Minggu, 01 Mei 2011


Ini Resep Kue Serabi.

Memiliki cita rasa yang gurih dan dipadu saus santan yang manis, kue serabi memang sajian yang memanjakan lidah. Warna maupun ukuran bisa dibuat sesuai seleara. Misalnya, hijau saja dengan bentuk yang lebih mungil.

BAHAN:

•    500 gram tepung terigu
•    1 sdt garam
•    1 sdt baking powder
•    3 butir telur, kocok sebentar
•    1250 ml santan, dari 1 butir kelapa
•    50 ml air daun suji-pandan
SAUS:
•    200 gram gula merah, sisir
•    1 sdm gula pasir
•    750 ml santan, dari 1 butir kelapa
•    1/2 sdt garam
•    6 cm kayu manis
•    2 butir cengkih
•    4 lembar daun pandan, potong-potong

CARA MEMBUAT KUE SERABI:

1.    Campur tepung, garam dan baking powder dalam wadah, aduk rata. Tambahkan telur kocok dan 400 ml santan ke dalamnya, aduk rata. Tepuk-tepuk adonan dengan telapak tangan selama 20 menit hingga adonan licin dan terasa ringan.
2.    Masukkan sisa santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Masukkan air daun suji-pandan ke dalam adonan, aduk rata. Aduk dengan sendok kayu, agar udara bisa masuk ke dalam adonan. Diamkan adonan kurang lebih 2 jam.
3.    Siapkan wajan kecil berdasar tebal atau wajan tanah liat, panaskan di atas api sedang, olesi dengan minyak goreng. Tuang 1 sendok sayur (kurang lebih 75 ml) adonan putih ke dalam wajan.
4.    Masak hingga adonan berlubang-lubang mulai dari bagian pinggirnya, tunggu hingga lubang cukup banyak, tutup wajan, masak hingga serabi matang. Congkel dan keluarkan serabi dari wajan. Lakukan hingga semua adonan habis.
5.    Saus: Taruh semua bahan saus di dalam panci, masak diatas api sedang. Timba-timba santan hingga mendidih agar santan tidak pecah. Masak terus hingga gula larut dan bau harumnya keluar, angkat. Sajikan sebagai pelengkap kue serabi.
Yang ini Makanan dari bahan singkong yang legit ini ternyata cocok dipadu denga keju namanya getuk lindri rasa keju. Tambahan kelapa parut membuatnya lebih gurih. Pemakaian margarin membuat cita rasa gethuk lebih mantap dan beraroma.

BAHAN:

•    1000 gram singkong
•    200 gram gula pasir
•    50 gram margarin
•    1/4 sdt garam
•    1/4 sdt vanili
•    1/4  1/2 butir kelapa setengah tua, kupas, parut, kukus.
•    150 gram keju cheddar parut
•    1/4 – 1/2 sdt pewarna makanan warna merah muda
•    1 sdt pasta cokelat
•    100 gram keju cheddar parut, untuk taburan
•  
CARA MEMBUAT GETHUK LINDRI KEJU:

1.    Kupas kulit singkong, cuci bersih, lalu potong-potong. Kukus singkong hingga matang, angkat, lumatkan selagi panas. Buang serat-seratnya.
2.    Tambahkan gula pasir, margarin, garam, dan vanili, aduk hingga rata. Masukkan kelapa parut dan keju ke dalam adonan, aduk hingga tercampur rata. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Beri pewarna makanan warna merah pada salah satu bagian adonan (warna jangan terlalu tua) dan pasta cokelat pada bagian yang lain, aduk hingga tercampur rata.
3.    Masukkan adonan secara terpisah  ke dalam gilingan khusus gethuk lindri, proses adonan, taruh adonan yang keluar di atas telapak tangan. Sesudah adonan keluar 6 cm, potong menggunakan spatula lalu tekan sedikit (perlahan) ke atas hingga bagian tengahnya agak menggembung. Ulangi langkah yang sama hingga semua adonan habis.
4.    Atur  getuk lindri di atas piring saji, taburi bagian atas masing-masing gethuk dengan keju parut, sajikan.
TIP: Untuk usaha, gethuk bisa dikemas/dibungkus plastik satu per satu agar tetap lembap dan tidak kering.
Klepon hijau  kue tradisional lain yang tidak kalah enak dan unik unik karena bentuknya yang kecil, pas untuk sekali suap dengan kejutan manis di dalamnya. Balutan kelapa parut memperkaya cita rasa dan membuatnya tidak melekat satu sama lain.

BAHAN:

•    20 lembar daun suji
•    3 – 4 lembar daun pandan
•    30 ml air
•    1 sdt air kapur sirih
•    325 gram tepung ketan
•    25 gram tepung kanji
•    300 ml air hangat
•    1/2 sdt garam
•    100 gram gula merah, sisir/iris kecil
•    air untuk merebus
•    4 lembar daun pandan, potong-potong

PELAPIS: aduk jadi satu, kukus kurang lebih 10 menit.

•    1/2 butir kelapa setengah tua, buang kulit ari, parut memanjang
•    1/2 sdt garam
•    1 -2 lembar daun pandan, potong-potong


CARA MEMBUAT KLEPON:

1.    Iris daun suji dan daun pandan, kemudian proses dalam blender bersama air. Setelah halus, peras dan saring, buang ampasnya. Masukkan air kapur sirih, aduk, sisihkan.
2.    Taruh tepung ketan dan tepung kanji dalam wadah/mangkuk, tuangi air hangat yang sudah dicampur garam, aduk dan uleni selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu masukkan air daun suji-pandan, aduk hingga rata.
3.    Ambil 1 sdt adonan tepung, pipihkan. Taruh 1/2 sdt gula merah di tengahnya, tutup kembali dan bentuk bulat. Lakukan langkah yang sama pada semua sisa bahan.
4.    Masak air bersama daun pandan dalam panci tertutup. Setelah mendidih, kecilkan api, rebus terus hingga air perebus berbau harum. Keluarkan daun pandan dari panci, masukkan bulatan adonan ke dalam air pandan. Masak hingga terapung (kurang lebih 5 menit) atau hingga matang, angkat, tiriskan.
5.    Segera gulingkan bulatan ke dalam kelapa parut kukus hingga bulatan terselimuti kelapa dan tidak melekat satu sama lainnya, sajikan.


Selamat mencoba..!!
Buat adek adek cewek, mbak mbak, ibu ibu yang males keluar rumah karena sering hujan tidak salah jika meluangkan waktu mencoba resep tradional cenil warna warna atau cenil pelangi, bahan tidak rumit dan cara buat juga tidak sulit, lumayan buat latihan siapa tahu bisa dijadikan bisnis kue tradional. Teksturnya kenyal sedikit melawan bila digigit, tetapi terasa gurih dengan balutan kelapa parut. Agar lebih menarik dibuat warna warni dalam satu potong adonan. Sajikan dalam wadah takir agar tampak lebih eksotis.

BAHAN:

•    400 gram tepung kanji
•    275 ml air
•    1 sdt garam
•    pewarna makanan warna merah, kuning , hijau
•    2000 ml air, untuk merebus
•    8 – 10 lembar daun pandan, potong-potong
•    1/2 butir kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
•    1 sdt garam
•    20 buah takir daun pisang (bila suka)
•    6 sdm gula pasir

CARA MEMBUAT CENIL PELANGI:

1.    Larutkan 50 gram tepung kanji dengan 60 ml air, aduk, sisihkan. Didihkan sisa air bersama garam di atas api sedang. Masukkan larutan tepung kanji sambil diaduk hingga adonan mengental, angkat.
2.    Aduk terus hingga adonan mengental rata dan agak dingin, campurkan sisa tepung kanji sedikit demi sedikit ke dalamnya. Uleni hingga rata, lalu bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri warna masing-masing bagian dengan pewarna merah, kuning dan hijau, aduk rata.
3.    Ambil 1 sdm adonan merah, kuning dan hijau. Rekatkan menjadi satu, lalu gulung bentuk panjang sebesar kelingking. potong-potong ukuran 3 cm, selesaikan hingga sisa bahan habis.
4.    Taruh air dan daun pandan dalam panci, jerang di atas api, masak hingga mendidih, lalu kecilkan api, tutup panci. Masak hingga aroma pandan terserap oleh air. Buang daun pandan, teruskan memasak hingga air mendidih.
5.    Masukkan adonan yang sudah dipotong-potong ke dalam air pandan, masak hingga mengapung (kurang lebih 5 menit), angkat.
6.    Gulingkan ke dalam kelapa parut yang sudah dicampur garam, hidangkan di atas wadah atau takir daun pisang dengan taburan gula pasir.




Gimana enak tidak..??
Tiap hari para pelaku korupsi makin banyak dari  pejabat, wakil rakyat yang jelas jelas disumpah pada masa jabatannya, jangan heran korupsi, Mungkin memang sedang tren, pejabat publik yang sedang menghadapi kasus sering bersumpah atas nama Allah. Tak kurang, juga dibumbui dengan linangan air mata. Tapi ketika ada 2 pernyataan yang bertentangan dan kedua-duanya bersumpah atas nama Allah, siapa yang benar diantara keduanya? Mungkinkah salah satunya berbohong? Entahlah.

Tidak hanya dikalangan pejabat publik, temanku Panjul; yang bekerja sebagai sopir juga sering “mengumbar” kata-kata “Demi Allah”, bahkan untuk hal-hal kecil. Sedikit-sedikit ia ucapkan kata itu dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman tanda janji. Dan diantara kata-katanya itu, ada yang benar, ada yang separuh benar, bahkan ada kebohongan.

Mengapa Kita Gampang Bersumpah Atas Nama Allah

Bersumpah atas nama Allah adalah “senjata” utama ketika orang meragukan kata-kata seseorang. Ketika menyebut nama Allah itulah, orang lain tidak bisa berkata apapun lagi, sekalipun pernyataan si empunya diragukan. Bersumpah atas nama Allah untuk membuat orang percaya banyak dilakukan manusia untuk tujuan:

1. Membohongi orang untuk percaya pada pernyataannya.

2. Menyombongkan diri terhadap sesuatu yang tidak ia lakukan.

3. Menghindari tuntutan janji yang telah ia ucapan tapi ia langgar.

dan lain-lain hal.

Bersumpahlah Yang Benar atau Diam

Bersumpah atas nama selain Allah memang dilarang dalam islam, seperti hadist nabi berikut:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian ; barangsiapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam” [Al-Bukhari secara ringkas dalam kitab Manaqib Al-Anshar 3836, Muslim di dalam kitab Al-Iman III : 1646]

Tapi tentu saja, sumpah dengan nama Allah harus didasarkan pada keimanan dan kebenaran untuk mencari kebenaran. Sumpah yang dilakukan atas nama Allah, tetapi penuh dengan kebohong sungguh suatu perbuatan yang buruk.

Konsekuensi Bersumpah Atas Nama Allah Dengan Kebohongan.

Bersumpah atas nama Allah tapi ia berbohong, atau tidak menepati membuahkan konsekuensi orang tersebut tidak akan lagi dipercaya; sekalipun ia berkata benar. Hal itu karena kebiasaannya berbohong dan melanggar.

Selain itu, ia juga merugikan orang lain yang percaya terhadap sumpahnya. Lalu percaya dan melakukan hal-hal yang akhirnya salah bahkan terjerembab dalam dosa.

Bukankah hal ini juga terjadi pada nabi Adam? Ketika setan bersumpah atas nama Allah, dan Nabi Adam sama sekali tidak percaya akan ada makhluk Allah yang bersumpah atas nama-Nya dan berbohong. Inilah konsekuensi yang umat manusia hadapi sekarang, terlempar dari surga akibat sumpah palsu setan. Adakah hal yang lebih buruk dari berbohong atas Nama Allah, karena setanpun bersumpah atas nama Allah…

Jadi perlu tidak prosesi sumpah jabatan..?? atau cuma dijadikan tradisi.?? atau dilihat aja yang bersumpah tapi melanggar sumpahnya berarti " SETAN "

Arsip Blog

Visitor

Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971