Sabtu, 16 Juli 2016

Jet tempur Mikoyan MiG-31 (kode NATO: 'Foxhound') adalah pesawat tempur pencegat yang dikembangkan untuk menggantikan MiG-25 'Foxbat'.  Pesawat interseptor pertahanan udara milik Rusia mempunyai sebuah kemampuan pengejaran dan penguncian target multiple dari jarak jauh dan merupakan pesawat tempur Soviet pertama yang benar-benar mempunyai kemampuan look-down dan shoot-down. 

Kunci dari efektivitas MiG-31 adalah radar antena array bertahap tetap Zaslon (Zaslon fixed phased array antenna radar) yang diberi nama kode “Flash Dance” oleh NATO, yang disebut sebagai radar pesawat tempur yang paling hebat. Mesin Soloviev D-38F6 baru telah dispesialkan untuk MiG-31 dengan tujuan untuk menambah jarak jangkau. Pada 1987, lebih dari 150 FOXHOUND yang dioperasikan di beberapa lokasi dari area Arkhangelsk di barat laut USSR sampai timur jauh Soviet. 


MIG-31 FOXHOUND di dedikasikan untuk misi pertahanan udara dalam negeri Soviet. Mig-31 membawa misil udara-ke-udara jarak-jauh AA-9 dan dapat menyerang 4 target dalam waktu bersamaan dengan AA-9.

Prototip MiG-31, diberi kode Ye-155MP terbang perdana tanggal 16 September 1975. Sangat mirip dengan MiG-25, walaupun merupakan sebuah desain yang benar-benar baru, tetapi bertempat duduk ganda dengan operator senjata duduk di belakang pilot. 16% dari tubuhnya menggunakan bahan titanium, sementara 33% adalah aluminium. Material ini mampu mengurangi bobot namun kuat. Tangki bahan bakar diperbesar serta mesinnya menggunakan mesin turbofan low-bypass yang lebih efisien.


Ye-155MP membawa radar baru yang lebih canggih, yang mampu mendeteksi sasaran di atas maupun di bawah pesawat, serta mengunci beberapa sasaran sekaligus.

MiG-31 dijuluki “radar terbang” oleh para pilot karena kemampuan avionikanya yang unik. Pesawat ini memiliki sistem kendali “barrier” di pangkalannya dan dilengkapi dengan antena dengan susunan berfase pertama (PPA) di dunia. PPA berbeda dari radar klasik karena bisa menggerakkan sorotan di antena tetap, menghasilkan sejumlah sinar yang diperlukan, serta melacak berbagai sasaran sekaligus.

“Barrier” ini dapat mendeteksi 24 obyek pada jarak 200 kilometer. Komputer dalam pesawat MiG-31 dapat memilih empat sasaran paling berbahaya dan mengarahkan misil udara jarak jauh langsung pada sasaran tersebut. Jumlah maksimum target yang dapat diserang sekaligus adalah delapan. Empat sasaran lain dihancurkan dengan misil jarak sedang atau misil jarak dekat. Pesawat juga dapat mengirim koordinat sasaran ke pesawat tempur dan misil antipesawat di darat.


MiG-31 mirip dengan MiG-25, dengan saluran intake berada disamping badan dengan sayap yang terpasang di belakangnya dan memiliki dua sirip vertikal. Memiliki konstruksi yang lebih kuat dari MiG-25, namun dibatasi untuk manuver 5G pada kecepatan supersonik, karena MiG-31 tidak dirancang untuk pertempuran jarak dekat (dogfight).


MiG-31 membawa bahan bakar sebanyak 16,350 kg (36,050 lb) dengan tambahan sepasang tangki cadangan kapasitas 5000 liter (1320 galon) di bawah sayap. Pada versi berikutnya memiliki sistem penambahan bahan bakar di udara (aerial refuelling).

MiG-31 diterbangkan oleh seorang pilot dibantu seorang operator radar yang duduk di kokpit belakang. MiG-31 dan merupakan pesawat tempur pertama di dunia yang dilengkapi radar phased-array, yaitu Zaslon S-800. Radar ini memiliki jarak deteksi terhadap sasaran kecil sejauh 200 km (125 mil), serta mampu mengunci 10 sasaran dan menyerang 4 sasaran secara bersamaan. MiG-31 juga memiliki penjejak infra merah (IRST / Infra-red Search and Tracking) yang dapat dikeluar-masukkan dari bawah hidungnya.

Versi pengembangannya dinamai MiG-31M 'Foxhound-B' memiliki radar Zaslon-M dengan jarak deteksi lebih jauh, sekitar 400 km (250 mil) untuk sasaran seukuran AWACS, serta mampu menyerang 6 sasaran sekaligus. Versi ini juga memiliki pod ECM (Electronic Counter Measures) di ujung sayapnya.

Empat MiG-31 dapat bertindak sebagai pesawat mini-AWACS dengan masing-masing memonitor wilayah seluas 200 km dan saling berkoordinasi dengan datalink.

MiG-31 memiliki empat gantungan senjata di bawah sayap dan dapat membawa empat rudal jarak jauh R-33 ('AA-9 'Amos') sebagai senjata utama. Bisa juga membawa R-40 (AA-6 'Acrid'), ataupun rudal jarak pendek R-60 (AA-8 'Aphid') dan R-73 (AA-11 'Archer'). Beberapa MiG-31 dimodifikasi agar mampu membawa rudal R-77 (AA-12 'Adder'). MiG-31 juga memiliki kanon 23mm 6-laras GSh-6-23 dengan 260 butir peluru yang terletak di depan roda pendarat kanan. Tetapi pada versi MiG-31M kanon ini dihilangkan agar dapat membawa tambahan dua rudal R-33 atau R-37.

Empat peluru kendali dari jarak jauh P-33 ditempatkan di posisi pada perangkat peluncuran AKU-410, dipasang pada permukaan yang lebih rendah dari bagian tengah badan pesawat. Rocket berat 480 kg, hulu ledak berat badan - 47 kg, jarak tembak - 120 km.

Dalam buku "Lockheed Blackbird: Beyond The Secret Missions" karya Paul Crickmore.

Dalam buku itu disebutkan bahwa salah seorang pilot pertama Foxhound (MiG-31), Kapten Mikhail Myagkiy, yang telah beberapa kali menerbangkan MiG-31 untuk mencegat pesawat mata-mata AS super cepat tersebut, menjelaskan bagaimana ia dapat mengunci Blackbird pada 31 Januari 1986.

"Skema untuk mencegat SR-71 terjadi hingga detik akhir, dan MiG harus memulainya tepat 16 menit setelah muncul peringatan awal. Mereka memberitahu kami untuk mencegat pada pukul 11.00. Mereka membunyikan alarm dengan suara melengking dan kemudian dikonfirmasi dengan pengeras suara. Munculnya sebuah SR-71 selalu disertai dengan kegelisahan. Semua orang mulai berbicara dengan suara hiruk pikuk, bergegas, dan bereaksi terhadap situasi itu dengan emosi menggelora."

Myagkiy dan MiG-31-nya mampu mencapai Blackbird dan menguncinya pada ketinggian 52.000 kaki (15,8 km) dan pada jarak 120 km dari sasaran. Foxhound kemudian naik di 65.676 kaki (20 km) di mana awak bisa melihat Blackbird dan menurut Myagkiy:

"Seandainya pesawat mata-mata (SR-71) melanggar wilayah udara Soviet, peluncuran rudal akan dilakukan. Tidak ada pesawat yang bisa menghindari rudal R-33." Setelah aksi intersepsi ini, Blackbird dikabarkan tidak pernah lagi terbang untuk melakukan misi pengintaian di wilayah udara Uni Soviet. Artinya sulit pesawat tempur lain, termasuk pesawat pengintai untuk bisa lolos dari MIG-31 ini.

Dikutip dari berbagai sumber:
Ref. https://id.wikipedia.org/wiki/Mikoyan_MiG-31

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini