Selasa, 07 Agustus 2012

Musim hujan dan musim kemarau adalah musim yang selalu dihadapi penduduk Indonesia. disaat musim hujan air mudah ditemukan dan didapat apalagi buat pemgguna aliran air PDAM mungkin tidak begitu pusing untuk memperoleh air bersih walau musim berganti ganti.

Untuk mereka yang selalu memanfaatkan air sumur terkadang harus mengolah lagi airnya agar layak digunakan, inipun jika air sumurnya berwarna coklat bahkan terkadang seperti lumpur, kebanyakan orang menggunakan tawar untuk menjernihkan air yang butek / keruh agar jernih. Yang jelek sering dilakukan banyak orang adalah mencampurkan tawas kedalam air tanpa takaran yang semestinya, cuma mengandalkan prinsip semakin banyak tawas yang dicampurkan di air yang keruh butek semakin cepat air menjadi jernih.


bahaya tawas

Untuk itu kita coba buka lagi info tentang tawas. Tawas memiliki struktur KAl(SO4)2. secara umum tawas digunakan pada deodorant, karena memiliki sifat astringent dan antiseptik. Tawas juga digunakan sebagai penjernih air karena dapat mengendapkan kotoran di dalam air.

Ambil contoh Pemberian tawas pada air untuk merendam ikan sebelum diasapkan bertujuan agar ikan yang dihasilkan menjadi lebih putih, kenyal, kompak, kesat, mengurangi rasa pahit dan bau amis. Selain itu tawas juga digunakan untuk pengolahan manisan lidah buaya, campuran pembuatan bihun agar tidak rapuh dan berwarna putih, menghitamkan kacang hijau bahan isi bakpao.

Tawas termasuk bahan kimia yang masuk klasifikasi berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan apabila terhirup, tertelan, atau terserap malalui kulit. Apabila terkena mata akan menyebabkan iritasi mata, apabila terkonsumsi akan menyebabkan iritasi organ pencernaan.

Menurut Guyton and Hall (1997), Dilihat dari struktur kimianya tawas mengandung logam berat alumunium yang dalam bentuk ion sangat beracun apabila terkonsumsi dalam jumlah berlebihan. Paparan alumunium berlebih dapat merusak organ detoktifikasi yaitu hati.

Tawas bisa memberi manfaat bila dipakai untuk bahan tambahan makanan. Tanpa melihat aspek bahaya bagi  tunuh dan bisa menyebabkan kerusakan Hati. Tawas berkerabat juga dengan Merkuri (Hg), Timbal  (Pb) dan lain-lain yang mengandung logam berat,yang bisa menyebabkan kanker dan sering disebut karsinogenik.

pernah baca atau dengan tragedi penduduk di teluk Minamata di Jepang, penduduk di teluk Minamata mengalami penyakit aneh tanpa tahu sebabnya selama beberapa generasi, turun temurun. Sampai suatu ketika ada seorang dokter yang menemukan penyebab utama penyakit itu adalah Merkuri (Hg), Ternyata Merkuri (Hg) terkandung dalam daging Ikan hasil tangkapan nelayan dari teluk Minamata, yang dikonsumsi masyarakat nelayan di sekitar teluk tersebut. Pembuangan limbah logam Merkuri (Hg) ke teluk tersebut oleh salah satu pabrik disekitar teluk tersebut menjadi sebab terjadinya penyakit aneh di teluk Minamata.

Jadi selektip dalam mengkomsumsi makanan yang disinyalir menggunakan tawas dalam prosesnya pembuatannya akan lebih bijaksana dan menghindari lebih banyak bahan kimia yang tidak selayaknya memasuki tubuh. Bahaya Tidak  Tawas  semua tergantung penggunaannya. Semua ini kesimpulan admin jika ada masukan dan ada info yang lebih baik silahkan berbagi disini.

7 komentar:

  1. teriamakasih banyak... ternyata ada dampak burknya ya...

    http://obatasliindonesia.com/obat-herbal-varikokel-terbaik/

    BalasHapus
  2. Hadeh... gara " lubAng sumur bor kemasukan tikus jadi bangkai,refrensi pakai tawas, ane masukin hampir 1kg .. gimana neh ??

    BalasHapus
  3. Air sumur yang dicampur tawas,,,berbahayakah bila airnya untuk memandikan bayi...?
    Http://www.Suarakedaulatan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ kejeblog, @eep

      Tawasnya berbahaya jika komposisinya berlebihan, jika hanya dicampurkan didalam sumur itu juga tidak berbahaya karena ada proses alam lainnya, dan jika digunakan untuk mandi atau minum biasanya harus diendapkan dulu.

      Untuk memandikan bayi tidak berbahaya toh ada proses lainnya. Layak air dari PDAM pun terkadang berbau Tawas.

      Hapus
  4. Takaran yang benar dalam memakai tawas kira" semana ya

    BalasHapus
  5. Takaran yang benar dalam memakai tawas kira" semana ya?

    BalasHapus
  6. Sebaiknya dalam penggunaan tawas itu sendiri seperlunya saja, agar terhindar dari suatu hal yang tidak diinginkan.

    BalasHapus

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini