"Jika tidak karena engkau (Muhammad), jika tidak karena engkau, sungguh Aku tidak akan menciptakan cakrawala"

Maka disinilah kita sama-sama tahu bahwa ada kecepatan yang memotong kecepatan reaksi ditimbulkan. Sebagai contoh kecepatan reaksi terdapat pada saat rokok menempel dikulit, sebelum panas rokok itu bereaksi dikulit ada jarak tenggan waktu sepersekian detik barulah bereaksi panas tersebut. Dengan adanya tenggang waktu tersebut itulah teori kecepatan reaksi memanfaatkan memotong kecepatan reaksi yang akan ditimbulkan. Dan teori ini sebenarnya sudah ada didalam Al-Quran yang dikatakan di surat Al-Anbiyaa' ayat 69

"kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim".

Dan diwaktu jasad Nabi Ibrahim dibakar, kecepatan api yang begitu hebat langsung dicounter dengan memotong kecepatan reaksi yang menghantarkan panas tersebut. Jadi nabi Ibrahim lolos dari reaksi yang ditimbulkan oleh panas tersebut.

Lalu bagaimana dengan ilmu wahidiyah ? adakah ilmu yang dasyat melebihi itu ? jawabannya ada !, kekuatan itu yang bersumber di istighroq dengan melalui pintu nol dengan metode yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, itulah kekuatan absolut tak terbatas. Maka apabila teori ini dikembangkan tidak mustahil bisa teori dasyat penjinak nuklir ini terwujud. Mudah-mudahan setelah ini muncul profesor-profesor wahidiyah yang bisa membongkar rahasia dasyat ini. Amin

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini