Senin, 11 Juli 2011

Bayi ( balita )  memang belum pandai bicara atau mengutarakan sesuatu tetapi terkadang kita sering melihat tingkah lakunya yang lucu, mulai kadang senyum sendiri, kadang kadang suka marah, kadang gelisah, dan kadang bicara sendiri, tak jarang kita sering nertanya pada bayi ( balita )  mikirian apa nak? senyum dengan siapa nak, kenapa ngambek nak?

pikiran bayi

Seperti dikutip dari buku "The Philosophical Baby", Alison Gopnik, otak bayi bekerja lebih keras daripada yang kita bayangkan, wah hebatnya apa yang ada dibenak bayi.
"Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, para ilmuwan mengira bahwa bayi itu egosentris dan tidak logis," ujar Gopnik. "Namun kami menemukan bahwa, dalam banyak hal, bayi dan balita tahu, belajar dan berpengalaman lebih banyak bahkan dibandingkan orang dewasa!"

Berikut dilansir dari MSN Lifestyle, berikut beberapa temuan menarik Gopnik :

1. Bayi sudah mengerti Anda sejak dini

Selama ini orang menganggap bahwa anak-anak tidak akan bisa memahami pikiran orang lain hingga berusia tujuh tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka sudah mulai memahami sejak tujuh bulan.

"Bahkan bayi yang masih sangat kecil tahu bahwa orang memiliki keinginan dan tujuan," ujar Gopnik. "Ketika melihat Anda menggapai sebuah benda, bayi mengerti bahwa Anda ingin memegangnya."

2. Balita tahu bahwa teman khayalannya tidak nyata

Menurut Gopnik, hampir 70 persen anak-anak memiliki teman khayalan. Bersahabat dengan teman khayalan adalah cara mereka untuk memahami dunia.

"Pada usia tiga atau empat, anak-anak mengerti bahwa teman khayalannya tidak nyata," kata Gopnik. "Tapi untuk mencoba memahami orang lain, mereka mulai membayangkan kemungkinan bagaimana jika orang itu tingginya sepuluh kaki atau tidak terlihat orang lain."

3. Anak-anak butuh jawaban dari pertanyaannya.

Ketika anak Anda terus-menerus bertanya: "kenapa nak, mengapa nak, ada apa nak?" dia sebenarnya bukan sedang berusaha untuk mengganggu Anda. Menurut Gopnik, anak memang tak tahan untuk tidak bertanya.

"Anak-anak terdorong untuk mencari tahu mengenai dunia sebanyak mungkin," katanya. "Untuk itulah mereka mendesak orang dewasa demi jawaban."

Untuk itu, kuncinya adalah bersabar, beri mereka jawaban dan persiapkan diri untuk menghadapi hari-hari di mana Anda akan ditekan anak demi sebuah jawaban.

Jadi walau bayi belum bisa ngomong tapi pahamilah kalau otak bayi itu sudah berpikir dan bekerja, dan selalulah interaktip dengan bayi anda walau mereka belum bisa apa apa menurut anda, pahami dan ikuti pikirannya ajak berdialog walau kelihatannya anda seperti orang gila bicara sendiri pada bayi yang belum bisa ngomong.

Dan Biarkan imajinasi balita anda berjalan tugas kita adalah berusaha menyelam apa yang ada dalam hayalannya dan mencoba menuntun keingginannya, jangan pernah memberi jawaban yang salah dan seenaknya jika balita anda bertanya berilah jawaban yang sesungguhnya dan selalu jawablah tiap pertanyaan balita anda karena hal itu kan terekam dalam memory otak balita anda.

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Blog Archive

Site Info

Total Kunjungan Ke Blog Ini