Selasa, 16 Oktober 2012

Ada lagu jorok dan sedikit lucu waktu kecil dulu begini bunyinya :"Tai kambing bulat bulat dimakan menjadi
obat disimpan menjadi jimat, eyak eyak empong celana kambing bolong." Tuh jorok tidak? tapi sedikit jadi
pertanyaan klo dipikir lagi, mengapa tai kambing bulat bulat ya Om, bisa saja ada anak, ponakan atau anak
anak kecil bertanya pada kita soal kenapa tai kambing kok bulat bulat? masa kita gak bisa jelasinmalu khan.

Nah ini ada penjelasan yang bisa membantu, karena bisa jadi dulu pernah kita pelajari waktu masih sekolah,
biasanya bahasan pelajaran biologi. Kambing atau sapi termasuk hewan pemamah biak (ruminansia). Pada dasarnya sistem pencernaan pada ruminansia tergolong sama antara satu dengan yang lainya, yaitu makanan masuk mulut – eusophagus – rumen – retikulum – omasum – abomasum terus ke usus halus.
  • Rumen: bagian lambung tempat penghancuran makanan secara mekanis
  • Retikulum: bagian lambung tempat pencernaan selulosa oleh bakteri
  • Omasum: bagian lambung tempat pencernaan secara mekanik
  • Abomasum: bagian lambung tempat terjadinya pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim dan HCl yang dihasilkan oleh dinding abomasum
Hewan pemamah biak (Ordo Artiodactyla atau hewan berkuku genap, terutama dari subordo Ruminantia) adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang mencerna makanannya dalam dua langkah: pertama dengan menelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Lambung hewan-hewan ini tidak hanya memiliki satu ruang (monogastrik) tetapi lebih dari satu ruang (poligastrik, harafiah: berperut banyak).


mengapa tai kambing bulat bulat

Hewan pemamah biak secara teknis dalam ilmu peternakan serta zoologi dikenal sebagai ruminansia. Hewan-hewan ini mendapat keuntungan karena pencernaannya menjadi sangat efisien dalam menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan, dengan dibantu mikroorganisme di dalam perut-perut pencernanya.
Semua hewan yang termasuk subordo Ruminantia memamah biak, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, jerapah, bison, rusa, kancil, gnu, dan antilop. Ruminansia yang bukan tergolong subordo Ruminantia misalnya unta dan lama. Kuda, walaupun bukan poligastrik, memiliki modifikasi pencernaan yang efisien pula.

Hewan memamah biak ( Ruminantia ) adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan yang mencerna makanannya dalam dua langkah :

1. Dengan menelan bahan mentah
2. Mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dan mengunyahnya lagi.

Lambung hewan-hewan ini tidak hanyamemiliki satu ruang ( monogastrik ) tetapi lebih dari satu ruang ( 
poligastrik ), atau secara umum bisa dikatakan berperut banyak


tai kambing bulat bulat

Perbedaan antara hewan ruminansia dengan mamalia lainnya Terlihat pada susunan dan fungsi gigi serta lambung.Hal ini berkaitan dengan jenis makanannya.

1. Gigi geraham (premolare & molare) sangat besar,kuat, bergelombang seperti papan pencuci. Serta
berfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding seltumbuhan yg dimakan.
2. Gigi seri berbentuk seperti kapak, berfungsi untuk menjepit dan memotong makanan.
3. Antara gigi seri dan geraham terdapat rongga yangdisebut diastema

Di dalam usus terdapat kumpulan bakteri simbiosisyang dapat melakukan peragian selulosa.Cenderung memiliki  usus yang lebih panjangdibanding mamalia lainnya, karena makanan yang melalui usus dicerna perlahan-lahan. Memiliki 4 ruangan lambung, yaitu :

1. Rumen atauperut besar (berisi bakteri dalam cairan alkali)
2. Retikulum (perut jala)
3. Omasum (perut masam)
4. Abomasum atau perut kitab ( lambung yang sesungguhnya).

Contoh hewan ruminansia

1. Sapi
2. Kambing
3. Kuda
4. Domba
5. Jerapah
7. Bison
8. Rusa
9. Kancil

Struktur khusus sistem pencernaan hewan ruminansia :
  • Gigi seri (Insisivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperli rumput.
  • Geraham belakang (Molare) memiliki bentuk datar dan lebar.
  • Rahang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.
  • Struktur lambung memiliki empat ruangan, yaitu: Rumen (fermentor), Retikulum, Omasum dan Abomasum ( Lambung yang sebenarnya sehingga terjadi pencernaan enzimatis).
Pola sistem pencernaan pada hewan umumnya sama dengan manusia, yaitu terdiri atas mulut, faring, esofagus,  lambung, dan usus. Namun demikian, struktur alat pencernaan kadangkadang berbeda antara hewan yang satu  dengan hewan yang lain.

Kondisi usus halus antara kambing dan sapi masih mirip, tapi setelah masuk ke dalam usus besar sudah berbeda, penyerapan air dalam usus besar kambing lebih cepat atau lebih baik dibandingkan dengan sapi, sehingga feses dari kambing cenderung keras dibandingkan dengan sapi. Dan untuk untuk terbentuknya feses yang bulat-bulat, di usus besar kambing bentuknya bergelombang-gelombang karena penyerapan air yang lebih baik, kotoran yang terdorong keluar pun menggumpal dan akhirnya terbentuk feses yang bulat-bulat atau bahasa umunya tai kambing bulat bulat. Jadi tahu khan kenapa tai kambing bulat bulat.

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini