Sabtu, 16 Agustus 2014

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya mengingatkan kita bahwa kita telah menjadi bangsa yang merdeka dan bebas dari belenggu penjajah yang telah menguasai bumi nusantara selama berabad abad. Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, bukan didapat dengan cuma cuma tapi dibayar dengan darah, nyawa dan harta dari pejuang dibumi nusantara ini selama berabad abad. Sang saka merah putih menjadi simbol kebebasan dan icon kemerdekaan negeri Indonesia. Tapi coba deh perhatikan sekarang, rasanya jiwa nasionalisme sudah mulai pudar, jangankan disuruh untuk berjuang dimedan pertempuran, buat mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumah, kantor selama bulan agustuspun rasanya enggan, masih kalah seru dengan bendera parpol saat kampanye pileg dan pilpres kemaren gak percaya? silahkan dilihat dilingkungan masing masing. Harusnya kita bangga, bersyukur telah merdeka dan harusnya bangga memiliki bendera kebangsaan merah putih.

sang saka merah putih yang kalah dengan bendera parpol

Coba diperhatikan dibanyak catatan sejarah tentang Penggunaan Bendera Merah Putih sejatinya sudah ada sejak zaman prasejarah. Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan.

Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik. Sekitar 4000 tahun yang lalu terjadi perpindahan kedua, yaitu masuknya orang Indonesia kuno dari Asia Tenggara dan kemudian berbaur dengan pendatang yang terlebih dahulu masuk ke Nusantara. Perpaduan dan pembauran inilah yang kemudian melahirkan turunan yang sekarang kita kenal sebagai Bangsa Indonesia.

Pada Zaman itu ada kepercayaan yang memuliakan zat hidup atau zat kesaktian bagi setiap makhluk hidup yaitu getah-getih. Getah-getih yang menjiwai segala apa yang hidup sebagai sumbernya berwarna merah dan putih. Getah tumbuh-tumbuhan berwarna putih dan getih (dalam Bahasa Jawa/Sunda) berarti darah berwarna merah, yaitu zat yang memberikan hidup bagi tumbuh-tumbuhan, manusia, dan hewan. Demikian kepercayaan yang terdapat di Kepulauan Austronesia dan Asia Tenggara.

Pada abad VII di Nusantara ini terdapat beberapa kerajaan. Di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya yang pada hakikatnya baru merupakan kerajaan dengan kekuasaan terbatas, satu sama lainnya belum mempunyai kesatuan wilayah. Baru pada abad VIII terdapat kerajaan yang wilayahnya meliputi seluruh Nusantara yaitu Kerajaan Sriwijaya yang berlangsung sampai abad XII. Salah satu peninggalannya adalah Candi Borobudur , dibangun pada tahun 824 Masehi dan pada salah satu dindingnya terdapat “pataka” di atas lukisan dengan tiga orang pengawal membawa bendera merah putih sedang berkibar. Kata dwaja atau pataka sangat lazim digunakan dalam kitab jawa kuno atau kitab Ramayana. Gambar pataka yang terdapat pada Candi Borobuur, oleh seorang pelukis berkebangsaan Jerman dilukiskan dengan warna merah putih.

Demikian perkembangan selanjutnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, menunjukkan bahwa putri Dara Jingga dan Dara Pethak yang dibawa oleh tentara Pamelayu juga mangandung unsur warna merah dan putih (jingga=merah, dan pethak=putih). Tempat raja Hayam Wuruk bersemayam, pada waktu itu keratonnya juga disebut sebagai keraton merah – putih, sebab tembok yang melingkari kerajaan itu terdiri dari batu bata merah dan lantainya diplester warna putih.

Empu Prapanca pengarang buku Negarakertagama menceritakan tentang digunakannya warna merah – putih pada upacara kebesaran Raja Hayam Wuruk. Kereta pembesar – pembesar yang menghadiri pesta, banyak dihiasi merah – putih, seperti yang dikendarai oleh Putri raja Lasem. Kereta putri Daha digambari buah maja warna merah dengan dasar putih, maka dapat disimpulkan bahwa zaman Majapahit warna merah – putih sudah merupakan warna yang dianggap mulia dan diagungkan.

Salah satu peninggalan Majapahit adalah cincin warna merah putih yang menurut ceritanya sabagai penghubung antara Majapahit dengan Mataram sebagai kelanjutan. Dalam Keraton Solo terdapat panji – panji peninggalan Kyai Ageng Tarub turunan Raja Brawijaya yaitu Raja Majapahit terakhir. Panji – panji tersebut berdasar kain putih dan bertuliskan arab jawa yang digaris atasnya warna merah. Hasil penelitian panitia kepujanggaan Yogyakarta berkesimpulan antara lain nama bendera itu adalah Gula Kelapa . dilihat dari warna merah dan putih. Gula warna merah artinya berani, dan kelapa warna putih artinya suci.

Akibat wilayah kekuasaan Majapahit yang sangat luas mencakup seluruh wilayah Indonesia, Semenanjung Malaya, Borneo Utara, Singapura, Thailand Selatan (Langkasuka), Filipina Selatan (Mindanao), Timor Leste, dan New Guinea maka bisa dipastikan Sang Saka Merah Putih ini dikibarkan di seluruh wilayah Nusantara pada waktu itu, dan pada masa kerajaan Majapahit lah pertama kali bendera Merah Putih resmi masuk ke ranah politik, bukan hanya sebagai sebuah kepercayaan.

Kerajaan Majapahit berkuasa dari abad ke-12 sampai abad ke-15 dan pengaruhnya di Nusantara semakin lemah seiring dengan kedatangan dan kebangkitan Islam di Kepulauan Nusantara. meskipun demikian masyarakat Nusantara sepertinya sudah terlanjur mencintai dan menjadikan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera identitas mereka, hal ini terlihat dengan banyaknya bermunculan kerajaan-kerajaan baru pasca runtuhnya kerajaan Majapahit namun bendera resmi kerajaan-kerajaan tersebut masih mengadopsi dari bendera kerajaan Majapahit.

Di Indonesia semangat penggunaan bendera merah putih ini semakin kuat saat kolonialisasi penjajah datang ke Nusantara. tidak sedikit para pahlawan perjuangan mulai dari Aceh sampai Maluku yang mengadopsi bendera merah putih sebagai banner pasukan perang mereka melawan penjajah . Hal ini tidak terlepas dari semangat mereka untuk terlepas dari penjajahan dan mengembalikan kembali kejayaan Nusantara seperti pada zaman kebesaran kerajaan Majapahit. Puncak dari semangat penggunaan Bendera Merah Putih ini  adalah Saat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia tahun 1945 yang kemudian diikuti oleh pengibaran bendera Merah Putih.

Pada abad XX perjuangan Bangsa Indonesia makin terarah dan menyadari akan adanya persatuan dan kesatuan perjuangan menentang kekuatan asing, kesadaran berbangsa dan bernegara mulai menyatu dengan timbulnya gerakan kebangsaan Budi Utomo pada 1908 sebagai salah satu tonggak sejarah.

Kemudian pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri sebuah perguruan nasional Taman Siswa dibawah pimpinan Suwardi Suryaningrat. Perguruan itu telah mengibarkan bendera merah putih dengan latar dasar warna hijau yang tercantum dalam salah satu lagu antara lain : Dari Barat Sampai ke Timur, Pulau-pulau Indonesia, Nama Kamu Sangatlah Mashur Dilingkungi Merah-putih. Itulah makna bendera yang dikibarkan Perguruan Taman Siswa.

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia yang berada di Negeri Belanda pada 1922 juga telah mengibarkan bendera merah – putih yang di tengahnya bergambar kepala kerbau, pada kulit buku yang berjudul Indonesia Merdeka. Buku ini membawa pengaruh bangkitnya semangat kebangsaan untuk mencapai Indonesia Merdeka.

Demikian seterusnya pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia dibawah pimpinan Ir. Soekarno yang bertujuan mencapai kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Partai tersebut mengibarkan bendera merah putih yang di tengahnya bergambar banteng.

