Selasa, 17 Juli 2012

1. Amorphophallus. 

bunga-bangkai 
 
Amorphophallus adalah nama genus dari bunga bangkai atau suweg yang diantara jenisnya adalah A. titanum dan A. gigas. Phallus mempunyai arti sebagai ‘lingga’ atau penis yang sedang dalam keadaan ereksi. Sedangkan “Amorphos” merupakan bahasa Yunani Kuno yang berarti “cacat, tanpa bentuk”. Tampaknya nama ilmiah ini diilhami oleh bentuk tongkol bunganya yang menjulang tegak lurus. 
2. Alysicarpus vaginalis (L.) DC.


Tumbuhan ini di Indonesia kadang disebut sebagai brobos, barobos, gude oyod, atau sesenep. Merupakan Tanaman merambat semusim yang terkadang dianggap sebagai gulma dan kerap dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Unsur seksnya tidak usah saya bahas lagi. 

3. Cypraecassis testiculus (Linnaeus 1758)
Merupakan nama latin dari siput ‘Reticulated Cowry Helmet‘ yang hidup di pantai berbatu di Samudera Atlantik, Teluk Meksiko, dan Laut Karibia. Testiculus merupakan bahasa latin yang menjadi asal usul kata testis (nama kelenjar pada alat kelamin pria).

4. Eroticoscincus Wells & Wellington, 1984.
Adalah kadal hutan hujan subtropis yang hidup di Queensland, Australia dan biasa dikenal sebagai Elf skink atau Kadal Asmara.

5. Labia minor Linnaeus. Mendengar nama ini tentunya akan langsung teringat akan bagian dari alat kelamin perempuan yang terletak di belakang labia mayora. Ternyata istilah ini digunakan juga sebagai nama latin serangga sejenis ‘earwig’ yang di Sunda dikenal sebagai Cocop├ęt.

6. Orchidaceae. Merupakan nama suku dari berbagai jenis anggrek. Orchidaceae diambil dari bahasa Yunani “orkhis” yang berarti ‘testis’. Ini mengacu pada penampilan umbi semu (pseudobulb) tanaman yang menggembung. Juga terkait mitos tentang anggrek terestrial yang muncul dari tumpahan air mani hewan kawin.

7. Phallus drewesii Desjardin, 2009. Nama ilmiah dari sejenis jamur kecil yang tumbuh menyamping dan menyerupai alat kelamin pria ini diberikan oleh penemunya, Denis Desjardin dan Brian Perry (San Fransisco State University), sebagai ungkapan rasa humor atas sahabat mereka Robert Drewes, seorang kurator Herpetologi yang bekerja di California Academy Of Sciences. Tentunya atas izin yang bersangkutan. Drewes banyak membantu memberikan penjelasan tentang pulau Sao Pome, habitat endemik jamur tersebut.

8. Penicillus vaginiferous Lamarck, 1818. Sejenis kerang laut yang hidup di pesisir Kepulauan Dampier, Australia Barat.

9. Verpa penis Linnaeus, 1798. Bersinonim dengan Penicillus penis, Brechites penis, dan Serpula penis, merupakan sejenis bivalvia (kerang-kerangan) yang tersebar di perairan Afrika hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sumber :  http://fotoetnics.blogspot.com/2012/07/nama-tumbuhan-dan-hewan-unik.html

1 komentar:

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini