Rabu, 10 November 2010

INILAH.COM, Tokyo - Dunia harus segera bertindak untuk menghentikan hilangnya spesies hewan dan tumbuhan yang memungkinkan manusia eksis.

PBB memperingatkan itu Senin (18/10) di awal pertemuan puncak keanekaragaman hayati di Nagoya Jepang.

Delegasi dari 193 anggota Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (CBD) berkumpul di pusat kota Nagoya untuk bekerja sama menyusun strategi guna membalikkan kepunahan massal disebabkan oleh manusia.

"Waktu untuk bertindak adalah sekarang dan tempat untuk bertindak adalah di sini," kata sekretaris eksekutif CBD Ahmed Djoghlaf saat pertemuan dibuka.

Ia menggambarkan acara 12-hari itu sebagai "momen yang menentukan" dalam sejarah umat manusia.

"Bisnis seperti biasa lebih merupakan pilihan, ketika menyangkut kehidupan di bumi. Kita perlu pendekatan baru, kita perlu berhubungan kembali dengan alam dan hidup selaras dengan alam."

Delegasi diberitahu tekanan populasi manusia telah memusnahkan ekosistem, seperti hilangnya hutan tropis dan terumbu karang, dan musnahnya hewan dan tumbuhan yang membentuk jaring kehidupan manusia.

"Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya dunia untuk mengatasi fakta yang sangat sederhana kita menghancurkan kehidupan di bumi," kata direktur eksekutif Program Lingkungan PBB Achim Steiner dalam pidato pada upacara pembukaan.

"Kita merusak dasar-dasar yang mendukung kehidupan di planet ini."

Delegasi di Nagoya akan menetapkan target baru tahun 2020 untuk menahan hilangnya spesies, dan akan mendiskusikan peningkatan bantuan keuangan jangka menengah bagi negara-negara miskin untuk membantu mereka dalam melindungi satwa liar dan habitatnya.

Tapi janji belum terpenuhi, dan Djoghlaf mengatakan pemerintah di seluruh dunia harus mengakui kegagalan itu.

"Mari kita memiliki keberanian untuk melihat ke dalam mata anak-anak kita dan mengakui bahwa kita telah gagal secara individual dan kolektif untuk secara substansial mengurangi laju kehilangan keanekaragaman hayati tahun 2010," kata Djoghlaf.[ito]

Sekarang bukan Waktunya berdebat, tapi aksi menyelamatkan bumi, mulailah dari lingkungan sendiri dengan menanam banyak tumbahan karena bisa ikut menyelamatkan Atmosfir.

Sumber: inilah.com

Related Posts:

  • BALI Diguncang Gempa 6,8 Skala RichterLokasi Gempa sekita 143 km BaratDaya NUSADUA-BALI , 148 km BaratDaya KUTA-BALI , 154 km BaratDaya TANAHLOT-BALI , 156 km BaratDaya DENPASAR-BALI , 950 km Tenggara JAKARTA-INDONESIA Keterangan: Tidak berpotensi "tsunami… Read More
  • Khadafi Tewas Tertembak Atau Dibantai..??khadafi tewas tertembak, itulah berita yang bertebaran di dunia maya dan media TV, Berita yang menyebutkan mantan pemimpin libiya muammar khadafi tewas dalam pertempuran, banyak sekali orang yang mencari kebenaran berita te… Read More
  • Bocah 4x Dilindas Truk Tidak Ada Yang MenolongMalang bener nasib bocahj kecil ini 4x terlindas truk dibiarkan saja oleh orang orang disekitarnya, tanpa ada yang mau menolong, kejem banget entah karena takut dijadikan saksi atau karena enggan menolong karena anak orang pi… Read More
  • Signal Bagus Dari KEMENKOMINFO Soal Sedot ( Pencurian ) PulsaHasil Rapat antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dengan seluruh perusahaan content provider, operator, kepolisian, konsumen, dan pihak berkepentingan lainnya… Read More
  • Mengenal KTP Elektronik Atau e-KTP"e-KTP" atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk han… Read More

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Visitor

25484895
Popular Posts

Donate To Me On Paypal

https://www.paypal.me/riyanto1971