Kongres Pemuda pada tahun 1928 merupakan detik yang sangat bersejarah dengan lahirnya “Sumpah Pemuda”. Satu keputusan sejarah yang sangat berani dan tepat, karena kekuatan penjajah pada waktu itu selalu menindas segala kegiatan yang bersifat kebangsaan. Sumpah Pemuda tersebut adalah tidak lain merupakan tekad untuk bersatu, karena persatuan Indonesia merupakan pendorong ke arah tercapainya kemerdekaan. Semangat persatuan tergambar jelas dalam “Poetoesan Congres Pemoeda – Pemoeda Indonesia” yang berbunyi :

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERTOEMPAH DARAH YANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
"

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERBANGSA YANG SATOE, BANGSA INDONESIA
"

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
"

Pada kongres tersebut untuk pertama kalinya digunakan hiasan merah  putih tanpa gambar atau tulisan, sebagai warna bendera kebangsaan dan untuk pertama kalinya pula diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada saat kongres pemuda berlangsung, suasana merah – putih telah berkibar di dada peserta, yang dibuktikan dengan panitia kongres mengenakan “kokarde” (semacam tanda panitia) dengan warna merah putih yang dipasang di dada kiri. Demikian juga pada anggota padvinder atau pandu yang ikut aktif dalam kongres menggunakan dasi berwarna merah – putih. Kegiatan pandu, suatu organisasi kepanduan yang bersifat nasional dan menunjukkan identitas kebangsaan dengan menggunakan dasi dan bendera merah – putih.

Sejak diresmikan sebagai bendera Republik Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan 1945, penggunaan bendera merah putih ini sebagai bendera kebangsaan tidak mempunyai permasalahan. rakyat Indonesia menerima bentuk dan desain bendera yang sudah ada sekarang. bahkan, umbul-umbul kerajaan Majapahit yang dahulu dipakai oleh armada angkatan laut kerajaan untuk melakukan pelayaran dan penaklukan juga digunakan sebagai Ular-Ular Perang (Naval Jack) Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut.

Di Malaysia penggunaan bendera Merah Putih juga sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. selepas kerajaan Majapahit runtuh beberapa kerajaan muncul di semenanjung Malaya dan beberapa masih tetap memakai dan mengadopsi dari bendera kerajaan Majapahit. kemudian beberapa pergerakan perjuangan seperti PKMM, API, dkk yang menghendaki kemerdekaan Malaysia tanpa perlu restu dari Inggris juga menggunakan bendera merah putih sebagai bendera perjuangan mereka. Dewasa ini pengaruh kebesaran Majapahit yang masih bisa kita temui di Malaysia adalah penggunaan bendera merah putih pada bendera negara bagian Malaka di Malaysia. kemudian untuk skala politik yang lebih besar adalah penggunaan bendera merah putih pada bendera UMNO dan PAS. Jadi terlalu gegabah jika kita mengatakan bahwa bendera UMNO dan PAS adalah mencontek dari bendera Indonesia, karena sebenarnya pengaruh kerajaan Majapahit lah yang menginspirasi bendera-bendera tersebut. Kita pun tahu seberapa luas wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit di masa lalu, yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Nusantara di bawah panji "sang saka merah putih", hanya akibat penjajahan lah yang memisahkan kita

Di Thailand Selatan penggunaan bendera merah putih sudah ada sejak zaman kerajaaan Majapahit, selepas runtuhnya kerajaan majapahit muncul sebuah kerajaan baru bernama Langkasuka yang cukup kuat pengaruhnya yang wilayahnya hampir mencakup seluruh wilayah semenanjung Malaya, juga menggunakan bendera merah putih sebagai bendera kerajaan. Dewasa ini wilayah Pattani yang merupakan bekas pusat pemerintahan kerajaan Langkasuka juga mengadopsi bendera merah putih sebagai bendera wilayahnya.

Di Singapura sendiri tidak banyak dinamika sejarah yang mencatat tentang eksistensi bendera merah putih ini selepas runtuhnya Majapahit. Pada masa perjuangan kemerdekaan, Singapura bersama dengan Malaysia membentuk suatu organisasi bernama PUTERA-AMCJA dan organisasi ini mulai memperkenalkan "bendera rakyat" pada tahun 1947 di seluruh Malaysia dan Singapura sebagai bendera kebangsaan. Saat Singapura memisahkan diri dari Malaysia tahun 1965, mereka menggunakan bendera yang ada sampai sekarang ini sebagai bendera kebangsaan mereka.

Sejarahpun mencatat penggunaan bendera Merah Putih di Singapura secara resmi pertama kali digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan. ketika di Malaysia berdiri PKMM maka di Singapura berdiri suatu organisasi bernama MDU. organisasi ini selain bertujuan untuk mengusir penjajah Inggris juga menghendaki penggabungan bersama semenanjung melayu. kemudian MDU bersama organisasi-organisasi di semenanjung melayu bersatu dan membentuk PUTERA-AMCJA dan mulai melakukan tindakan-tindakan nyata yang salah satunya memperkenalkan dan mengibarkan "bendera rakyat" sebagai bendera kebangsaan.

Sama halnya dengan  Indonesia, bendera Singapura sejak awal memisahkan diri dari Malaysia tahun 1965 dan diresmikan sebagai bendera kebangsaan hingga sekarang tidak mengalami penolakan dalam eksistensinya. namun terdapatnya lambang bulan dan bintang di pojok kiri atas bendera sedikit membuat masyarakat Singapura "resah" sebab dewasa ini lambang bulan bintang pada sebuah bendera selalu merujuk pada sebuah negara Islam, padahal Singapura merupakan negara dengan kaum muslimnya hanya 15% dari total penduduknya. Meski demikian dari masyarakat Singapura sendiri tidak ada yang keberatan dengan bendera yang sudah ada sekarang, malah mereka sangat bangga menggunakan bendera kebangsaan terutama saat perayaan hari Singapura.

Boleh dikatakan dari seluruh negara-negara dan wilayah di Nusantara yang menggunakan bendera Merah Putih, Malaysia yang memiliki kompleksitas sejarah paling rumit hingga kini. Penggunaan bendera "Jalur Gemilang" yang merupakan bendera Malaysia sekarang ini tidak sedikit yang menentangnya dan beberapa orang ingin mengembalikan bentuk dan warna bendera seperti pada zaman pra kemerdekaan.

Pihak pemerintah resmi Malaysia sejak awal kemerdekaan tahun 1957 mengatakan bahwa bendera Malaysia yang ada sampai sekarang ini tetap terinspirasi dari bendera kerajaan Majapahit yang menjadi identitas masyarakat Nusantara, meskipun tidak sedikit yang menolak argumen tersebut karena bagi mereka bendera Malaysia yang sekarang lebih terinspirasi dari bendera kolonial Inggris.

Sejatinya perseteruan ini berawal semenjak kekalahan Jepang atas Amerika hingga memaksa Jepang meninggalkan Nusantara. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan melakukan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaannya dari penjajah Belanda, maka semangat kemerdekaan juga tumbuh pada sebagian rakyat Malaysia yang menginginkan kemandirian dan terlepas dari penjajah Inggris yang datang kembali. kemudian Inggris menyiasatinya dengan cara membuat suatu persiapan berdirinya federasi melayu dan mulai dibentuk UMNO sebagai badan persiapan menuju federasi melayu tersebut. ketika itu PKMM sebagai gerakan awal yang menentang Inggris setuju dan bergabung dengan UMNO. namun mereka menolak keras ketika UMNO mau memasuki lambang cakra kuning dan keris pada bendera Merah Putih. dari sini kemudian PKMM berpisah dengan UMNO sehingga pada tahun 1947 ada dua kekuatan besar yang berada di Malaysia, yaitu sayap kanan dengan UMNO yang setuju dengan Inggris dan sayap kiri dengan PKMM yang menentang Inggris.

Masih belum bangga dengan bendera merah putih, coba perhatikan bendera negara lain seperti inggris, belanda, atau mungkin amerika serikat. kemana muaranya? dasarnya seperti bendera umbul umbul kerajaan majapahit 9 strip merah 9 setrip putih. Nih ilustrasinya:

asal usul sang saka merah putih

Artinya kita ini bangsa yang besar, mungkin cuma negara kita satu satunya didunia yang didirikan oleh banyak suku, adat dan budaya. Negara yang ber Bhineka Tunggal Ika. Bukan cuma benderanya saja yang
banyak menjadi inspirasi bagi negara lain, penduduknya pun banyak kemiripin dengan bangsa lain. Saudara kita yang dipapua bangsa kemiripannya dengan penduduk dibenua lain, belum lagi suku dayak di indonesia banyak kemiripan dengan suku lain di benua lain, belum lagi pulau pulau lain.

Jadi jadilah diri sendiri, bangsa sendiri yang berdiri dibumi sendiri yang hidup dengan kekayaan sendiri, jangan mudah dipecah belah oleh tikus rakus pemakan keju. Karena itulah banyak negara lain takut bangsa Indonesia menjadi besar, karena memang bangsa ini juga pernaj besar. Selamat Memperingati hari kemerdekaan 17 agustus 1945,  bersatulah untuk kemajuan dan kemakmuran bersama, tetap menjaga keutuhan NKRI. Cuma itu yang diharapkan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan dahulu.

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini