Kamis, 27 Oktober 2011

Gangguan motorik  pada balita ( Celebral palsy ), Penderita gangguan motorik atau celebral palsy pada anak bayi sering lemas. Celebral palsy (CP) merupakan gangguan sistem motorik akibat adanya kerusakan di otak. Kondisi ini bisa terjadi sejak janin dalam kandungan, maupun saat bayi sudah lahir. Tidak mudah mendiagnosis CP secara tepat sejak dini. Sebab itu, orangtua harus selalu mengamati perkembangan anak.

celebral palsy


Bila dikenali adanya kelainan, sebaiknya orangtua segera memeriksakannya ke dokter. “Tandanya bisa berupa bayi lemas, bentuk kaki seperti busur, tidak bisa menegakkan kepala setelah berusia beberapa bulan, dan lainnya,” kata Dr. Hermawan Suryadi, Sp.S, dokter ahli saraf dari Klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi Jakarta ini.

Hingga saat ini penyebab pasti Celebral Palsy belum bisa diketahui. Namun, beberapa hal dapat menjadi faktor risiko bagi terjadinya CP. Kelainan pembentukan saraf kepala janin, janin yang terinfeksi, minum obat sembarangan saat hamil, misalnya.

Proses kelahiran yang tidak sempurna, contohnya bayi kekurangan oksigen, divakum, lalu bayi yang lahir dengan berat badan rendah, dan bayi dengan bilirubin tinggi (bayi kuning), juga dapat menyebabkan timbulnya CP. Meski begitu, tambahnya, banyak kasus bayi kuning yang tidak berhubungan dengan masalah CP.

Celebral palsy dapat dideteksi sejak masa-masa awal tumbuh-kembang bayi, misalnya dengan mengamati gejala atau fungsi refleksnya. Normalnya, bayi berusia 3-4 bulan akan meraih mainannya, di usia 5 bulan tangannya akan menyambut ke atas bila akan diangkat, usia 6-7 bulan sudah mampu duduk, dan usia 10-14 bulan biasanya mulai bisa berjalan. Bayi dengan kelainan CP tidak memiliki fungsi refleks itu.

Jangan Diabaikan

Bila diketahui sejak dini, kualitas hidup anak dapat dimaksimalkan. Bahkan bila kondisi CP-nya tidak berat, si anak bisa kembali normal. Pemeriksaan kehamilan secara teratur, sejak awal hingga menjelang melahirkan, juga bisa mencegah CP.

Gangguan kehamilan seperti muntah-muntah hebat, apalagi sampai menyebabkan dehidrasi pada ibu, tidak boleh diabaikan. Konsumsi makanan saat hamil juga harus dijaga betul, agar tidak mengalami keracunan. Kedua hal itu bisa menjadi faktor pemicu CP.

Kelainan CP meliputi beberapa tipe, yakni kelumpuhan yang terjadi pada kedua kaki dan tangan (quadriplegia), kelumpuhan pada kedua kaki lebih parah daripada yang dialami kedua tangan (diplegia), hanya sesisi tubuh yang terkena dan kelumpuhan tangan lebih berat ketimbang kaki (hemiplegia), kelumpuhan pada kedua tangan dan satu kaki (triplegia), dan hanya terjadi satu kelumpuhan, biasanya pada tangan (monoplegia).

Klasifikasi CP juga bisa dibagi dalam jenis gangguan gerak yang terjadi, yaitu spastic (otot-otot kejang dan kaku), athetoid (gerak tubuh tidak terkontrol), dan ataxic (keseimbangannya kacau), sehingga bila berjalan akan sempoyongan.

Berdasarkan jenis kelainan tersebut, bisa diperkirakan kemampuan apa saja yang mungkin dicapai si anak kelak. Misalnya, apakah si anak mampu berjalan sendiri atau memerlukan alat bantu, bisakah ia bangkit dari duduk tanpa bantuan orang lain, sanggupkah ia menggunakan tangannya dengan baik, dan sebagainya.

Saat ini tersedia banyak terapi untuk memaksimalkan mutu hidup anak celebral palsy, sebut saja terapi okupasi, fisioterapi, dan lain-lain. Peran orangtua jelas sangat besar dalam hal ini karena latihan (terapi) harus dilakukan juga selama di rumah.

Tiap orangtua pasti mengharapkan hal yang terbaik bagi buah hatinya, sekalipun dia menderita CP. Untuk mencapai itu, dibutuhkan upaya tanpa kenal lelah, optimisme, dan sikap realistis.

Tak ada salahnya meniru sikap ibunda dari Christy Brown (kisah sejatinya diangkat ke dalam film My Left Foot, dibintangi Daniel Day-Lewis). Ia yakin bahwa putranya yang menderita CP sejak lahir itu memiliki kehebatan. Mereka berusaha keras, dan dengan kaki kirinya Christy mampu menghasilkan sejumlah lukisan, puisi, dan otobiografi. Ia pun menjadi seniman Irlandia yang ternama.

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini