Jumat, 11 Januari 2013

Hidup diperkotaan terkadang penat, pikiran tidak kalah macetnya dengan kendaraan, begitu juga mata terkadang lelah dihadang padatnya jarak pandang dan sesuatu yang kurang enak dipandang, timbul perasaan rindu akan ketenangan dan kedamaian akan suasana teduh, hijau serta napas yang lepas akan suasana alam pedesaan. hidup dikota padat bagai diburu waktu dan kesibukan lupa akan ketengan batin. Waktu istirahat rasanya tidak banyak, waktu luang akan kebebasan dan melepaskan sesak dalaam pikiran rasanya mahal didapat, hidup terkurung dalam waktu, hari dan pekerjaan, Dimasa zaman kegelapan sebelum ada agama mungkin berhala yang disembah manusia adalah batu, tetapi dizaman modern sepertinya berhala telah berubah menjadi "UANG". Duit atau uang ibarat berhala modern yang selalu disembah dan dimuliakan
banyak orang.

Ada banyak hal yang bisa dibeli dengan duit tapi tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan duit.
Akan ada saatnya buat seseorang akan merasa sepi diantara keramaian, ketenangan ditengah keramaian dan kedaian ditengah kesibukan. Cukuplah lukisan alam ini yang bisa menyejukan mata dan hati untuk mewakili langkah kaki kedunia sebenarnya, mengingat akan Kuasa dan pemberian Tuhan yang jarang kita syukuri.

lukisan alam

pemandangan pedesaan




Lukisan karya Reint Withaar (Gerrit Reint Withaar) ini rasanya bisa mewakili diri untuk melihat indahnya alam pedesaan, Dia lahir di Amsterdam pada tahun 1928. Dia mulai melukis pada usia 5 tahun. Lukisan yang menggambarkan keindahan alam pedesaan dan kerinduan akan kedamaian yang terlupakan.












Jika hari ini kita masih bernapas dan mengejar kehidupan itu semua karena kasih sayang Allah SWT yang belum tentu bisa kita dapatkan esok harinya, jalani dan nikmati hidup selagi diberi kesempatan, raih apa yang memang harus diraih uang memang dibutuhkan dalam hidup tapi jangan disembah apalagi diperbudak pekerjaan demi uang..

3 komentar:

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini