Rabu, 12 Agustus 2015

Ada yang unik dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2015, peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 tahun ini tepat berusia 70 tahun. Apakah selama 70 tahun ini kita sudah merdeka? atau orang lain yang merdeka merampas kekeyaan negeri ini, atau orang orang licik yang merdeka berebut kekuasaan di negeri ini, jadi apakah rakyat negeri ini sudah bener bener hidup dialam kemerdekaan?

70 tahun adalah angka, angka yang mungkin punya makna dalam kehidupan, angka yang dipandang dengan rasa keimanan, bukan dengan mistis. Angka 70 terdiri dari dua angka, yaitu angka 7 dan 0. begitu juga jika peringatan hari kemerdekaan Indonesia 17-08-1945 yang kita peringati tiap tahun, jika dijumlahkan angkanya akan menghasilkan angka 70. Didapat dari 17+08+45=70. Tapi sudahnya sekarang kita pandang semua secara keimanan bukan permainan angka.

Logo Peringatan 70 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Logo Peringatan 70 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Bagi kita umat muslim,  angka tujuh (7) adalah angka yang memiliki nilai tersendiri dalam Al Qur’an. angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan juga sejarah. Ia disebut sebagai As Sab’u Al Masani (tujuh ayat yang senantiasa di ulang-ulang sepanjang zaman) dialah al Fatihah. Angka ini menunjukan keesaan Allah dan al-qur’an adalah kitabullah.

Kita disuruh haji dengan 7x thawaf, 7 x Sa’i, dan melempar jumrah, untuk mengusir syetan dengan 7x lemparan.

Angka 7 adalah angka yang paling banyak diulang dalam AlQuran setelah angka 1 (ahad) tentunya., ini menunjukkan betapa pentingnya angka ini.

Abd Ad-Da’im Al Kahil. Dalam bukunya mesteri angka tujuh dalam al-quran membahas tuntas mengapa angka Tujuh itu menjadi trandy dalam al-quran, dan bagaimana hubungannya, yang jelas al-quran tidak disusun oleh tangan tangan jahil, melainkan Tangan Suci Allah yang menulisnya di Lau mahfudz.

Ia mengulas secara mendalam kemukjizatan Al-Quran dalam bidang numerik. Ia membuktikan bahwa semua surah, ayat, kata, dan huruf dalam Al-Quran disusun ALLAH SWT secara teratur dengan sistem berbasis angka 7 sebagai dalil bahawa ia bersumber dari Rabb 7 lapis langit ( bukan tujuh planet ), karena tujuh planet tersebut masih dalam satu muara langit pertama.

Tidak dapat dipungkiri, angka paling istimewa dalam Al-Quran setelah angka 1 adalah angka 7. Angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan sejarah. Apa rahasia angka ini? Mengapa ia disebut berulang-ulang di berbagai tempat dalam Al-Quran? Bagaimana alam raya yang luas dengan setiap bagian, orbit dan bintang-bintangnya terikat dan terkait satu sama lain? Dengan hikmah-NYA, ALLAH SWT menetapkan hukum-hukum matematik yang tepat untuk keterkaitan alam, di antaranya hukum gravitasi. Hukum ini membumi mengelilingi matahari dan bulan menelilingi bumi.

Sebagaimana kita lihat, banyak sekali indikasi angka 7 di alam semesta dan kehidupan di sekitar kita. Kita juga melihat tatanan yang sempurna dengan basis angka 7 dalam Al-Quran. Ini menunjukkan keesaan ALLAH dan Al-Quran adalah kitabullah. Hikmah pemilihan angka 7 sebagai poros penelitian ini adalah banyaknya indikasi angka 7 di dalam Al-Quran dan hadiths Nabi, jugapengulangan angka ini dalam tatanan yang sangat teratur di Kitabullah yang dalil-dalilnya akan dikemukakan. Ketika tahu bahwa tatanan alam semesta berbasis angka 7 dan kita menemukan angka ini terulang-ulang secara sistematik di dalam kitab suci yang diturunkan 14 abad lalu,kita yakin bahawa Pencipta alam raya adalah Yang Menurunkan Al-Quran.

Sekarang mari kita lihat kehadiran angka 7 di alam semesta. Ketika mencipta alam semesta ,  menjadikan langit berjumlah tujuh lapis (tingkatan), demikian juga bumi.(QS Ath-Thalaq: 12).

Bahkan atom, sebagai unit fundamental struktur alam semesta, juga tersusun dari tujuh lapisan elektron.  Jumlah hari dalam sepekan 7 hari, jumlah not musik 7, jumlah warna 7, dan para geologi menemukan bahwa bola bumi tersusun dari tujuh tingkatan.

Angka 7 juga menampakkan kehadiran yang nyata dalam sunnah Nabi. Ketika Nabi Muhammad SAW menerangkan hal-hal yang merusak, Rasulullah membatasinya pada 7 hal. Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh hal yang merusak.” yaitu : Syirik kepada Allah, sihir, membunuh diri yang Allah mengharamkan kecuali dengan haq, dan makan riba, dan makan harta anak yatim, dan berpaling pada hari peperangan, dan menuduh zina perempuan terjaga, beriman lagi lupa”.

Ketika menerangkan perihal kezhaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azhab pada hari kiamat, dan bersabda: “Orang yang menzhalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya azhab dari tujuh bumi.” (HR Bukhari Muslim).

Nabi menerangkan bahwa ALLAH memerintahkan kita bersujud dengan 7 organ tubuh. Beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh tulang.” (HR Bukhari Muslim). Ketika berbicara tentang Al-Quran, beliau menyatakan, angka 7 memiliki hubungan yang sangat erat dengan kitabullah ini. Beliau bersabda, “Al-Quran diturunkan dengan tujuh huruf.” (HR Bukhari Muslim).

Ketika seorang sahabat meminta Nabi menjelaskan rentang waktu untuk mengkhatamkan Al-Quran, beliau bersabda, “Khatamkan Al-Quran setiap tujuh hari, dan jangan lebih cepat dari itu.”

Demikianlah, angka 7 adalah angka yang paling istimewa dalam hadiths-hadiths Nabi.
Angka 7 dalam Kisah-kisah Al-Quran Penyebutan angka 7 diulang-ulang dalam kisah Al-Quran. Nabi Nuh menyeru kaumnya untuk memikirkan 7 lapis langit. Beliau berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.” (QS Nuh: 5).

Angka 7 juga disebutkan dalam kisah azab bagi kaum Nabi Hud yang dikirim kepada Qabilah Ad. ALLAH berfirman, “Kaum Ad telah dibinasakan dengan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.”

Dalam kisah Nabi Musa disebut angka 70, yang merupakan kelipatan 7. ALLAH SWT berfirman, “Musa memilih 70 orang dari kaumnya untuk waktu yang telah Kami tetapkan (QS Al A’raf: 155).
Penyebutan angka 7 tidak terbatas pada kehidupan dunia, tetapi kita dapatkan juga dalam kehidupan akhirat.

Kata alqiyamah terulangdalam Al-Quran sebanyak 70 kali, kelipatan 7.

Kata jahanam terulang 77 kali, yang berarti juga kelipatan 7.
ALLAH juga menyebut angka 7 ketika mendeskripsikan kata-kata NYA. ALLAH SWT berfirman, “Jika pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, lalu ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, kata-kata ALLAH tidak akan habis-habisnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Perkasa dan Maha Bijaksana (QS: Luqman: 27).

Angka 7 disebut untuk menunjukkan pahala yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-NYA. ALLAH SWT  berfirman:

Perumpamaan orang yang menginfakkan harta di jalan ALLAH sepertisebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada100 biji. ALLAH melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki dan ALLAH Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah).

Ini bukti kalau al-quran sebuah kitab yang dijamin pasti benarnya, bahkan merupaka ayat ayat mulya yang tiada taranya, tak ada tolok bandingnya, sekalipun harus dibandingkan dengan apapun tak akan menandingi al-Quran.

Demikianlah diantara keistimewaan angka 7 menurut pandangan Islam, jika ada kekeliruan mohon dikoreksi, jika ada tambahan silahkan ditambahakan, mari membangun negeri ini dengan keimanan, kita dalam satu wadah NKRI, ber bhineka Tunggal Ika, mudah kadang dipecah belah tetapi sulit untuk dihancurkan jika kita bersatu meninggal orang orang yang rakus, meninggalkan orang orang yang licik, jadilah diri sendiri dengan pemikiran sendiri, kita telah merdeka selama 70 tahun , harusnya kita menjadi pribadi yang membangun bagi diri sendiri, agama, masyarakat dan tanah air, DIRGAHAYU negeriku Republik Indonesia ke 70 tahun.



0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini