Rabu, 19 Juni 2013

Kacau jika seorang petinggi POLRI mengatakan hal yang keterlaluan seperti dikutip dari voa-islam.com. Korps kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa Polisi Wanita (Polwan) dilarang mengenakan jilbab alias Polwan dilarang berjilbab. Hal itu disampaikan Wakapolri Komjen "Nanan Sukarna" di Mabes Polri. Nanan menyatakan bagi "Polwan yang mengenakan jilbab silahkan keluar dari kepolisian atau pensiun". “Kalau keberatan, kita serahkan kepada yang bersangkutan, pensiun atau memilih tidak menjadi Polwan, " tegas jenderal bintang tiga ini seperti dikutip detik, Jum’at (14/6/2013).

polwan berjilbab
Aturan ini, menurut Nanan, ada karena kesepakatan internal kepolisian sehingga tidak tertulis. Meski marka tersebut tidak tertulis dan hanya tersirat, namun Polri tegas menuntut anggotanya, khususnya kaum Hawa, menjalankan aturan itu. "Tidak boleh melanggar aturan pakaian," kata Nanan.

Polri mengkhawatirkan, dengan berjilbab pelayanan bisa terkendala. "Jangan sampai pelayanan kepolisian terkendala, sehingga tidak imparsial," ujarnya. "baca disini"

Begitulah yang beredar di banyak media, bener bener pernyataan yang kebangetan dan tidak ditimbang timbang dahulu. Apalagi petinggi POLRI yang mengeluarkan pernyataan seperti itu, yang dirinya sendiri berada dinegeri muslim mayoritas seperti Indonesia. Harusnya menanyakan atau meminta pendapat ahli kalo mau ngomong melarang jilbab.

Jilbab toh pakaian muslimah bukan pakaian yang norak apalagi vulgar mirip bikini. Aturan Belanda yang masih jadi racun dinegeri ini, yang menganggap jilbab tidak pantas bagi wanita pekerja. Jika alasan jilbab jadi kendala darimana memandangnya.? Lihat dinegara negara lain yang muslim jadi minoritas, toh ada banyak polwan atau polisi wanitanya memakai jilbab. Lihat polisi wanita norwegia yang berjilbab, polisi adalah cermin dari masyarakat norwegia, masyarakat dengan banyak multikultur dan keberagamaan. polwan berjilbab tidak dilarang demi kepercayaan publik. itu negara eropa yang menentang jilbab.

Atau lihat deh kumpulan foto polwan berjilbab dari seluruh negara dibawah ini:

Polwan Muslim Swedia




Polwan muslin Norwegia


Polwan kuwait

Polwan Pakistan

Polwan Iran




Rasanya dari foto foto polwan dari seluruh dunia diatas yang memakai jilbab enjoy..enjoy saja. Tetep energik
dam tampil cantik, gak kalah cantik walaupun menggunakan jilbab, kerjaannya tetap cantik dan tindak menggangu pelayanan kepada masyarakat, toh jika Polwan NTMC memakai jilbab masih juga cantik?
Jadi siapa yang harusnya dipecat dari muslim?.

 Wakapolri Komjen "Nanan Sukarna"

Suka atau ada yang tidak suka dengan  tulisan di blog ini, admin mencoba membuka wawasan kepada sahabat blog ini, jilbab bukan aib dan bikin malu korps, jika seorang wanita ingin menggunakan jilbab walau itu polisi seperti polwan harusnya pemimpinnya bersyukur karena anak buahnya soleha.

Hasrus dikaji ulang dulu, peraturan masyarakat Uni Eropa saja ada longgarnya buat wanita yang ingin memakai jilbab, masak instansi pelayak publik yang dibawah negara kerasnya minta ampun. Pekerja soleh dan soleha lebih baik daripada membuat aturan yang melarang kebebasan menjalankan perintah Agama.

Referensi image :

http://veteranosdelgolfopersico.blogspot.com/2010/08/noruega-juzgan-ilegal-la-prohibicion-de.html
http://www.muslimwomennews.com/n.php?nid=6554
http://www.islamicity.com/forum/forum_posts.asp?TID=15918

5 komentar:

  1. kenapa polwan NKRI tidak menggunakan jilbab padahal polwan adalah contoh untuk bawahannya terus apa sebabnya patas aja anak remaja wanita islam berpakain urak uarakan tidak mencerminkan seperti layaknya orang islam padahal anggota kepala merupakan sebagian daripada aurat ah

    BalasHapus
  2. kenapa polwan NKRI tidak menggunakan jilbab padahal polwan adalah contoh untuk bawahannya terus apa sebabnya patas aja anak remaja wanita islam berpakain urak uarakan tidak mencerminkan seperti layaknya orang islam padahal anggota kepala merupakan sebagian daripada aurat ah

    BalasHapus
  3. Menggayu hayu bagaikan sesuci-suci bidadari, iba akan datang, ragu akan datang, karena semua tidak berdasarkan selembar kain yang digunakan. Terapan jiwa sejati selalu menggeser akan penerapan duniawi, juga kepolosan jiwa selalu murni dihati sanubari, bukan dibudaki oleh nafsu memaksakan anggapan kesucian hanya oleh selembar kain.

    BalasHapus
  4. Menggayu hayu bagaikan sesuci-suci bidadari, iba akan datang, ragu akan datang, karena semua tidak berdasarkan selembar kain yang digunakan. Terapan jiwa sejati selalu menggeser akan penerapan duniawi, juga kepolosan jiwa selalu murni dihati sanubari, bukan dibudaki oleh nafsu memaksakan anggapan kesucian hanya oleh selembar kain.

    BalasHapus

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini