Minggu, 28 Juli 2013

Coba kita renungkan pemberian Allah SWT berupa tangan dan jari, yang merupakan bagian anggota tubuh yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari hari, baik untuk beraktifitas maupun saat kita berdoa, pastilah kita menengadahkan kedua telapak tangan. Dalam telapak tangan manusia pastilah ada jari jemari yang terdiri :

1.Jari Jempol ( sering disebut Ibu jari)
2.Jari Telunjuk,
3.Jari Tengah,
4.Jari Manis
5.Kelingking

Coba kita ingat lagi 5 rukun Islam :

1. Mengucapkan kalimat syahadat ( Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah )
2. Mendirikan Sholat
3. Mengeluarkan ( Membayar Zakat )
4. Puasa pada Bulan Ramadhan
5. Naik Haji ke Baitullah jika mampu

Saat kita berdoa coba perhatikan lagi posisi telapak tangan dari jari jemari kita. Akan terlihat keempat jari ( Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis dan Kelingking ) mengarah ke depan ( Horisontal ). mengisyaratkan fungsi empat perangkat penyelenggara dalam hubungan antar makhluk untuk mengisi kehidupannya (Muamallah).
Setiap organ tubuh manusia mengandung arti begitu juga dengan jari, dan setiap arti memiliki makna ,didalam makna terkandung tanda Kebesaran Sang Pencipta. Dan dari tanda Kebesaran Sang Pencipta menumbuhkan keimanan yang kuat. Sedangkan Ibu jari atau jempol terlihat mengarah ke atas ( Vertikal ),
yang artinya adalah keyakinan yang kuat dan mendasar dalam wujud keimanan kepada Allah SWT.

Jari Jari Unik Yang Jarang Dilirik
Telapak tangan dengan kelima jarinya adalah kesempurnaan dalam kesederhanaan. Sempurna dalam fungsi dan sederhana dalam bentuk. Jari menunjukkan suatu perilaku manusia, perilaku yang terwujud dalam Rukun Islam yang menjadi Pondasi tarekat pada tiap diri manusia. Sekarang coba kita perhatikan keunikan dari jari jemari manusia menurut keyakinan islam dalam rukun Islam.

1.  Jari Kelingking
Ketika kita pandangi jari kelingking akan terlihat seperti bentuk huruf "Alif". Dalam rukun islam yang pertama adalah Syahadat. Syahadat merupakan suatu keyakinan awal pembuka pintu gerbang keimanan serta menuju jalan yang lurus dan menuju kehidupan selanjutnya.

Lalu coba sobat tekuk atau lipat jari kelingking kearah dalam telapak tangan,apa yang terjadi ?
Jari manis, jari tengah dan telunjuk akan ikut tertekuk dan condong mengikuti jari kelingking, tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula. Hikmahnya? bahwa apabila seseorang yang syahadatnya tidak benar pada realisasinya maka rukun islam yang berikutnya juga tidak akan benar.

2. Jari Manis
Jari manis jika diamati akan terlihat seperti bentuk huruf  "Lam". Dalam rukun islam yang kedua adalah Sholat. Sholat dalam arti yang luas merupakan perilaku hubungan yang nyata manusia dalam kehidupannya dengan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Sholat merupakan pencerminan akhlak manusia, yang intinya untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, ketika akhlak seseorang baik maka ia akan merasakan suatu kemanisan iman. Tetapi apabila akhlak-nya buruk maka ia akan merasakan kegelisahan dalam dirinya.

Sekarang coba anda tekuk jari manis kearah tengah telapak tangan, apa yang terlihat?
Maka jari kelingking jari tengah dan telunjuk akan ikut menekuk kebawah, tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula. Jari manis mengisyaratkan tubuh atau jasad manusia. Sebab dengan tubuh inilah manusia bisa berbuat, bertindak dan berperilaku. Sholat merupakan perilaku nyata dalam kehidupan bagi manusia sebagai seorang hamba dan melalui sholat inilah yang kelak akan menjadikan manusia mendapat kehormatan, sehingga bisa menjadi penilaian sendiri Allah SWT kepada hambanya.

3. Jari Tengah
Jari tengah kita ibaratkan terlihat seperti huruf  "Lam" yang menunjukkan Tasjjid.
Dan jari tengah memiliki bentuk yang paling panjang bila dibandingkan dengan jari tangan yang lainnya.
Dalam Rukun Islam yang ketiga adalah Zakat.

Zakat adalah tanda penyucian diri seorang hamba yang mewujudkan sikap Hablumminannas, yaitu sikap peduli, rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Jari tengah mengisyaratkan Jiwa manusia ,dimana sifat jiwa selalu mengikuti hawa nafsu, karena itu sangat penting dalam tindakan untuk penyucian jiwa, diantaranya dengan zakat atau dengan sedekah. Jiwa memiliki kehidupan yang panjang dan tidak mati, walaupun jasad mati berkalang tanah, namun jiwa tetap hidup selamanya.

Jiwa bukanlah Ruh, hakekat Ruh Suci tiada cela dan dosa, jiwa berasal dari persenyawaan antara Ruh dan Jasad. Jiwa adalah penggerak Nafsu, karena itu jiwa terkadang disebut juga Nafs. Tasjid adalah Hidup yang Suci, yaitu zat yang Maha Pemberi hidup dan sumber hidup, dan Tasjid bertahta pada yang dihidupkan oleh Sang Maha Pemberi Hidup. Tidak akan ada yang mengenal Sang Pemberi Hidup apabila tidak ada sesuatu yang dihidupkan-NYA.

Sekarang coba anda tekuk jari tengah kearah dalam telapak tangan, apa yang terlihat?
Maka jari manis, jari manis akan ikut menekuk kebawah tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula, oleh sebab itu apabila seseorang yang selalu mengikuti nafsunya, maka jasad akan rusak dan mengalami penyiksaan.

4. Jari Telunjuk
Jari telunjuk kita ibaratkan "Ha". Dan dalam Rukun islam yang keempat adalah Puasa di bulan Ramadan.

Telunjuk sering kita gunakan untuk menunjuk sesuatu, baik itu menunjuj sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk. Disaat kita marahpun, jari telunjuk sering pula yang dipakai untuk menunjukkan suatu kesalahan, keburukan, kelemahan orang lain. Telunjuk sebagai isyarat manusia yang terdiri lahir dan bathin, ketika manusia berusaha untuk mencapai suatu kebaikan dan untuk mendapat Hidayah dari Sang Pencipta,
maka ibadah puasa yang sering dilakukan, dimana puasa ini melibatkan seluruh anggota tubuh yang meliputi lahir dan bathin. Puasa dalam arti secara khusus tidak hanya mengekang kehendak jasad atau lahir, tapi yang utamanya mengekang kehendak dari jiwa.

Ketika kita duduk Tasyahud dalam sholat sering mengacungkan jari telunjuk kearah depan, ada juga yang sambil digerakkan keatas bawah, samping kiri kanan, bahkan berputar. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang dinamis dan diberi anugerah akal, dengan akalnya itulah manusia diwajibkan untuk jeli dalam setiap perilakunya untuk dapat membedakan antara baik dan buruk, jalan yang lurus atau yang menyesatkan, sehingga manusia tidak terjerumus pada kesyirik-kan dan tetap berada pada tali agama yang kokoh ( jalan yang lurus ),walaupun dalam kehidupan ini banyak cobaan dan godaan yang membuat bahkan sering membuat manusia merasa terombang ambing bergerak kesana kemari dan terperdaya oleh kehidupan duniawi.

5. Jari Jempol ( Ibu Jari )
Ibu jari ( jari jempol ) adalah wujud dari keteguhan iman dan hati dari seorang hamba. Jari Jempol merupakan jari yang dapat berdiri sendiri dan tidak terpengaruh maupun mempengaruhi keempat jari yang lainnya.

Coba anda tekuk jempol ataupun anda tekuk ke-4 jari yang lainnya, apa yang terlihat?
Kita tidak akan melihat pengaruh pada jari yang lainnya, dan begitu sebaliknya, sehingga tetap berada pada posisi semula. Dalam Rukun Islam yang ke-5 adalah Naik Haji ( pergi ke Baitullah ) jika mampu.

Allah SWT dengan sifat Ar Rahman dan Ar Rahim telah memberikan kebijaksanaan kepada manusia untuk tidak memaksakan diri bila tidak mampu secara materi untuk berhaji. Dan apabila manusia yang tidak berhaji ketanah suci maka tidak akan mempengaruhi pula amalan yang lainya. Manusia tetap akan bisa melaksanakan ibadah yang lainnya untuk memperoleh suatu kemuliaan dan pahala walaupun tidak berhaji ketanah suci. Dan bagi yang belum mampu untuk berhaji, maka berhajilah dengan mengunjungi ibu dan bapak yang melahirkan kita.

Lho Kenapa hanya ada Ibu Jari dan tidak ada Bapak Jari ? Kenapa bentuk jari jempol ( ibu jari ) paling pendek,gendut dan besar? Ingatlah manusia terlahir dari pintu gerbang Ibu, dan hanya ibu yang memiliki Rahim sebagai wujud dari sifat Ar Rahiim dan ibu juga yang memiliki kedekatan serta pengaruh besar dalam mendidik seorang anaknya. Bentuk pendek dari jari jempol adalah cermin keluwesan dan ketegasan.

Makanya seorang ibu harus kuat dalam memelihara dan mendidik anak anaknya. Seorang ibu perlu kokoh dalam keyakinan, agar tak ragu dalam mendidik anak. Seorang ibu perlu luwes dalam kelembutan dan tegas dalam kasih sayang. Sebagai ibu mengarahkan dengan keyakinannya, membimbing dengan keteguhannya, menopang dengan kekokohannya dan mengasuh dengan keluwesan geraknya.

“Yang pasti dan harus di ingat, telapak tangan anda akan sulit memegang sesuatu tanpa keterlibatan ibu jari, ini mengisyaratkan betapa pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan.

Ibu jari mengisyaratkan keyakinan dan keimanan manusia. ibu jari mengarah ke atas. Ini mengisyaratkan hubungan antara insan dengan Tuhan, antara Pemilik dan yang dimiliki Nya ( Habblumminallah ). Dan hanya pada ibu tahta Surga itu bersemayam.

Demikianlah hikmah yang kita bisa ambil dari keunikan jari tangan manusia menurut Islam, dan Tuhan menciptakan jari tangan manusia dengan penuh kasih sayang dan penuh makna, agar kita bisa mengambil hikmah dari hal terkecil sekalipun pemberian Allah SWT dan semoga kita tetap bisa banyak bersyukur dalam menjalani hidup. Subhannallah atas keagungan dan kebesaran Allah, tiada penciptaan yang sia sia. Semoga artikel jari jari unik yang jarang dilirik ini bermanfaat dalam pengenalan diri sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Dan admin Cybermales berharap maaf jika ada yang salah dalam memaparkannya. Tujuannya akhirnya hanya satu saling mengingatkan.

Kelak anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian atas apa yang diperbuatnya selama di dunia. Tangan, kaki, dan anggota badan lain akan berbicara sehingga mulut tidak bisa membantah dan berbohong.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan".
(QS;  Yasin:65)

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini