Jumat, 01 Juli 2011


Bahan Membuat Dodol Garut :

    * Tepung ketan 500 gram
    * Tepung beras 50 gram
    * Garam 1/2 sendok teh
    * Gula merah 250 gram
    * Gula pasir 250 gram
    * Santan cair 750 ml dari 1/2 butir kelapa
    * Santan kental 250 ml dari 1 butir kelapa

Cara Membuat Dodol Garut :

    * Campur tepung ketan, tepung beras dan garam. Sisihkan
    * Masak gula merah, gula pasir dan santan cair. Saring
    * Masukkan ke dalam campurna tepung ketan. Aduk terus hingga menjadi bubur.
    * Tuang santan kental sedikit demi sedikit. Aduk terus hingga kental dan keluar minyak. Angkat.
    * Cetak dalam loyang. Dinginkan dan potong potong.

Untuk 40 bungkus
resep wingko babat

Resep Jajan Pasar Wingko Babat

Bahan I :

    * Tepung Ketan, 250 gram
    * Kelapa sedang, 1 butir, parut memanjang
    * Gula pasir, 175 gram
    * Garam, secukupnya
    * Vanili bubuk, 1/2 sendok teh
    * Air hangat, 100 ml
    * Margarin secukupnya, untuk olesan

Cara membuat Wingko Babat :

   1. Campur kelapa, gula, garam, vanili, dan air hangat hingga rata. Uleni hingga gula larut.
   2. Tambahkan tepung ketan sambil terus diaduk hingga rata.
   3. Panaskan cetakan kue lumpur atau pan dadar anti lengket. Olesi cetakan dengan margarin.
   4. Tuang adonan wingko secukupnya, masak di atas api kecil hingga matang dan kecokelatan sambil sesekali dibalik, angkat. Sajikan.

Untuk 16 buah Wingko Babat
Kita tahu dunia adalah ladang tempat untuk menanam, apabila kita menanam kebaikan maka di akherat kebaikan pulalah yang kita petik, dan apabila apabila kita menanam keburukan maka di akherat keburukanlah yang kita dapat.

sombong

Pasti semua tidak ingin hidup yang hanya sekali ini tidak berarti Kita ingin surga? Maka tanamanlah bibit-bibit surga di dunia

Jangan berhandai-handai kita akan masuk surga, jikalau bibit-bibit surga tidak kita tanam di dunia

Ingat… !!!

  • di surga tidak ada orang sombong,
  • di surga tidak ada orang hasud,
  • di surga tidak ada orang bangga,
  • di surga tidak ada orang yang saling fitnah menfitnah,
  • di surga tidak ada iri hati maupun dengki, dan
  • di surga tidak ada merasa aku paling baik,

Berbeda di neraka, kebalikan dari surga, merasa sombong, banyak hasud, merasa bangga saling fitnah menfitnah,saling iri hati maupun dengki, dan saling merasa aku paling baik!

Maka jangan berhandai-handai mati lalu masuk surga,TIDAK!

Mari sejenak kita merenung, bibit-bibit manakah yang kita tanam sekarang? sudahkah bibit-bibit surga itu kita tanam didalam hati kita? Atau malah sebaliknya bibit-bibit nerakalah yang kita tanam didalam hati kita?

Rasulullahpun pernah bersabda :

"Tidak akan masuk sorga orang yang dalam lubuk hatinya ada rasa sombong, sekalipun hanya sekecil dzarrah/ atom"


Ada sebuah kisah hikmah yang bisa kita ambil berikut :

Suatu saat ada ulama besar yang terkenal ahli mukasyafah (tahu isi hati orang lain), saat itu ada beberapa ulama bertamu kepada ulama besar itu.

Satu demi satu ulama yang bertamu itu di persilahkan masuk, akan tetapi ada ulama satu yang dibiarkan begitu saja tidak boleh masuk kedalam rumahnya, akhirnya setelah semua ulama pulang tibalah ulama itupun dipanggil, dan setelah duduk berhadapan ulama ahli mukasyafah itu, si ulama ahli mukasyafah itu tidak menoleh dan menghiraukan sama sekali.

Ulama yang bertamu itu hanya bisa diam seribu bahasa, tanpa berani berbicara, akhirnya ulama itu sedikit memberanikan diri untuk berbicara kepada ulama ahli mukasyafah itu.

"Wahai Syeihk, mengapa sekian lama engkau diam, tidak menghiraukanku? apakah aku ini orang jahat? Apakah perbuatanku jelek? atau amal-amalku busuk? ataukah engkau takabur merasa lebih mulia, lebih terhormat dan lebih baik daripada aku?" Tanya ulama yang bertamu itu

Akhirnya ulama ahli mukasyafah itu itu berkata

"Bukan begitu wahai kyai, aku diam membiarkanmu bukan karena aku sombong merasa lebih baik, takabur merasa lebih mulia daripada kamu, akan tetapi aku tidak menghiraukan engkau karena aku kasihan kepadamu, aku diberitahu Allah dengan keadaanmu sesungguhnya, makanya aku ingin berbicara 4 mata denganmu!"

"Maksdunya Syeihk?" Tanya heran ulama yang bertamu itu

"Kita sama-sama tahu bahwa dunia ini adalah tempat menanam dan kelak hasilnya akan dipetik setelah kita meninggalkan dunia kelak"

Lanjut ulama ahli mukasyafah itu

"Aku tahu dirimu itu adalah orang ulama, punya santri ribuan, kamu sudah terkenal seantero negeri ini, orasi-orasimu itu bisa menimbulkan semangat berjuang bagi siapa saja yang mendenganr, dan aku juga tahu bahwa kamu adalah ahli ibadah, puasa sunnahmu tidak pernah lepas, sholat malammu selalu terjaga, kepada fakir miskin engkau juga sangat perhatian" jawab ulama ahli mukasyafah itu

"lantas apa kesalahanku wahai Syeihk?" Tanya heran ulama itu

"tapi sayang tamanmu itu gersang, ladangmu itu tandus, akbitnya tanaman yang engkau tanam tidak akan panen di akherat kelak"

Terkagetlah ulama itu "Mengapa seperti itu Syeihk?"

"Iya, sebab yang engkau tanam di dunia itu adalah tanah gersang, tanah yang tandus, bukan tanah yang subur, sehingga tanaman yang kau engkau tanam itu sia-sia tidak tidak berbuah apapun"

"Lantas yang dimaksud tanah yang tandus itu apa wahai Syeihk?" Tanya ulama itu

"Kau tahu bahwa hatimu adalah ladang, ladang untuk menanam bibit kebaikan, tapi sayang ketika kamu menanam bibit kebaikan itu, pada saat kau menanam itu hatimu jahat, suka menggunjing orang lain, suka merendahkan orang lain, suka meremehkan orang lain, dan suka menfitnah orang lain, dan suka mengadu domba orang lain, maka pada saat itu bibit-bibit kebaikanmu tidak tumbuh, bibit-bibit surgamu itu mati karena saat itulah akan terhapus amal-amalmu"

Lanjut ulama ahli mukasyafah itu

"Dan tanaman yang bersamaan yang engkau tanaman itu ada penyakit ujubnya"

"Dimana ujub itu wahai Syeihk?"

"Ketika kamu menjadi kyai bangga, kamu menjadi orang baik bangga, kamu dihormati banyak orang bangga, maka banggamu itulah yang menghapus semua amalmu yang kau tanam saat itu juga"

Ingat Rasulullah pernah bersabda "Banggamu itu akan menghapus amalmu 70 tahun!" (HR. Dailami)

Setelah mendapat teguran keras, menangislah ulama itu sejadi-jadinya, sambil berkata

"Ternyata akulah orang yang paling hina, ternyata akulah orang yang paling rendah dan berlumuran dosa, akupun tak pantas masuk dalam surgamu, apalagi bertemu denganMu"

"Yaa Allah ampunilah dosa-dosa hambamu yang lemah dan hina ini, biarpun aku masuk neraka, jangan Kau lepas kasih sayangMu untukku".
Ubun Ubun itulah klo kita denger ucapan jika melihat bayi kecil yang baru lahir, wah ubun ubunnya masih lembut, tahu kenapa dan mengapa ada ubun ubun..??

ubun ubun

Menurut visual otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun). Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16). Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”

Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.
Jadi selalau berucap doa dan berilah doa pada bayi yang ubun ubunnya masih lembut semoga berkah ridho dan perlindungan ALLAH selalu menyertainya hingga dewasa.
bahaya tidur pagi

Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh barakah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Ingatlah bahwa orang-orang sholeh terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur bahawa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan”.

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

1. Tidur ketika perlu tidur.
2. Tidur di awal malam – ini lebih manfaat daripada tidur lewat malam
3. Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan petang. Apatah lagi pada waktu pagi dan petang sangat kurang manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu Asar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai solat subuh hingga matahari terbit. Kerena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang soleh. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mahu tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian kerana waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI

[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rezeki.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

sumber: Dunia Islam.

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971