Kamis, 08 Desember 2011

Tiap kita pasti suka atau pernah makan ayam goreng dipinggir jalan, yammi.. gurih lembut daging apalagi dimakan malem hari pas dingin dingin habis hujan. Rata rata penjual mamasang tarip paling murah 10 ribu rupiah..mahal memang klo bahannya dari ayam kampung tapi klo ayam yang dipakai ayam potong rada murah dikit..tapi pernah tidak kamu makan ayam goreng di pinggir jalan dengan harga super murah dibawah 5 ribu rupiah..??

Ayam Goreng beneran lihat tuh ada sayapnya.

Hati hati deh postingan ini bukan bermaksud merusak mata pencarian pedagang ayam goreng atau menmbuat image jelek penjual ayam goreng pinggir jalan tapi cuma buat waspada dan saling ngingetin karena adanya aksi aksi nakal pedagang ayam goreng pinggir jalan yang ingin mencari untung besar dengan merugikan konsumen dan merusak citra pedagang ayam goreng pinggir jalan.

Mulai dari menjual ayam upkir alias ayam yang sudah mati sebelum dipotong dengan cara borongan di pasar tradisional. yang harganya setengah harga ayam sehat yang masih hidup, tapi itu juga masih namanya ayam, ada yang lebih menjijikan dari aksi pedagang ayam goreng pinggir jalan yang mengoplos daging ayam goreng bahkan beneran gak ada ayamnya hanya dengan daging tikus, ya daging tikus..!!



Begini jelasnya ini adalah "tikus" yang bakal jadi bahan oplosan "ayam goreng" yang sudah di cuci oleh si pedagang foto dibawah ini.


Tikus atau  calon "ayam goreng oplosan tikus" ini di bakar untuk menghilangkan bulunya biar bersih.


Kemudian tikus dicuci dan dipotong potong terkadang dicampur ayam beneran sebelum dimasak sehingga menyerupai daging ayam.


Lalu di beri berbagai bumbu dan di persiapkan untuk digoreng.

 Si calon "ayam goreng oplosan tikus" sekarang sudah menjadi "ayam goreng"

Sekarang ayam goreng "aspal alias asli campur palsu" ini di sajikan dengan hangat
 
Mirip banget dengan ayam goreng benaran setelah disantap sebagian, yam yam ..kacau..

Untuk menghindari trik jahat dan nakal dari penjual ayam goreng oplosan tikus ini ikutin tip berikut untuk membedakan antara "ayam goreng oplosan tikus" dengan ayam goreng benaran:

1. Dari dagingnya, walaupun sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, akan tetapii daging tikus lebih banyak lemaknya dan seratnya lebih halus daripada ayam benaran (seperti foto diatas yang penuh dengan minyak dibagian paha).

2. Dari kulitnya, perhatikan lebih teliti lagi apakah pori-porinya besar atau kecil. Kalau pori-pori kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh adalah rambut. Pori-pori dari bulu (ayam) adalah lebih kasar daripada pori-pori bulu (tikus)

3. Dari tulangnya (emang yang ini agak susah), kalau ayam: bagian dada ya ada si tulang rawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulang rusuk, dsb. Kalau tikus akan terdapat sedikit sekali tulang di bagian punggung nya, dsb.

4. Dari harga, kalau harganya terlalu murah, lebih banyak kemungkinan kalau adalah ayam goreng jadi jadian.

5. Kalau tukang ayamnya dekat dengan rumah, datangi tuh tukang ayam sesering mungkin untuk membeli sayap. Kalo ga pernah ada sayapnya, patutlah anda curigai karena seperti kita tahu, salah satu ciri khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin ada pada tikus.

Jangan asal murah apalagi beli malem hari.teliti dan waspada daripada menyesal dibelakang hari.

2 komentar:

  1. Wah.. mesti rasanya enk tu.. hihihi..

    BalasHapus
  2. Yah namanya juga zaman susah, banyak orang menghalalkan segala barang, orang kita sih paling jago klo pake ilmu tipu tipu dalam berdagang, yang jelek disulap jadi kinclong, yang haram ditembelin bumbunya biar halalllll...

    BalasHapus

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini