Selasa, 07 April 2015

Demam Batu Cincin maupun batu akik sudah pasti tidak pandang usia, jabatan, hobby maupun status.
Banyak pengrajin dan seniman batu cincin dadakan, ada yg cuma hobby koleksi yang sudah jadi siap pakai, ada yang hobby koleksi semata, bahkan ada yang hobby sekaligus pengrajin batu cincin. Mulai cari bahan batu cincin dan mengasah batu cincin sendiri, bahkan jadi profesi.

Tapi banyak yang terkadang lupa atau belum terpikirkan bahaya dan efek yang akan di alami bagi pengasah batu cincin tersebut. Tiap bahan batu cincin tidak sama, sebagian besar banyak mengandung kapur atau bahan yang belum jelas. Belum lagi bahan dan alat yang dipakai untuk membentuk sebuah batu cincin. Mulai gerinda tangan, amplas, gerinda duduk, bahan batu asahan bahkan bahan kimia yang sering dipakai disaat proses finishing dalam membuat batu cincin.

Tapi tahu tidak resiko dan efek samping yang akan ditimbulkan bahan bahan tadi terhadap kesehatan?

Debu yang dihasilkan dari proses pembuatan batu cincin, mulai dari pemotongan bahan batu cincin dengan gerinda, proses penghalusan batu cincin sampai selesai. Ada baiknya menggunakan safety yang baik, mulai dari masker, kaca mata ataupun sarung tangan. Jangan dianggap remeh udara yang dihirup saat proses membuat batu cincin terkadang dianggap sepele. Padahal bahaya mengintai paru paru anda. Ada penyakit yang namanya Silikosis.

Silikosis adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya debu silika. Silika adalah mineral umum yang merupakan bagian dari pasir, batuan dan mineral bijih seperti kuarsa. Orang di lingkungan pekerjaan dimungkinkan menghirup debu silika seperti pemecah batu, penambang, pekerja konstruksi dan banyak lainnya bahkan para pengrajin batu mulia beresiko menderita silikosis. Debu silika dapat menyebabkan penumpukan cairan dan jaringan parut di paru-paru yang menghambat kemampuan untuk bernapas. Silikosis tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dicegah dengan mengambil langkah-langkah khusus untuk melindungi diri.

Ada 3 jenis silikosis:

1. Silikosis kronis, jenis yang paling umum dari silikosis, biasanya terjadi setelah 10 tahun atau lebih paparan silika kristal pada tingkat yang rendah.

2.Dipercepat silikosis terjadi 5 sampai 10 tahun setelah paparan dan disebabkan oleh paparan ke tingkat yang lebih tinggi dari kristal silika.

3. Silikosis akut dapat terjadi setelah hanya beberapa minggu atau bulan dari paparan tingkat yang sangat tinggi dari kristal silika. Silikosis akut berlangsung cepat dan bisa berakibat fatal dalam beberapa bulan.

Bagaimana Gejala Silikosis?

Gejala silikosis pertama mungkin muncul 15 sampai 20 tahun setelah seseorang terpapar kristal silika, gejala yang timbul termasuk:

1. Sesak napas
2. Batuk parah
3. Lemas

Saat paru-paru terpapar kristal silika, tubuh mungkin tidak dapat melawan infeksi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penyakit lain yang dapat menyebabkan:

1. Demam
2. Kehilangan Berat badan
3. Berkeringat malam hari
4. Dada sakit
5. Gagal napas

Sejalan dengan waktu, gejala-gejala ini dapat menjadi lebih buruk. Maka perlu kita renungkan kembali, tentang pengolahan gemstone (yang sudah barang tentu beredar di masyarakat seluruh dunia) banyak yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan kerja. Berbagai gemstone yang diolah dan diproses di negara-negara seperti negara kita, dan negara-negara penghasil lainnya umumnya tanpa memperdulikan kesehatan dan keselamatan kerja.

Karena setiap batuan (gemstone, batu mulia) mengandung silika, maka debu yang beterbangan saat digosok dan terhisap oleh hidung dapat mengendap dalam paru-paru yang menyebabkan kanker ‘silicosis’ (seperti efek debu gunung berapi) dan bahayanya 3x lipat dari penyakit TBC, tidak dapat disembuhkan bahkan berakibat fatal (kematian), hal ini perlu diingatkan kepada penggosok batu tradisional maupun industri kecil pengolahan gemstone di negara kita, demi kesehatan dan keselamatan kerja.

Hasil survey tahun 2010 di India yang dilakukan oleh PTRC (People’s Training and Research Center), dari 5000 pemroses dan pengolah batuan (tukang gosok batu) 3/4-nya mengalami ‘silicosis’ ini. Untuk itu para pengrajin batu mulia dihimbau untuk mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengenakan masker (penutup hidung) dan pelindung mata (google) mengingat bahayanya.



Demikian BahayaYang Mengancam Para Pengasah Batu Cincin maupun mereka yang dekat orang yang sedang mengasah batu cincin. Utamakan kesehatan, gunakan alat yang baik serta masker yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Sumber: American lung association; SolidarityCenter

1 komentar:

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini