Rabu, 09 Oktober 2013

Sudah saatnya bangsa ini meluruskan banyak fakta dan sejarah tentang asal usul leluhur bangsa ini, kerajaan leluhur dan tempat tempat yang pernah jadi simbol kebesaran negeri ini sebelum dirusak bangsa penjajah. Ingat kita ini bangsa yang besar, bangsa yang berbudaya dan bangsa yang besar sebelum dirusak tatanan kehidupan oleh bangsa lain. Pada zaman kejayaan para raja raja di bumi Nusantara (Nuswantara) semua gunung memiliki arti yang sangat sakral. Dan membuat penamaan tiap tiap gunung dengan arti yang tidak sembarangan.

Yang unik dari bumi nusantara ini adalah nama nama gunungnya. Tapi penjajahan Belanda selama ratusan tahun telah  memutus Sejarah Nusantara dengan putra putri penerus Leluhur bangsa Indonesia ini. Misalnya mengganti nama nama gunung yang tersebar di Nuswantara tersebut dengan nama lain. Hal ini mungkin ada maksudnya, karena bila nama gunung diketahui oleh generasi penerus bangsa ini,  maka akan diketahui pula letak kerajaan kerajaan di sekitar gunung tersebut. Maka kaburlah dan sulit ditemukan jejak peninggalan kerajaan zaman dahulu yang pernah jaya baik didarat dan lautan. Makanya kita kesulitan meluruskan dan menemukan bukti dan jejak kerajaan besar yang pernah ada di bumi Nusantara ini.


Tapi karena bahasa utama leluhur bumi ini dahulunya adalah bahasa sansekerta, maka akan sedikit membantu menemukan letak sebuah kerajaan masa lalu dibumi ini dengan mengenal nama gunungnya yang masih menggunakan bahasa sansekerta. Berikut nama nama asli gunung berapi yang ada dibumi Indonesia sebelum dirubah oleh para penjajah bumi ini:

A – K

    Bromo = Bromo (tetap)
    Cikuray = Prawitra
    Ciremai =  Indrakila
    Dieng =  Sang Hyang
    Galunggung = Kendyaga
    Gede = Katong
    Gunung Karang = Nisada
    Kawi = Kawi (tetap)
    Kelud = Kampud

L – R

    Lawu = Mahendra
    Merbabu = Limohan
    Muria = Retawu
    Papandayan = Gn Danghyang
    Penanggungan = Penanggunangan (tetap)
    Perahu = Baito
    Pulosari = Pulosari (tetap)
    Raung, dan gunung-gunung didekat gunung Raung Jawa Timur dulunya adalah gunung Semeru yg asli

S – Z

    Salak = Sapto Argo
    Slamet = Jamurdipa
    Semeru (yang sekarang) = Salaka
    Sumbing = Sungging
    Sundoro = Sundoro (tetap)
    Toba = Kelasa
    Ungaran = Sakya
    Welirang = Gora
    Wilis =  Pawinihan

Dan Beberapa nama gunung lainnya masih dalam pendataan. Semoga jejak dan keberadaan kerajaan besar yang yang masih sulit ditemukan lokasinya bisa terbantu dengan berpatokan dengan posisi gunung dengan nama asli dalam bahasa sansekerta, banyak sisa peninggalan kerajaan besar negeri ini yang sudah dijarah dan berada dinegeri lain sejak zaman penjajahan, penjajah bukan cuma merampok harta negeri ini tapi mereka juga merampok kebenaran dan fakta sejarah bumi nusantara yang kita diami sekarang.
Dikutip dari beberapa sumber anatara lain ( Agung BS / TS)

Related Posts:

  • Wanita Wanita Hebat Dalam MiliterEmansipasi wanita, sebuah kata yang jadi semboyan para wanita di era globalisasi. Kata yang jadi pegangan para wanita menempatkan perannya dalam kehidupan. Seperti wanita di negeri ini yang dihargai kebebasannya menjalankan p… Read More
  • Fakta Dan Dokumen Sejarah Walisongo Di Indonesia Sejarah masuknya Islam di Indonesia sungguh penuh dengan carut-marut karena sejak dahulu bangsa Indonesia memang lemah dalam sistim dokumentasi. Akibatnya, sejarah Indonesia sebelum datangnya bangsa Belanda selalu ada beb… Read More
  • Hari Pahlawan 10 November 2015 Berkibarlah benderaku Lambang suci gagah perwira Di seluruh pantai Indonesia Kau tetap pujaan bangsa Siapa berani menurunkan engkau Serentak rakyatmu membela Sang merah putih yang perwira Berkibarlah Slama-laman… Read More
  • Perang Palembang Di Awal Kemerdekaan IndonesiaPalembang merupakan kota yang strategis di Sumatera Selatan. Sebagai kota tua, Palembang banyak menyimpan sejarah perjuangan rakyat. Keberadaan Palembang yang dibagi oleh Sungai Musi menambah eksotismenya. Ciri khas Kota P… Read More
  • Putri Banjar ( Putri Mayang Sari ) Di Tanah DayakBangunan berwarna kuning berbentuk rumah adat Banjar itu, memang agak tersembunyi di balik rimbunan pohon karet yang tumbuh subur. Kalau kita bepergian dari Banjarmasin ke Tamiang Layang dan melintasi Desa Jaar, bangunan itu … Read More

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Visitor

25484973
Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971