Rabu, 01 Juni 2011

Ada perbedaan mendasar antara batik Jogja – Solo dengan batik Pekalongan, jika batik Jogja-Solo mempunyai filosofi – religius, maka batik Pekalongan seperti juga batik pesisir lainnya secara umum lebih bersifat komoditi.  
Riwayat batik Pekalongan sendiri tak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya Belanda, China, dan Arab karena letak geografisnya yang menjadi salah satu kota perdagangan. Di Pekalongan juga pernah tinggal beberapa maestro batik Indo Belanda yang terkenal antara lain : Lien Metzelaar, Caroline Josephine von Franquemont serta yang paling populer: van Zuylen bersaudara, Eliza dan Carolina
Tingginya permintaan pada batik Indo Belanda pada masanya melahirkan tiruan yang biasanya diberi markingm d’, singkatan dari ‘model dari’, contohnya m.d Van Zuylen. Bahkan ditemukan marking yang menggunakan nama ‘Van Zuilen’ (menggunakan huruf ‘i’ bukan ‘y’ pada batik copy karya Van Zuylen.

Selain itu, Pekalongan terkenal karena motif Batik China Peranakannya terutama yang berasal dari Kedoengwoeni, salah satu Kecamatan di Pekalongan. Istilah China Peranakan lahir dari Orang-orang China yang tinggal, menetap serta berbaur dengan penduduk asli bahkan ada yang pelakukan perkawinan budaya dan melahirkan keturunan yang disebut China Peranakan. 
Mereka melakukan kebiasaan setempat termasuk dalam berpakaian. Inilah yang menyebabkan munculnya kreasi batik yang berasal dari budaya China. Maestro batik Cina Peranakan yang menonjol antara lain : Liem Hok Sien, Liem Boen Tjoe,Liem Boen Gan, The Tie Siet, Oey Soen King dan Oey Soe Tjoen.





Jenis batik yang dibuat oleh orang-orang China peranakan pada mulanya menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos China seperti naga, burung hong, kura-kura, kilin serta ragam hias berbentuk mega dengan warna merah atau merah dan biru. Berbeda dengan batik Jawa yang banyak memakai pewarna alami yang agak berat seperti soga, kayu tingi, akar pace dan sebagainya, batik peranakan banyak menggunakan warna primer (merah,biru,hijau dan sebagainya) dari pewarna kimia buatan.

Pada masa penjajahan Belanda, motif bunga mendominasi batik China Peranakan dan melahirkan istilah Batik Buketan yang berasal dari kata bouqet (Belanda/Perancis) Motif khas batik peranakan lainnya diantaranya adalah jlamprang dan lokcan. Sedangkan Interaksi kaum Cina peranakan dengan batik tradisional melahirkan Batik Tiga Negeri. Batik Tiga Negeri dikenal lewat warnanya yang terdiri dari tiga bagian: biru, coklat/sogan, dan merah. Disebut Batik Tiga Negeri karena pembuatan batik ini dilakukan di tiga tempat yang berbeda. Biru di Pekalongan, Merah di Lasem, dan Sogan di Jogja -Solo.

Karya terbaik dari Batik Pekalongan lainnya adalah Batik (Jawa) Hokokai. Motif Hokokai merupakan batik yang dibuat pada masa penjajahan Jepang tahun 1942-1945. Jenis batik ini mengambil nama dari organisasi bentukan pemerintah militer Jepang, yaitu Jawa Hokokai




Batik Hokokai dihasilkan dengan teknik tulis. Batik ini berupa kain panjang yang dipola pagi-sore (satu kain dua corak) sebagai solusi kekurangan bahan baku kain katun di masa itu. Warna yang lebih gelap biasanya dipakai di bagian luar untuk pagi dan siang hari, sementara bagian yang berwarna pastel dipakai pada acara malam hari. Motif yang dominan ditampilkan adalah kupu-kupu dan kuncup bunga dengan latar belakang corak Jawa tradisional, seperti parang, kawung, dan sidomukti.
Mengingat saat-saat yang baik dan melupakan hal yang buruk adalah kunci menuju kebahagiaan, menurut sebuah studi terbaru. Para peneliti menemukan bahwa orang dengan ciri-ciri kepribadian yang memungkinkan mereka bernostalgia tentang masa lalu memiliki kepuasan hidup lebih tinggi daripada mereka yang membesar-besarkan atau memikirkan kegagalan mereka.

nostalgia

Mereka menemukan bahwa orang-orang ekstrovert memiliki kemampuan terbaik untuk melakukan hal ini sedangkan mereka dengan kecenderungan neurotik adalah yang terburuk.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences, menunjukkan bahwa pandangan memiliki pengaruh yang kuat tentang kebahagiaan secara keseluruhan dibandingkan pengalaman dan kekayaan.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa dengan mengubah sifat tertentu, bukan seluruh kepribadian, individu bisa menaikkan tingkat kebahagiaan mereka.

Para peneliti di San Francisco State University melihat ciri-ciri kepribadian dan tingkat kebahagiaan relatif dari 750 relawan mahasiswa.

Tes kepribadian terstandar digunakan untuk melihat bagaimana hal itu berhubungan dengan pandangan mereka dan kepuasan hidup.

"Kami menemukan bahwa orang yang sangat ekstrovert lebih bahagia dengan kehidupan mereka karena mereka cenderung untuk memegang pandangan nostalgia positif dari masa lalu dan kurang memiliki pikiran negatif dan penyesalan, kata penulis studi Profesor Ryan Howell, seorang psikolog di San Francisco State University.

"Orang-orang yang tinggi skala neurotiknya pada dasarnya memiliki pandangan berlawanan tentang masa lalu dan kurang bahagia."

"Ini adalah berita baik karena walaupun mungkin sulit untuk mengubah kepribadian Anda, Anda mungkin dapat mengubah pandangan Anda tentang waktu dan meningkatkan kebahagiaan Anda," kata Prof Howell.

Para penulis berpendapat bahwa "menikmati" kenangan indah atau "reframing" pengalaman masa lalu yang menyakitkan dalam cahaya yang positif bisa menjadi cara yang efektif bagi individu untuk meningkatkan kepuasan hidup mereka.

Sejumlah penelitian selama 30 tahun terakhir telah menunjukkan bahwa kepribadian merupakan prediktor kuat kepuasan hidup seseorang.

Temuan terbaru itu membantu menjelaskan alasan di balik hubungan ini.
Menurut kitab Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan Neraka Jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala api yang sangat dahsyat gemuruhnya, hingga semua umat menjadi berlutut karena tak sanggup menahan ketakutannya.

air mata takut kepada Allah

Allah S.W.T berfirman, “Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.” (Surah al-Jatsiyah ayat 28)

Ketika mereka menghampiri neraka, mereka mendengar gemuruh api neraka yang suaranya sudah dapat mulai didengar sejarak 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang, bahkan para nabi sekalipun akan berucap, “Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah), kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, “Umatku, umatku.”

Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, “Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali.”

Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak segera kembali, lalu malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W

Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. “Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu. Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. “Wahai Jibril, Apakah air itu?”

Maka Jibril berkata, “Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.

Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”

Dalam sebuah kitab Daqa’iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, “Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut
kepada-Mu.”

Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.”

Sungguh telah bersabda Rasulullah S.A.W, ” Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ada lagi air mata.”
Sungguh Adil Allah Segala kekuasaan Nya.
Pendidikan formal di Tiongkok kuno sebagian besar berdasarkan pada Konfusianisme. Ketika Konfucu memberikan ceramah di Xingtan (harfiah diterjemahkan sebagai Altar Apricot), ia mempunyai 3.000 murid. Konfusianisme adalah dikatakan berdasarkan atas ceramah-ceramah Konfucu dan ini berfungsi sebagai asal dari pendekatan Konfucu dalam mengajar.

cara belajar dari tiongkok

Dong Zhongshu (179 SM - 104 SM), seorang sarjana kekaisaran berpengaruh selama Dinasti Han, mempromosikan ajaran Konfucu secara luas melewati semua ideologi yang lain, sehingga ajaran Konfucu adalah ideologi dominan pada saat itu.

Selama Dinasti Sui (580-618) dan Tang (618-907), sistem ujian kekaisaran menekankan pada studi ajaran Konfucu, secara bertahap membawanya ke puncak, dan pengaruhnya terhadap pendidikan Tiongkok klasik berlangsung selama berabad-abad.

Sebagai inti dari metode pengajaran formalnya, ideologi Konfucu adalah sistem pemikiran-pemikiran mendalam yang mencakup aspek-aspek luas dari kehidupan sosial dan spiritual pada zaman kuno. Dalam "Pembelajaran Besar," Konfucu menulis, "Orang-orang yang berkultivasi, keluarga mereka diatur. Keluarga mereka sedang diatur, negara mereka sudah pada tempatnya diatur, seluruh kerajaan dibuat tenang dan bahagia."

Dididik dibawah filsafat seperti ini, orang-orang Tiongkok kuno menekankan pada kultivasi moralitas, memelihara keluhuran karakter dan menghormati langit dan bumi. Orang-orang menerima bahwa kehidupan ditakdirkan mengikuti jalurnya dan bahwa dengan mengkultivasi karakter moral, seseorang akhirnya akan mencapai kebahagiaan dan pikiran yang tenang serta pandangan ke depan yang sehat terhadap kehidupan duniawi, surgawi, dan nilai-nilai sosial.

Akar dari Ajaran Konfucu terdiri dari "kebajikan, kebenaran, ketekunan, kebijaksanaan, kesetiaan." Banyak sifat-sifat baik, seperti kesetiaan, berbakti kepada orangtua, keberanian, kejujuran, keterbukaan, kebenaran, kerajinan, dll. adalah berasal darinya. Konfucu secara efektif mengatur semua lapisan masyarakat Tiongkok kuno, dan mendefinisikan standar dan nilai-nilai untuk menjadi orang baik.

Kebajikan dan kesopanan adalah nilai-nilai inti Konfusianisme. Dengan mempertahankan pemikiran kebajikan, orang-orang secara alami menjadi budiman. Tanpa kesopanan, tidak akan ada kesetiaan atau loyalitas. Tanpa kesetiaan, tidak ada yang dapat dibentuk.

Budaya tradisional Tiongkok berakar mendalam di dalam Ajaran Konfusius, Buddhisme, dan Taoisme. Konfusius fokus pada "memasuki dunia fana," sedangkan Buddhisme dan Taoisme memfokuskan pada "melampaui duniawi fana." Karena ia berinteraksi dengan masyarakat sehari-hari, ajaran Kunfucu memiliki dampak terbesar bagi masyarakat manusia, atau dunia fana.

Di Tiongkok kuno, pendekatan Konfucu dalam mengajar sangat efektif karena bukan hanya membentuk banyak individu sangat unggul, tapi juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi dan budaya. Tanpa pendekatan ajaran Konfucu dalam pengajaran, sejaran Tiongkok tidak akan mempunyai Dinasti Tang yang luar biasa atau keelokan Dinasti Song atau Dinasti Ming dan Qing yang bersemangat. Artinya, kebudayaan tradisional Tiongkok tidak akan pernah ada jika bukan karena ajaran Konfucius.

Selama Dinasti Han (206 SM - 220) dan Dinasti Jin (265-420), sistem ujian kekaisaran masih belum terbentuk, namun ada sistem rekomendasi untuk mencalonkan orang-orang yang berpendidikan baik dari latar belakang yang baik untuk mengisi jabatan-jabatan penting di pemerintahan. Orang-orang itu biasanya dari keluarga kaya dan berpengaruh. Namun, jika seseorang tidak berpendidikan, tidak peduli bagaimana status keluarganya, ia tidak akan bisa direkomendasikan.

Didirikan selama Dinasti Sui dan Tang, sistem ujian kekaisaran memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat umum untuk menduduki jabatan pemerintahan. Banyak orang berpendidikan dengan latar belakang sederhana memperoleh jabatan-jabatan peringkat tinggi di pemerintahan. Banyak kisah sukses orang-orang yang "memulai dari bawah" masih diceritakan sampai hari ini.

Meskipun orang-orang yang di atas merupakan minoritas, tapi mereka yang dididik di bawah ideologi yang sama itu memegang peranan penting dalam masyarakat. Secara keseluruhan, yang berpendidikan sangat dihormati dan merupakan pilar utama dalam masyarakat Tiongkok.

Beberapa dari mereka mulai membuka sekolah-sekolah; memberikan saran-saran strategis bagi para penguasa; mempraktekkan pengobatan; menjadi seniman. Di Tiongkok kuno, strata pendidikan masyarakat mempunyai dampak besar pada masyarakat melalui pemikiran dan perbuatan mereka. Nilai sistem mereka berperan penting dalam menjaga stabilitas.

Karakteristik unik lain dari metode pengajaran Tiongkok kuno adalah buku teks utama tidak berubah selama ribuan tahun. Tidak peduli bagaimana dinasti berubah, yang klasik tetaplah sama.

Dinasti dan masyarakat bisa berubah, tapi Tao tidak akan pernah berubah. Inilah sebabnya mengapa Konfusius berlangsung selama ribuan tahun. Tidak peduli seseorang lahir di dinasti mana, dia akan selalu menerima pendidikan yang sama yang dipandu oleh idealisme-idealisme ortodoks.

Teks-teks klasik adalah esensi dari kebudayaan tradisional Tiongkok. Orang-orang mulai mempelajarinya pada usia yang sangat muda. Banyak orang mampu membaca ayat-ayat dari "Pembelajaran Besar," "Doktrin Tengah," "Analek Konfucius" dan "Buku pujian."

Namun, di China modern mayoritas sarjana dan siswa sekolah telah kehilangan hubungan mereka dengan buku-buku ini, yang mana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warisan mereka.

Di Tiongkok kuno, tujuan pendidikan adalah mengetahui keberadaan Tao, menjadi manusia. Pondasi ini menyediakan bimbingan yang benar bagi sepanjang kehidupan seseorang, dan seseorang akan menyadari Tao pada tingkat yang lebih mendalam melalui praktek Tao dalam kehidupan sehari-hari.

Maka tidak salah peribahasa tuntutlah ilmu sampai negeri china.
Masih inget nama Melinda Dee, ada kabar ternyata dia menderita dua penyakit yang cukup berat. Berdasarkan laporan harian pelayanan kesehatan RS Polri, dia menderita hipertensi berat dan radang Payudara (sikatrik mammae mastitis ).

melinda dee

Malinda kini ditangani tim dokter bedah plastik. Saat ini, dia dirawat di ruang Cenderawasih I Kelas I, Rumah Sakit Polri, Jakarta. Malinda diketahui menggunakan silikon untuk memperbesar payudaranya.

"Keadaan terakhir Melinda saat ini sedang diperiksa dengan keadaan sakit peradangan pada payudara. Penyebabnya karena kondisi fisiknya drop, kurang merawat sehingga terjadi infeksi payudara,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Dokter Kepolisian RS Polri, Komisaris Besar Polisi Ibnu Hadjar di RS Polri, Jakarta, Selasa, 31 Mei 2011.

Pihak rumah sakit, mendapatkan permohonan dari Bareskrim Mabes Polri untuk menangani Malinda. "Sejak itu kami langsung membentuk tim dokter bedah plastik untuk menangani Malinda,”

Melinda Dee merupakan tersangka kasus penggelapan dana nasabah Citibank. Jumlahnya mencapai Rp17 miliar lumayan bukan kekayaannya aja yang membengkak tapi payudaranya juga membengkak.

Hal yang umum pada semua tersangka korupsi di indonesia, selalu menggunakan kata SAKIT dalam penjara, lagu lama rekaman baru istilah topnya. gak seperti diluar hukum keras untuk semua kasus dan pelakunya.

Yang kasian kadang maling ayam emang sakit tapi gak diperlakukan seperti pelaku korupsi, bener bener sakit di telantarkan saja dipenjara kadang sampe meninggal. karena maling ayam gak punya pengacara yang bisa mencari celah celah keringanan hukuman...duh malangnya

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971