Jumat, 19 September 2014

Situs megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat boleh dibilang memiliki keunikan sekaligus menyimpan banyak rahasia peradaban umat manusia didunia. Dinamakan Gunung Padang, karena kata dari “Padang” berasal dari beberapa suku kata, yaitu:

• Pa = Tempat
• Da = Besar/Gede/Agung/Raya
• Hyang =Eyang/Moyang/Biyang/Leluhur Agung

Bisa jadi arti kata Padang jika diartikan adalah Tempat Agung para Leluhur atau dengan kata lain, "Tempat para Leluhur Agung". Situs Megalitikum Gunung Padang ini diperkirakan dibangun pada 2.000 SM atau sekitar 2.800 tahun sebelum Candi Borobudur dibangun. Terletak di sebuah kawasan diantara Cianjur bagian Utara & Cianjur bagian Selatan, sekitar 25 km sebelah selatan barat daya dari kota Cianjur.

situs gunung padang

Situs Gunung Padang pertama kali dilaporkan keberadaannya oleh peneliti kepurbakalaan zaman Belanda: NJ. Krom. Laporan pertama tentang Gunung Padang muncul dalam laporan tahunan Dinas Purbakala Hindia Belanda tahun 1914 (Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie). NJ. Krom tidak melakukan penelitian mendalam atasnya, hanya menyebutkan bahwa situs ini diperkirakannya sebagai sebuah kuburan purbakala. Situs ini kemudian dilaporkan kembali keberadaannya pada tahun 1979 oleh penduduk setempat kepada pemilik kebudayaan dari pemerintah daerah. Sejak itu, situs ini telah diteliti cukup mendalam secara arkeologi meskipun masih menyisakan berbagai kontroversi. Para ahli arkeologi sepakat bahwa situs ini bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914), tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan.

gunung padang

Location  Cianjur Region, West Java Province, Indonesia
Sub Location : Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka.
Village : Antara Dusun Gunungpadang & Panggulan.
Coordinate : 6°59’36.9035”S – 107°3’22.6264”E

Situs Gunung Padang terdiri atas 5 teras (tingkatan). Dasar situs terdapat di ketinggian 894 m dpl, data setiap teras adalah sebagai berikut:
  1. Teras I berada pada ketinggian 983 m ∂pl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT.
  2. Teras II berada pada ketinggian 985 m ∂pl, arah teras menghadap ke azimut 337° UT.
  3. Teras III berada pada ketinggian 986 m ∂pl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT.
  4. Teras IV berada pada ketinggian 987,5 m ∂pl, arah teras menghadap ke azimut 330° UT.
  5. Teras V berada pada ketinggian 989 m ∂pl, arah teras menghadap ke azimut 345° UT.

Teras pertama merupakan teras terluas dengan jumlah batuan paling banyak, teras kedua berkurang jumlah batunya, teras ke-3 sampai ke-5 merupakan teras‐teras yang jumlah batuannya tidak banyak. Luas area ini secara keseluruhan dilaporkan sekitar tiga hektare (30.000 m²) dengan total 5 teras, luasnya sebesar 3.132 m², sehingga di beberapa publikasi internet dinyatakan sebagai situs megalitikum terluas di Asia Tenggara.
Ke sebelah utara barat laut Gunung Padang, terdapat Gunung Gede (2.950 m ∂pl) pada jarak sekitar 25 km, di sebelah tenggara Gunung Gede, terdapat puncak‐puncak lain yang membentuk kelurusan sekitar 330‐340° UT ke arah situs Gunung Padang, yaitu Gunung Kancana (1.233m ∂pl) dan Pasir (bukit) Pogor (999 m ∂pl).

teras gunung padang

Hasil penelitian Tim Katastropik Purba dengan radioisotop carbon C14 (carbon dating) pada sampel tanah dari 2 titik pengeboran di situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan hasil yang mengejutkan, usianya sekitar 4.700 tahun Sebelum Masehi (SM) dan 10.000 tahun SM. Dengan pengujian Carbon dating didapati ada 2 umur. Dating pertama dari karbon persis di bawah situs diatas di kedalaman sekitar 4 meteran, itu dating 4.700-an (tahun SM, red). Kemudian dating dari kedalaman 8 meter, itu yang keluarnya 10.000-an itu. Kalau masalah tua-tuaan, ya dating yang pertama saja sudah lebih tua dari Giza, yang sekitar 2.800 SM, dan Machu Picchu sekitar 1.000-an (Masehi)," jelas Ketua Tim Peneliti Katastropik Purba, Dr. Danny Hilman Natawidjaja.

Ini berarti umur bangunan yang terpendam dalam gunung di Desa Sadahurip, dekat Wanaraja, Garut, Jawa Barat ini adalah lebih tua dari Piramida Giza yang berada di Mesir. Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Piramida ini diyakini sebagai makam Firaun, Dinasti keempat Mesir, Khufu, yang dibangun selama lebih dari 20 tahun pada kurun waktu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.

Jika Piramida Giza adalah piramid tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (Χεωψ, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM. makam yang terdiri dari dua kuil untuk menghormati Khufu (satu dekat dengan piramida dan satunya lagi di dekat Sungail Nil), tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida "satelit" yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para bangsawan. Salah satu dari piramida-piramida kecil itu menyimpan makan ratu Hetepheres (ditemukan pada tahun 1925), adik, dan istri Sneferu serta ibu dari Khufu. Juga ditemukan sebuah kota, termasuk sebuah pemakaman, toko-toko roti, pabrik bir, dan sebuah kompleks peleburan tembaga. Lebih banyak lagi bangunan dan kompleks ditemukan oleh Proyek Pemetaan Giza.

Machu Picchu ("Gunung Tua" dalam bahasa Quechua; sering juga disebut "Kota Inca yang hilang") adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional

Menurut Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengungkapkan bahwa situs dibangun oleh empat kebudayaan berbeda,yang tertua diperkirakan mencapai umur 10.000 tahun.

Di situs Gunung Padang ini juga ditemukan koin logam, koin itu diperkirakan berusia 5.200 tahun SM. Diameter logam ini 17 milimeter, sedangkan diameter lingkaran yang ada di tengah logam sekitar 10,5 milimeter. Adapun ketebalan logam ini 1,5 milimeter. Untuk bahannya, diperkirakan perunggu karena tidak memiliki pengaruh dengan medan magnet.

koin tertua disitus gunung padang

Rasanya bukan mustahil lagi bangsa Nusantara mempunyai peradaban yang semaju peradaban Mesir purba, bahkan pada masa yang jauh lebih tua lagi. Situs Gunung Padang bukti monumen besar dari peradaban adijaya tertua di dunia ada di bumi nusantara indonesia, yang entah karena bencana apa musnah ribuan tahun lalu dalam masa pra-sejarah Indonesia. Wallahua'alam.

Jumat, 12 September 2014

Masjid Niujie dibangun pada tahun 996 dan merupakan masjid yang bersejarah paling lama dan paling besar skalanya di Kota Beijing. Luasnya Masjid Niujie sekitar 6 ribu meter persegi, ruang shalat seluas 600 meter persegi yang dapat menampung sekitar 1000 orang salat jamaah. Pembangunan masjid itu memadukan gaya bangunan tipikal istana Tiongkok dan gaya bangunan Arab, bentuk struktur kayu tradisional Tiongkok diwarnai ciri khas Arab sehingga membentuk bangunan unik Islam ala Tiongkok.

mesjid niujie

foto mesjid niujie cina

keadaan dalem mesjid niujie beijing cina

Masjid Niujie yang dibangun pada tahun ke-14 masa pemerintahan Tonghe dari Dinasti Liao (tahun 996) oleh dua orang asal Arab, merupakan masjid terbesar di antara 68 buah masjid di Beijing. Masjid ini mengalami beberapa kali perluasan pada masa Dinasti Yuan, Ming dan Qing (abad ke-13 sampai 19). Pada tahun 1442 (Dinasti Ming), bangunan masjid diperbaiki dan pada tahun 1696 (Dinasti Qing). Setelah Republik Rakyat Tiongkok berdiri tahun 1949, Masjid Niujie telah mengalami 3 kali renovasi, masing-masing pada tahun 1955, 1979 dan 1996.

Alamat: No. 88, Niujie Street, Xuanwu District, Beijing
Tel: 86-10-63532564

Minggu, 17 Agustus 2014

Google.com pun ikut 17-an, itu bisa dilihat dari tampilan google search hari ini tanggal 17 Agustus 2014. Pesta rakyat dan beragam aktifitaspun di lakukan di kampung kampung dan perkotaan. Mulai dari permainan anak, makan kerupuk, lomba balap karung, panjat pohon pinang, sepak bola unik bapak bapak dengan menggunakan daster, ada juga sepak bola memakai sarung, lomba gaple, tarik tambang, lomba bidar jika di kota Palembang, atau penjualan mainan telok abang, penjual bendera merah putih di pinggir pinggir jalan, terasa betul aroma tradisi 17-an yang terlihat mulai berkurang. Tapi setidaknya masih banyak penduduk negeri ini yang ikut menghidupkan ruhnya tanah air.

google searh engine

Credit image : www.google.com

Walau banyak juga yang katanya warga Indonesia pada sibuk meninggalkan tanah air untuk mengisi liburan ke negeri cina dan sekitarnya. Entah karena liburan atau kongko kongko bersama kelompoknya di luar negeri, atau karena resah dengan hasil pilpres yang menurut mereka belum jelas. Tapi Inilah Indonesia, yang penduduknya beragam etnis, suku, tradisi. adat istiadat, bahasa dan kebiasaan.

Tanah Airku tidak kulupakan khan ku kenang selama hidupku, biarpun saya pergi jauh tidakkan hilang dari kalbu, tanah ku yang kucintai, engkau kuhargai. Begitu bunyi kutipan yang ada pada syair lagu "Tanah airku".

Terima kasih kepada google yang sudah memberikan banyak pengetahuan, memberi tempat untuk berbagi lewat gmail, google plus, blogger dengan blogspotnya, atau juga google drive, picasa web, ataupun youtube dan lainnya. Setidaknya memberi banyak manfaat bagi generasi muda untuk menuangkan ide lewat blog, video di youtube, mencari uang dengan blog atau chatting lewat google+.dan fasilitas lainnya. Semoga kedepannya kaum muda lebih kreatif untuk mengisi kemerdekaan ini. Admin Aspal putih atau lebih dikenal Cybermales, Mengucapkan "Dirgahayu Republik Indonesia ke-69"


Sabtu, 16 Agustus 2014

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya mengingatkan kita bahwa kita telah menjadi bangsa yang merdeka dan bebas dari belenggu penjajah yang telah menguasai bumi nusantara selama berabad abad. Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, bukan didapat dengan cuma cuma tapi dibayar dengan darah, nyawa dan harta dari pejuang dibumi nusantara ini selama berabad abad. Sang saka merah putih menjadi simbol kebebasan dan icon kemerdekaan negeri Indonesia. Tapi coba deh perhatikan sekarang, rasanya jiwa nasionalisme sudah mulai pudar, jangankan disuruh untuk berjuang dimedan pertempuran, buat mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumah, kantor selama bulan agustuspun rasanya enggan, masih kalah seru dengan bendera parpol saat kampanye pileg dan pilpres kemaren gak percaya? silahkan dilihat dilingkungan masing masing. Harusnya kita bangga, bersyukur telah merdeka dan harusnya bangga memiliki bendera kebangsaan merah putih.

sang saka merah putih yang kalah dengan bendera parpol

Coba diperhatikan dibanyak catatan sejarah tentang Penggunaan Bendera Merah Putih sejatinya sudah ada sejak zaman prasejarah. Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan.

Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik. Sekitar 4000 tahun yang lalu terjadi perpindahan kedua, yaitu masuknya orang Indonesia kuno dari Asia Tenggara dan kemudian berbaur dengan pendatang yang terlebih dahulu masuk ke Nusantara. Perpaduan dan pembauran inilah yang kemudian melahirkan turunan yang sekarang kita kenal sebagai Bangsa Indonesia.

Pada Zaman itu ada kepercayaan yang memuliakan zat hidup atau zat kesaktian bagi setiap makhluk hidup yaitu getah-getih. Getah-getih yang menjiwai segala apa yang hidup sebagai sumbernya berwarna merah dan putih. Getah tumbuh-tumbuhan berwarna putih dan getih (dalam Bahasa Jawa/Sunda) berarti darah berwarna merah, yaitu zat yang memberikan hidup bagi tumbuh-tumbuhan, manusia, dan hewan. Demikian kepercayaan yang terdapat di Kepulauan Austronesia dan Asia Tenggara.

Pada abad VII di Nusantara ini terdapat beberapa kerajaan. Di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya yang pada hakikatnya baru merupakan kerajaan dengan kekuasaan terbatas, satu sama lainnya belum mempunyai kesatuan wilayah. Baru pada abad VIII terdapat kerajaan yang wilayahnya meliputi seluruh Nusantara yaitu Kerajaan Sriwijaya yang berlangsung sampai abad XII. Salah satu peninggalannya adalah Candi Borobudur , dibangun pada tahun 824 Masehi dan pada salah satu dindingnya terdapat “pataka” di atas lukisan dengan tiga orang pengawal membawa bendera merah putih sedang berkibar. Kata dwaja atau pataka sangat lazim digunakan dalam kitab jawa kuno atau kitab Ramayana. Gambar pataka yang terdapat pada Candi Borobuur, oleh seorang pelukis berkebangsaan Jerman dilukiskan dengan warna merah putih.

Demikian perkembangan selanjutnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, menunjukkan bahwa putri Dara Jingga dan Dara Pethak yang dibawa oleh tentara Pamelayu juga mangandung unsur warna merah dan putih (jingga=merah, dan pethak=putih). Tempat raja Hayam Wuruk bersemayam, pada waktu itu keratonnya juga disebut sebagai keraton merah – putih, sebab tembok yang melingkari kerajaan itu terdiri dari batu bata merah dan lantainya diplester warna putih.

Empu Prapanca pengarang buku Negarakertagama menceritakan tentang digunakannya warna merah – putih pada upacara kebesaran Raja Hayam Wuruk. Kereta pembesar – pembesar yang menghadiri pesta, banyak dihiasi merah – putih, seperti yang dikendarai oleh Putri raja Lasem. Kereta putri Daha digambari buah maja warna merah dengan dasar putih, maka dapat disimpulkan bahwa zaman Majapahit warna merah – putih sudah merupakan warna yang dianggap mulia dan diagungkan.

Salah satu peninggalan Majapahit adalah cincin warna merah putih yang menurut ceritanya sabagai penghubung antara Majapahit dengan Mataram sebagai kelanjutan. Dalam Keraton Solo terdapat panji – panji peninggalan Kyai Ageng Tarub turunan Raja Brawijaya yaitu Raja Majapahit terakhir. Panji – panji tersebut berdasar kain putih dan bertuliskan arab jawa yang digaris atasnya warna merah. Hasil penelitian panitia kepujanggaan Yogyakarta berkesimpulan antara lain nama bendera itu adalah Gula Kelapa . dilihat dari warna merah dan putih. Gula warna merah artinya berani, dan kelapa warna putih artinya suci.

Akibat wilayah kekuasaan Majapahit yang sangat luas mencakup seluruh wilayah Indonesia, Semenanjung Malaya, Borneo Utara, Singapura, Thailand Selatan (Langkasuka), Filipina Selatan (Mindanao), Timor Leste, dan New Guinea maka bisa dipastikan Sang Saka Merah Putih ini dikibarkan di seluruh wilayah Nusantara pada waktu itu, dan pada masa kerajaan Majapahit lah pertama kali bendera Merah Putih resmi masuk ke ranah politik, bukan hanya sebagai sebuah kepercayaan.

Kerajaan Majapahit berkuasa dari abad ke-12 sampai abad ke-15 dan pengaruhnya di Nusantara semakin lemah seiring dengan kedatangan dan kebangkitan Islam di Kepulauan Nusantara. meskipun demikian masyarakat Nusantara sepertinya sudah terlanjur mencintai dan menjadikan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera identitas mereka, hal ini terlihat dengan banyaknya bermunculan kerajaan-kerajaan baru pasca runtuhnya kerajaan Majapahit namun bendera resmi kerajaan-kerajaan tersebut masih mengadopsi dari bendera kerajaan Majapahit.

Di Indonesia semangat penggunaan bendera merah putih ini semakin kuat saat kolonialisasi penjajah datang ke Nusantara. tidak sedikit para pahlawan perjuangan mulai dari Aceh sampai Maluku yang mengadopsi bendera merah putih sebagai banner pasukan perang mereka melawan penjajah . Hal ini tidak terlepas dari semangat mereka untuk terlepas dari penjajahan dan mengembalikan kembali kejayaan Nusantara seperti pada zaman kebesaran kerajaan Majapahit. Puncak dari semangat penggunaan Bendera Merah Putih ini  adalah Saat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia tahun 1945 yang kemudian diikuti oleh pengibaran bendera Merah Putih.

Pada abad XX perjuangan Bangsa Indonesia makin terarah dan menyadari akan adanya persatuan dan kesatuan perjuangan menentang kekuatan asing, kesadaran berbangsa dan bernegara mulai menyatu dengan timbulnya gerakan kebangsaan Budi Utomo pada 1908 sebagai salah satu tonggak sejarah.

Kemudian pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri sebuah perguruan nasional Taman Siswa dibawah pimpinan Suwardi Suryaningrat. Perguruan itu telah mengibarkan bendera merah putih dengan latar dasar warna hijau yang tercantum dalam salah satu lagu antara lain : Dari Barat Sampai ke Timur, Pulau-pulau Indonesia, Nama Kamu Sangatlah Mashur Dilingkungi Merah-putih. Itulah makna bendera yang dikibarkan Perguruan Taman Siswa.

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia yang berada di Negeri Belanda pada 1922 juga telah mengibarkan bendera merah – putih yang di tengahnya bergambar kepala kerbau, pada kulit buku yang berjudul Indonesia Merdeka. Buku ini membawa pengaruh bangkitnya semangat kebangsaan untuk mencapai Indonesia Merdeka.

Demikian seterusnya pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia dibawah pimpinan Ir. Soekarno yang bertujuan mencapai kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Partai tersebut mengibarkan bendera merah putih yang di tengahnya bergambar banteng.

Kongres Pemuda pada tahun 1928 merupakan detik yang sangat bersejarah dengan lahirnya “Sumpah Pemuda”. Satu keputusan sejarah yang sangat berani dan tepat, karena kekuatan penjajah pada waktu itu selalu menindas segala kegiatan yang bersifat kebangsaan. Sumpah Pemuda tersebut adalah tidak lain merupakan tekad untuk bersatu, karena persatuan Indonesia merupakan pendorong ke arah tercapainya kemerdekaan. Semangat persatuan tergambar jelas dalam “Poetoesan Congres Pemoeda – Pemoeda Indonesia” yang berbunyi :

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERTOEMPAH DARAH YANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
"

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERBANGSA YANG SATOE, BANGSA INDONESIA
"

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
"

Pada kongres tersebut untuk pertama kalinya digunakan hiasan merah  putih tanpa gambar atau tulisan, sebagai warna bendera kebangsaan dan untuk pertama kalinya pula diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada saat kongres pemuda berlangsung, suasana merah – putih telah berkibar di dada peserta, yang dibuktikan dengan panitia kongres mengenakan “kokarde” (semacam tanda panitia) dengan warna merah putih yang dipasang di dada kiri. Demikian juga pada anggota padvinder atau pandu yang ikut aktif dalam kongres menggunakan dasi berwarna merah – putih. Kegiatan pandu, suatu organisasi kepanduan yang bersifat nasional dan menunjukkan identitas kebangsaan dengan menggunakan dasi dan bendera merah – putih.

Sejak diresmikan sebagai bendera Republik Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan 1945, penggunaan bendera merah putih ini sebagai bendera kebangsaan tidak mempunyai permasalahan. rakyat Indonesia menerima bentuk dan desain bendera yang sudah ada sekarang. bahkan, umbul-umbul kerajaan Majapahit yang dahulu dipakai oleh armada angkatan laut kerajaan untuk melakukan pelayaran dan penaklukan juga digunakan sebagai Ular-Ular Perang (Naval Jack) Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut.

Di Malaysia penggunaan bendera Merah Putih juga sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. selepas kerajaan Majapahit runtuh beberapa kerajaan muncul di semenanjung Malaya dan beberapa masih tetap memakai dan mengadopsi dari bendera kerajaan Majapahit. kemudian beberapa pergerakan perjuangan seperti PKMM, API, dkk yang menghendaki kemerdekaan Malaysia tanpa perlu restu dari Inggris juga menggunakan bendera merah putih sebagai bendera perjuangan mereka. Dewasa ini pengaruh kebesaran Majapahit yang masih bisa kita temui di Malaysia adalah penggunaan bendera merah putih pada bendera negara bagian Malaka di Malaysia. kemudian untuk skala politik yang lebih besar adalah penggunaan bendera merah putih pada bendera UMNO dan PAS. Jadi terlalu gegabah jika kita mengatakan bahwa bendera UMNO dan PAS adalah mencontek dari bendera Indonesia, karena sebenarnya pengaruh kerajaan Majapahit lah yang menginspirasi bendera-bendera tersebut. Kita pun tahu seberapa luas wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit di masa lalu, yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Nusantara di bawah panji "sang saka merah putih", hanya akibat penjajahan lah yang memisahkan kita

Di Thailand Selatan penggunaan bendera merah putih sudah ada sejak zaman kerajaaan Majapahit, selepas runtuhnya kerajaan majapahit muncul sebuah kerajaan baru bernama Langkasuka yang cukup kuat pengaruhnya yang wilayahnya hampir mencakup seluruh wilayah semenanjung Malaya, juga menggunakan bendera merah putih sebagai bendera kerajaan. Dewasa ini wilayah Pattani yang merupakan bekas pusat pemerintahan kerajaan Langkasuka juga mengadopsi bendera merah putih sebagai bendera wilayahnya.

Di Singapura sendiri tidak banyak dinamika sejarah yang mencatat tentang eksistensi bendera merah putih ini selepas runtuhnya Majapahit. Pada masa perjuangan kemerdekaan, Singapura bersama dengan Malaysia membentuk suatu organisasi bernama PUTERA-AMCJA dan organisasi ini mulai memperkenalkan "bendera rakyat" pada tahun 1947 di seluruh Malaysia dan Singapura sebagai bendera kebangsaan. Saat Singapura memisahkan diri dari Malaysia tahun 1965, mereka menggunakan bendera yang ada sampai sekarang ini sebagai bendera kebangsaan mereka.

Sejarahpun mencatat penggunaan bendera Merah Putih di Singapura secara resmi pertama kali digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan. ketika di Malaysia berdiri PKMM maka di Singapura berdiri suatu organisasi bernama MDU. organisasi ini selain bertujuan untuk mengusir penjajah Inggris juga menghendaki penggabungan bersama semenanjung melayu. kemudian MDU bersama organisasi-organisasi di semenanjung melayu bersatu dan membentuk PUTERA-AMCJA dan mulai melakukan tindakan-tindakan nyata yang salah satunya memperkenalkan dan mengibarkan "bendera rakyat" sebagai bendera kebangsaan.

Sama halnya dengan  Indonesia, bendera Singapura sejak awal memisahkan diri dari Malaysia tahun 1965 dan diresmikan sebagai bendera kebangsaan hingga sekarang tidak mengalami penolakan dalam eksistensinya. namun terdapatnya lambang bulan dan bintang di pojok kiri atas bendera sedikit membuat masyarakat Singapura "resah" sebab dewasa ini lambang bulan bintang pada sebuah bendera selalu merujuk pada sebuah negara Islam, padahal Singapura merupakan negara dengan kaum muslimnya hanya 15% dari total penduduknya. Meski demikian dari masyarakat Singapura sendiri tidak ada yang keberatan dengan bendera yang sudah ada sekarang, malah mereka sangat bangga menggunakan bendera kebangsaan terutama saat perayaan hari Singapura.

Boleh dikatakan dari seluruh negara-negara dan wilayah di Nusantara yang menggunakan bendera Merah Putih, Malaysia yang memiliki kompleksitas sejarah paling rumit hingga kini. Penggunaan bendera "Jalur Gemilang" yang merupakan bendera Malaysia sekarang ini tidak sedikit yang menentangnya dan beberapa orang ingin mengembalikan bentuk dan warna bendera seperti pada zaman pra kemerdekaan.

Pihak pemerintah resmi Malaysia sejak awal kemerdekaan tahun 1957 mengatakan bahwa bendera Malaysia yang ada sampai sekarang ini tetap terinspirasi dari bendera kerajaan Majapahit yang menjadi identitas masyarakat Nusantara, meskipun tidak sedikit yang menolak argumen tersebut karena bagi mereka bendera Malaysia yang sekarang lebih terinspirasi dari bendera kolonial Inggris.

Sejatinya perseteruan ini berawal semenjak kekalahan Jepang atas Amerika hingga memaksa Jepang meninggalkan Nusantara. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan melakukan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaannya dari penjajah Belanda, maka semangat kemerdekaan juga tumbuh pada sebagian rakyat Malaysia yang menginginkan kemandirian dan terlepas dari penjajah Inggris yang datang kembali. kemudian Inggris menyiasatinya dengan cara membuat suatu persiapan berdirinya federasi melayu dan mulai dibentuk UMNO sebagai badan persiapan menuju federasi melayu tersebut. ketika itu PKMM sebagai gerakan awal yang menentang Inggris setuju dan bergabung dengan UMNO. namun mereka menolak keras ketika UMNO mau memasuki lambang cakra kuning dan keris pada bendera Merah Putih. dari sini kemudian PKMM berpisah dengan UMNO sehingga pada tahun 1947 ada dua kekuatan besar yang berada di Malaysia, yaitu sayap kanan dengan UMNO yang setuju dengan Inggris dan sayap kiri dengan PKMM yang menentang Inggris.

Masih belum bangga dengan bendera merah putih, coba perhatikan bendera negara lain seperti inggris, belanda, atau mungkin amerika serikat. kemana muaranya? dasarnya seperti bendera umbul umbul kerajaan majapahit 9 strip merah 9 setrip putih. Nih ilustrasinya:

asal usul sang saka merah putih

Artinya kita ini bangsa yang besar, mungkin cuma negara kita satu satunya didunia yang didirikan oleh banyak suku, adat dan budaya. Negara yang ber Bhineka Tunggal Ika. Bukan cuma benderanya saja yang
banyak menjadi inspirasi bagi negara lain, penduduknya pun banyak kemiripin dengan bangsa lain. Saudara kita yang dipapua bangsa kemiripannya dengan penduduk dibenua lain, belum lagi suku dayak di indonesia banyak kemiripan dengan suku lain di benua lain, belum lagi pulau pulau lain.

Jadi jadilah diri sendiri, bangsa sendiri yang berdiri dibumi sendiri yang hidup dengan kekayaan sendiri, jangan mudah dipecah belah oleh tikus rakus pemakan keju. Karena itulah banyak negara lain takut bangsa Indonesia menjadi besar, karena memang bangsa ini juga pernaj besar. Selamat Memperingati hari kemerdekaan 17 agustus 1945,  bersatulah untuk kemajuan dan kemakmuran bersama, tetap menjaga keutuhan NKRI. Cuma itu yang diharapkan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan dahulu.

Selasa, 05 Agustus 2014

Ayam serama mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda, meski sebagian di antaranya belum pernah melihat secara langsung. Ayam hias mungil yang sering berlenggak lenggok di atas catwalk ini sangat menarik untuk dipelihara maupun dibudidayakan. Peluang usahanya cukup menggiurkan. Beberapa pemilik peternakan ayam serama bahkan mengaku bisa memperoleh laba Rp 15 juta – Rp 20 juta per bulan dari penjualan anakan, ayam remaja, dan indukan.

mengenal ayam serama

Meski sama sama berpostur mungil, ayam serama sangat berbeda dari ayam kate, baik penampilan maupun bentuk tubuhnya. Untuk mengetahui bagaimana memilih ayam serama yang baik, apalagi jika dipersiapkan untuk lomba, bisa dilakukan dengan beberapa tengara berikut ini :

  • Kepala seperti tertarik ke belakang, dada membusung, sehingga posisi sayap terlihat vertikal (tegak).
  • Ketika berdiri, sayap dalam posisi tegak, tapi sedikit ke arah belakang, dengan ujung sayap sedikit menyentuh lantai.
  • Postur badan tegap dan bulat. Dada lebih besar dari bagian belakang (punggung).
  • Ekor besar, panjang, tegak, dan tinggi. Bulu ekor utamanya panjang dan melentik di bagian ujung, serta berbentuk seperti huruf V.
  • Kedua kaki tidak begitu rapat, dan selaras dengan ukuran sayapnya. Paha berotot. Taji berada di tengah betis, keras, kecil.
  • Posisi pusat mata dan pusat kaki sejajar ketika berdiri (lihat gambar samping. Mata dan kaki, jika ditarik dengan garis, benar-benar lurus).
  • Memiliki watak pemberani dan percaya diri. Gaya lebih sering ditonjolkan, seperti ingin berkokok dan suka berdiri.

Cara Berternak ayam serama

Meski ayam serama sudah mencapai umur dewasa kelamin ketika usianya mencapai 4 – 5 bulan, dianjurkan induk yang hendak dikawinkan sudah berusia lebih dari itu, misalnya umur 6 -7 bulan, atau lebih.

Beternak serama memang sedikit lebih sulit daripada ayam jenis lainnya. Ukuran kakinya yang pendek menyebabkan pejantan sering kesulitan melakukan penetrasi ketika hendak mengawini betina.

Untuk mengatasi kendala tersebut, beberapa peternak sering melakukan bantuan dengan memegang tubuh ayam betina, lalu disodotkan ke ayam jantan. Hanya saja metode ini hanya bisa dilakukan jika pejantan dalam kondisi siap kawin atau birahi. Ayam betina yang sudah siap kawin biasanya akan jongkok begitu dipegang di bagian punggungnya.

Metode lain yang bisa diterapkan adalah kawin gilir. Ayam betina “dipaksa” melayani tiga ekor ayam jantan, dengan selang waktu 2 – 3 per pejantan. Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan persentase fertilitas (kesuburan) pada telur-telur yang dihasilkan. Tetapi metode ini jangan diterapkan apabila Anda ingin mencatat silsilah ayam untuk perbaikan mutu genetik atau untuk membuat basic blood.

Meski tubuhnya kecil, birahi ayam serama tidak kalah dari ayam berukuran besar. Birahinya sangat tinggi sehingga sejak umur  3 bulan,  ayam sudah mulai belajar kawin, meski belum mencapai umur dewasa kelamin. Jika sudah matang kelamin, ayam jantan bisa mengawini betina sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Birahi ayam serama, khususnya jantan, makin meningkat ketika cuaca mendung, atau pada pagi dan sore hari.

Kondisi kesehatan yang terjaga dengan baik bisa membantu meningkatkan kesuburan ayam. Sebaliknya, suhu lingkungan yang terlalu dingin bisa menurunkan kesuburannya, karena sebagian besar energi digunakan untuk mempertahankan panas tubuh. Jika kebetulan Anda tinggal di daerah dingin, dan ingin beternak ayam serama, maka ayam perlu mendapat asupan karbohidrat tinggi seperti jagung.

Extra fooding yaang diberikan untuk ayam serama yang akan dikembangbiakan antara lain jangkrik dan tauge. Jangan lupa beri  multivitamin yang banyak mengandung vitamin E, untuk lebih memastikan kesuburan ayam jantan dan ayam betina.

Penetasan telur ayam serama

Jika Anda menggunakan mesin tetas atau inkubator, dua hal yang mesti diperhatikan adalah kelembapan dan suhunya. Suhu penetasan harus selalu berada dalam level 37,5  °C 38 °C. Kelembaban bisa disesuaikan dengan lama telur di dalam mesin tetas. Misalnya pada 1-2 minggu pertama, kelambaban diatur pada kisaran 65% – 70%.  Tiga hari sebelum menetas, kelembaban bisa dinaikkan menjadi 95%. Untuk mengukur derajat kelembaban, Anda bisa menggunakan alat hygrometer.

Jika suhu sudah ideal, tetapi kelembaban kurang dari yang dianjurkan, maka ruangan di dalam mesin tetas cenderung menjadi kering. Hal ini akan membuat cangkang telur menjadi keras dan menyulitkan anak ayam dalam memecah cangkang telur saat menetas. Jika hal tersebut terjadi, maka anak ayam bisa saja mati karena kehabisan nafas, jika Anda tak segera membantunya dengan memecahkan cangkang telur.

Perawatan Ayam Serama Untuk lomba

Seperti halnya burung kicauan, perawatan ayam serama untuk lomba bisa dilakukan dengan mengatur birahinya. Pada arena kontes, ayam serama akan memiliki penampilan prima jika kondisi birahinya sedang tinggi. Perawatan sebelum kontes pun bisa diterapkan dengan menjaga birahinya agar tidak melihat ayam betina selama 1 minggu sebelum lomba. Pemberian jangkrik juga diperlukan untuk memacu birahinya pada 1 – 2 hari sebelum lomba.

Pada kontes ayam serama, kebersihan dan kerapihan bulu menjadi penilaian. Karena itu, ayam serama yang sering dilombakan jarang dikawinkan. Sebab terlalu sering kawin bisa menyebabkan bulu-bulunya cepat rusak. Selain itu, ayam serama juga tidak diumbar di halaman, karena bakal mandi pasir atau kipu sehingga bulu-bulunya kotor, rusak, tidak rapi, dan rentan terhadap kutu atau tungau.

Di arena lomba, ayam serama akan bergaya bak peragawati / peragawan, lenggak-lenggok diatas karpet. Jika kurang terlatih, ayam serama justru sering mematuki karpet atau meninggalkan arena lomba.

Untuk melatih mentalnya, sehingga bisa berjalan dengan baik di atas catwalk, sekitar 2 – 3 minggu sebelum kontes ayam dibiasakan berjalan di atas karpet berwarna.

Sebelumnya, ayam dibasahi air dengan menggunakan lap / kain. Letakkan ayam di atas meja yang sudah diberi karpet rwarna hijau. Ini sebagai latihan bahwa warna hijau dari karpet bukanlah rumput hijau yang bisa dipatuki. Jadi, saat lomba ia tidak akan mematuki karpet.

Untuk mencegah ayam serama kabur, Anda perlu membiasakan ayam untuk berjemur di bawah terik matahari pagi. Lama penjemuran maksimal 2 jam, bisa dimulai pukul 08.00, dan berakhir pukul 10.00. Penjemuran dilakukan di atas meja latihan, dan ayam dalam kondisi dikurung.

Setelah penjemuran,  ayam jangan langsung diberi minum, karena bisa menyebabkan penyakit “ngorok”. Setelah dijemur, ayam ditaruh di tempat teduh dulu, untuk diangin-anginkan selama 15 – 30 menit. Setelah itu baru diberi air minum.

Untuk menjaga keindahan bulu-bulunya, ayam harus selalu diberikan pakan yang tepat, dengan pakan tambahan yang banyak mengandung vitamin E, fosfor, dan kalsium. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak, karena akan membuat ayam kegemukan, sehingga mengurangi kelincahannya di atas catwalk.

Sumber : http://omkicau.com/2013/03/22/tips-perawatan-dan-ternak-ayam-serama/

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971