Senin, 12 Oktober 2015

El Nino, El Nina dan kabut asap, gejala alam El Nino, itu kata kata yang tiap hari lagi marak didengar ditelinga saat ini. Apa sih yang dimaksud El Nino? El Nino adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan oleh naiknya suhu permukaan laut Samudera Pasifik sekitar khatulistiwa bagian tengah dan timur. Naiknya suhu di Samudera Pasifik ini mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan yang ada di atasnya. Pada saat normal hujan banyak turun di Australia dan Indonesia, namun akibat El Nino ini hujan banyak turun di Samudera Pasifik sedangkan di Australia dan Indonesia menjadi kering.



Apa sih yang dimaksud La Nina?

La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana.

Faktor Penyebab El Nino dan La Nina

Pada saat normal angin passat bertiup dari tekanan tinggi Sub Tropis (dari arah timur) menuju tekanan rendah ekuator (barat). Sehingga air hangat Samudera Pasifik berkumpul di pantai Utara Australia dan pantai Indonesia. Hal inilah yang mengakibatkan hujan di Australia dan Indonesia. Namun pada dua tahun sampai tujuh tahun sekali Angin Passat tersebut berubah arah. Yang semula dari arah timur ke barat berubah menjadi arah barat ke arah timur. Hal inilah mengakibatkan El Nino yaitu di Samudera Pasifik dan Indonesia berkurang curah hujan dari biasanya. Kemudian untuk La Nina terjadi karena angin passat bertiup dengan kencang dan terus menerus melewati Samudera Pasifik menuju Australia. Angin Passat ini akan mendorong lebih banyak air hangat di Samudera Pasifik menuju Australia Utara sehingga hujan hanyak turun di Samudera Pasifik Barat, Australia Utara dan Indonesia.

Apa sebenarnya El Nino?

El Nino adalah anomali iklim di Pasifik Selatan. Fenomena ini terjadi antara pesisir barat Amerika Latin dan Asia Tenggara, namun efeknya bisa dirasakan ke seluruh penjuru dunia dan seringkali berujung pada bencana alam. Sementara El Nino menyebabkan curah hujan tinggi di Amerika Latin, belahan bumi lainnya terancam kekeringan

Sementara El Nino menyebabkan curah hujan tinggi di Amerika Latin, belahan bumi lainnya terancam kekeringan

Umumnya permukaan air laut yang hangat mengalir ke arah barat dari Amerika Latin, sementara arus air dingin mengarah dari kedalaman laut menuju pesisir Amerika Latin. Pada tahun-tahun El Nino, arus itu mereda dan terkadang arahnya kebalikan. Permukaan air laut di pesisir Australia dan Indonesia jatuh beberapa derajat, sedangkan suhu air di Amerika Latin naik. Fenomena El Nino terakhir terjadi tahun 2009 dan 2010. Periode El Nino biasanya bertahan selama setahun.

Apa saja dampak yang disebabkan El Nino pada lingkungan?

Terumbu karang, plankton dan ganggang mati di perairan yang lebih hangat lepas pantai Amerika Latin. Ikan-ikan pergi mencari perairan baru karena kekurangan pangan. Ini tentu berdampak pada industri perikanan Amerika Latin.

Air yang menghangat juga mengakibatkan wilayah-wilayah bertekanan rendah di pesisir barat Amerika Latin. Ini menyebabkan hujan lebat, longsor, banjir dan badai. Di Pasifik Barat - di Indonesia dan bagian utara Australia - justru sebaliknya: kekeringan, gagal panen dan kebakaran hutan.

Sepanjang El Nino, angin muson yang biasanya membawa hujan yang dinanti-nanti, entah datang terlambat atau tidak datang sama sekali.

Nah di negara tropis seperti Indonesia dampak El Nino adalah kemarau panjang, suhu udara terasa panas dan kekeringan Dan yang parah saat ini adalah darurat kabut asap. Kabut asap sih sebenarnya karena pembakaran hutan, laham gambut dan rawa. Yang menjadi kendala adalah pemadaman kebakaran hutan karena tiupan angin dan suhu panas yang berubah rubah. Pemadaman kebakaran hutan dengan air rasanya akan sangat sulit karena suhu terlalu panas, Mungkin akan lebih baik menggunakan bahan kimia khusus untuk memadamkan api.

Apa  sih penyebab El Nino?

Kalangan ilmuwan belum tahu persis. Namun ada indikasi bahwa El Nino bukan perbuatan manusia dan sudah terjadi secara alamiah selama berabad-abad. Meski begitu, efek gas rumah kaca dapat memperparah fenomena El Nino, sehingga terjadi lebih sering atau lebih intens. Tapi yang pasti setiap kejadian dan peristiwa sudah ada yang mengaturnya, Dia-lah Tuhan pemilik alam semesta, yang menguasai langit, bumi beserta isinya. kita manusia harus bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tiap musibah, petaka dan bencana, tetap bersyukur dan berbaik sangka Kepada Nya.

Dikutif dari berbagai sumber dan ditulis ulang admin blog ini.
Credit image : almanac.com


0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini