Minggu, 21 Juni 2015

Sejarah arah kiblat sholat umat Islam. Pada permulaan Islam orang melakukan salat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem (Palestina). Baru setalah turun wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan arah kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, dia menghentikan sementara salatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

mesjid dua kiblat

Masjid Al-Qiblatain yang ada di madinah berbeda dengan masjid lain yang ada di dunia karena dua kiblat yang ada di masjid tersebut. Karena masjid ini memiliki dua kiblat, maka juga ada dua tempat imam salat yang arah kiblatnya saling berlawanan.

Masjid Qiblatain di jalan Khalid bin Al Walid ini, tepatnya barat laut Kota Madinah adalah salah satu dari tiga masjid kuno dalam sejarah Islam, diantara Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Dinamakan masjid Qiblatain, tidak lain karena di masjid inilah umat muslim ditentukan arah kiblat salatnya agar menghadap Kabah di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut. Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya pada tahun 893 H atau 1543 M. Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.

Dikutip dari beberapa sumber.
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Qiblatain

2 komentar:

  1. trimakasih infonya,,
    sangat menarik,,
    dan bermanfaat,,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung semoga tetep kunjung ke sini.

      Hapus

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini