Minggu, 13 Januari 2013

Laksemana Cheng Ho ( Haji Mahmud Shams ) adalah seorang Laksamana Terkenal Dari negeri Cina yang beragama islam sejak kecil. Dia dilahirkan dalam sebuah keluarga cina islam berbangsa Tionghoa di Puak Hui wilayah Funnan china. Nama islamnya iaitu Haji Mahmud Shams. Dia salah seorang panglima perang dan pelayar yang terbilang hebat pada zamannya. Terutamanya di zaman Dinasti Ming.Cheng HO adalah seorang rakyat biasa, ketika tentara kerajaan dari Dinasti Ming yang mengalahkan tentara kerajaan dari Dinasti Yuan yang menguasai Yunnan, Cheng Ho juga ditangkap bersama pemuda lain lalu diserahkan kepada pihak istana untuk dijadikan hamba abdi kepada Maharaja Zhu Di.

Namun semasa menjadi tawanan itu bakat dan ketokohannya tersebarlah setelah dia berjaya mendapat kepercayaan dari Raja Zhu Di untuk memimpin pasukan tentara mengalahkan dan menghapuskan pemberontakan Kaisar Zhu Yunwen dari Dinasti Ming.Kerana Chengho juga Raja Zhu berjaya dan akhirnya

chengho lebih hebat dari columbus

Misi ekspedisi pelayarannya Cheng Ho telah menjadi tanda tanya hampir berabad-abad lamanya,
namun kini misteri sejarah silam yang hebat ini telah dibongkar kembali. Catatan ekspedisi pelayarannya yang ke-7 sebelum dia meninggal dunia telah dimusnahkan oleh pihak kerajaan Cina Mengapa catatan itu dimusnahkan menjadi persoalan hingga kini.

Yang jadi pertanyaan kenapa kebanyakan rute ekspedisi Cheng Ho adalah wilayah nusantara.
Jumlah armada laut yang besar dan sanggup melawan kerajaan majapahit tidak menjadikannya penjajah dibumi indonesia. Bahkan negara negara yang pernah disinggahinya, malahan misi ekspedisinya mempunyai agenda yang tersendiri kerana Cheng Ho lebih merupakan misi diplomatik disamping menaikkan pengaruh Tiongkok ke seluruh dunia.

Rute ekspedidi Pelayaran Waktu Daerah yang dilewati oleh armada laut Cheng Ho ( Haji Mahmud Shams ) antara lain :

  • Pelayaran ke-1 1405-1407 : Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, Sumatra, Lambri, Ceylon, Kollam, Cochin, Calicut
  • Pelayaran ke-2 1407-1408: Champa, Jawa, Siam, Sumatra, Lambri, Calicut, Cochin, Ceylon
  • Pelayaran ke-3 1409-1411 : Champa, Java, Malacca, Sumatra, Ceylon, Quilon, Cochin, Calicut, Siam, Lambri, Kaya, Coimbatore, Puttanpur
  • Pelayaran ke-4 1413-1415 : Champa, Java, Palembang, Malacca, Sumatra, Ceylon, Cochin, Calicut, Kayal, Pahang, Kelantan, Aru, Lambri, Hormuz, Maladewa, Mogadishu, Brawa, Malindi, Aden, Muscat, Dhufar
  • Pelayaran ke-5 1416-1419 : Champa, Pahang, Java, Malacca, Sumatra, Lambri, Ceylon, Sharwayn, Cochin, Calicut, Hormuz, Maldives, Mogadishu, Brawa, Malindi, Aden
  • Pelayaran ke-6 1421-1422: Hormuz, Afrika Timur, negara-negara di Jazirah Arab
  • Pelayaran ke-7 1430-1433 : Champa, Java, Palembang, Malacca, Sumatra, Ceylon, Calicut, Hormuz...
Jika diteliti negara negara yang pernah dilalui nya waktu pada tahun 1405 ialah Champa, Jawa, Malaka, Sumatera atau Palembang. Tempat tempat tersebut yang paling diminati chengho setidaknya 5 kali chengho mengunjunginya. padahal tempat tempat itu terkenal dengan kerajaan besar seperti Sriwijaya, Majapahit, Aceh dan Langkasuka. Yang paling menarik ialah pada ekspedisi pelayaran ke-4nya, cheng Ho telah sampai ke Kelantan dan Pahang dalam tahun 1413 dan 1415.

Perlu diingat kuga, ketika dunia barat dan orientalis sibuk membicarakan Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492 dengan hanya 3 buah kapal dan 88 orang anak kapal atau awak awak,
Laksemana Cheng Ho justru telah melakukan petualangan antara benua selama 7 kali berturut-turut dalam jarak masa hanya 28 tahun sahaja (1405-1433) dengan menggunakan armada yang terdiri dari 27,000  awak-awak dan 307 kapal laut. Artinya armada Laksamana Chengho 5 kali lebih besar dari armada  Christopher Columbus).

Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 kaki atau 120 meter dan lebar 160 kaki atau 50 meter dan bertiang layar 3layar serta 9 layar.  Tidak kurang dari 30 negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika pernah disinggahinya. Vasco da Gama yang berlayar dari Portugis ke India tahun 1497 pun tidak dapat menandingi kehebatan Laksamana Cheng Ho bahkan Ferdinand Magellan yang merintis pelayaran mengelilingi bumi pun tertinggal 114 tahun di belakang ekspedisi Cheng Ho.

Dari catatan kesuksesan ekspedisi dari chengho yang hebat itulah akhirnya menghasilkan satu panduan pelayaran yang dikenali sebagai buku "Zheng He's Navigation Map" yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina pun berubah, tidak sekadar bertumpu pada 'Jalur Sutera' antara Beijing Bukhara saja  Nama Kerajaan Tiongkok semakin dikenali di mata dunia hasil pengembaraan samudera palnglima Cheng Ho tersebut.

Nama Laksamana Cheng Ho terkenal di alam Nusantara terutamanya di Malaka pada abad ke-15.
Laksamana Cheng Ho telah meninggal dunia pada bulan April 1433 di Calcutta, India, jenazahnya dikuburkan di suatu tempat di tengah perjalanan pulang ke Tiongkok (ada sesetengah pendapat yang menyatakan beliau di kuburkan di Semarang) . Cuma rambut dan pakaiannya saja yang dibawa kembali ke Tiongkok pada bulan Julai 1433. Yang menjadi persoalan dan misteri ialah mengapa setelah kematian Cheng Ho, pihak istana telah membakar seluruh catatan yang dibuat Cheng Ho sebagai laporan perjalanannya.
Sehingga catatan mengenai ekspedisi ke-7 Cheng Ho sangat sedikit ditemui. Namun yang pasti ada catatan lain mengenainya perjalanannya.

Menurut beberapa versi dan bukti peninggalan sejarah Laksemana Cheng Ho atau Haji mahmud Shams ini telah meninggal dan dikuburkan di Semarang. Seni bela diri Kung Fu yang dikatakan hak paten orang cina ternyata berasal dari Calcutta India yang berasal dari Kallary Payatt dibawa dan dikembangkan
oleh Laksemana Cheng Ho dan orang-orang beliau ke tanah besar cina..

Jika kita meneliti urutan sejarah dan pergolakan perebutan kenaikan takhta kaisar dinasti Ming di Cina, Selepas kematian Kaisar Ming Cheng Zhu pada tahun 1424, Kaisar Ming Ren Zhong telah naik tahta. Lalu keluar larangan berlayar bagi semua pelaut Tiongkok. Inilah yang menyebabkan mengapa jarak antara ekspedisi ke-6 dan ke-7 Cheng Ho berselang begitu lama. Setahun kemudian Kaisar Ming Ren Zhong mewariskan tahta kepada Kaisar Ming Xuan Zhong tahun 1430, Kaisar Ming Ren Zhong mati dan Kaisar Ming Xuan Zhong kembali memperbolehkan Cheng Ho belayar ( ekspedisi ke-7 dalam tahun 1431~1433 ).
Namun setelah berakhirnya ekspedisi ke-7, Kaisar Ming Xuan Zhong mulai melakukan politik tutup pintu dan menyebabkan  terputusnya hubungan budaya dan kemajuan luar negeri. Sejak itulah kejayaan dan kegemilangan maritim Tiongkok yang begitu hebat dan terkenal itu semakin suram. Kemunduran teknologi maritim adalah menjadi faktor utama jatuhnya Dinasti Qing setelah angkatan laut Tiongkok mengalami kekalahan yang memalukan dari imperialis
Barat dalam Perang Candu.

Jadi di tiongkok agama Islam telah ada dan berkembang sejak zaman dahulu sebelum Kerajaan Sriwijaya mengenal Islam. Hal yang tidak bisa dihapus dan dimusnahkan dari sejarah, Lihat saja ada bangunan mesjid yang menyerupai Kelenteng di beberapa kota di Indonesia. Artinya masyarakat china telah mengenal agama Islam sejak zaman dahulu, dan Islam tidak mengajarkan permusuhan antar etnis. Sama halnya penyebaran Islam oleh para Wali 9 yang dilakukan dengan jalan damai dengan tidak menghancurkan tradisi asli penduduk nusantara. Chengho nama nama besar seorang panglima laut yang sejarahnya dibuat samar oleh orang orang tertentu, Kenapa pengetahuan dunia hanya mengenalkan Christopher Columbus lebih hebat dari Chengho?

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini