Minggu, 06 November 2011

Hari raya kurban merupakan momentum bagus untuk menilik kebelakang kisah orang orang yang ikhlas
mendermakan harta yang dimilikinya karena Allah, kisah nabi ibrahim As dan anaknya ismail yang dijadikan oleh Allah untuk dijadikan acuan rasa kecintaan dan ketaatan manusia pada sang penciptanya.

Itulah latar belakang hari raya kurban bagi umat muslim dunia.
Dan saat ini hari raya kurban dirayakan dengan tradisi menyembelih hewan kurban berupa hewan kambing dan sapi. buat mereka yang mampu tidak tanggung tanggung menyumbang sapi kurban yang paling gede, tapi semoga tradisi beda denganrasa ketaatan kepada Tuhan..bukan karena ingin dicap orang yang punya duit, orang yang dermawan atau orang yang selalu ingin menjadipusat perhatian orang banyak..atau terkadang bisa juga takut kalah gengsi dengan tetangga, teman lain yang selalu berkurban.


Tapi berkurbanlah karena hati, berkurbanlah dengan rasa ikhklas tanpa maksud apapun.
Dan berkurban tidak harus pada hari raya kurban saja, tapi bisa dilakukan kapan saja dan waktu kapanpun.
masih banyak saudara saudara kita yang kelaparan yang cacat tidak memiliki tempat tinggal, tanpa pendidikan tanpa harapan yang ada di lingkungan sekitar kita.

Lihat foto foto dibawah ini yang bisa dijadikan inspirasi dan semoga dapat membangkitkan rasa kepedulian kita terhadap sesamatanpa memandang unsur "SARA" suku agama dan ras..tanpa berkurbanlah karena kita sesama mahluk Allah SWT.



foto orang kelaparan





















Qian Hongyan itulah nama gadis kecil ini yang terpaksa menggunakan sebuah bola basket untuk menggantikan setengah tubuhnya, telah memberi inspirasi bagi jutaan orang dengan ambisinya untuk bertanding dalam kejuaraan berenang di olimpiade untuk orang cacat yang akan diadakan di London tahun 2012 nanti.


tubuh gadis kecil dari bola basket

Qian Hongyan berenang sekitar 2000 meter sehari dan berlatih dengan keras. Menurut pelatihnya Qian berlatih tanpa mengenal lelah dan tidak pernah mengeluh meskipun dia mengalami banyak kesulitan di awal latihan.

Bocah berumur 10 tahun itu mengalami kecelakaan saat dia berusia 3 tahun, sehingga dokter harus mengamputasi kakinya agar dia selamat. Keluarga Qiang tinggal di Zhuangxia, China tidak mampu untuk membayar kaki buatan yang modern dan berharga mahal, maka dari itu mereka menggunakan bola basket untuk menggantikan kaki anaknya.

Qian menggunakan bola basket dan sepasang sandal dari kayu untuk beraktifitas. Meskipun telah mendapat bantuan sehingga bisa mendapatkan kaki palsu Qian tetap lebih menyukai bola basket untuk menggantikan tubuh bagian bawahnya. Menurut Qian bola basket itu sangat membatu dia dalam berenang dan pada saat keluar masuk kolam.

Update :

Admin : Cybermales
Mengucapkan Selamat  Hari Raya Idul Adha Kepada Semua Saudara dan Saudari Muslim
Yang Selalu Setia Dan Berkunjung Di Blog ini. Semoga ketauladan dari Kisah Keluarga Nabi Ibrahim dan Ismail dapat dijadikan contoh buat kita semua, rela berkorban untuk ketaatan Kepada Allah  SWT walau
pengorbanan ini teramat berat unutk ukuran akal manusia..dan Buat saudara Muslim yang menunaikan haji
semoga menjadi haji yang mabrur...Amin

Sabtu, 05 November 2011

Perjalanan suci menuju Baitullah membutuhkan bekal yang cukup. Di samping bekal harta, ilmu pun merupakan bekal yang mutlak dibutuhkan. Karena dengan ilmu, seseorang akan terbimbing dalam melakukan ibadah hajinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih dari itu, akan terhindar dari berbagai macam bid’ah dan kesalahan, sehingga hajinya pun sebagai haji mabrur yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah.

baitullah

Berangkat dari harapan mulia inilah, nampaknya penting sekali untuk diangkat berbagai kesalahan atau bid’ah (hal-hal yang diada-adakan dalam agama) yang sekiranya dapat menghalangi seseorang untuk meraih predikat haji mabrur. Di antara kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:

Beberapa Kesalahan Sebelum Berangkat Haji

1. Mengadakan acara pesta (selamatan) dengan diiringi bacaan doa atau pun shalawat tertentu. Bahkan terkadang dengan iringan musik tertentu. Perbuatan semacam ini tidak ada contohnya dalam kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
2. Mengiringi keberangkatan jamaah haji dengan adzan atau pun musik.
3. Mengharuskan diri berziarah ke kubur sanak-famili dan orang-orang shalih.
4. Keyakinan bahwasanya calon jamaah haji itu selalu diiringi malaikat sepekan sebelum keberangkatannya, sehingga doanya mustajab.
5. Kepergian wanita ke Baitullah tanpa disertai mahramnya. Atau melakukan apa yang diistilahkan dengan ‘persaudaraan nisbi/semu’, yaitu menjadikan seorang jamaah haji pria sebagai mahram bagi si wanita dalam perjalanan hajinya (padahal pria tersebut bukan mahram yang sesungguhnya), yang kemudian dapat bermuamalah sebagaimana layaknya dengan mahramnya sendiri. Demikian pula ‘nikah nisbi/semu’, yaitu dinikahkannya seorang calon jamaah haji wanita (baik sudah bersuami atau belum) dengan calon jamaah haji pria, yang kemudian keduanya dapat bermuamalah sebagaimana layaknya suami-isteri. Tentu, yang demikian ini adalah kemungkaran yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
6. Melakukan perjalanan haji semata-mata bertujuan ingin ziarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
7. Melakukan shalat dua rakaat ketika akan berangkat haji.
8. Bersalaman bahkan berpelukan dengan seseorang yang bukan mahramnya menjelang keberangkatan ke tanah suci.

Beberapa Kesalahan Ketika Berihram dan Bertalbiyah

1. Melewati miqatnya dalam keadaan tidak berihram. Hal ini sering terjadi pada sebagian jamaah haji Indonesia kelompok kedua yang melakukan perjalanan dari tanah air (langsung) menuju Makkah. Mereka tidak berihram ketika melewati miqat (di atas pesawat terbang) dan baru berihram setibanya di Jeddah. Padahal kota Jeddah bukanlah miqat menurut pendapat yang benar.
2. Bertalbiyah bersama-sama dengan dipimpin seseorang di antara mereka.
3. Selalu dalam keadaan menampakkan pundak kanan ketika berihram (idhthiba’), padahal yang demikian itu hanya disunnahkan pada thawaf qudum.
4. Meninggalkan bacaan talbiyah dan menggantinya dengan tahlil dan takbir.

Beberapa Kesalahan Ketika Thawaf

1. Mengharuskan diri untuk mandi sebelum berthawaf.
2. Melafadzkan niat thawaf.
3. Mengangkat kedua tangan saat berisyarat kepada Hajar Aswad, seperti ketika takbiratul ihram dalam shalat.
4. Memulai putaran thawaf sebelum rukun Hajar Aswad.
5. Melakukan shalat tahiyyatul masjid sebelum thawaf.
6. Hanya mengelilingi bangunan Ka’bah yang bersegi empat saja dan tidak mengelilingi Hijr.
7. Melakukan jalan cepat (raml) pada seluruh putaran thawaf, padahal itu hanya dilakukan pada 3 putaran pertama dan itu pun khusus pada thawaf qudum saja.
8. Berdesak-desakan untuk mencium Hajar Aswad, yang terkadang sampai mendzalimi jamaah haji lainnya.
9. Mengusap-usap Hajar Aswad dalam rangka tabarruk (mengais berkah) dan berkeyakinan bahwa yang demikian itu dapat mendatangkan manfaat dan menolak bala.
10. Mencium dan mengusap-usap sebagian sudut Ka’bah atau keseluruhannya. Bahkan terkadang ada yang menarik-narik kiswah (kain penutup Ka’bah) untuk menyobeknya guna dijadikan jimat.
11. Membaca doa/dzikir khusus pada setiap putaran thawaf, karena yang demikian itu tidak ada tuntunannya dari baginda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
12. Berthawaf dalam keadaan bersedekap.
13. Keyakinan bahwasanya barangsiapa mampu menggapai dinding atas dari pintu Ka’bah, maka dia telah berhasil memegang Al-‘Urwatul Wutsqa, yaitu: لاَ Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِلاَّ اللهُ.
14. Berdesak-desakan untuk shalat (persis) di belakang maqam Ibrahim, karena dapat mengganggu jamaah lainnya yang sedang melakukan thawaf. Padahal diperbolehkan baginya untuk melakukannya walaupun agak jauh di belakang maqam Ibrahim.
15. Lebih parah lagi bila shalat setelah thawaf tersebut dilakukan lebih dari 2 rakaat.
16. Berdiri dan berdoa bersama seusai thawaf dengan satu komando. Lebih tragis lagi manakala doa itu dibaca dengan suara yang amat keras dan mengganggu kekhusyukan ibadah jamaah haji lainnya.

Beberapa Kesalahan Ketika Melakukan Sa’i

1. Berwudhu’ terlebih dahulu sebelum bersa’i, walaupun masih dalam keadaan suci.
2. Mengharuskan diri untuk naik ke Bukit Shafa dan menyentuhkan badan ke dindingnya.
3. Mengangkat kedua tangan sebagaimana layaknya takbiratul ihram sambil bertakbir tiga kali ketika berada di atas Shafa dan Marwah.
4. Berlari-lari kecil pada seluruh putaran di antara Shafa dan Marwah. Padahal yang dituntunkan hanyalah ketika lewat di antara dua tanda hijau saja.
5. Melakukan shalat dua rakaat seusai sa’i.

Beberapa Kesalahan ketika di Arafah

1. Mengharuskan diri mandi untuk menyambut hari Arafah.
2. Melakukan wuquf di Arafah pada tanggal 8 Dzul Hijjah dalam rangka ihtiyath (berhati-hati), atau karena adanya keyakinan bahwa hari Arafah itu pada tanggal 8 Dzul Hijjah sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian sekte sesat Syi’ah Rafidhah.
3. Melakukan wuquf di luar batas wilayah Arafah.
4. Meninggalkan pembicaraan (membisu) dan meninggalkan doa.
5. Masuk ke dalam kubah yang berada di atas Jabal Rahmah, lalu shalat padanya atau mengelilinginya (berthawaf) sebagaimana layaknya berthawaf di Ka’bah.
6. Berangkat dari Makkah ke Arafah sejak tanggal 8 Dzul Hijjah.
7. Keyakinan bahwa wuquf di Arafah pada Hari Jum’at merupakan haji akbar dan senilai dengan 72 kali haji.
8. Meninggalkan Arafah sebelum terbenamnya matahari tanggal 9 Dzul Hijjah.

Beberapa Kesalahan ketika di Muzdalifah

1. Tergesa-gesa saat beranjak dari Arafah menuju Muzdalifah.
2. Mengharuskan diri mandi untuk menginap di Muzdalifah.
3. Tidak segera melaksanakan shalat Maghrib dan ‘Isya saat tiba di Muzdalifah, bahkan sibuk mengumpulkan batu-batu kerikil.
4. Tidak menginap di Muzdalifah tanpa ada udzur syar’i.
5. Mengisi malamnya dengan shalat malam dan dzikir. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan malam tersebut untuk istirahat.

Beberapa Kesalahan ketika Melempar Jumrah

1. Mengharuskan diri untuk mandi sebelum melempar jumrah.
2. Mencuci batu kerikil terlebih dahulu sebelum dilemparkan.
3. Melempar jumrah dengan menggunakan batu besar, sepatu, dan lain sebagainya.
4. Keyakinan bahwa melempar jumrah itu dalam rangka melempar setan. Sehingga tidak jarang dari sebagian jamaah haji yang melemparkan benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti sandal, payung, botol, dsb, agar lebih menyakitkan bagi setan.
5. Berdesak-desakan (saling mendorong) jamaah haji yang lainnya untuk bisa melakukan pelemparan.
6. Melemparkan kerikil-kerikil tersebut secara sekaligus. Padahal yang dituntunkan oleh baginda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melemparkannya satu demi satu sambil diiringi takbir.
7. Mewakilkan pelemparan kepada orang lain, padahal ia mampu untuk melakukannya.

Beberapa Kesalahan Ketika Menyembelih Hewan Kurban dan Bertahallul

1. Enggan untuk menyembelih hewan kurban yang merupakan kewajiban untuk haji Tamattu’-nya, dan lebih memilih untuk bershadaqah senilai harga hewan kurban tersebut.
2. Menyembelih hewan kurban untuk haji tamattu’ di Makkah sebelum hari nahr (tanggal 10 Dzulhijjah).
3. Mencukur dari sebelah kiri, atau menggundul/mencukur sebagian kepala saja bagi laki-laki.
4. Melakukan thawaf di seputar masjid yang berada di dekat tempat pelemparan jumrah.
5. Tidak melakukan sa’i setelah thawaf ifadhah dalam haji tamattu’.

Beberapa Kesalahan Ketika Thawaf Wada’

1. Meninggalkan Mina pada hari nafar (12 atau 13 Dzulhijjah) sebelum melempar jumrah dan langsung melakukan thawaf wada’, kemudian kembali ke Mina untuk melempar jumrah. Setelah itu mereka langsung pulang ke negara masing-masing. Padahal semestinya, thawaf wada’-lah yang merupakan penutup dari seluruh manasik haji.
2. Berjalan mundur seusai thawaf wada’, dengan anggapan sebagai tanda penghormatan terhadap Ka’bah.
3. Membaca doa-doa tertentu yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai “ucapan selamat tinggal” terhadap Ka’bah.

Beberapa Kesalahan ketika Berada di Kota Madinah

1. Meniatkan safar untuk menziarahi makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal niat yang benar adalah dalam rangka mengunjungi Masjid Nabawi dan shalat di dalamnya.
2. Menitipkan pesan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui jamaah haji dan para penziarah, agar disampaikan di kuburan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih aneh lagi disertai foto/KTP yang bersangkutan.
3. Adanya praktik-praktik kesyirikan yang dilakukan di kuburan Nabi, antara lain:
Menyengaja shalat dengan menghadap ke kubur.
Bertawassul atau meminta syafaat kepada beliau secara langsung.
Mengusap-usap dinding kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ngalap berkah, yang tidak jarang disertai dengan tangisan histeris.
Berdoa secara langsung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mencukupi kebutuhannya.
4. Meyakini bahwa ziarah ke kubur Nabi merupakan bagian dari manasik haji.
5. Keyakinan bahwa haji seseorang tidaklah sempurna tanpa menetap di Madinah selama 8 hari untuk melakukan shalat wajib selama 40 waktu, yang diistilahkan dengan “Arba’inan” [1].

Beberapa Kesalahan Setiba Di Kampung Halaman

1. Memopulerkan gelar ’Pak Haji’ atau ‘Bu Haji’. Sampai-sampai ada yang marah/tersinggung bila tidak dipanggil dengan panggilan tersebut.
2. Merayakannya dengan aneka pesta sambil diiringi shalawat Badar dan yang sejenisnya.
3. Meminta barakah kepada orang yang pulang haji, dengan keyakinan bahwa para malaikat sedang mengelilinginya.


Sumber Bacaan :

1. At-Tahqiq wal-Idhah Lilkatsir Min Masa`ilil Hajji wal Umrah waz Ziyarah, karya Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
2. Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Kama Rawaha ‘Anhu Jabir radhiyallahu ‘nhuma, karya Asy-Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani.
3. Manasikul Hajji Wal ‘Umrah, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
4. Al-Manhaj limuridil ‘Umrah wal Hajj, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
5. Shifat Hajjatin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu.
6. Dalilul Haajji wal Mu’tamir wa Zaairi Masjidr Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Majmu’ah minal Ulama’, terbitan Departemen Agama Saudi Arabia.
7. Mu’jamul Bida’, karya Asy-Syaikh Ra`id bin Shabri bin Abi Alfah.

[Dinukil dari Majalah Asy-Syari’ah vol. III/No.27/1427 H/2006]

Semoga bermanfaat jika ada kekeliruan dan kesalahan pada Allah SWT bermohon ampun dan jika ada tambahan mohon dikoreksi.

Pada perayaan Idul Adha tahun ini Presiden Republik Indonesia Susilo BambangYudhoyono  menyerahkan hewan kurban.Yang cukup menarik, salah satu hewan yang akan dikurbankan adalah sapi istimewa yang dipesan khusus dari peternak asal Kota Pasuruan,Jawa Timur.


sapi rambo kurban SBY

Namanya sapi rambo jenis sapi simental atau sapi mental ukuran jumbo, Disebut istimewa karena sapi jantan ini memiliki bobot sekitar 1,2 ton sampe 1,4 ton.Dengan panjang 285 cm dan tinggi 180 cm,sapi yang diberi nama Rambo ini di pasaran seharga sekitar Rp50 juta.Sapi berbadan besar ini merupakan sapi simental, yakni tipe sapi perah dan pedaging asal Swiss. ”Sapi jantan berusia empat tahun ini memilik gen terbaik,” ujar Suhadi,peternak yang memelihara Rambo.

Menurut dia,tidak sembarang sapi ternak yang bisa memenuhi kriteria Istana Negara sebagai hewan kurban.Selain sehat, sapi pilihan ini harus memiliki berat tubuh minimal 1,2 ton. ”Persyaratannya memang tidak mudah,”kata Suhadi di Pasuruan kemarin. Dia mengaku sudah dua kali menerima pesanan ternak untuk kurban dari Istana.

Tahun lalu,kata dia,Presiden SBY juga memesan sapi darinya.Saat itu sapi Rambo 1 seberat 1,2 ton dibeli Presiden. Setelah dicermati,sapi Rambo 1 ternyata merupakan sapi terbesar dibandingkan hewan kurban lainnya.Atas dasar itu,dia dipercaya untuk kembali memasok hewan kurban tahun ini. Menurut Suhadi,tidak dibutuhkan perlakuan khusus untuk merawat sapi simental.

Bahkan,urusan pakan juga tidak sulit alias tidak memerlukan rumput kualitas super.”Pakannya biasa. Jerami saja mau,”ujarnya. Lalu,bagaimana bisa mendapatkan ukuran superbesar tersebut? Suhadi menuturkan, sapi simental pada dasarnya adalah sapi tipe besar,memiliki volume rumen yang besar,dan voluntary intake(kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi.

Namun untuk mendapatkan sapi berkualitas super,diperlukan ketelitian dalam memilih bibit unggulan, yakni berasal dari indukan atau gen yang memenuhi syarat. Menurut dia,sapi harus memiliki struktur tulang yang kuat dan bagus,kaki kuat, serta bentuk badan yang seimbang.”Dengan struktur tubuh yang bagus sejak kecil, dia akan bisa berkembang dengan bagus pula,”jelas Suhadi.

Dia menambahkan,sapi simental pesanan Istana ini dikirim bersamaan dengan pesanan Kodam Jaya,Jakarta. ”Kodam Jaya memesan 25 ekor sapi putih untuk didistribusikan di wilayah kerjanya,”kata Suhadi. Tidak salah jika SBY memilih peternak dari Pasuruan. Selama ini,kawasan Tapal Kuda dikenal memiliki peternak-peternak sapi andal.

Pada lomba sapi di Kabupaten Bondowoso,Juli 2011 lalu,juga ditemukan sapi seberat 1.250 kg milik H Syukur,dari Grujugan.Sapi ini merebut juara pertama kategori Kereman pada kontes ternak yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, Jatim.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971