Rabu, 01 Mei 2013

Perang melahirkan kehancuran peradababan dan mengoyak masa depan anak kecil tanpa dosa dimanapun. Masyarakat muslim yang tidak bisa hidup nyaman dinegara muslimnya sendiri, Muslim ibarat penyakit yang harus dijadikan musuh oleh banyak kelompok manusia pemeran dalang kehancuran dunia. Mereka yang bersembunyi dibalik layar atas nama kedamaian dunia, dalang tukang adu domba, kebencian atas nama ras, yang tidak berani secara terang terangan.

Musik dan nyanyian perang yang indah bagi mereka, mereka yang merasa paling benar soal ideologi mereka, hukum mereka, cara mereka. Berapa banyak negara muslim yang hancur karena adu domba, berapa banyak korban kehancuran dan kematian yang menimpa banyak anak anak muslim diseluruh belahan dunia. Dan berapa banyak fakta salah tentang apa yang disangkakan terhadap muslim yang tidak terbukti.

Coba lihat berapa banyak anak anak muslim yang harus mati dan hidup tanpa masa depan dibanyak negara, tontonan tiap hari di daerah komflik yang ditayangkan banyak media, barat layaknya menonton sinetron dan opera sabun. Tanpa ada kepedulian cuma prihatin dan tetap dinikmati seperti membaca iklan kecil di koran murahan dan setelah itu dibuang dan dilupakan.


Entah dinegara mayoritas atau minoritas, muslim tetep saja tidak pernah bisa hidup damai dan tetap menjadi korban secara langsung maupun tidak langsung. Coba tengok foto foto kehidupan anak anak muslim ini yang tinggal didaerah konflik seperti, afganistan, syiria, pakistan, palestina, irak atau negara lainya yang ada baunya islam. Hidup miskin ditengah puing puing kehancuran. oh malangnya...

  "Janganlah karena kebencian kamu terhadap suatu kaum membuat kamu berbuat tidak adil"


Fitnah, adu domba, hasut menghasut, tinggi hati, merasa berkuasa, menebar kebohongan, iri dan kedengkian adalah penyakit dari pohon hati dan keluar lewat mulut melalui lidah, dan tularkan kepada mereka yang tidak pernah punya pendirian dan menggunakan akal sehat yang diberikan Yang Maha Segalanya. Lihat berapa banyak orang orang yang mudah hanyut ikut ikutan tanpa punya landasan pemikiran akan kebenaran, benci membenci dibuat berkelompok disamakan fanatisme terhadap klub sepakbola kesayangan. "SADARLAH"


"Kesenangan dunia ibarat seseorang yang berjalan menuju kelaut dan mencelupkan satu jarinya ke laut, lalu mengangkat jarinya, Air yang melekat pada jarinya adalah kesenangan dunia dan sisa air yang teringgal dilautan luas itulah sesungguhnya kehidupan akhirat yang kekal, yang harusnya dipikirkan"



Credit image : Muhammed Muheisen ( AP )
Article by     : Admin Cybermales

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini